
"sekarang kita gimna kak"ucap sisi yang kini berada di dalam mobil bersama Rafani yang membawa cepat mobil nya.
"kita kerumah Zidan biar tau apa aja yang di lakukan mereka"ucap Rafani yang di angguki oleh sisi.
"si sambungkan ke Giovan"ucap Rafani yang langsung di angguki oleh sisi iya pun mengambil ponsel Rafani dan mencari kontak Giovan dan menelpon nya.
setelah selesai berbicara dengan Giovan Rafani melirik sekilas ke arah sisi yang kini memegang pegangan pada mobil karena iya membawa mobil nya sangat cepat emang.
"si"panggil Rafani.
"ya"ucap sisi menoleh ke Rafani.
Rafani mengambil kalung berbentuk king di lehernya dan memberikan ke arah sisi yang membuat sisi mengangkat alis nya heran.
"untuk apa Ra"ucap sisi.
"gue minta sama Lo mau gue selamat atau gak nya nanti gue gak tau tapi gue minta Lo pake kalung ini dan berikan ke opa gue suruh dia berikan ke arah Abang gue paham Lo"ucap Rafani sisi yang mendengar nya terdiam.
"gue gak mau"ucap sisi Rafani yang melihat itu menatap sisi tajam dan langsung merem mobil nya membuat sisi terhantuk.
"mau Lo apa"sentak Rafani.
"gue gak akan nurutin apa yang Lo mau, klo emang Lo mau Lo aja yg kasih sendiri kenapa harus gue, Ra gue gak mau Lo kenapa-napa kita harus pulang sama-sama pokoknya gue gak mau terjadi sesuatu sama Lo"ucap sisi yang kini menatap Rafani dengan tajam Rafani yang melihat itu tersentak dan melongos kembali melajukan mobilnya.
"gue cuma minta Lo lakuin ini si Pastikan kalung itu sampe di tangan Vero"ucap Rafani sisi yang mendengar itu hanya mengangguk.
"ok, tapi gue pastiin kita bakal balik sama-sama"ucap sisi Rafani yang mendengar nya tersenyum tipis.
_#skip.
saat ini mobil Rafani Berhenti tak jauh dari rumah orang tua Zidan yang kini di halaman rumah nya di penuhi akan beberapa mobil.
"gimana apa kita masuk "ucap sisi.
"Lo yakin berani"ucap Rafani.
"asal sama Lo apa yang gue takut in Ra"ucap sisi yang membuat rafani mendengus geli.
dan mereka berdua pun berjalan ke arah rumah Zidan yang kini halaman nya sepi mungkin orang sudah berada di dalam rumah Rafani membawa sisi untuk mengintip di balik jendela ruang tamu mereka terkejut menatap beberapa mayat para maid yang sudah tergeletak begitu juga dengan orang tua Zidan sosok yang tak lain Arsenal dan anak buah nya juga alfan dan Andre yang kini menatap ke arah para mayat di depan mereka dengan pistol berada di tangan Alfan Rafani dapat menyimpulkan jika Alfan yg di suruh membunuh mereka.
"inilah akibat nya kalo kamu berani bermain-main sama saya Alfan"ucap Arsenal dengan senyuman jahat nya.
"maaf Arsenal silahkan ambil apa yang kau mau asal ampuni nyawa ku"ucap Alfan menatap Arsenal dengan bergetar.
Arsenal yang melihat itu mendengus dan mengabaikan Alfan.
"tuan gawat tuan"ucap salah satu laki-laki berbadan besar yang kini di susul delapan orang laki-laki Arsenal yang melihat itu mengangkat alis nya bingung.
"gawat kenapa"ucap Arsenal yang kini berdiri menatap mereka tajam.
"saya sudah mengawasi keluarga Tristan namun mereka tiba-tiba menghilang tuan"
"saja juga tuan saya sudah mengintai keluarga Hendra namun mereka tidak terlihat di mana-mana"
"saya juga tidak menemukan keluarga Herman tuan bahkan anak-anak nya saja saya tidak tau di mana sekarang"
"keluarga dafit juga menghilang berserta para pembantu tuan"
"keluarga Alatas juga sama tuan"
"saya terakhir kehilangan jejak keluarga Akbar dan Leon saat tadi sore taun dan sampe sekarang gak tau di mana mereka berada"
"saya juga tidak mengetahui keberadaan Samuel tuan"
"benar tuan saya juga mencari Zidan dan sisi mereka semua tiba-tiba menghilang "
Arsenal yang mendengar itu terkejut begitu juga semua orang yang ada di sana Rafani dan sisi saling tatap dengan mata yang melotot.
"jadi mereka sudah mulai mengincar kita semua "ucap sisi yang langsung di pelototi oleh Rafani biar diam.
"tuat gawat tuan"ucap salah satu lagi yang kini sudah berlari ke arah Arsenal.
"ADA APA LAGI INI HAH APA LAGI"sentak Arsenal marah.
"keluarga Abimana tiba-tiba menghilang tuan terakhir sama melihat nya bersama sisi dan juga satu orang gadis yang mirip dengan azahra "ucap orang itu membuat Arsenal terdiam mengepalkan tangannya kuat.
" SIALAN, kenapa bisa seperti ini"triak Arsenal marah."pasti ini gara-gara anak ketiga Abraham itu dasar bangsat"umpat nya lagi.
"tuan saya mengetahui jika nona Velia dan bela pergi dari rumah"ucap alfatan Arsenal yang mendengar itu benar-benar marah.
"BANGST, cari mereka semua Sampe ketemu mau hidup atau mati"triak Arsenal yang membuat anak buah nya langsung menyebar keluar Rafani yang melihat itu langsung tersentak.
"sialan kita harus cepat pergi sisi"ucap Rafani yang menarik sisi namun membeku di saat sisi tak sengaja menyenggol pot bunga yang membuat Rafani membalak.
"siapa itu"sentak Arsenal dan langsung berjalan ke arah jendela dan membalak menatap wajah yang mirip dengan azahra.
"sialan kalian semua kejar dia jangan Sampe lolos"ucap Arsenal dan langsung di patuhi oleh anak buah nya.
Rafani yang melihat itu langsung menarik sisi berlari kenceng ke arah mobil nya.
"cepatlah masuk si"ucap Rafani yang Langsung di angguki oleh sisi Rafani pun langsung menarik gas dan melesat cepat Rafani mengumpat di saat melihat mobil anak buah Arsenal yang mengejar mobil nya.
"arghhhh sialan Lo Arsenal"umpat Rafani kesal iya terus menarik gas nya supaya menghindari mobil anak buah Arsenal yang semakin dekat.
_#skip.
saat ini di restoran Zara jofe Sudah ada anggota Dark Deon yang berkumpul di mana mereka menemani Zidan yang kini masih diam dengan shok.
"Lo udah ingat apa belum sih zi sebenarnya "ucap tilo menatap ke arah Zidan.
"seharusnya Lo jelasin kali ke kita tentang ini"ucap fatan yang di angguki yang lain.
"CK, soal ini entar an aja gue bahas nya"ucap Zidan kini Zidan menatap ke arah ceshen.
"sen gue tau Lo pasti tau banyak kan tentang Rafani dan gue karena gue sempet liat kalian bertengkar di tajam belakang Kemaren "ucap Zidan ceshen yang mendengar nya tersentak.
"jadi Lo ada di sana waktu itu"ucap ceshen yang di angguki oleh Zidan.
"kenapa Lo gak samperin kita"ucap ceshen lagi.
"karena waktu itu gue merasakan sakit dari ingatan gue dan sekarang gue udah ingat semuanya tapi belum bisa jelasin ke kalian "ucap Zidan lagi.
"kita juga tau zi pasti Lo butuh waktu untuk ini semua "ucap Tian.
"bawa gue ketemu sama Rafani sen"ucap Zidan menatap ceshen dengan harap.
"hufffff, gue gak tau di mana apartemen nya"ucap ceshen lagi karena emang dia gak ada menyimpan no Rafani dan Giovan di ponsel nya karena lupa.
"gue mau ketemu sama Rafani gue tau pasti dia kangen moki"ucap Zidan lagi semua orang menghela nafas.
"gue gak tau ini bisa membantu apa gak kenapa gak pergi ke rumah Devi aja"usul Aryan semua orang menatap ke arah nya.
"iya, adx gue lagi di sana tak salah"ucap Tian lagi.
"tapi Lo pada tau rumah Devi di mana"tanya gion.
"tapi apa salah nya juga kan"ucap Zidan lagi ceshen yang mendengar itu menghela nafas nya.
"ya udah ayokk ikut gue,, gue tau rumah Devi di mana"ucap ceshen.
"lah kapan Lo tau sen perasaan Lo gak Deket sama dia"ucap fatan bingung.
"udah sih ikut aja ayokk"ucap Tian yang kini mengejar Zidan dan ceshen yang sudah pergi di susul oleh yang lain.
_skip.
tak beberapa lama motor ninja yang di Kendari oleh ceshen dan anggota nya kini sudah sampai di depan rumah mewah dan megah mereka kompak turun dari motor mereka dan berjalan mengikuti ceshen.
tok tok tok.
" Devi Lo ada di dalam" triak Aryan membuat semua anggota nya mengumpat mendengar suara yang nyaring itu.
sedangkan dua gadis di dalam kini tersentak dan saling menoleh.
"siapa"ucap Akila.
"kada tau anying, ya udah ayokk ke depan"ucap devi yang di ikuti oleh Akila.
saat membuka pintu mereka berdua terlompat kebelakang karena kaget melihat anggota Dark Deon yang ada di depan mereka.
ANJENG.
"apa sih apa, siapa yang anjeng"ucap tilo.
"dih ngpin sih kalian ke sini"ucap Devi.
"CK, kita mau nanya Rafani dia ada sama kalian gak"ucap Tian.
"ngpin dah kagak ada orang nya tadi siang pergi sama sisi"ucap Akila lagi ceshen yang mendengar nya mengangkat alis bingung.
"mau ngapain mereka"ucap Zidan yang mendapat gelengan gak tau oleh Akila dan Devi.
"dah sana Lo pada pergi ngapain di sini ganggu aja deh ah"ucap Akila mengusir membuat mereka semua mendelik.
"kalian gak ada yang tau sama apartemen nya atau rumah nya"ucap gion.
"kagak ada sih soal nya lupa mau mampir kemaren"ucap Devi lagi.
mereka semua terkejut mendengar suara kenalpot yang nyaring dan tak lama sosok ninja berwarna hitam muncul di sana membuat semua orang menatap nya bertanya berbeda dengan Devi dan Akila yang sudah tau siapa sosok itu.
"sayang"sapa Devi dengan senang.
anggota ceshen yang melihat itu ternganga apa katanya sayang jadi Devi dah mempunyai kekasih ceshen aja yg mendengar adx perempuan nya memanggil cowok itu dengan sayang membuat nya mendelik.
"nih aku bawain martabak pesanan kamu sama Akila"ucap giovan yang kini turun dari motornya mengacak-acak rambut Devi dengan gemes.
"ekhem udah kale"ucap Akila berdehem membuat kedua orang itu mendelik sinis menatap nya.
giovan berjalan ke arah teras sambil menggandeng tangan sang pacar Devi ya benar tadi siang Devi di ajak Giovan ke kafe entah angin dari mana Giovan mengatakan cinta nya di sana dengan Saksi Akila yang ternganga-nganga tidak percaya tentu nya.
giovan menatap ceshen dan Zidan bergantian namun agak membungkuk di hadapan ceshen membuat semua orang tersentak.
"Lo pacaran sama Devi"ucap gion yang gak di tanggapi oleh Giovan karena dia anti sama orang yang gak kenal membuat Giovan mendengus.
"Lo tau di mana Rafani"ucap ceshen karena dia tau jika Giovan tinggal di apartemen yang sama Giovan yang mendengar pun menggeleng.
"perasaan gak ada dia pulang ke apartemen tadi"ucap giovan ceshen hanya diam semua orang yang mendengar nya menatap mereka dengan bingung.
"Lo tinggal se-"
ucapan Zidan terhenti di kala mendengar suara ponsel berdering Giovan yang merasakan ponsel nya berdering pun langsung merogoh saku nya dan mengangkat alis ketika melihat nama Rafani di sana.
"nah ini anak nya nelpon gue"ucap giovan dan mengangkat sambungan telpon tersebut.
"yang loudspeaker dong"ucap Devi yang di angguki oleh Giovan.
"apa Ra"
^^^"Lo di mana sekarang, gue minta Lo kumpulan anggota ceshen dan tunggu gue di rumah Devi"^^^
"eh, Lo kenapa dah ko malah panik gini"
^^^"CK, gak ada waktu buat gue kasih tau udah Lo ikuti aja apa kata gue"^^^
"emang ada apa sih Ra"
^^^"udah si ini gawat pastikan semua ada di sana"^^^
^^^"klo gue dah di sana tapi anggota ceshen belum ada awas Lo"^^^
"CK, iya-iya"
giovan saling lirik terhadap semua orang yang kini menatap nya seolah bertanya.
"Rafani kenapa sih ko kek panik gitu"ucap Akila.
"apa jangan-jangan dia lagi ada masalah "ucap Devi lagi.
"udah lah yang penting kita ada di sini kan dia nyuruh kita di sini kan ngumpul "ucap Tian.
"pas banget kalian ada di sini"ucap giovan.
"ko perasaan gue jdi gak enak "ucap gion.
"apa Rafani lagi menjalankan tugas "ucap Zidan menatap ke arah mereka semua.
"tugas apa an sih kek orang sibuk aja dah dia"ucap fatan.
"yeeeee, Lo kalo gak tau apa-apa tentang sahabat gue gak usah banyak bac*t "ucap Akila lagi.
"udah kalem la"ucap Tian terhadap kembaran nya itu.
"tapi bisa jadi dia lagi dapat tugas dari tuan Johan "ucap giovan yang membuat ceshen tersentak.
"sialan kenapa ngelakuin nya sendiri sih di pikir keren apa ngelakuin semuanya sendiri kek gini"ucap ceshen.
"emang kenapa dah sen"ucap tilo bingung ya di angguki oleh mereka semua.
"ko gue ngerasa ada yang kalian sembunyikan ya"ucap Aryan menatap ke arah mereka semua.
"diam Lo curut"ucap Devi galak membuat Aryan terdiam.
"jadi bener dia Rafani panda gue, dari sikap nya sama kek kelakuan Rafani dulu di mana klo mendapatkan misi dia paling malas untuk mendengar pendapat orang karena apa-apa pasti di lakukan nya sendiri membuat keputusan sendiri "ucap Zidan semua orang terdiam menatap ke arah Zidan saat ini.
"maaf dah ninggalin Lo terlalu lama panda"ucap Zidan.
"CK, ini gak salah Lo"ucap giovan membuat Zidan mengangguk kecil.