Rafani Azahra

Rafani Azahra
penjelasan dan terungkap 1



"jadi aku akan tetap kehilangan satu putri ku"Guam Abraham pelan Rafani yang mendengar itu menatap ke arah ayah nya.


"ayah bukan nya saat nya kalian menjelaskan semuanya"ucap Rafani duduk di samping sang ayah nya.


"baiklah kami akan menjelaskan semuanya"ucap Abraham mengangguk menatap sang ayah yang juga mengangguk.


Rafani dapat melihat sosok laki-laki tua kini duduk menegak setelah menghapus air mata nya tadi.


"perkenalan Rafani karena sekarang di tubuh cucu bungsu ku adalah kamu sayang jadi opa memanggil mu dengan jiwa mu sebelum nya, Rafani kamu mungkin tidak tau saya dan istri saya perkenalkan saya Edward Snowden Abrahamovic dan ini istri opa bernama Elizabeth Taylor Johnson Abrahamovic Oma kamu kami adalah orang tua dari ayah kamu setifen Abraham "ucap Edward Rafani yang mendengar nya tenganga.


"ja- jadi Fani betulan punya kekek dan nenek"ucap Rafani menatap kedua orang tuanya yang mengangguk.


"kami akan menjelaskan semuanya dari awal dan kami minta maaf gak bisa menjaga kalian sampe-sampe keluarga Abraham terpecah"ucap Edward yang di angguki oleh yang lain terkecuali anak muda nya yang memilih diam.


... flashback on....


18thn yang lalu.


di sebuah rumah yang sangat mewah semua orang terlihat sangat bahagia di rumah itu sebab sudah terlahir bayi kembar yang sangat cantik yang melengkapi keluarga Abraham.


"selamat atas kelahiran bayi kembar setifen Abraham"ucap seseorang.


"terimakasih sahabat ku, aku tidak akan lupa dengan niat baik mu yang sudah mau menolong istri ku untuk membawa nya ke rumah sakit untuk melahirkan jika tidak ada kamu aku bahkan tidak tau akan seperti apa"Ucap seseorang yang tersenyum ke arah sang sahabat.


"tidak perlu seperti itu Abraham tidak ada kata terimakasih bukan untuk sahabat "ucap sosok itu tersenyum ke arah Abraham.


tak lama pembicaraan mereka terhenti di kala kedatangan sosok laki-laki yang sudah berumur.


"Abraham temui lah istri mu dia ingin berbicara dengan mu"ucap nya yang langsung di angguki oleh sang anak Abraham.


"baik ayah aku akan pamit, baik lah Arsenal aku tidak bisa menemani mu lebih lama istri ku mencari ku"ucap nya kepada sang sahabat yang di angguki oleh nya.


"ah, tidak apa kau temui lah dulu istri mu"ucap sosok yang tak lain adalah Arsenal.


"baik lah kau tunggu saja di sini anggap lah sebagai rumah mu"ucap nya yang berlalu pergi yang di angguki Rama orang Arsenal.


sepeninggalan Abraham di ruang tamu sosok laki-laki yang tak lain adalah ayah nya Abraham menatap Arsenal yang kini menampilkan senyum nya Edward melihat nya menatap Arsenal ayah kandung zela itu dengan sinis.


"apa kamu masih tidak punya rasa malu Arsenal"ucap dingin Edward menatap sahabat anak nya tak suka.


"selama kau tak buka mulut aku akan aman pak tua"ucap Arsenal menatap Edward tersenyum tipis.


"apa kau tak takut jika Abraham tau apa yang kau lakukan terhadap anak nya, dan apa kau tak takut jika Abraham marah besar terhadap mu"ucap Edward.


"jika anda lupa bahwa hanya saya yang dia percayai tuan Edward"ucap Arsenal tersenyum mengejek.


"hahah, aku rasanya ingin melenyapkan semua keturunan Abraham "ucap nya lagi.


"jangan macam-macam kau Arsenal apa kau tak ingat akan posisi mu dan keluarga mu saat ini keluarga sampah mu itu hanya lah penggila harta "sakras Edward Arsenal yang mendengar nya pun mengepalkan tangan nya kuat.


"berani nya kau membawa nama keluarga ku pak tua"marah Arsenal.


"CK, kau dan keluarga mu itu hanya keluarga yang harus akan kekuasaan kalian tidak pernah bahagia menatap kebahagiaan orang lain karena apa karena keluarga kalian itu haus akan pujian"ucap Edward lagi.


"ingat lah Arsenal akan ada masanya kehancuran mu di masa depan karena akan ada yang membalas mu kelak mengingat apa saja yang sudah kau lakukan "ucap Edward dan langsung berlalu pergi Arsenal yang menatap kepergian Edward pun mengepalkan tangannya kuat-kuat.


"liat saja apa yang bakal kau lakukan nanti jika aku sudah menghancurkan keluarga mu"ucap nya menatap Edward benci.


_#skip.


tak terasa kini sudah dua Minggu semenjak kelahiran bayi kembar di keluarga Abraham dan kini Abraham dan juga istri nya tengah bersantai di teras rumah mereka namun mereka tersentak ketika mendengar suara teriakan.


"DAHLIA ABRAHAM, DAHLIA ABRAHAM"mereka berdua tersentak ketika mendengar suara yang melengking itu namun terkejut ketika melihat orang tua mereka yang panik keluar dari dalam mobil.


"Abraham Dahlia, kalian harus meninggalkan tempat ini bawa lah cucuku, ayah mohon Abraham sekali ini aja percaya lah sama ayah Arsenal sahabat mu ingin mengambil anak kalian "ucap Edward panik.


"gak mungkin ayah, Arsenal gak mungkin melakukan itu semua dia sahabat ku ayah gak mungkin "ucap Abraham yang mengelak keras terhadap ucapan sang ayah.


"Abraham, ayah mohon Abraham bawalah Dahlia dan cucuku pergi sekarang"ucap Edward yang prustasi menatap anak nya ini.


"ayah atas dasar apa Arsenal ingin jahat terhadap keluarga ku selama ini keluarga ku tidak ada membuat kesalahan dengan nya"ucap Abraham yang masih tak ingin percaya.


"Abraham, cangkang yang terlihat indah tidak selamanya akan indah akan ada masanya cangkang itu rusak jadi ayah mohon sekali ini percaya terhadap ayah"ucap Edward.


"Abraham jangan terlalu percaya pada sifat seseorang karena pada dasarnya seseorang yang sangat kita percayai akan ada masanya untuk mengkhianati kita sendiri "ucap sosok yang sama seperti Edward yang tidak lah muda lagi yang baru turun dari mobil Edward yang bernama Leon alaxsana Ahmad Akbar kakek dari Devi dan ceshen.


"apa maksud mu paman"ucap Abraham menatap sahabat ayahnya itu.


"Arsenal bukan lah orang baik yang kamu kenal Abraham dia adalah sosok buluh namun tersimpan pisau yang sama sekali kau tidak ketahui selama ini"ucap Leon.


"percaya lah sama ayah mu Arsenal dan anak buah nya sedang menuju ke sini waktu kita tidak lah banyak Arsenal ingin menghabisi keluarga mu"ucap Leon menatap anak dari sahabat nya ini dengan Helaan nafas.


"tapi paman"


"paman tau kamu berhasil mendirikan perusahaan mu dengan tangan mu sendiri dan juga paman tau jika kamu berhasil mendirikan markas mafia yang tidak di ketahui oleh siapapun"ucap Leon yang membuat Abraham terdiam.


Dahlia menatap ke arah suaminya terkejut."jadi selama ini kau sibuk keluar negri karena mengurus perusahaan dan mafia mu Abraham"ucap Dahlia dengan terkejut.