Rafani Azahra

Rafani Azahra
pembicaraan



semua orang benar-benar menikmati waktu libur mereka di rumah besar satria dan saat ini semua orang kembali berkumpul di ruang tamu guna saling menukar cerita dengan berkumpul para anak muda sekalian.


"jadi kalian akan pulang kapan"ucap satria menatap ke arah semua paruh baya.


"besok kami akan pulang, tapi tidak tau dengan anak-anak"ucap Johan membuat satria menatap ke arah para anak muda.


tatapan nya Terhenti ke arah rafani dengan tatapan sendu Abraham yang melihat itu menepuk pundak satria.


"dia bukan gadis yang mudah di atur, datang lah jika kangen bahkan aku tidak yakin jika dia akan pulang"ucap Abraham membuat satria tersenyum tipis.


"kami akan pulang besok apa kalian masih mau berlibur"ucap Herman membuat yang lain menatap ke arah nya.


"nama yang tidak di sebut kan silahkan baik"semua orang menatap bingung ke arah rafani.


"kenapa Rafani"ucap Hendra.


"ada tugas"ucap Rafani yang menatap ke arah mereka satu-persatu.


"Giovan, Zidan, ceshen, gue dan satu Lagi alfatan, Devi ,Velia , Akila kalian tetap tinggal sisanya balik ke Eropa "ucap Rafani.


"apa ada yang ingin kamu lakukan Rafani "ucap Edward membuat Rafani mengangguk.


"untuk Devi dan Kaka Velia tinggal di sini ada bang deka dan bang Bastian "ucap Rafani.


"untuk Akila dia bakal ikut Rafani dan yang lain kami akan terbang ke Italia "ucap Rafani membuat mereka saling tatap.


"ada yang kalian cari "ucap Leon yang di angguki oleh Rafani dan ceshen.


"kita akan gerak sedikit, sisa nya kami akan akan kasih ke kalian"ucap Zidan membuat yang lain mengangguk.


"gue gak bisa ik--"


"kecebong ada gak usah ikut Lo"ucap Akila membuat Devi cemberut.


"CK, diam aja udah, gak usah gerak kasihan anak Lo"ucap Zidan yang semakin membuat Devi cemberut mereka yang melihat itu menggeleng Giovan hanya bisa Terkekeh kecil.


"jadi kalian akan ke Italia"ucap satria yang di angguki oleh Rafani dan yang lain.


"mungkin rencana ini sedikit berbahaya di mana kita bakal masuk ke markas mereka sendiri"ucap Rafani membuat mereka terkejut.


"apa yang kalian rencanakan "ucap Abraham menatap ke arah anak muda tersebut.


"ayah maaf, Rafani tidak bisa memancing Arsenal dengan pernikahan takut nya hal dulu kembali terjadi "ucap Rafani.


"Giovan dan alfatan sudah berhasil menemukan keberadaan Arsenal yang aku dan ceshen pikiran ya itu Italia di mana tempat tinggal istri nya"ucap Rafani membuat mereka saling tatap.


"bagaimana bisa aku melupakan Tempat itu "ucap Samuel membuat yang lain mengangguk.


"jika ada apa-apa Kabarin, berhati-hati lah cukup satu kali jatuh tidak ada jatuh ke lubang yang sama"ucap Edward yang di angguki oleh mereka.


"kapan kalian akan ke sna"ucap Johan.


"tunggu kabar dari alfatan "ucap Zidan yang di angguki oleh yang lainnya


"gue bakal ikut"ucap Aryan.


"Lo kan harus kuliah"ucap tilo.


"gak, gue mau jaga Akila"ucap Aryan membuat yang lain memutar bola matanya jengah.


"CK, dasar bucin"cibir gion yang sama sekali tidak di perdulikan oleh Aryan.


___________


"ingat kalian baru hati-hati"ucap Leon menatap ke arah rafani, ceshen, Aryan,Akila, Zidan, Giovan dan alfatan.


"terutama untuk Rafani dan Akila kalian harus mengutamakan mereka"ucap Abraham yang di angguki para laki-laki.


"kalo gitu kita berangkat"ucap ceshen yang langsung masuk ke dalam mobil yang di ikuti oleh yang lain nya.


"jaga kesehatan"ucap giovan mencium sekilas kening Devi yang kini mengangguk pelan.


"ingat pulang jangan ada yang lecet satupun"ucap Devi membuat Giovan terkekeh.


"gak janji"ucap giovan yang kini masuk ke dalam mobil yang sudah ada Zidan dan alfatan.


___________


saat ini Rafani dan yang lain nya sudah berada di dalam pesawat, Rafani menatap ke arah luar dengan diam di samping nya sudah ada keberadaan ceshen dan teman-temannya yang lain berada di bangku belakang.


ceshen menatap ke arah samping nya dan mengelus kepala Rafani membuat Rafani menatap ke arah nya.


"apa kah ngantuk"ucap ceshen yang di balas gelengan dari Rafani.


"kalo ngantuk bilang aja"ucap ceshen yang di balas anggukan dari Rafani.


__________


di tempat lain nya di sebuah ruangan saat ini sudah duduk satu orang laki-laki paruh baya dengan satu orang perempuan di samping nya.


"tuan" sosok laki-laki tersebut menoleh ke arah salah satu anak muda yang kini sudah berada di hadapannya.


"ada apa"ucap laki-laki tersebut.


"mereka mulai bergerak tuan, saya Rasa tempat ini sudah di ketahui"ucap laki-laki tersebut membuat laki-laki paruh baya dan sosok perempuan di samping nya saling tatap.


"kamu tau siapa aja mereka"ucap laki-laki paruh baya itu.


"mereka masih muda tuan dan setidaknya hanya dua orang yang sudah menikah"ucap laki-laki bawah an tersebut.


"sial apa mereka sudah ketemu dengan anak sialan itu "ucap laki-laki tersebut yang terlihat marah.


"bisa jadi dia yang memimpin ini semua"ucap sosok perempuan di samping nya membuat laki-laki tersebut menatap ke arah nya.


"pantau mereka terus, saya yakin jika anak ketiga Abraham yang turun tangan maka gak ada lagi kata selamat "ucap laki-laki tersebut kepada bawahannya.


"baik taun"ucap bawahan tersebut yang kini sudah berlalu pergi.


di posisi Rafani dan yang lain saat ini mereka sudah turun dari pesawat dengan menggeret koper masing-masing.


Akila berjalan pelan di samping Rafani dengan mengedarkan pandangannya di balik kacamata hitam.


"Ra ini gue aja atau gimna, gue ko ngerasa di liatin mulu sedari turun"ucap Akila membuat Rafani menatap ke arah nya.


"gue gak nyangka kepekaan Lo berkembang pesat"ucap Rafani sambil tersenyum membuat Akila Terkekeh.


"jadi bener dong"ucap Akila yang di angguki oleh Rafani.


"mereka sudah tau ternyata"ucap ceshen yang di angguki oleh Zidan dan Aryan.


"vila gimna"ucap ceshen menatap ke arah Giovan yang kini memegang tablet bersama alfatan.


"sudah"ucap giovan yang di angguki oleh ceshen.


"kita di sini Ngapain aja, apa kita langsung tangkap"ucap Aryan menatap ke arah Zidan.


"soal itu bisa di bicarakan Rafani sama ceshen gak ada ngomong soal nya"ucap Zidan menatap ke arah ceshen yang menatap datar ke lurus.


"belum apa-apaan kita dah ketahuan aja"Guam alfatan membuat Giovan tersenyum miring.


"selagi mereka gak gerak santai aja"ucap giovan yang di angguki singkat oleh alfatan.