
saat ini Azahra melajukan mobilnya di jalan raya Yang gak terlalu padat padahal dia tadi memilih untuk pulang namun saat di parkir an tadi iya di sembur oleh Dila karena iya yang gak kunjung-kunjung datang.
beberapa menit kemudian azahra sampai di halaman kantor yang bertuliskan Zara jofe Rafani Menatap gedung yang menjulang tinggi itu dengan kagum.
"CK CK CK ,besar juga nih gedung"Guam nya Tampa sadar.
iya pun keluar dari dalam mobil nya dan berjalan menuju ke arah dalam kantor semua orang yang berjalan berpas-pasan pun menyapa nya dengan ramah yang di balas anggukan oleh azahra.
iya pun memasuki lift dan memencet tombol angka 15 di mana di sana lah letak nya ruangan CEO beberapa detik kemudian iya pun sampe di lantai 15.
saat sudah sampai di depan pintu azahra pun membuka pintu itu yang melihatkan sosok gadis dewasa dengan kacamata nya yang berteger di hidung nya dengan tangan yang fokus membolak-balik kan berkas.
Rafani yang melihat itu pun berdehem kecil sambil berjalan ke arah nya.
"ekhem"
"eh Dugong goreng"latah Dila yang membuat azahra mendelik menatap nya sosok Dila menatap ke arah azahra dengan tajam yang membuat Rafani sendiri mendengus.
"wah wah pintar ya kamu"ucap nya yang sudah berdiri dengan ingin mengomeli nya.
"bagus, bagus banget azahra apa kamu gak liat hah liat ini kerjaan yang seharusnya kamu kerjakan "ucap nya menunjuk setumpuk berkas Rafani yang melihat itu pun melotot dan meringis kecil.
"hehe, maaf kak"ucap azahra menatap tak enak terhadap Dila.
"kamu selama ini kemana apa terjadi sesuatu "ucap Dila khawatir.
"em, gak papa ko kak lagi fokus sekolah aja banyak PR beneran"ucap azahra.
"yakin kenapa di telpon gak bisa"ucap nya lagi azahra yang mendengar nya pun cemberut iya gak tau harus jawab apa.
"CK,udah sih kak yang penting aku dah ada di sini"ucap azahra lagi.
"iya-iya "ucap Dila mengalah.
"jadi ini semua yang harus aku lakuin kak"ucap Rafani menunjuk setumpuk kertas yang di angguki oleh Dila.
"udah kamu pulang aja biar ini Kaka yang lanjutin "ucap Dila menatap azahra.
"eh eh , gak papa kak biar ini urusan aku Kaka pulang aja buat istirahat kasian Kaka yang gak pulang-pulang kan biar ini aku yang beresin "ucap azahra lagi.
"yakin kamu"ucap Dila yang di angguki oleh Rafani.
"ya udah tapi jangan di paksain ya kalo dah sore pulang ingat itu"ucap Dila yang di angguki oleh Azahra.
setelah nya pun Dila keluar dari ruangan azahra, azahra yang melihat itu pun menatap sekeliling dan duduk di kursi besar itu sambil menatap setumpuk berkas dengan Helaan nafas.
"gila sih gue udah punya perusahaan aja"Guam Rafani.
setelah nya Rafani pun menatap satu persatu berkas yang ada di hadapan nya dan membacanya untuk di tanda tangani.
tak beberapa lama Rafani pun nampak berdiri membersihkan sisa beberapa lembar lagi berkas itu dan memasuk kan nya ke tas.
"gue kerja in di rumah aja deh"ucap Rafani dan langsung berjalan ke arah luar ruangan ketika melihat ruangan itu dah rapi.
saat sudah sampai di lobby Rafani pun berjalan ke arah dua satpam yang kini duduk santai di temani kopi.
"pak"ucap Rafani ke pada satpam itu serontak satpam itu yang mendengar suara CEO nya pun langsung berdiri menatap sang CEO.
"eh, maaf nona"ucap satu satpam nya.
"tidak apa kalian boleh santai-santai"ucap azahra mantap ke arah dua orang itu.
"nona ada apa mencari saya"ucap salah satu nya ya di kenal namanya Dodi.
"ah, ini saya mau kasih ini"ucap Rafani mengeluarkan beberapa lembar uang kertas yang membuat mereka terkejut.
"eh, gak usah nona"ucap yang satu nya lagi yang di kenal namanya Tiro.
"udah gak papa ambil uang ini biar kalian semangat kerja nya malam ini"ucap rafani tersenyum yang di balas anggukan setelah senyuman dari mereka Berdua.
"kalo gitu saya ambil nona terima kasih"ucap Dodi yang di angguki rafani.
"baik lah klo gitu saya pulang dulu"ucap Rafani yang langsung di angguki oleh mereka berdua.
setelah nya Rafani pun berjalan ke arah mobil nya iya mendongak kan kepala nya sebentar ke atas dan melihat jika sore ini mendung.
"CK, jangan Sampe gue pulang hujan ogah banget ngebut di saat jalan nan basah"Guam Rafani dan masuk ke dalam mobil nya
saat ini mobil yang di Kendari oleh Rafani Azahra melaju pesat di jalan raya menuju jalanan ke rumah nya saat Melewati lampu merah serentak Rafani memberhentikan mobil nya di iringi pengendara lain.
Rafani nampak melihat sekilas mobil sport BMW 18 berwarna merah di samping nya namun iya tak memperdulikan itu ketika tau siapa yang mengendarai mobil itu.
iya mengetuk-ngetuk jari nya ke arah setir mobil dan sambil melihat-lihat ke arah warung Lampu.
tak berselang lama lampu pun sudah beralih berwarna hijau Rafani yang melihat itu pun langsung menggas mobil nya yang di ikuti kendaraan lain.
ketika sampe di taman Rafani memelan kan laju mobil nya ketika Kawasan itu tengah rame dengan orang-orang saat tak jauh dari taman Rafani ingin membelok kan mobil nya namun di urungkan nya.
"gue lewat jalan yang lebih sepi aja dah dari pada lewat sini rame ogah banget"ucap Rafani dan membelokkan setir mobil ke arah selatan walaupun mutar tapi gak masalah pikir nya.
saat melewati jalan ini Rafani bisa melihat lapangan bola yang berhadapan dengan lapangan bulu tangkis Lalu tak jauh dari nya ada lapangan bola voli dan juga bola basket dan sampe di mana ada taman untuk orang dewasa di mana tidak ada taman untuk bermain.
Rafani terus melaju kan mobil nya namun tak lama iya menyengit menatap ke arah depan yang lumayan masih jauh ada sosok gadis yang berlarian dengan di kejar oleh beberapa orang dari belakang nya Rafani yang mantap gadis itu pun mengangkat alis nya heran.
tentu iya kenal siapa sosok itu karena dia satu sekolah dengan nya tapi yang jadi pertanyaan nya adalah Kenapa bisa dia di kejar-kejar begitu apa lagi melihat dari arah keluar nya itu jauh dari kompleks tempat tinggal nya.