
"eh Ra gue denger-denger gak lama lagi mau di ada in kemping apa Lo ikut"ucap Akila menatap ke arah Rafani.
"kagak deh kek nya gue harus ngurus perusahaan juga gak ada sempat buat ikut kek gitu an"ucap Rafani lagi.
"ihh,, gak asik banget Lo Ra"ucap Devi sambil cemberut.
"dihh,, apa an dah Lo pada klo kalian mau ikut ya ikut aja kali kan terserah siapa mau ikut "ucap rafani.
"ya kan gak asik jika gak ada Lo"ucap Devi membuat Rafani memutar bola matanya jengah.
"Dev,, Lo kenal sama Bianca "ucap Rafani yang membuat Devi terdiam.
"Lo kenapa "ucap Akila yang heran menatap Devi yang diam.
"ko Lo tiba-tiba nanya itu"ucap Devi.
"lah salah gue nanya gue mau tau aja loh Dev apa sih gitu amat reaksi Lo"ucap Rafani lagi.
Devi terdiam menatap ke arah depan mereka terus berjalan sampai di mana melewati anggota Dark Deon.
pertepatan mereka melewati anggota Dark Deon mereka seketika terhenti di kala mendengar Zidan yang kini terduduk memegangi kepala nya yang sakit semua orang menatap nya terkejut begitu juga Rafani yang terdiam mendengar ucapan Zidan.
arghhhh.
"siapa sih panda oyyy siapa sialan sakit bangst"umpat Zidan yang terus memukul kepalanya.
semua orang terdiam ceshen iya tersentak mendengar ucapan Zidan dan menatap sekilas Rafani yang terdiam menatap ke arah Zidan.
Zidan terus memukul kepala nya dan memejamkan matanya ketika mendapati bayangan-bayangan melintas di pikiran nya.
"*apa sih moki? gue cuma mau permen kapas dodol "
"Lo tuh gak bisa makan nanti gigi Lo sakit panda"
"aaaa gue gak mau ,gue mau makan permen kapas moki*"
arghhhh.
"tolong berhenti kepala gue sakit"erangan Zidan yang kesakitan.
"Zi Lo kenapa wehhh"panik Aryan.
"tau Lo kenapa apa Lo dah mulai ingat zi"ucap fatan.
"jangan bikin serem gitu zi"ucap tilo yang merinding menatap Zidan yang kesakitan.
"Zi, Lo kenapa "panik Tian yang kini menegang bahu Zidan.
"Lo dah mulai ingat kita zi"ucap gion sambil memijit pelan kepala Zidan untuk mengurangi rasa sakit.
ceshen yang melihat itu tersentak menatap ke arah Zidan apa dia sudah mulai ingat dengan panda Rafani.
"*apa sih moki itu tugas yang di kasih om jo sama gue"
"apa sih panda Lo mulu yang dapat tugas menantang gue juga mau"
"enak aja Lo kalo di kasih tugas yang berat selalu gagal "
"alah tayekk*"
"arghhhhh, berhenti gue mohon berhenti "teriak Zidan Rafani yang melihat itu mengepalkan tangannya kuat.
"kak Lo gak mau deketin Zidan"Rafani refleks teriak mendengar bisikan sisi iya mengumpat.
"apa sih Lo kek jelangkung"ucap Rafani kesel sisi yang mendengar nya cengengesan.
"Kaka Zidan dah mulai ingat sama Lo"ucap sisi dengan pelan menatap senyu ke arah Kaka sepupu nya yang kini kesakitan..
"gue juga tau, tapi gue mau biar dia ingat gue sendiri"ucap Rafani sisi mengangguk.
"gala"Rafani membalak mendengar sisi yang memanggil Zidan dengan sebutan gala dan mendekat ke arah nya memegang kepalanya dengan pelan.
Zidan yang mendengar nama itu pun memejamkan matanya kuat.
"ya siap om jo gala di sini"
"siap om jo Rafani di sini*"
"ra-rafani arghhhh siapa dia kenapa dia selalu ada di ingatan gue sial"ucap Zidan yang terus kesakitan bahkan sekarang setetes bening jatuh di pelupuk matanya.
semua orang yang ada di sana terlompat kecil dan terkejut merasa perihatin anggota ceshen kini makin panik melihat Zidan yang jadi liar. sedangkan Rafani kini iya menegang dengan mata yang mulai berkaca-kaca menatap sahabatnya yang kini kesakitan berusaha mengingat namanya.
"Ra Zidan kenapa"Guam Akila pelan menatap sahabatnya yang kini merunduk.
"ARGHHHHH, SIALAN SAKIT BEGO SAIPA RAFANI OYYY SIAPA KEPALA GUE SAKIT ARGHHHH SIAPA OM JO SIAPA OM JO SIAPA RAFANI AZAHRA SIAPA"teriak Zidan yang emosi sambil memukul-mukul kepalanya ceshen terkejut mendengar nama ayah nya yang sering di panggil oleh Rafani begitu juga Rafani yang kini sudah bergetar.
Devi Akila mereka tersentak kaget mendengar Zidan yang menyebutkan nama sahabat mereka, mereka kompak menatap ke arah rafani dan kaget melihat Rafani yang kini merunduk dengan tubuh bergetar.
Sisi yang mendengar itu hanya diam iya hanya membantu Rafani biar kakanya ingat lagi sama Rafani.
"eh Ra Lo kenapa"panik Devi melihat Rafani yang kini merunduk dengan tubuh bergetar begitu juga Akila.
Rafani berjalan dan berjongkok di depan Zidan yang masih kesakitan di dalam pelukan ceshen yang kini Matanya sudah memerah menahan air bening yang akan menetes dan sisi yang terus menegang kepala Zidan dengan tangis nya.
"Hay"sapa Rafani dengan menggigit bibirnya sesaat.
"apa Lo kenal gue moki"tepat saat panggilan itu keluar Zidan kini terdiam gak seagresif tadi membuat semua orang menatap nya menghela nafas.
"moki ayokk temanin panda beli permen kapas"ucap Rafani lagi sambil bergetar Zidan menatap ke arah sosok gadis di depannya.
"siapa Lo, kenapa Lo tau nama panggilan itu"ucap Zidan menatap tajam ke arah rafani.
"gue panda moki, apa moki lupa sama panda"ucap Rafani dengan tersenyum menghapus cepat air matanya.
arghhhhh sakit..
Zidan kembali berteriak memegang kepalanya yang kembali sakit.
"Lo tenang Zidan Lo tenang "teriak ceshen yang kini memegang tangan Zidan dengan kuat biar gak memukul kepalanya lagi.
"m-moki"getar Rafani semua orang terdiam.
"Hay cantik kenalin gue gala Herman Abdullah klo gak mau berbelit panggil aja gue moki"ucap Rafani bergetar.
"ha-hay moki gu-gue ra-rafani azahra pang-panggil aja gue panda klo gak mau bikin hidup Lo susah"ucap Zidan yang tiba-tiba mengingat kata-kata itu Rafani terduduk mendengar balasan itu kini iya bergetar mengambil satu foto.
"iya gue panda apa moki ingat sama ini"ucap Rafani Lagi memberi kan satu foto yang membuat semua orang terdiam kaku di sana ada foto Zidan yang menggendong Rafani dengan sosok gadis itu menghimpit pipi cowok itu sambil tertawa.
"i-ini"
tak lama ingatan semua Zidan di masa lalu terlihat dengan jelas masa-masa SMP dan juga mereka memakai jubah berwarna hitam menyiksa orang bersama yang semakin membuat Zidan berteriak histeris.
" RA LO UDAH GAK USAH DI BAHAS LAGI LO GAK KESIAN SAMA ZIDAN YANG KESAKITAN HA"triak ceshen yang membuat semua orang menarik diri agak takut Rafani iya terdiam dengan tangis nya yang gak bersuara.
"panda biar tugas ini moki yang ambil panda harus percaya kalo moki bakal pulang dengan selamat"
"gala apa Lo udah lupa sama panda apa Lo lupa sama panda Lo yang sampe sekarang masih menunggu Lo"
"APA LO GAK MAU INGAT MOKI INI GUE PANDA LO INI GUE SAHABAT SMP LO MOKI LO HARUS INGAT GUE MOKI JANGAN KEK GINI GUE MAU LO INGAT GUE"teriak Rafani prustasi zidan terdiam begitu juga semua orang yang terdiam Akila dan Devi kompak membekap mulut mereka biar gak terisak.
"Kaka Ara"ucap clara yang kini menangis di balik tembok yang di sebelah nya ada kiran yang menenangkan.
"moki apa Lo mau tau kepergian Lo yang membuat gue hancur moki ? APA LO TAU GARA-GARA LO GUE GAK AKAN SEGAN-SEGAN JADI IBLIS DAN GARA-GARA KEPERGIAN LO MEMBUAT GUE GAK TAKUT MATI SAMPE GUE BENAR-BENAR MATI"semua orang membalak mendengar nya begitu juga ceshen yang kini berusaha tak memandang mereka berdua Zidan kini iya terdiam sambil merasakan sakit dan rasa shok nya.
"kenapa Lo tega ninggalin gue dan gak ingat lagi sama gue moki kenapa"terisak Rafani menatap Zidan yang terdiam di bekapan ceshen.
"gue mohon moki kembali gue mohon gue benar-benar mati kehilangan Lo"ucap Rafani lagi Akila dan Devi yang melihat itu langsung membekap Rafani yang menangis kuat.
"moki hiks hiks, Lo janji sama gue dan om jo dulu buat kembali membawa hasil dari target Lo"ucap Rafani lagi menatap ke arah atas dengan air mata yang terus berjatuhan.
"tapi kenapa Lo malah ngasih kita kabar kepergian Lo yang membuat jiwa gue mati detik itu juga, apa Lo gak kasihan sama panda Lo ini apa Lo gak kasihan sama om jo yang kelabakan menahan amarah gue dulu moki gue mau Lo ingat gue lagi"ucap Rafani dengan lemah ceshen tau apa yang di rasakan Rafani sekarang bahkan iya bisa merasakan tatapan kerinduan dan keputusasaan di sana membuat iya mengepalkan tangannya kuat-kuat dengan tubuh bergetar.
"Lo ingat dulu Lo ngomong gini, siapa pun yang berani ganggu adx gue panda gue, gue moki orang pertama yang ngebunuh orang itu ,apa Lo ingat moki bahkan om jo aja gak berani sama Lo waktu itu apa Lo lupa Lo membela gue di saat anggota lain nganggap gue remeh karena gue satu-satunya cewek di sana"ucap Rafani lagi semua orang terdiam Zidan kini iya mulai bergetar kecil menggigit jari-jarinya ketika mendengar nya.