Rafani Azahra

Rafani Azahra
tian



ceshen keluar dari rumah Abraham guna mengejar Rafani namun iya kalah cepat di mana iya sudah melihat Rafani yang meleset jauh di jalan raya menggunakan motor.


ceshen memilih masuk ke dalam rumah Abraham dan berjalan menuju ke kamar Tampa memperdulikan panggilan orang-orang yang berada di sana iya terus berjalan ke arah kamar.


_#skip.


saat ini Rafani berada di sebuah taman iya menatap banyak nya orang di sana guna menatap keramaian di sore hari.


Rafani menghela nafas nya sekilas iya menatap ke arah langit-langit yang kini sudah berganti dengan jingga gelap pertanda hari sudah akan menyambut malam.


"kenapa jadi seperti ini coba"Guam Rafani menatap sekeliling nya.


saat asik menatap sekitar nya Rafani tersentak menatap seseorang yang sangat iya kenali, iya memicing kan matanya guna menjelasi siapa sosok itu.


Rafani berdiri dan berjalan ke arah sosok yang iya kenali namun langkah nya terhenti di dekat pohon dan mengintip kedua orang itu.


"Lo gak bisa gini dong dek, gimana pun Lo harus tanggung jawab"ucap sosok itu.


"apa sih Lo, Lo pikir gue gak tau hah? bukan gue aja yg nikmati tubuh Lo tapi laki-laki lain juga ! siapa tau itu bukan anak gue"ucap sosok laki-laki itu.


Rafani yang mendengar nya membalak apa-apa an ini jadi mereka bermain panas selama ini dan sekarang baru kelihatan kecebong nya.


"nah nah kan,, kena kan"Guam Rafani pelan sambil mencondongkan tubuhnya guna memudahkan nya untuk mendengar.


"Lo gak bisa gitu dong deka? Lo lupa hah cuma sama Lo yang gak pernah pake penaman"ucap sosok itu lagi.


"CK, gue gak terima apapun alasannya zel yang jelas itu bukan anak gue? kalo Lo emang mau silahkan gugurin aja"ucap deka sosok yang tak lain zela menegang mendengar apa yang di katakan sosok di depannya.


"Lo gila hah"sentak zela.


" Lo yang gila zela? dia bukan anak gue, kalo Lo masih mau bilang dia anak gue ? gue Pasti in gue bakal bunuh Lo dan anak yang ada di dalam kandungan lo"sentak deka tajam.


"Lo itu cuma cewek jalng! jadi gak salah dong kalo gue gak ngakuin ini anak gue , kan yang pasti nya bukan gue yang cicipi elo"ucap nya lagi dan berlalu pergi meninggalkan zela yang kini merunduk.


Rafani yang melihat itu menghela nafas menatap.


"CK,, rencana gue gagal kalo gitu? gak mungkin gue bunuh dia dan anak nya dia gak salah yang salah itu mamanya"Guam Rafani lagi.


setelah memastikan zela pergi dari tempat nya Rafani memilih untuk pergi dari tempat nya juga hati nya penuh akan keraguan sekarang.


gimana pun sejahat-jahat nya dia , dia gak akan membunuh sosok bayi yang tak bernyawa tapi jika dia membunuh zela saat bayi itu lahir sama aja dia jahat memisahkan anak dan mama nya hal itu membuat Rafani menghela nafas gusar.


"aghhhhh, SIALAN"ucap Rafani kesel dan terus berjalan memilih untuk ke motor nya.


_#skip.


"mom ded aku mohon izinkan aku deketin dia ya aku mohon"ucap sosok laki-laki.


"kamu ini kak adohhhh"ucap sosok laki-laki paruh.


"kak, apa kamu mau malau kamu kan udah tau siapa dia dan dia sudah gak suci lagi"ucap sang perempuan.


"aku tau, tapi dia dan keluarganya sudah menjelaskan semuanya bukan? mom ded ini bukan lah kemauan dia gak ada perempuan yang mau di lecehkan seperti ini"ucap laki-laki itu yang masih berusaha membujuk.


sosok pria menatap ke arah sang putra dengan Helaan nafas iya memijit pelipisnya pelan.


"apa dia mencintai mu kak"ucap sang Daddy.


"apa tidak ada perempuan lain kak"ucap sang mommy.


"mom aku hanya mau dia"ucap nya lagi kedua orangtuanya menatap sang anak yang sangat keras kepala dengan helaan nafas.


sosok Rafani kini iya sudah sampai di depan rumah ayah nya iya ingin masuk kedalam rumah namun langkah nya terhenti ketika mendengar suara ribut dari halaman samping.


Rafani pun berjalan ke arah halaman samping dan menyengit ketika melihat ada Tian dan kedua orangtuanya.


iya yang penasaran pun mendekat dan mendengar pembicaraan mereka yang membuat Rafani melongo tak percaya.


namun ingatan nya kembali saat pagi tadi di mana iya melihat tatapan Tian terhadap Bianca yang membuat nya tersenyum.


"CK, belum juga apa-apa dah ngegas aja Lo ti"kekeh Rafani dalam hati.


Rafani pun berjalan perlahan ke arah mereka yang kini masih terlihat berbicara Rafani mendekat sambil berucap.


"sebegitu cinta nya kah Lo ti"ucap Rafani yang langsung membuat ketiga orang itu terkejut.


"loh Rafani sejak kapan kamu di situ sayang"ucap gina mama kandung Tian dan Akila.


"semenjak kalian saling berbicara "ucap Rafani.


"jadi putri Abraham suka mendengar omongan orang Hem"goda Samuel membuat Rafani tertawa kecil.


Rafani menatap ke arah Tian yang kini menatap ke arah nya dengan tatapan heran.


"Lo yakin mau sama Bianca? bukan nya dia tunangan dari sahabat Lo dan dia juga sudah di lecehkan apa Lo gak akan mengungkit hal ini nanti nya Tian"ucap Rafani yang membuat mereka bertiga terdiam.


"gue tau, kalo gue gak berhak ikut campur dalam masalah ini? tapi asal Lo tau dalam langkah memilih pendamping Lo harus yakin dan teguh akan pilih an Lo karena mencintai sosok perempuan yang sudah hancur sangat lah berat jika niat Lo cuma terobsesi "ucap Rafani lagi menatap ke arah Tian dengan datar.


"gue tau ko, mungkin ini semua konyol? tapi gue jujur di dekat dia gue gak bisa apa-apa bahkan mau mendekat aja gue gugup! gue gak akan egois dan mengungkit-ungkit masa lalu nya? karena gimna pun gue yang akan membuat dia melupakan jika dirinya sudah kotor"Ucap Tian Rafani Samuel dan gina tersenyum menatap hal itu.


Rafani berbalik badan dan ingin melangkah namun langkah terhenti dan kembali berucap dengan tangan terkepal pelan.


"gue cuma kasih tau, jika Lo udah yakin sama pilihan Lo Pasti kan dari sekarang Lo urus semuanya jika kelak Lo di tolak tapi Lo mau berjuang silahkan karena menghapus trauma bukan lah hal yang gampang"


"gue akui jika gue orang pertama yang mendukung Lo bukan karena gue ada maksud lain tapi karena ini memang jalan satu-satunya"ucap Rafani lagi yang langsung pergi meninggalkan Tian bersama orang tuanya dengan tanda tanya.


"apa maksud Rafani mas"ucap gina menatap ke arah sang suami.


"entahlah aku juga tidak paham"ucap Samuel.


Tian menatap ke arah kedua orangtuanya." ded mom apa kalian setuju"ucap Tian lagi.


Samuel dan gina yang melihat itu menghela nafas panjang dan mengangguk pelan membuat wajah Tian merekah.


"aaaaaa makasih Deddy mommy"ucap Tian langsung memeluk kedua orangtuanya.


"tapi Deddy kasih waktu 2 bulan buat kamu bikin dia jatuh cinta Sama kamu? apa kamu sanggup"ucap Samuel tuan yang mendengar mengangguk cepat membuat Samuel dan gina menggeleng tak habis pikir dengan kelakuan sang putra.


sedangkan di tempat lain Rafani yang masih mendengar nya pun hanya bisa tersenyum dan setelahnya iya memilih untuk pergi dari balik tembok menuju pintu rumah.


"karena gue percaya laki-laki yang mencintai lebih wanita nya dia lah laki-laki yang tidak pernah akan menyakiti wanitanya sekalipun jika masalah nya besar? karena selagi cinta masih ada maka kehidupan akan terus berlanjut"batin Rafani yang terus berjalan memasuki rumah Abraham