
Rafani saat ini berada di ruang tamu iya terlihat fokus memangku Laptop nya.
"Ra, Rafani"
debukk.. brakkk.
Rafani meringis di kala melihat sosok Akila yang kini tersungkur di bawah kaki nya, Akila mendongak menatap ke arah rafani sambil cengengesan.
"CK, gak usah lari gue gak kabur"kesal Rafani yang kini membantu Akila untuk bangun.
"heheh,, gue panik soal nya"ucap Akila membuat alis Rafani terangkat.
"ada apa"ucap Rafani yang kini kembali fokus ke arah laptop nya.
"Lo harus ikut gue, anak-anak cowok udah tau di mana persembunyian Arsenal dan zela"ucap Akila membuat pergerakan Rafani Terhenti.
"Lo serius"ucap Rafani yang di angguki oleh Akila dengan cepat.
"kenapa Lo ada di sini sendiri dan yang lain mana"ucap Rafani.
"mereka lagi mantau Arsenal dal zela, Ra"ucap Akila.
"si Aryan, Giovan dan alfatan dia sudah berada di tempat persembunyian Arsenal sedangkan si Zidan dan ceshen mereka lagi berada memantau zela"ucap Akila membuat Rafani berdiri.
"susul mereka "ucap Rafani yang langsung di ikuti oleh Akila.
_________
"gimna"
"Anjeng"
"astaga"
"setan"
"CK, bac*t gimana keadaan nya" kesal Rafani menatap jengah ke arah tiga laki-laki yang kini mengusap dada mereka.
"Lo sih, kaget ini datang tiba-tiba gak kasih aba-aba kita lagi fokus ya elah"kesal Zidan membuat Rafani mendelik.
"gimna keadaan sekarang"ucap Rafani mendekat ke arah alfatan dan Giovan.
"tuh Lo liat, selama ini mereka ada di sini"ucap giovan menunjuk ke arah bangunan bernuansa silver tersebut.
"penjaga nya ketat juga"Guam Aryan yang melihat di setiap penjuru Pasti ada penjaga.
"Lo yakin mereka ada di dalam"ucap Rafani menatap ke arah bangunan tersebut sambil memicing.
"Hem,, gue udah pantau gak ada pergerakan dari Arsenal untuk pergi sehari an ini"ucap giovan yang di angguki oleh Rafani.
di tengah-tengah asik memantau rumah tersebut tak lama mereka di buat terkejut di kala melihat sosok laki-laki paruh baya dan sosok perempuan yang keluar dari rumah itu.
"eh, Ra itu si Arsenal kan ya terus perempuan itu siapa"ucap Akila membuat Rafani mengangkat bahu acuh.
"pantau aja dulu"ucap Rafani yang di angguki oleh mereka.
"aku gak sabar deh yah, mereka pasti ngira jika di sana adalah aku"ucap perempuan tersebut sambil terkekeh.
"kamu emang pintar zela, kita tunggu aja kabar dari Machu "ucap Arsenal yang di angguki oleh zela.
"ternyata pilihan ayah buat oplas aku gak sia-sia bukti nya kita bisa jebak mereka "ucap zela sambil tersenyum miring.
"kali ini ayah pastikan mereka mati, apa lagi cairan itu jika tidak tahan maka orang yang mengalami nya klo gak gila ya mati"
degggg...
Rafani dan yang lain, yang mendengar hal tersebut saling pandang.
"ap-apa maksudnya "ucap Akila menatap ke arah rafani yang kini terdiam dengan tangan terkepal.
"CK, sial kita lengah Ra ternyata zela oplas wajah "ucap Zidan membuat Rafani menatap ke arah nya.
"kalo dia adalah zela lalu Terget ceshen sama zidan--"
gubrak...
Rafani langsung berlari ke arah mobil nya yang di ikuti oleh yang lain.
"club' machu Ra"ucap giovan melalui alat di telinga nya.
"kalian mencar, Giovan,Aryan kalian urusan Zidan. akila Lo cari Dalang dari yang di maksud Arsenal tentang cairan tersebut untuk alfatan Lo bisa tangkep sisa nya"ucap Rafani.
"Hem,, serahkan sama gue, anak buah gue dalam perjalanan"ucap alfatan yang di angguki cepat oleh Rafani.
" biar gue urus ceshen, lakukan apa pun biar mereka terkendali asal jangan di bunuh"perintah Rafani.
"CK, ya kalo kita bunuh mereka "gerutu Aryan yang kesal akan kata-kata Rafani.
"pastikan main aman, kurung semuanya yang di bawah kendali Arsenal "ucap Rafani yang kini sudah meleset jauh.
lima belas menit, mobil yang di Kendari oleh Rafani dan Akila kini sudah sampai di pangkaran parkiran sebuah club di negara Italia.
"tetap waspada"ucap Rafani menatap ke arah Akila yang kini fokus akan laptop nya.
"Lo hati-hati"ucap Akila yang di angguki oleh Rafani.
"kita mencar sekarang"ucap Rafani yang di angguki oleh Giovan, alfatan dan Aryan..
"gue lantai B"ucap giovan yang kini berjalan ke arah tangga lantai B.
"gue yakin C"ucap alfatan yang di angguki oleh Rafani.
Rafani melangkah di lantai A sambil menyipitkan matanya di kala melihat kelap kelip lampu disko.
langkah Rafani menaiki sebuah lift yang menuju ke arah deretan tempat VVIP, saat sampai di lorong tersebut Rafani menatap ke arah sekitar dengan mata yang tajam.
"la"ucap Rafani di balik alat komunikasi di samping telinga nya.
"ceshen sama Zidan dalam bahaya, kita harus cari cepat mereka Ra Lo telusuri Lorong blok B di sana terakhir hilang nya ceshen, untuk kak alfatan Lo cari dua cewek yang udah gue kasih foto nya dan Giovan juga bee cari ke blok L di sana keberadaan Zidan"ucap Akila memberi petunjuk.
"gue akan turun tangan, salah satu pemilik club harus gue ringkus "ucap Akila yang kini sudah turun dari mobil.
"hati-hati "ucap Rafani.
"kamu di mana bee, kalo bahaya jangan lakuin tunggu kita"ucap Aryan membuat Giovan mendelik.
"bisa-bisanya Lo, gila"kesal Giovan membuat Aryan tersenyum jahil.
"kasihan gak di belai dengan istri "ejek Aryan menatap ke arah Giovan yang kini mendengus.
"CK, lo sindir gue hah"Aryan terdiam di kala mendengar suara alfatan Giovan yang melihat itu tertawa.
"fokus "tawa Giovan terhenti di kala mendengar suara datar dan dingin Rafani.
"CK"Gerutu Giovan yang di balas kekehan oleh Aryan.
"target gue bi ayu ternyata dia yang bernama machu"ucap Akila yang kini sudah mengitari area bawah club' dengan mata memicing nya.
"lumpuhkan semuanya anggota Arsenal "ucap Rafani yang langsung mematikan alat di balik telinga nya.
Rafani terdiam di kala sudah sampai di hadapan lorong blok B iya menatap lorong tersebut dengan tatapan yang sangat tajam jangan lupakan aura yang di keluarkan nya.
Rafani melangkah kan kaki nya dengan tangan terkepal, di lorong tersebut hanya memiliki kurang lebih sepuluh kamar dan hal itu membuat Rafani menggerutu.
"gak mungkin gue CK satu-satu"Guam Rafani yang menatap ke arah kamar tersebut.
Rafani Tersentak di kala mendekat suara seseorang yang seperti nya akan pergi, hal itu membuat Rafani langsung bersembunyi.
"biar kan Laras yang tangani dia haha, setidaknya sebelum mati laki-laki itu bisa memuaskan Laras"ucap salah satu perempuan membuat Rafani mengepalkan tangannya kuat.
"benar, aku sih ya tidak ingin berhubungan dengan laki-laki itu bisa-bisa aku juga akan mati jika meladeni sikap liar nya"ucap salah satunya.
"kita ke bawah sekarang "ucap gadis tersebut Yang kini melangkah ke arah luar lorong blok B.