Rafani Azahra

Rafani Azahra
SMA purnama



Rafani terus menatap Abraham dengan tatapan yang sulit diartikan iya menoleh ke arah kedua wanita yang sedari tadi hanya menunduk lalu menatap Abraham lagi.


"dia anak kesayangan Lo kan"jeda nya menatap Clara yang terdiam menunduk Rafani menatap itu tersenyum tipis.


"dia udah ada yang bakal bikin hidup Lo bahagia tanpa gue"ucap Rafani menatap Abraham.


"dan Lo"tunjuk Rafani terhadap Clara."gak usah manja dan berharap gue bakal ngakuin elo sebagai adx gue karena sampai kapanpun tidak akan pernah"ucap nya lagi dan langsung berbalik dan berjalan keluar rumah tanpa memperdulikan teriakan Abraham.


Abraham menatap kepergian putrinya dengan nanar iya akui ini emang kesalahan nya tak tak pernah punya waktu bersama putrinya sewaktu kecil namun iya juga butuh waktu sama seperti putri nya sejak kehilangan Dahlia mungkin caranya salah sampai-sampai mengabaikan sang putri yang membuat Rafani Azahra membenci nya dari dulu sampai sekarang.


"sayang, maafin putri ku"ucap Abraham tak enak terhadap perempuan yang bersandang gelar istrinya itu.


"gak papa ko mas aku ngerti mungkin Fani belum bisa menerima aku dan Clara sepenuhnya"ucap nya lagi Abraham yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengangguk.


"Clara maafin Kaka mu ya"ucap Abraham Menatap Clara dengan kasihan yang di balas anggukan oleh Clara Abraham yang melihat itu tersenyum iya sangat bahagia melihat keluarga baru nya namun sedih mengingat sang putri yang malah membenci nya.


Wina Wulan Supari adalah adx dari Dahlia Supari jika kalian bertanya kenapa bisa mereka menikah baca terus yah karena akan ada masa pembahasan ini nantinya.


Wina Wulan Supari sudah menikah namun suami nya meninggal karena inden kecelakaan tunggal yang merenggut nyawanya di saat Clara berusia 2thn.


Novia Clara oudy yang sering di panggil Clara iya bersekolah di sekolah nya Rafani di mana SMA purnama menjadi sekolah yang paling populer karena mengingat sekolah itu paling mewah dan tentu nya sangat lah mahal.


Clara adalah sosok yang sangat ingin di akui oleh Rafani Azahra sebagai adx nya karena sedari dulu iya yang hidup sendiri tanpa teman mengingat sang mama menikah lagi dan memiliki sang Kaka membuat nya bahagia namun kebagian nya pupus di kala sang Kaka yang sangat membenci kehadiran nya dan sang mama.


namun iya tak pantang menyerah iya terus berusaha mencari dan mencuri perhatian Rafani Azahra dengan cara apapun sampai iya di akui oleh sang Kaka.


___#skip.


saat ini sebuah mobil BMW yang berwarna ungu gelap tengah melaju di jalan raya dengan kecepatan tinggi seakan-akan jalan raya milik nya sendiri.


semua orang memilih menepi guna menghindari adanya kecelakaan mobil BMW yang di Kendari oleh Rafani Azahra itu iya menatap jalan depan tatapan dingin tanpa memperdulikan suara kelakson dari orang lain iya terus menancap gas mobil nya.


beberapa menit kemudian mobil BMW berwarna ungu gelap itu pun masuk ke dalam gerbang sekolah yang bertuliskan SMA purnama di mana sekolah elit dan mahal tersebut.


Rafani Azahra memarkirkan mobil nya di area parkir untuk kendaraan roda 4 iya menatap banyak nya orang-orang yang sudah memenuhi lapangan sekolah an itu.


di saat iya hendak keluar dari pintu mobil iya mengurungkan niatnya karena mendengar getar ponsel nya pertama ada pesan yang masuk.


iya pun merogoh saku mengambil hp nya dan melihat pesan yang masuk di hp nya, seketika detik itu juga iya mengangkat alis nya heran.


"bisa ketemu saya nona Rafani Azahra"ucap sosok itu.


"siapa"ucap nya.


"saya dokter yang dulu menjadi dokter mama mu"ucap nya lagi Rafani yang melihat pesan itu pun mengangkat alis nya heran.


"silahkan ketemu saya di kafe dekat purtanipan"ucap nya lagi setelah melihat itu Rafani Azahra langsung mengendarai mobil nya keluar dari area parkir yang membuat semua orang melihat nya bingung.


sosok gadis yang melihat keluar nya mobil itu pun menatap nya heran."ka,, Fani mau ke mna"ucap sosok yang tak lain Clara itu menatap bingung mobil yang di Kendari sang Kaka.


_#skip kafe.


beberapa menit kemudian mobil yang di Kendari oleh Rafani Azahra sampai di depan kafe purtanipan iya pun memarkir mobil nya dan keluar dari dalam mobil berjalan ke arah dalam kafe.


setelah melihat-lihat orang-orang di kafe iya pun menoleh di saat ada yang mengangkat tangan Rafani yang melihat itu pun langsung berjalan kearah nya.


"ada apa"ucap nya dengan datar ketika dah duduk di bangku menatap sang dokter yang tak lagi muda itu.


"saya hanya memberikan ini"ucap sang dokter Maulana menatap ke arah rafani tersenyum seraya memberikan amplop berwarna coklat yang di terima Rafani Azahra.


"apa ini"ucap nya menatap dokter Maulana.


"mungkin saya telat kasih ini tapi saya berharap kamu memaafkan saya"Jeda nya.


"itu satu pesan yang di berikan mama mu sebelum kepergiannya"ucap nya lagi yang membuat Rafani terdiam kaku.


"dan satu hal saya sudah mendengar tentang kamu dan ayah mu karena ayah mu sering bercerita tentang mu dan dia"ucap nya lagi menatap Rafani dengan tenang.


"ayah mu mempunyai alasan kenapa dia bisa menikah lagi dan alasan nya ada di surat ini"ucap sang dokter menunjuk ke arah amplop yang berada di tangan Rafani.


"di saat pernikahan ayah mu saya ada di sana menjadi saksi atas keinginan seseorang"ucap nya lagi yang membuat Rafani Azahra makin bingung.


"maksud anda"ucap nya lagi menatap sang dokter heran.


"silahkan kamu liat surat di dalam sini dan saya harap setelah kamu melihatnya kamu bakal paham akan semua ini"ucap nya lagi.


"baik lah klo gitu nona maafkan saya yang telat memberitahu kan ke pada anda"ucap nya lagi.


"kenapa harus anda yang memberikan ini ke pada saya kenapa ayah saya tak sama sekali ingin memberitahukan ke saya"ucap rafani menatap sang dokter.


"Abraham berkata kepada saya jika dia menyesal karena mengabaikan mu namun dia tidak tau cara berbicara dengan mu seperti apa"ucap dokter Maulana.


"mungkin dengan saya memberikan ini hubungan anda dengan keluarga anda jauh lebih bahagia "ucap sang dokter lalu berlalu berdiri.


"baik lah klo begitu saya permisi nona Rafani "ucap sang dokter yang di angguki oleh Rafani.


sepeninggalan dokter Rafani terus duduk termenung menatap amplop yang berada di tangan nya dengan tatapan datar sambil menghela nafas nya Tampa berniat membuka isi amplop.