Rafani Azahra

Rafani Azahra
flashback



Rafani Azahra sosok gadis berusia 18thn yang memiliki sifat yang datar sekaligus dingin itu sosok yang cantik memiliki kulit yang putih bola mata hitam yang meisaratkan tatapan dingin dan tajam nya bulu mata lentik dan alis yang gak terlalu tebal memiliki pipi yang chubby bibir yang pink alami Sosok gadis yang memiliki rambut sepinggang.


Akila Gustian sosok gadis berusia 17thn lebih muda dari Rafani Azahra memiliki sifat percicilan tak mau diam dan iya penggemar K-Pop BTS sosok gadis yang manis memiliki rambut sebahu dengan pipi yang gak terlalu tembem dan memiliki mata coklat bibir yang berwarna merah alami.


rindu arlexsa sosok gadis yang berusia 18thn yang memiliki kulit yang berwarna sawo sosok gadis yang memiliki panjang rambut sepinggang memiliki wajah yang tak kalah cantik dari ketiga sahabatnya.


green Jhonatan setifen sosok laki-laki jangkung bertubuh tinggi dengan raut wajah yang dingin dan datar namun tak di pungkiri jika iya sangat lah tampan yang jadi idaman para cewek-cewek, green Jhonatan setifen yang berusia 18thn memiliki mata coklat yang sangat tajam dan dingin memiliki bulu mata yang lentik sekaligus alis yang sangat tebal yang menunjukkan gen dari Jakarta dan Eropa itu menambah kesan tampan nya yang tiada tanding.


fiko afatan putra sosok laki-laki yang gak kuat jauh dari grenn sosok yang dingin dan datar namun tak sedingin grenn sosok yang memiliki wajah tak kalah ganteng dari green dan teman-temannya memiliki kesan cuek.


Dimas Anggara sosok laki-laki yang tampan namun memiliki otak yang habis kepeleset beton itu seakan-akan tak bisa diam kaya kutu loncat.


Dion prbiantara Sosok laki-laki yang tak kalah ganteng dari ketiga sahabatnya sosok laki-laki yang kadang bagus dan klo lagi kumat pasti kelakuan nya tak kalah jauh dari Dimas yang membuat kadang semua orang yang melihat nya geleng-geleng kepala.


___________#


Sosok gadis yang berusia 5thn sedang duduk di kursi taman belakang rumah mewah nya bersama mamanya, sosok itu nampak senang dan bahagia di kala melihat sang ibu tengah bercanda dengan nya tak jauh dari mereka ada sosok pria yang tersenyum menatap keluarga kecil nya yang bahagia.


namun kebahahiaan itu tak beranjak lama sekitar kurang lebih 20menit an sang ibu tiba-tiba mengaduh sakit di kepalanya membuat sang anak yang melihat itu khawatir dan menangis, ketika menata sang ibu yang tengah kesakitan sosok pria yang mendengar suara anak nya pun serontak menoleh ketika mendapati sang istri yang kesakitan.


sosok itu pun berdiri dan berlari kearah anak dan istrinya ketika dah sampai iya pun segera memeluk istrinya.


"sayang kamu kenapa"ucap nya sambil mengguncang tubuh sang istri yang tidak mendapat respon apa pun yang membuat nya langsung panik.


Tampa berlama-lama iya pun langsung bangkit dari duduknya dan membawa sang istri yang berada di gedong an nya ke luar guna ke rmh sakit sedangkan sang anak yang melihat itu mengikuti sang laki-laki yang bersanding ayah nya itu dengan Isak tangisnya.


__##skip rumah sakit


saat ini sosok laki-laki itu tengah mondar mandir di depan pintu UGD rumah sakit karena menunggu istrinya.


beberapa jam menunggu dan akhirnya pintu yang sedari tadi tertutup kini terbuka menampilkan sosok dokter yang keluar dari ruangan itu iya ya melihat itu pun segera menghampiri sang dokter.


"dok, gimna keadaan istri saya"ucap nya dengan raut cemas bercampur khawatir.


"kepada pak setifen Abraham selaku suami dari pasien Dahlia Supari"ucap dokter yang langsung di angguki oleh Abraham.


ya setifen Abraham sosok laki-laki yang berusia sekitar 40thnan namun tak di pungkiri jika sosok itu terlihat sangat tampan dan muda.


setelah berbincang mereka pun berjalan menuju keruangan dokter Maulana saat sampai di dalam ruangan sang dokter, dokter pun menyuruh Abraham itu duduk yang di angguki oleh Abraham.


"jdi gimna dok, gimana keadaan istri saya"ucap nya dengan raut wajah cemas Abraham dapat melihat sang dokter menghela nafas panjang yang membuat Abraham tambah khawatir.


"begini pak Abraham dari hasil pemeriksaan istri bapak di ponis memiliki tumor otak ganas yang sedang memasuki stadium 4"ucap sang dokter yang membuat Abraham yang mendengar nya terdiam kaku di tempat.


setifen Abraham yang mendengar itu serontak terdiam kaku dengan jantung yang berdetak kencang badan nya mulai panas dingin mendengar kabar ibarat di terjang badai di waktu musim panas iya sama sekali tak bisa berkata apa-apa iya pun teringat sang putri gimna iya harus menjelaskan nya nanti.


"ap-apa bisa istri saya sembuh dok"ucap Abraham sang dokter yang mendengar itu pun berucap.


"untuk sekarang kita hanya perlu doa karena kemungkinan sembuh itu 1 persen"ucap sang dokter yang membuat Abraham tak bisa berkata apa-apa lagi.


Tampa mereka sadari saat ini di depan pintu sudah ada berdiri sosok wanita yang sudah ingin tutup usia dengan sosok anak kecil berusia 5thn yang mematung dengan jantung yang berdetak kencang ketika mendengar ucapan sang dokter.


gadis yang berusia 5thn itu terdiam kaku menatap pintu ruangan dokter dengan tatapan yang sulit diartikan iya pun menatap ke arah pembantu nya seraya berucap.


"ayook jenguk mama"ucap nya yang diangguki sang bibi yang berjalan menuju keruangan sang majikan nya.


dan di sinilah sekarang mereka berada di luar ruangan kamar Dahlia yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit yang membuat sosok gadis dan sang pembantu yang melihat nya menatap sendu.


"ma, mama kenapa sakit ma, mama selama ini sehat-sehat aja nemenin Fani"ucap gadis itu dengan terisak sang bibi yang melihat itu tak kuasa menahan tangisnya yang kasihan terhadap anak majikan nya.


"ma, mama bangun dong ma, mama gak mau nemenin Fani main lagi Fani gak mau kalo harus main sama bibi"ucap nya menatap sang mama nya dan bergantian menatap sang pembantu.


sosok Abraham terdiam kaku ketika iya berjalan ke arah ruangan sang istri iya berhenti melangkah ketika melihat di hadapan ruangan sang istri sudah ada putri dan pembantu di rumah nya iya pun menatap mereka dengan tatapan terkejut ketika melihat sang putri yang diam dengan mata yang meisaratkan kemarahan yang tertutup dengan mata sembab nya.


Abraham yang melihat itu pun berjalan kearah putrinya.


"sayang udah lama kamu datang"ucap Abraham dengan bergetar berjalan kearah sang putri nya.


"ah,,sudah tuan maaf tak sempat mengabari tuan karena nona Fani sangat khawatir terhadap nyonya"kata sang bibi kaget ketika melihat sang majikan nya yang datang sedangkan Abraham yang mendengar itu hanya mengangguk.