
saat sampai di dalam kamar nya Rafani merebahkan tubuh nya ke atas ranjang nya iya menatap langit-langit kamar nya dengan helaan nafas.
iya pun bangkit dari tidur nya dan melangkah kan ke arah toilet untuk membersihkan tubuhnya.
setelah selesai dari toilet Rafani pun kembali naik ke atas ranjang nya dan duduk di sana sambil memainkan ponselnya dan melihat-lihat media sosial milik azahra saat iya sudah menyuruh bela untuk membawa kan makanan untuk nya.
tok tok tok.
"masuk aja bela"ucap Rafani ketika mendengar suara ketukan pintu.
bela masuk ke kamar nya sambil membawakan Napan berisi makanan dan minuman.
"ini makanan nya nona, jika nona ingin sesuatu silahkan nona telpon saya saja" ucap bela yang di angguki oleh Rafani setelah nya iya pun menaruh Napan di sisi meja tempat kasur.
"kalo begitu saya kebawah dulu non, masih banyak perkerjaan"ucap bela yang di angguki oleh Rafani setelah nya bela pun keluar dari kamar Rafani Azahra.
azahra mengambil makanan yang di bawa kan oleh bela dan memakan nya dengan perlahan setelah selesai Rafani pun meletakkan kembali Napan itu ke meja samping tempat tidur dan menyandarkan kepala nya ke kepala ranjang.
beberapa saat melihat-lihat di sosial media milik azahra Rafani pun menguap dan seterusnya memilih untuk merebahkan tubuh nya ingin tidur merilekskan pikiran sekaligus tubuh nya yang sangat lelah.
_##skip.
...mimpi....
azahra merasa kan kaki nya berpijak di atas rerumputan yang lembab iya menatap sekeliling di mana iya bisa merasakan hembusan angin yang menerpa wajah sekaligus pepohonan atau bunga dll.
"di mana ini"Guam Rafani Azahra dengan perlahan sambil menoleh kanan dan kiri.
Rafani memilih berjalan ke arah pohon lalu memilih untuk duduk di atas rerumputan yang berbeda di bawah pohon iya serontak memejamkan matanya sambil merasakan udara yang menerpa wajah nya.
"Hay Kaka Rafani"sapa seseorang gadis di samping Rafani serontak Rafani yang mendengar itu pun menoleh dan terkejut di saat iya melihat ada dua sosok perempuan yang tengah menatap nya sambil tersenyum dia tau tentu dia tau siapa sosok perempuan itu.
Rafani Azahra mengerjapkan matanya seolah terkejut dan ingin memastikan lagi apa yang di lihat nya sekarang.
"ma-mama i-ini ko ad-ada tubuh araa"Guam Rafani pelan menatap ke arah mama nya bergantian ke arah sosok gadis yang berada di samping mamanya.
ya sosok yang di lihat Rafani adalah sosok sang mama di mana memakai dress putih dengan wajah cantik dan pucat nya begitu juga dengan sosok gadis yang seumuran dengan dia memakai dress warna putih dengan wajah pucat nya namun iya heran sosok itu adalah wajah nya sendiri sedangkan jiwa nya aja ada di tubuh azahra.
"Raa apa kamu tidak mengenal nya sayang"ucap Dahlia terhadap putri nya itu.
"ma, siapa dia kenapa dia bisa memakai tubuh ku"ucap Rafani menatap sosok yang tengah tersenyum itu.
"Hay kak Rafani kenalin aku azahra"ucap nya tersenyum Rafani yang mendengar itu pun serontak terkejut.
"k--ko bisa"ucap nya.
"tentu bisa"ucap azahra lagi."kan jiwa Kaka berada di tubuh ku jadi jiwa ku berada di tubuh Kaka yang sudah meninggal bersama jiwa ku"ucap nya lagi.
"jadi tubuh gue di pake sama Lo Azahra "ucap Rafani yang di angguki oleh Azahra dengan cengengesan.
"sekarang Lo bisa jawab pertanyaan gue, kenapa gue bisa ada di tubuh Lo"tanya Rafani lagi menatap ke arah azahra.
"hah maksud Lo"bingung Rafani.
"aku tau di tubuh ini Kaka masih ada satu yang ingin Kaka lakuin tapi karena kecelakaan itu Kaka menjadi meninggal mungkin ini takdir."ucap azahra.
"Kaka di beri kesempatan kedua buat hidup lagi dan melakukan apa yang ingin Kaka lakukan tapi dengan tubuh ku yang otomatis akan banyak mendatangkan kesulitan"ucap nya dengan sendu.
Rafani menatap diam ke arah sosok nya dengan azahra yang ada di dalam tubuh itu iya beralih menatap sang mama yang tersenyum ke arah nya.
"ma"ucap Rafani.
"mama gak mau kalo kamu pasrah sama takdir araa masa depan mu masih panjang walaupun yang kamu lewati nanti cukup berat kamu harus bisa bertahan mungkin ini pertanda jika belum saat nya kamu bersama mama"ucap Dahlia ke arah putrinya yang di balas anggukan kecil oleh Rafani.
"emm,,aku mau cerita"ucap azahra yang langsung di tatap oleh Rafani.
"apa"ucap nya.
"dari dulu aku pengen menyelesaikan masalahku kak, tapi aku gak bisa dan tidak akan pernah bisa jadi aku memilih untuk menyerah dan memilih Kaka untuk jadi pengganti aku"ucap nya menatap Rafani.
"coba Lo jelaskan kenapa bisa keluarga Lo membenci elo selain elo suka bully zela pasti ada alasan nya"ucap rafani.
"waktu kecil aku sama zela selalu bersama kemana-mana pasti selalu bersama bahkan dulu kami tinggal sekamar dan melakukan hal lain sama-sama,. dulu zela sempat kecelakaan dan tidak mengingat siapapun bahkan sifat nya aja mulai berubah yang dulunya pemberani dan suka melindungi tergantikan dengan sikap nya yang polos lemah lembut dan suka memojokkan ku"ucap nya dengan sendu Rafani yang mendengar nya sedari tadi pun mengangkat alis.
"aku rasa, zela bukan lah zela yang asli dia tidak mungkin berubah zela ya aku kenal dulu itu baik berbeda dengan yang sekarang "ucap nya lagi.
"tapi kalo di pikir-pikir Lo gak mirip sama sekali deh sama zela"tanya Rafani kepada Azahra.
"aku juga merasakan hal yang sama kak mungkin ada hal yang tidak aku ketahui saat kecelakaan itu terjadi, karena ayah melarang aku dan Kaka Velia serta kak Bastian untuk datang menjenguknya ke rumah sakit"ucap azahra lagi.
"CK, sepertinya beneran ada sesuatu yang tidak kalian ketahui mungkin hanya ayah ibu dan zela sendiri yang tau hal ini"ucap Rafani yang sudah mulai menebak keganjilan ini.
"ngomong-ngomong kak masalah Zidan"ucap azahra.
"ah ya Lo kenapa bisa suka sama pacar nya zela sih bikin ribet gue aja tau gak Lo"kesel Rafani Azahra yang mendengar nya hanya cengengesan.
"sebenarnya aku tidak suka sama kak Zidan"ucap azahra yang membuat rafani menatap nya heran.
"terus"ucap nya.
"itu kak, sebenarnya dulu aku kak Velia main truth or dare dan yang kena itu aku jadi aku dapat dere sari Kaka Velia"jujur azahra.
"what, jadi Kaka Lo itu"ucap Rafani kaget.
"sebenarnya Kaka Velia dan Kaka Bastian selama ini baik sama aku"jeda nya."dulu aku sama Kaka Velia main truth or dare dan aku yang kalah jadi hukuman nya aku di suruh deketin Zidan dan buat dia jatuh cinta sama aku tapi mungkin aku yang salah gerak nya dan memilih menyerah namun aku gak tau jika nasib nya seperti ini Kaka Velia juga pura-pura benci sama aku biar rencana ini berhasil namun siapa sangka aku nya gak bisa"Guam azahra yang di angguki oleh Rafani.
"jadi Lo gak suka beneran sama tuh cicak"ucap Rafani yang membuat azahra tertawa.
"gak ko kak aku gak suka sama sekali sama dia itu murni karena aku dapat dere dari Kaka Velia apa lagi mengingat Kaka Velia tidak menyukai zela"ucap nya lagi yang di angguki oleh Rafani.
"dan yang di katakan bela sebagian benar kak"ucap azahra lagi.