Rafani Azahra

Rafani Azahra
misi



sesaat semua nya asik berdada di tepian kolam renang Devi di kejutkan dengan suara ponsel nya yang berdering Rafani dan yang lain kompak melihat ke arah nya.


Devi menatap layar ponsel nya dengan alis terangkat ketika tau siapa yang menelepon nya.


"siapa"tanya Akila Devi yang mendengar nya pun menatap ke arah Akila yang kini menatap nya begitu juga Rafani.


"ah, ini teman kak ceshen"Devi Akila yang mendengar nya hanya mengangguk sedangkan Rafani masa bodo.


Devi pun mengangkat sambungan tersebut dan menempel kan ketelinga nya.


"ada apa"ucap Devi.


"emm, Devi tau gak Ceshen di mana"ucap sosok yang di seberang sana.


"enggak tau ngpin nanya gue"ucap Devi kesal yang Devi akui jika dia gak suka sama Sosok yang menghubungi nya ini.


"owhh,,ok kalo gtu"ucap sosok yang di seberang sana dan langsung mematikan telpon sepihak Devi yang melihat itu pun menatap hp nya Nanar.


"sialan"batin nya dalam hati namun meletakkan kembali telpon nya setelah iya selesai mengetikkan kata di ponsel nya.


...kak sen....


"ka sen nih si Bianca nyariin Kaka, emang Kaka gak angkat telpon dari dia apa jadi dia nanya sama aku"


"biarin "


setelah melihat balasan tersebut Devi pun langsung meletakkan handphone nya dan kembali bergabung ke arah sahabat nya.


_#skip.


tak terasa sudah dua Minggu berlalu Rafani dan yang lain menghabiskan waktu di Jakarta tinggal satu Minggu lagi mereka akan kembali ke Jakarta.


sisi Dila bela dan Velia memilih untuk pulang ke Eropa selama tiga hari berada di Jakarta begitu juga dengan Clara Abraham dan Wina walaupun enggan namun mereka tetap harus pulang ke Eropa karena mengingat sekolah clara dan juga pekerjaan nya.


saat ini di rumah Abraham sudah ada Edward Eliza Leon dan Johan yang kini tengah berkumpul bersama Rafani Akila Devi Giovan dan jangan lupakan ceshen.


"kakek kenapa menyuruh kita kumpul semua"ucap Akila menatap ke arah opa nya Rafani.


"kalian dah cukup senang-senang nya selama beberapa Minggu ini jadi kakek bakal kasih kalian tugas"ucap Edward mereka semua kompak mengangkat alis bingung.


"ada tugas apa tuan"ucap giovan.


"ceshen kamu dan Rafani tugas kalian mencari sosok pembobol senjata yang menyamar jadi pengusaha di Eropa apa dia ada campur tangan Arsenal atau malah musuh kita yang lain"ucap Edward.


"giovan bawa mereka ke rumah lama Abraham dan masuk ke ruang senjata di sebelah kiri blok c ada ruangan Intel kalian bisa kerja sama di sana"ucap Edward lagi menatap ke arah mereka semua.


"lah terus urusan Sama aku dan Devi apa kan kita gak paham soal ginian masa di bawa-bawa"ucap Akila menatap polos Edward sambil memanyunkan bibirnya.


"sekalian kalian belajar"ucap Leon lagi menatap ke arah anak muda itu sedangkan mereka hanya mengangguk lesu.


"tugas saya apa tuan"ucap giovan.


"dan saya minta Giovan Devi dan Akila kalian cari pergerakan anggota Arsenal yang entah kenapa makin jadi di kalangan beberapa negara yang terus merombot paksa pengusaha kecil-kecilan mereka sudah lama bergerak yang makin menjadi "ucap Johan lagi.


"eh,, jadi tugas nya beda"ucap Devi yang di angguki Leon.


"selagi ada kalian kami minta bantuan Giovan bimbing Akila dan Devi sedangkan ceshen dan Rafani soal yang tadi, karena lebih mudah tugas yang diberikan ke Giovan dari pada ke ceshen "ucap Edward lagi.


Giovan yang mendengar nya pun mengangguk.


"kalian bisa pergi nanti sore jangan Sampe menimbulkan perhatian warga net"ucap Leon yang di angguki oleh mereka.


"opa bakal suruh bi darmi dan pak Jono untuk membersihkan dan membereskan semuanya "ucap Edward.


rafani yang mendengar nya hanya mengangguk melirik sekilas ke arah ceshen yang hanya diam.


_#skip.


sore ini pukul 4:45 sudah berkumpul di halaman rumah Abraham di mana anak-anak muda itu sudah ada di sana untuk menjalankan misi mereka.


"Lo jalan aja dah la"ucap Devi jengah membuat Akila mengumpat.


"udah udah Akila dan Devi satu mobil sama Giovan "ucap Eliza.


"yah enak kan rafani dong berduaan sama ceshen "ucap Akila sendu.


"lah, emang kenapa dah"ucap Devi lagi menatap Akila heran.


"suka kali"timpal Giovan.


"Lo tau yang suka Devi" balas Akila yang membuat Devi dan Giovan tersenyum malu semua orang yang melihat nya terkekeh.


"udah klo Lo mau ikut gue ayokk"ucap Rafani bersuara Akila yang mendengar nya berbinar.


"yang ben-"


"gak ada ya la Lo sama gue titik"ucap Devi dan langsung menyeret Akila masuk ke dalam mobil Giovan membuat Akila meronta-ronta minta di lepaskan.


giovan yang melihat itu hanya terkekeh sambil menggeleng iya menatap ke arah tuan nya seraya berucap.


"kalo begitu saya pamit tuan"ucap giovan sopan Edward Leon Eliza dan Johan mengangguk dan setelahnya Giovan masuk ke dalam mobil nya.


Rafani dan ceshen yang melihat itu hanya diam mereka pun Kemudian masuk ke dalam mobil den ceshen yang menyetir dan melaju kan nya keluar dari pangkaran rumah keluarga Abrahamovic dan melaju di jalanan.


_#skip.


"Lo apa apa an sih gue mau barang Ara ya elah"kesel Akila menatap ke arah Devi.


"apa an sih Lo ngapain juga Lo ikut mereka mending sama gue mau jadi nyamuk"Ical Devi lagi Akila yang mendengar nya hanya memutar bola matanya jengah.


"yang ada sama Lo gue jadi nyamuk"ucap Akila yang membuat Devi terdiam dan melirik Giovan sebentar Akila yang melihat itu memutar bola matanya jengah.


"anjg-"umpat nya dengan pelan.


Giovan yang melihat kedua gadis di mobil nya yang terus bertengkar pun menghela nafas nya.


"lebih baik kalian tidur lagian perjalanan kita ini membutuhkan waktu 6-7 jam"ucap giovan Devi dan Akila yang mendengar nya terkejut.


"lama banget"ucap Devi menatap ke arah Giovan.


"makanya tidur aja"ucap giovan menatap ke arah Devi tersenyum membuat Devi tersentak dengan pipi yang sudah memanas Akila yang melihat itu mendelik dan memilih untuk fokus ke hpnya tanpa memperdulikan kemesraan mereka.


_#skip.


sedangkan di mobil ceshen dan Rafani yang duduk anteng di jok samping mereka hanya saling diam karena Rafani juga gak terlalu kenal sama ceshen yang dingin sekali menurut Rafani.


ceshen yang merasakan canggung pun berusaha berdehem kecil entah kenapa jantung nya berdetak kencang saat bersama Rafani.


"CK, jauh banget sih rumah Lo"ucap Sechan memulai pembicaraan Rafani yang mendengar nya menoleh.


"lah tanya aja sama bokap gue kenapa bikin rumah jauh amat"ucap Rafani lagi ceshen yang mendengar nya mengumpat.


"gue gak menyangka Ternyata azahra yang terus di bicarakan anak-anak bukan lah yang asli"ucap ceshen.


"lah emang kenapa urusan sama Lo apa"ucap Rafani lagi.


"gue denger-denger dari Aryan azahra suka sama Zidan"ucap ceshen Rafani yang mendengar nya mendengus.


"itu cuma pura-pura"ucap Rafani ceshen yang mendengar nya pun mengangkat alis nya heran.


"maksud Lo"Guam nya.


"ya enggak lah, azahra gak suka sama Zidan dia cuma main truth or dare sama kak Velia dan dia mendapatkan tantangan buat bikin Zidan jatuh cinta sama dia"jelas Rafani ceshen yang mendengar nya tersentak.


"jadi selama ini Azahra bukan genit sama Zidan"Guam nya dalam hati.