
sosok gadis yang tak lain adalah Rafani Azahra iya berada di suatu tempat yang sangat indah di mana di sebelah kiri kanan nya di penuhi oleh rerumputan hijau dan bunga-bunga dan di tengah ada pohon besar yang berhadapan langsung sama danau.
Rafani Azahra menatap tempat ini dengan diam iya merasakan kenyamanan di sini iya pun berjalan ke arah tengah di mana ada sebuah kursi yang tertutup oleh pohon yang tinggi dengan berhadapan dengan danau.
Rafani berjalan ke arah kursi dan duduk di sana sambil menatap danau dengan tatapan datar iya tentu ingat apa yang terjadi namun iya masih kaget kenapa iya bisa ada di sini.
"apa gue udah mati"ucap nya pelan.
"tapi gue ada di mana"ucap nya lagi Rafani pun mendoakan kepala nya ke atas.
"giman keadaan ayah mama sama Clara ya"Guam nya.
"pasti mereka lagi nungguin gue, arghh sial kenapa gue harus kecelakaan sih"ucap Rafani Azahra dan menatap sendu di depan nya.
tiba-tiba iya terdiam di kala mendengar suara namun tak ada yang berbicara iya terus menoleh kiri dan kanan guna mencari siapa yang berbicara namun sepi iya hanya sendirian di sini.
berjuang lah walaupun berat bertahan lah walaupun sulit bijak lah walaupun harus menerima kenyataan adil lah walaupun menyakitkan bangkit lah walaupun kau ingin sekali menyerah karena dunia ini kejam.
Rafani Azahra yang mendengar nya mengangkat alis nya heran.
"siapa itu"ucap nya lagi sambil mencari asal suara namun tidak mendapat kan jawaban yang membuat nya semakin heran.
_#skip.
"eungh"suara lenguhan seorang gadis yang masih berbaring di atas ranjang, memecahkan kesunyian di dalam ruangan yang sedang di tempati nya.
sesaat gadis itu mengerjap kan matanya ketika matanya agak buram iya menyesuaikan penglihatan nya dan memandang di sekitar nya dengan tatapan heran.
"kenapa gue ada disini"Guam nya heran."bukan nya gue udah meninggal gara-gara kecelakaan itu dan ini"Guam nya lagi menatap kesekeliling nya dengan heran.
"bukan nya gue tadi di tempat yang indah."jeda nya."apa gue belum mati"Guam nya lagi semakin tak mengerti.
ceklek
iya menoleh ketika melihat pintu kamar yang terbuka dan menampilkan sosok perempuan yang berusia sekitar 25thn dengan sebuah Napan di tangan nya yang berisi makanan dan minuman.
"no--nona Azahra sudah ba--bangun" tanya sosok itu dengan terkejut dapat dia lihat dari segi pakaian nampak sekali jika sosok yang di hadapan nya adalah seorang maid.
gadis yang di sebut azahra itu melirik bingung ke arah sosok yang memanggil nya tadi dengan tatapan heran.
"azahra"tanya nya dengan suara yang bingung namun dingin.
sosok pelayan yang mendengar itu pun tersentak dan iya semakin mengeratkan pegangannya di Napan yang dibawa nya.
"i--i--iya non, ka--kan na--nama nona azahra"jawab pelayan itu dengan bergetar.
gadis yang bernama azahra itu mengubah ekspresi bingung nya menjadi ekspresi datar.
"dengar, nama saya bukan azahra! tapi nama saya itu Rafani Azahra kamu jangan seenaknya mengganti nama saya"ucap gadis itu dengan tegas dan tatapan dingin nya.
ya bener sosok itu adalah Rafani Azahra jujur iya heran kenapa dia bisa di sini dan ini bahkan dia juga heran kenapa namanya di ganti seenaknya siapa yang gak marah juga kalo nama yang di kasih sang mama dan ayah nya tiba-tiba di ganti walaupun beda dikit tapi tetap dia gak terima.
"Lo kemari"ucap Rafani kepada sang pelayan itu, pelayan itu yang mendengar nya pun berjalan sambil bergetar ke arah rafani Azahra.
Rafani Azahra yang melihat itu mendengus kasar iya semakin dingin menatap sang pelayan.
"Lo bisa kemari gak hah mau kalo gue tebas tuh kaki"ancam Rafani Azahra yang membuat sosok pelayan itu pun langsung berjalan mendekat ke arah nya.
"letakkan tuh Napan dan Lo duduk di sini"ucap Rafani lagi yang di turuti oleh pelayan itu.
"sekarang Lo jawab siapa nama Lo"tanya Rafani Azahra ketika melihat sang pelayan itu dah duduk di hadapannya.
pelayan itu menatap Rafani Azahra dengan heran.
"nona tidak ingat nama saya"tanya nya dengan nada terkejut sambil menatap nona nya.
"gue kenal Lo aja tidak apa lagi nama lo"ucap Rafani Azahra dengan memutar bola matanya jengah.
Serontak pelayan yang mendengar itu pun membulatkan matanya menampilkan ekspresi terkejut nya yang membuat Rafani Azahra menatap nya malas.
"gak usah kaget sekarang Lo tinggal jawab nama Lo siapa dan gue ini tinggal di mana"ucap rafani Azahra.
terlihat jika perempuan yang di hadapan nya ini tengah menarik nafas nya dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan.
"nama saya setifbela non, biasanya nona memanggil saya bela"jawab nya.
"bela nama saya Rafani Azahra bukan azahra "ucap rafani Azahra yang kesekian kalinya.
"tapi nona nama nona emang azahra saya tidak berbohong"bingung bela menatap sang nona nya.
"nona itu azahra lebih tepatnya Hafizh azahra arlexsa Gustian"ucap bela yang membuat Rafani Azahra menatap nya tak suka.
"ambil kan gue kaca"ucap Rafani Azahra ketus dan di turuti oleh bela.
"ini nona"ucap bela yang sudah kembali mengambil cermin di kaca rias dan memberikan nya ke arah rafani Azahra.
Rafani Azahra mengarahkan kaca itu ke arah wajah nya dan sedetik kemudian dia dibuat terkejut ketika terpampang lah wajah mulus yang memiliki pipi tembem dan mata bulat dengan bulu mata lentik dengan rambut yang panjang Sepinggan dan di sertakan poni membuat nya kesan imut.
Rafani Azahra terdiam kaku menatap pentulan nya sendiri iya tak dapat berkata apa-apa iya menggerakkan jari-jari nya untuk menyentuh wajah nya dengan tangan bergetar.
"ini--ini jelas-jelas bukan wajah gue astaga"Guam nya dalam hati.
bela yang melihat reaksi Rafani Azahra pun sepontan panik."nona, nona tidak apa-apa."ucap nya menatap Rafani Azahra khawatir.
"siapa saya sebenarnya"ucap rafani Azahra dengan masih menatap wajah nya.
bela yang melihat nona nya seperti ini menjadi bingung bahkan iya gak tau apa yang terjadi sama nona nya sebenarnya.
"nona, nona ya nona azahra emang ada apa nona"ucap bela.
"eh,, bangst jangan-jangan gue berpindah jiwa tapi ko bisa bukan nya itu cuma ada di dunia novel ini gak mungkin "batin Rafani Azahra.