Rafani Azahra

Rafani Azahra
penjelasan dan terungkap 2



Abraham yang mendengar perkataan istrinya pun merunduk.


"kau tak akan mengerti Dahlia Baga ambisi ku dalam melindungi keluarga kita dari ancaman musuh yang dapat mengintai nyawa kita kapan saja"ucap Abraham menjelaskan.


"namun apa kamu lupa Abraham jika orang terdekat mu lah ancaman terbesar mu"ucap Edward yang membuat Abraham terdiam.


Dahlia menatap Abraham dengan kilatan kecewa."apa kau tidak mempercayai ku Abraham kenapa kau tidak jujur terhadap ku"ucap Dahlia menatap ke arah suaminya yang kini tersentak mendengar ucapan nya.


"Dahlia, bukan begitu maksud k-"


dorrr.


ucapan Abraham terhenti di kala mendengar suara tembakan itu mereka semua yang mendengar itupun terkejut bukan main.


"kita tidak banyak waktu cepat kita harus pergi dari sini Dahlia bawa anak kalian cepat"ucap Edward menyuruh anak dan menantu nya dengan sangat cemas dan panik.


"gimna dengan Velia dan Vero ayah"ucap Abraham yang jadi panik.


"maaf kan paman Abraham paman gak sempat menyelamatkan Velia karena Arsenal sudah membawa Velia dari sekolah an nya langsung "ucap Leon.


"apa? mengapa kalian tidak memberi tahu ku sialan"ucap Abraham Edward yang mendengar nya memukul kepala Abraham.


"dasar anak sialan apa kau lupa jika kau yang tidak pernah mau percaya apa kata ayah mu ini"marah Edward yang membuat Abraham bungkem Leon yang melihat itu pun menghela nafas.


leon segera menarik tangan Abraham dan Dahlia yang di ikuti oleh Edward dari belakang ingin membawa mereka bersembunyi di ruang bawah tanah yang tidak di ketahui oleh Abraham dan Dahlia jika Edward dan Leon membuat ruang tersembunyi ketika mereka belum menikah dulu.


"sudahlah Abraham Velia dan Vero biar ayah yang mengurus sekarang bawa lah anak mu kalian harus berlindung dulu dari Arsenal sialan itu"ucap Edward yang langsung berjalan mengikuti Leon di depan.


"tapi yah"ucap Abraham.


"jagalah cucuku Abraham"ucap Edward dan langsung mendorong kereta cucu nya dan di ikuti Abraham juga Dahlia.


dorr..


lagi-lagi suara tembakan itu terdengar Edward dan Leon saling lirik danmengangguk.


"ayokk kita bersembunyi Leon Arsenal bukan lah tandingan kita saat ini"ucap Edward.


"ayokk kita ke taman belakang kita kabur melalui tembok"ucap Leon mereka pun berlari ke arah taman belakang.


"cepat lah Edward kita lompat dari atas tembok ini"ucap Leon.


"apa kau gila Leon ini sangat tinggi jika aku lompat aku bakal mati"ucap Edward.


"apa kau tidak melihat tangga di samping itu Edward dasar bodoh"ucap Leon yang sudah kesel menatap kelemotan sahabat nya ini.


Edward menatap ke arah samping dan benar saja ada tangga di sana iya pun menatap Leon Dengan menyengir kuda.


"CK, cepat lah apa kau ingin kita mati"ucap Leon.


setelah berhasil melewati tembok itu Leon langsung menarik Edward untuk masuk ke sebuah lorong.


"ayokk ke sana di sana ada mobil ku"Ical leon.


"rencana mau selalu bagus Leon"ucap Edward mengikuti langkah sahabat nya.


Tampa memperdulikan Edward Leon terus berlari ke arah mobil nya yang sudah di modifikasi menjadi anti peluru yang sudah mulai terlihat.


Leon langsung memasuki mobil nya dan di susul oleh Edward namun tak sengaja kaki Edward terkena tembakan.


"BERHENTI KALIAN"teriak Arsenal.


dorrr.


"aaakkhhhh"teriak Edward saat merasakan kaki nya yang sudah panas karena mengenai peluru itu.


"EDWARD "triak Leon dan langsung keluar dari dalam mobil dan membantu menarik Edward yang kesakitan dan langsung masuk ke arah mobil nya.


Tampa pikir panjang Leon langsung melanjutkan mobil nya meninggal anggota Arsenal yang kini mulai menembak mobil anti peluru itu dengan tak berhenti-henti.


"akhhh,, sialan perlu apa yang mereka gunakan"ucap Edward.


"kau tenang lah kita harus pindah dari negara ini secepatnya Edward"ucap Leon sedangkan Edward hanya mengangguk sambil menahan sakit.


setelah di rasa kondisi aman Abraham dan Dahlia keluar dari ruangan bawah tanah dan berlari keluar memasuki mobil yang sudah di tunggu oleh bodyguard suruh an ayah nya menunju rumah Leon.


sesampainya di sana mereka berbicara soal kepindahan mereka ke negara Eropa yang langsung di angguki oleh keluarga Abraham dan juga keluarga Akbar.


mereka pun pergi ke negara Eropa dengan berpisah di bandara untuk menuju ke rumah masing-masing.


"apa rencana mau Leon"ucap Edward menatap sahabatnya.


"mau tidak mau kita harus melawan mereka Edward "ucap Leon yang di angguki oleh Edward.


dua Minggu kemudian mereka di kaget kan dengan hilang nya satu cucu mereka yang membuat mereka yakin jika kehilangan satu cucu mereka ada sangkut pautnya dengan kedatangan Arsenal ke Eropa.


...flashback off....


"singkat cerita seperti itu"ucap Edward setelah selesai menjelaskan ke arah rafani dan yang lain yang kini menatap nya serius.


"tunggu"jeda Rafani ketika mengingat kembali cerita sang kakek yang membuat semua orang menatap nya.


"kata opa mereka membawa empat anak itu siapa aja"ucap Rafani menatap Edward.


"dugaan saat ini itu bisa jadi cucu ku Velia "ucap Edward yang membuat semua orang terkejut terkecuali Rafani.


"apa maksud ayah Velia itu putri ku"ucap Abraham terkejut yang di angguki oleh Edward.


"apa kau bisa bertemu dengan putri ku"ucap Abraham yang merunduk.


"pasti bisa Abraham karena selama ini Velia mengikuti perintah ku"ucap Edward yang membuat semua orang menatap nya bingung terkecuali Leon.


"maksud ayah"tanya Abraham.


"Velia selama ini mengandalkan study tour atas campur tangan ku biar bisa mengelabui Arsenal "Ical Edward.


"maksud opa"tanya bingung Rafani.


"ingatan Velia sudah di hapus oleh Arsenal dan aku yang sudah mengobati nya dengan perlahan sampai dia yang sudah bersenang-senang selama ini"ucap Edward.


"aku benar-benar tidak menyangka jika Arsenal orang yang sangat kejam"ucap Abraham.


"bukan kah sudah ku bilang dulu Abraham kau saja yang tidak mempercayai kita"ucap Edward yang menatap Leon.


"maaf kan aku ayah paman"ucap Abraham merasa bersalah karena tidak percaya kepada mereka.


"sudah lah tidak ada waktu buat menyesali semua nya"ucap Leon yang di angguki oleh Edward.


"jadi zela azahra dan kak Bastian gimana"ucap Akila yang sedari tadi diam mendengar kan.


"baiklah aku mengerti"ucap Rafani.


"apa maksud mu azahra"ucap Leon menatap Rafani.


Rafani menatap ke arah Abraham seraya bergumam."bukan kah kata opa cucu kembar nya hilang saat keluarga arlexsa Gustian ada di sini"ucap Rafani yang di angguki oleh mereka.


"nah dan di sini dari kesimpulan semua yang ku dapatkan dari ruang bawah tanah bersama Giovan di sana ada tertulis queen dan king dan aku juga dapat empat kalung di sana sekaligus nama Kaka Velia dan Kaka Vero"ucap Rafani lagi.


"Fani tidak akan mengelak lagi ayah mama opa dan Oma, jika azahra lah cucu dan putri kalian yang hilang pada saat itu dan azahra lah adx ku karena mengingat dengan wajah azahra semua kunci sidik wajah bisa kebuka padahal di sana tertera nama ku Rafani azahra "ucap Rafani lagi Giovan yang mendengar nya tersenyum tipis.


"CK, akhirnya ngerti juga Lo cil"Guam nya pelan dalam hati.


semua orang terlihat terkejut mendengar penuturan Rafani yang benar-benar tepat.


"jadi azahra adalah cucu bungsu ku"Guam Edward.


"ayah teryata putri bungsu ku ada di Arsenal selama ini ayah"ucap Abraham Rafani yang melihat itu tersenyum tipis.


"yang perlu kita cari sekarang keberadaan bang Vero "Ical Rafani lagi.


"iya bener "ucap Eliza nenek Rafani Azahra.


"karena Kaka Velia sudah di genggaman kita dan netobe nya aku sudah mati bersama jiwa azahra jadi aku bisa membalas semua nya bersama Kaka Velia namun harus menemukan Kaka Vero"Guam Rafani lagi.


"maaf"cicit Akila merunduk Rafani yang mendengar nya menatap Akila.


"kenapa "Guam Rafani.


"maaf karena keluarga paman ku membuat sudara mu terpisah Rafani dan maaf gara-gara kelakuan sepupu ku membuat adx mu meninggal azahra "Guam Akila lagi rafani yang mendengar nya tertegun begitu juga orang yang berada di sana yang terdiam.


"apa kau tidak membenci ku Akila"ucap Rafani.


"soal apa"ucapan Akila.


"karena aku akan membalas kematian adx ku"ucap Rafani Akila yang mendengar nya terdiam.


"aku tidak masalah soal itu Rafani lagian mereka memang pantas mendapatkan semua dari apa yang mereka lakukan aku juga akan balas dendam atas kematian azahra "ucap Akila mantap ingin bergabung ke keluarga Rafani dan memusuhi keluarga nya sendiri Rafani yang mendengar nya terdiam menatap ke arah keluarga nya yang hanya mengangguk kecil.