Rafani Azahra

Rafani Azahra
makan bersama



...Eropa....


saat ini sosok nimas duduk di ruang tamu Iyan kini tengah menonton televisi tak lama pandangan nya teralihkan sosok gadis yang kini berjalan keluar dengan pakaian yang kekurangan bahan.


"sayang kamu mau kemana"ucap nimas menatap ke arah anak nya yang tak lain adalah zela.


"aku mau ke rmh teman ma soal nya ada yang ulang tahun"ucap zela menatap ke arah nimas.


" apa kamu udah izin sama ayah kamu"ucap nimas yang mendapat anggukan oleh zela.


"udah ma, ya udah ma kalo gitu zela pergi dulu ya bye"ucap nya dan berlalu pergi nimas menatap punggung zela yang perlahan menghilang.


"kamu seperti bukan lah zela "Guam pelan nimas ketika melihat putrinya itu.


"kenapa kamu"ucap Arsenal yang keluar dari arah dapur nimas yang mendengar suara itu terkejut dan tersenyum menatap ke arah suaminya.


"ah, enggak mas aku hanya heran kenapa akhir-akhir ini sikap zela berbeda"ucap nimas menjelaskan.


"beda gimana, malahan aku suka dengan sikap nya yang sudah dewasa gak kaya azahra yang suka cari masalah "ucap Arsenal dan langsung berjalan ke arah kamar nimas yang melihat itu menghela nafas.


"apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku mas selama ini"ucap nimas dalam hati.


_#skip.


...Jakarta....


saat ini di meja makan sudah ada terdiri dari anak dewasa dan dua anggota keluarga yang terhormat siapa lagi kalo bukan keluarga Abrahamovic dan juga Akbar.


mereka sekarang lagi siap di meja makan untuk makan malam bersama dengan beralasan merayakan kembali nya Rafani dan azahra.


keluarga Akbar yang terdiri dari ceshen Devi Johan dan Leon mereka sudah menolak namun di paksa oleh Edward begitu juga dengan Giovan dan Akila yang ingin mengikuti Devi juga di paksa untuk tinggal di rumah mewah itu mau tak mau semua orang berkumpul lagi di meja makan.


"ayokk semua nya makan"ucap Eliza yang di angguki yang lain nya.


di sini Edward dan Leon duduk berhadapan sama-sama di pojokan, sedangkan Wina dan suaminya di samping nya sudah ada Clara dan Akila sedangkan di seberang nya sudah ada Rafani di samping ceshen dan Devi di samping Giovan mereka makan dengan keadaan diam.


tak lama kemudian mereka selesai dari acara makan-makan namun karena tradisi tidak ada yang beranjak dari kursi setelah makan dan di sini lah mereka melanjutkan cerita-cerita.


"Edward apa kau akan ke Eropa"ucap Leon Edward pun menatap nya.


"sepertinya tidak bukan kah dengan adanya aku di sana semua musuh mudah memusnahkan kita"ucap Edward yang di angguki oleh Leon..


"benar paman sebaiknya kita tidak terkumpul kita harus merecok musuh"ucap Abraham.


"kalian kake minta tinggal lah di Jakarta Selama 3 Minggu"ucap Edward.


"mana bisa kakek kita kan sekolah"ucap Akila menatap kekek nya Rafani.


"tentu bisa itu biar kakek yang urus"ucap Leon lagi"


"cih,, mentang-mentang pemilik jadi seenaknya "ucap Devi ya benar di keluarga Akbar hanya Devi lah yang paling berani dengan kakek nya ini.


"ehh,, cucu durhaka bukan nya bagus kalian di kasih libur juga"ucap sinis Leon.


"emang kita di sini ngapain"ucap Akila lagi.


"soo, terserah kalian"ucap Abraham menambahi.


Devi dari tadi heran menatap Rafani yang terus diam iya pun kemudian menyenggol Rafani yang membuat nya tersentak.


"iya kenapa"ucap Rafani menatap Devi.


"kita ngapain aja kalo di sini"ucap Devi lagi Rafani yang mendengar nya menatap semua orang yang kini menatap nya terkecuali ceshen.


"untuk detik ini gak ada tapi gue minta Lo berdua, Devi Lo telpon kak Dila suruh ke sini sama sisi dan Lo Akila Lo telpon kak Velia dan suruh bawa bela ke sini jangan Sampe ada yang tau"ucap Rafani.


"emang kenapa sayang "ucap Eliza menatap ke arah cucunya.


"gak ada datang kan aja mereka semua lagian Kaka Velia juga harus tau tentang aku bukan"ucap nya lagi yang lain hanya mengangguk.


"Lo dah cari tau keberadaan dia"ucap Rafani dari ketikan hp nya mengirim nya ke seseorang.


"CK, belum ya elah sabar"ucap sosok yang tak lain Giovan yang mendengus menatap ke arah layar hp nya Nanak ya Giovan di suruh mencari seseorang dari Rafani entah siapa dia juga gak tau.


_#skip


pagi ini Rafani dan kedua sahabatnya sekaligus Clara berada di taman belakang rumah kakek nya.


ceshen sudah pamit karena dia harus mengurus perusahaan nya di sini dan ayah nya sekaligus Leon pamit juga untuk ke rumah besar keluarga Akbar sedangkan Giovan dia sudah pergi dari subuh entah kenapa terburu-buru sekali.


di rumah itu sepi hanya ada Wina dan Eliza yang berada di ruang tamu karena para suami sudah berangkat kerja.


sedangkan di taman Rafani duduk di samping Akila melihat Clara dan Devi yang asik berenang di kolam berenang dengan alasan olahraga renang.


"eh eh, Kaka Devi tolong kaki Clara keram"teriak clara Devi yang mendengar nya pun langsung berenang ke arah Clara sedangkan Clara yang melihat itu langsung berenang ketepian Rafani dan Akila yang melihat itu tertawa berbeda dengan Devi yang sudah kesal.


"Lo bohongin gue"triak Devi.


"heheh, maaf maaf kak"ucap Clara cengengesan Devi yang melihat itu mendengus.


"eh, Ra Lo gimna beneran pindah sekolah"ucap Akila menatap Rafani.


"emm kek nya enggak gue bakal sekolah di sana tapi dengan identitas baru"ucap Rafani.


"loh, maksudnya kek mana"ucap Devi.


"gue bakal sekolah di sana dengan identitas awal gue gak papa kan"ucap Rafani.


"kita sih gak papa ya gak ila yang penting kita bisa kumpul sama Lo"ucap senang Devi Rafani yang melihat itu tersenyum.


"sebelum kita kembali ke Eropa kita ubah penampilan kita gimana"usul Akila.


"lah maksudnya kek mana lagi"ucap Devi.


"ya gini kita ubah rambut kita terus penampilan kita lah terutama Lo Ra jdi biar bisa ngecoh orang-orang juga"ucap Akila menjelaskan.


"emm boleh tu kak,, nanti Clara ikut yah"ucap Clara semangat yang lain melihat nya mendengus.


"ok deh entar kita ubah penampilan ya"ucap Rafani yang di angguki oleh mereka semua.


dan setelah nya mereka pun kembali bercerita banyak hal yang kini hanya di dengarkan oleh Clara kadang juga ikut nyahut dalam pembicaraan tersebut.


tak jauh dari mereka berempat ada sosok Wina menatap kedua putri nya tersenyum dan bahagia.


"kak sekarang anak mu bisa menerima ku dan juga anak ku"Guam nya pelan.


"aku harap Kaka di sana sudah bisa tenang ya dan oo ya teryata anak bungsu Kaka sangat mirip dengan Kaka hehe"Guam nya pelan sambil terkekeh kecil dan segera berlalu dari sana.