
setelah kebenaran terungkap sekarang keluarga Abraham juga Akbar berkumpul di rumah megah Abraham saling bercerita di mana Eliza Edward Leon Johan Wina dan Abraham tengah duduk sambil cerita-cerita soal perkejaan.
tidak jauh dari tempat mereka berada ada segerombolan anak muda yang terkumpul di atas karpet yang terdiri dari Clara Rafani Akila Devi Giovan dan ceshen yang sedari tadi terdiam mendengar omongan para anak cewek-cewek di depan mereka.
"jadi Ra gimna rencana Lo selanjutnya"ucap Akila Rafani menatap ke arah Akila yang kini menatap nya.
"gue harus apa emang bingung"ucap Rafani Akila dan Devi menatap Rafani tidak percaya.
"Lo ada rencana buat balas dendam sekarang"ucap Devi lagi.
"gue tanya sama Lo Akila gue tau mereka itu keluarga Lo apa Lo rela mereka hancur cuma gara-gara adx gue dan kasus yang dulu"ucap Rafani menatap Akila.
"gue ikhlas Ra keluarga mereka harus dapat balasan dari apa yang mereka lakukan selama ini, keluarga gue juga kalo tau semua ini pasti tidak akan memaafkan mereka "ucap Akila lagi.
"gue cuma mau apa yang di rasain keluarga Lo sekaligus azahra bisa mereka rasain juga"ucap nya lagi semua orang terdiam mendengar nya.
"lagian ini waktu nye Lo buat hancur Rin mereka soal nya keluarga mereka sudah berantakan sekarang"ucap Devi.
"hah"beo Rafani.
"semenjak Lo menghilang keluarga itu tidak ada lagi berkumpul seperti dulu di mana bokap zela sibuk soal kerja an nyokap zela sibuk sama teman-teman nya Kaka Bastian juga sibuk akan kantor nya di tambah Kaka Velia yang sibuk soal studi tour nya dan Lo tau zela aja kek lontang-lantung semenjak Lo gak ada"jelas Devi.
"ko bisa gitu"ucap Rafani.
"gue juga gak tau, tapi di sini gue sadar jika kehadiran azahra sengaja buat mereka biar bisa menyiksa azahra "ucap Akila lagi.
"urusan itu biar entar aja Fani bukan nya tugas Lo sekarang membuat saudara-saudara Lo kumpul "ucap giovan yang membuat semua orang terdiam.
"maksud lo gio"ucap Rafani.
giovan mengambil kotak kecil dan memberikan nya ke arah rafani, Rafani membuka kotak itu dan di sana terdapat 4 kalung Rafani menatap ke arah Giovan seolah bertanya.
"gue harap Tampa gue jelasin Lo bakal tau apa maksud gue"ucap giovan Rafani yang mendengar nya mengutup kan bibir.
"gue tau jika Kaka Velia adalah Kaka gue dan di sini ada kalung yang tidak ada majikan nya Kaka Vero dan azahra "ucap Rafani menatap kalung itu.
"apa kita cari Kaka Vero "usul Clara.
Rafani yang mendengar nya menatap kalung itu dan menghela nafas nya dalam iya bangkit dari duduk nya.
ceshen iya emang dari tadi diam karena mengingat tidak terlalu akrab dengan mereka kecuali Devi namun dia enggan untuk berbicara tapi tidak dapat di bohongi jika iya sedari tadi menatap Rafani yang bercerita kepada sahabat nya dan terbesit senyum yang sangat tipis di bibirnya.
"Lo mau kemana "ucap Akila menatap Rafani yang sudah berdiri.
"gue mau ke keluarga gue dulu"ucap Rafani mereka mengangguk.
"lebih baik Lo pada ikut gue"ucap Rafani mereka semua yang mendengar nya saling tatap lalu bangkit dan mengikuti Rafani yang kini berjalan ke arah sofa di mana ada keluarga nya yang berkumpul.
"ayah"ucap Rafani mendekati Abraham, Abraham yang mendengar suara itu pun menoleh.
"ada apa Fani"ucap Abraham menatap anak nya itu.
"soal kalung ini gimna ayah kalung ini yang ku dapat saat bersama Giovan di dalam ruang rahasia"ucap Rafani memberikan kotak ke arah Abraham.
Abraham mengambil kotak itu dan membuka nya terdapat 3 bertuliskan queen dan satu king.
"king ini jelas untuk Kaka pertama mu Fani dan dua lainnya milik Velia dan azahra"ucap Eliza.
"tapi Oma Kaka Vero dan azahra kan sudah tidak ada"ucap Clara.
"emm, untuk Kaka Vero biar aku yang memegang nya"ucap Rafani mengambil kalung berliontin king itu.
Rafani memakai kalung berliontin queen milik nya."untuk kalung Kaka Velia ayah aja yg megang dan untuk azahra Rafani menatap ke arah Clara yang menatap nya dengan tatapan polos Rafani mendekat ke arah nya dan menatap Clara dalam.
"ini pakai"ucap Rafani memberikan Kaling azahra.
"eh, kak ini kan buat Kaka azahra"ucap Clara kaget.
"aku tau tapi kan kembaran ku sudah tidak ada jadi pakai lah dan aku minta jadi lah adx yang menurut jangan bandel"ucap Rafani menatap Clara tersenyum sambil menepuk kepala nya pelan Clara yang merasa kan itu terdiam dengan mata yang berkaca-kaca.
"eh eh, kenapa nangis cil ma ayah ini kenapa nangis anak kalian "ucap Rafani yang entah kenapa jadi panik semua orang melihat nya terkikik.
"ayokk kak peluk adx nya nanti juga diam"ucap Wina menatap Rafani yang terus menepuk kepala Clara Rafani yang mendengar nya pun mengangguk iya memeluk Clara.
"eh, cil udah gak usah nangis cengeng bener"ucap Rafani clara yang mendengar nya mendongak.
"aku sangat ingin di perlakukan seperti ini dulu tapi baru sekarang aku bisa merasakan nya"ucap Clara sambil menatap Rafani yang terdiam.
"iya iya maaf"ucap Rafani sambil memeluk dan sesekali menepuk kepala adx nya itu semua orang yang melihat nya tersenyum.
ceshen iya ya sedari tadi melihat hanya bisa tersenyum tertahan melihat tingkah Rafani yang sangat berbeda dengan azahra dulu namun iya sadar jika mereka emang beda ketika mengingat penjelasan keluarga nya tadi.
"eh anak iblis"ucap Johan yang membuat Rafani menatap ke arah nya.
"sini kamu"ucap nya lagi Rafani mendekat ke arah Johan.
"kenapa om jo"ucap Rafani.
"karena sekarang kamu ada di sini jadi sini mana tugas terakhir yang saya berikan dulu"ucap nya langsung Rafani yang mendengar nya membalak apa-apa an ini baru saja dia berkumpul dah di jadikan tumbal oleh atasan nya ini.
"Johan apa-apa kamu ini"ucap Leon menatap anaknya tak habis pikir.
"hehe,, lumayan ayah kemampuan Rafani bukan lah main-main bahkan jika di perkirakan pikiran Rafani lebih hebat dari pada ayah nya sendiri"ucap Johan yang membuat Abraham melotot terhadap nya namun Johan masa bodo.
"wahhh, apa-apa an kamu Johan membandingkan aku dengan anak ku sendiri"ucap Abraham.
"aku berbicara sesuai fakta"ucap Johan Rafani yang melihat itu melongos keras.
"keluarga itu dah ku musnah kan"ucap Rafani semua orang menatap nya dengan tatapan bingung.
"benar kah"ucap senang Johan."bagaimana bisa gadis iblis "ucap nya lagi.
"CK, bisa lah kebetulan perusahaan azahra juga kena batu nya oleh perusahaan yang om jo musuhi selama ini'ucap Rafani menjelaskan.
"apa, jangan-jangan putri bungsu ku sangat kaya"Guam Abraham.
"benar ayah bahkan jauh lebih kaya dari pada perusahaan mu"ucap Rafani mengejek Abraham yang melihat itu menatap Rafani sinis.
"apa kamu bisa menjelaskan nya sama opa Fani"ucap Edward Rafani pun mengangguk.
"ya, keluarga Tristan keluarga Tristan adalah keluarga yang mengincar tender-tender keluarga Akbar dan keluarga opa dulu tentunya aku sudah tau jika mereka pelaku nya hanya saja akses melacak di mana keberadaan mereka tak berhasil ku temukan "jeda Rafani.
"namun siapa sangka jika mereka berada di negara Eropa dan lebih parahnya perusahaan azahra juga kena dampaknya namun aku langsung mencari tentang mereka dan ya mereka lah keluarga yang selama ini aku dan om jo incar, kebetulan kemaren anak nya meminta tolong perlindungan terhadap ku dari anak buah ayah nya yang sangat tamak dengan imbalan aku mau nyawa orang tuanya dan ya dia mengiyakan semuanya dan hal asil dia di bawah kendali ku dan keluarga nya musnah detik itu juga"ucap Rafani semua orang mendengar nya terkejut.
"Ra apa maksud Lo, Lo membunuh keluarga sisi keluarga Zidan"ucap Devi yang kaget bersama Akila Rafani mengangguk.
"apa ada saksi mata Rafani kan om dah bilang jangan ada saksi mata"ucap tajam Johan.
"CK, putra mu sendiri saksi nya"ucap Rafani langsung ceshen yang mendengar nya terkejut Johan menatap putra nya tajam.
"apa, apa ayah aku hanya melihat dia menghabisi anak buah orang tua sisi namun tidak melihat dia membunuh keluarga itu bahkan kabar kematian keluarga itu aja tidak meninggalkan jejak bukan kah ayah sudah tau itu"ucap ceshen cepat melihat ayah nya yang sudah melihat kan raut garang.
"Ra gue beneran gak berpikir Sampe sini gue gak nyangka kalo Lo hebat banget"ucap Akila yang malah kagum Rafani yang melihat itu hanya tersentak dan tersenyum kecil.
"jadi tugas kita sekarang mencari cucuku Vero"ucap Edward yang di angguki oleh mereka semua.
"baik lah saat nya istirahat Abraham biar kan anak-anak kita melanjutkan langkah kita"ucap Johan menatap Abraham tersenyum..
Rafani dan ceshen yang paham gelagat Johan pun membuang muka malas.
"baik lah Rafani ceshen Giovan Devi dan Akila kalian ambil tugas ini sampe selesai saat akan penghabisan kabari kami biar kami sebagai tamu"ucap Abraham menatap Rafani.
"ko jadi aku sih yah"ucap Rafani kesel.
"apa, ayah mau ngurus perusahaan sisa nya Maslah kek gini kalian aja ya urus untuk Clara dia gak ikut an karena jejak nya harus seperti azahra paham"ucap Abraham Rafani yang melihat itu mendengus kesel iya berjalan menaiki tangga dengan menghentakkan kaki yang di susul oleh Devi dan Akila.
semua orang yang melihat itu geleng-geleng melihat tingkah Rafani berbeda dengan ceshen yang hanya diam dan Giovan yang sudah tertawa dari tadi namun di tampol Johan sehingga diam jadi mingkim.