
Rafani iya menatap pentulan dirinya yang kini sudah rapi dengan seragam SMA hing school Drink and Draw Berlin, setelah di rasa penampilan nya dah bagus Rafani pun langsung berjalan ke arah luar dan melangkah kan kaki nya menunju lantai bawah.
"pagi"ucap Rafani di saat melihat keberadaan tiga orang laki-laki yang duduk di meja makan.
"pagi sayang"ucap satria menatap tersenyum ke arah rafani, sedangkan Rafani yang melihat itu hanya tersenyum tipis.
"sarapan dulu Lepas tu baru ke sekolah"ucap satria membuat Rafani mengangguk.
saat ini Rafani dan deka sudah berada di halaman rumah besar satria mereka berdua masuk ke dalam mobil di saat sudah melihat satria dan Bastian sudah berangkat ke kantor.
Rafani menatap ke arah satria yang mengendarai mobil nya dengan tatapan datar, hening cuma ada keheningan di sana Rafani memilih membuka ponsel nya sambil menunggu mobil sampai di sekolahan nya.
"udah sampe"Rafani menatap ke arah deka dan menoleh ke arah gedung megah di depan nya.
"nanti Kaka jemput jam berapa"ucap Rafani menatap ke arah deka.
"liat kan dulu azahra, kalo Kaka gak sibuk Kaka yang jemput pas kamu pulang sekolah tapi kalo Kaka sibuk Kaka suruh bang Bastian"ucap deka membuat Rafani mengangguk.
"ok deh"ucap Rafani yang langsung turun dari mobil nya setelah nya Rafani menatap datar ke arah mobil deka yang melaju cepat.
"apa di sini gue harus drama juga"Guam Rafani menatap datar ke arah gerbang tersebut.
"tapi gue yakin sih, ini sekolah an pasti ada mata-mata satria"ucap nya yang langsung melangkah masuk ke dalam sekolah an tersebut.
saat kaki nya berjalan ke arah dalam lingkup sekolah an satu kata yang Rafani Ucap kan ya itu luar biasa karena mengingat gedung yang di depan nya memiliki gaya model yang sangat bagus dan memiliki empat lantai membuat Rafani menatap nya takjub.
"lumayan"Guam nya yang kini berjalan dengan tatapan datar menghiraukan tatapan orang-orang yang tertuju kepadanya.
Rafani terus berjalan ke arah lantai tiga kenapa iya tau karena setiap sekolah an anak kelas 12 Pasti di lantai atas dan hal itu membuat Rafani Tampa basa-basi untuk bertanya lagi.
saat berada di koridor lantai dua langkah Rafani terhenti di depan lorong jalan masuk ke arah perpustakaan, gudang dan juga tempat atlet panah iya menatap ke arah lorong tersebut dengan mata memicing.
Rafani menatap ke arah sekitar dan tak lama melangkah ke arah lorong tersebut, Rafani menatap setiap ruangan dengan tatapan datar iya sesekali akan menoleh ke arah belakang.
langkah Rafani Berhenti di salah satu ruangan iya menatap ke arah ruangan tersebut dengan datar, dan tak lama tatapan nya memicing di kala mendengar suara seseorang.
Rafani berjalan ke arah tembok samping ruangan atlet panah dan menyandarkan tubuhnya ke arah tembok dengan satu tangan berada di dalam saku.
"CK, gue udah bilang jangan pernah Lo dekati Pratama karena dia calon pacar gue"teriak seseorang.
"Lo pikir gue yang deketin dia hah? dia yang deketin gue"ucap seseorang lagi.
"Lo dari dulu bener-bener tidak ada takut nya sama geng gue"ucap sosok perempuan.
"Sasa, Lo pikir Lo siapa yang harus gue takut in, asal Lo tau jangan kan elo ketiga curut Lo aja gue gak takut"ucap nya yang menatap tajam ke arah sasa.
Sasa yang melihat itu menatap geram gadis di depannya.
"ingat ya Lo melati sampai kapan pun hidup Lo gak akan tenang"tekan Sasa membuat melati menatap nya tersenyum tipis.
Rafani iya ya mendengar pertengkaran tersebut Tampa sadar tersenyum miring."ini yang gue cari"batin Rafani.
setelah mendengar perdebatan tersebut Rafani memilih untuk pergi dari sana masih dengan tatapan tajam nya.
Rafani berjalan santai di koridor lantai tiga sebenarnya sedari tadi sudah banyak pasang mata yang menatap nya penasaran, namun Rafani sama sekali tidak memperdulikan hal itu, iya terus berjalan menatap satu-persatu ruangan yang berada di lantai tiga.
"kata deka gue anak IPA 5"batin Rafani menatap satu-persatu ruangan kelas.
"anjeng,, gue sekelas sama para bintang"batin Rafani yang tak percaya.
"ekhem,, Lo kenapa gak masuk"Rafani tersentak di kala mendengar suara tersebut iya menoleh dan mengangkat alis nya di saat melihat sosok gadis yang kini menatapnya.
pandangan Rafani beralih ke arah nama yang sudah tertera di baju gadis tersebut dan tak lama tersenyum kecil.
"ternyata dia orang nya"batin Rafani yang langsung melangkah masuk kedalam.
melati, ya yang berbicara terhadap Rafani tadi adalah melati iya menatap heran ke arah rafani yang sedari tadi diam di depan pintu jadi membuat nya menayangkan pada gadis tersebut Namun iya di buat terkejut dengan tingkah Rafani yang sangat dingin, melati menatap Rafani dengan diam di mana sekarang Rafani yang langsung masuk ke dalam kelas, melihat hal tersebut melati masa bodoh iya pun langsung masuk ke dalam kelas tersebut.
seketika melati terdiam di kala tadi sempat mendengar suara heboh di dalam kelas dan sekarang iya di buat terkejut di kala melihat isi kelas nya yang terdiam kaku menatap ke arah rafani yang berdiri di depan kelas.
"azahra deluna alfarni"ucap Rafani datar, semua isi kelas menatap bingung sekaligus cengok ke arah rafani begitu juga dengan melati.
"Lo anak baru"ucap melati menatap ke arah rafani.
"Hem"dehem Rafani membuat semua orang mengangguk paham.
Rafani agak tersentak di kala melihat isi kelas yang tadi sempat terdiam dan sekarang malah semakin heboh.
"gila cantik banget"
"tapi cewek nya cuek"
"gak kebayang sih ini, kenapa ada anak baru kita malah kaga tau"
"CK, sok cantik banget deh nih cewek"
"setara sih sama melati cuma beda nya cuek"
Rafani iya yang mendengar hal tersebut memilih diam sambil Sesekali menghela nafas ketika mendengar keributan tersebut.
"CK, benar-benar kelas binatang "batin Rafani sambil memijit pelipisnya yang berdenyut.
Rafani pun memilih untuk melangkah ke arah satu meja yang terlihat kosong namun di sebelahnya terlihat ada yang menduduki.
Tampa ingin tau tempat siapa, Rafani langsung melangkah ke meja tersebut dan langsung duduk di sana membuat semua orang kembali terdiam dan tak lama menatap ke arah depan yang masih ada keberadaan melati.
Rafani yang melihat itu hanya menatap nya datar, sedangkan melati iya ya melihat tingkah Rafani pun hanya bisa menghela nafas.
"CK, kayanya ada lagi yang lebih repot dari pada geng Sasa"batin melati yang kini berjalan menuju meja belajar nya yang sudah terdapat Rafani di sana.
"ini tempat gue"ucap melati menatap ke arah rafani.
"cuma ini tempat kosong"ucap Rafani memberikan melati menghela nafas.
"ok, kalo gitu kenalin gue melati"ucap melati memperkenalkan diri nya ke arah rafani.
"azahra"ucap Rafani datar Tampa menatap ke arah melati yang kini sudah melotot dengan mulut terbuka.
"anjeng,, benaran duduk sama si es kutub gue"pekik melati dalam hati.
"eh, tapi ko nyaman ya dekat sama dia kek dia cerminan diri gue gitu"batin melati lagi yang kini malah sudah tersenyum tipis.
beginilah Rafani, dia akan bersikap cuek terhadap orang lain berbeda jika dengan para sahabatnya