Princess's Handsome Bodyguard

Princess's Handsome Bodyguard
KMB- Si Pebinor Itu?



"Ada apa memanggilku malam-malam begini?" Tanya Lawrence pura-pura tidak tahu.


Sejenak Mark menatap tajam pada dokter pribadinya itu.


"Kau pasti tahu soal kehamilan istriku kan? Jadi jelaskan padaku sekarang!" Perintah Mark dingin.


Sejenak Lawrence menarik nafas.


"Aku memang tahu sejak awal soal kehamilan sang mulia Ratu. Tapi...


"Dia memintamu merahasiakannya dariku?" Tanya Mark.


Lawrence mengangguk.


"Apa kau tahu soal inseminasi buatan yang K lakukan padanya?" Tanya Mark. Dan Lawrence mengangguk. Giliran Mark yang menarik nafasnya.


"Lalu menurutmu sekarang yang Lyn kandung itu anak siapa? Anakku atau anak si brengsek itu!"


"Bayi itu milikmu" Jawab Lawrence tegas.


Sejenak Mark terdiam. Sungguh rasa hatinya begitu bahagia.


"Bagaimana kau bisa yakin soal hal itu?"


"Karena Lyn sudah hamil tiga minggu ketika pria brengsek itu terpaksa melakukan hal itu pada istrimu" Jawab Lawrence kesal.


"Kau tahu siapa yang melakukannya pada istriku?"


Lawrence mengangguk.


"Kurang ajar!" Maki Mark.


"Dia diancam. Dan dia tidak tahu jika wanita itu adalah Lyn" Lawrence menjelaskan.


"Tapi tetap saja dia bersalah"


"Iya, aku tahu. Dan dia siap menerima hukuman"


"Kau membelanya. Apa kalian punya hubungan?"


"Dia mantan tunanganku tiga tahun lalu"


"Andreas si brengsek itu?"


"Iya" Jawab Lawrence singkat.


"Dia mengenal K?"


"Aku tidak tahu. Dia hanya menuruti perintahnya karena K mengancam akan membunuh Monica, adiknya. Tapi untungnya istrimu sudah hamil duluan. Jadi bisa dipastikan jika proses itu gagal" Tambah Lawrence.


"Kau yakin?"


"Aku yakin seratus persen itu anakmu. Sudah jangan meragukannya lagi. Kau tidak tahu apa dia begitu tertekan sebulan ini. Untung saja bayimu tidak merepotkan ibunya"


Mark pada akhirnya terrsenyum.


"Selamat atas kehamilan istrimu. Calon pewarismu sudah hadir" Ucap Lawrence.


"Terima kasih. Tapi Lyn masih menganggap kalau dia mengandung anak pria kurang ajar itu"


"Istrimu terlalu takut akan menyakitimu. Mendengar proses itu. Dia langsung berpikir kalau dia hamil anak K. Padahal dirahimnya sudah lebih dulu ada anak kalian"


Mark kembali tersenyum.



Kredit Google.com


Tiba-tiba saja ponsel Mark berbunyi. Sebuah pesan masuk. Setelah membacanya senyum Mark langsung hilang.


"Tidak! Jangan menyakitinya!" Teriak Mark frustrasi.


****


Lyn terbangun di sebuah kamar. Tidak mewah seperti kamarnya. Tapi cukup bagus. Sejenak dia menatap berkeliling. Hingga ketika kesadarannya terkumpul. Dia baru sadar. Beberapa orang membiusnya...lagi.


Seketika dia teringat dengan Ve dan juga Rose. Buru-buru dia turun dari ranjang. Menuju ke arah pintu. Belum juga sampai ke pintu. Pintu itu sudah terbuka. Menampilkan seorang pria berparas bule. Memakai kemeja berwarna hitam. Juga celana senada dengan kemejanya. Sorot matanya tajam. Membuat Lyn bergidik ngeri sesaat.


"Kau sudah bangun rupanya my Queen"


Tanya pria itu dengan suara beratnya.


"Kau siapa? Ini dimana? Dimana teman-temanku?" Berondong Lyn.


"Ssttt, satu-satu my Queen"


Lyn sejenak menatap pria dihadapannya itu.


"Dimana mereka?"


"Mereka ditempat aman, my Queen. Jangan khawatir"


"Aman katamu?"


"Ya aman. Sampai anak buahku bisa menahan diri untuk tidak menerkam mereka. Kau tahu kan jarang sekali ada wanita berkunjung ke tempat kami. Apalagi mereka cantik juga seksi" Ucap pria itu sambil menyeringai.


"Kau brengsek! Lepaskan mereka!"


"O...o..o tidak bisa. Aku pikir anak buahku hanya membawamu tapi mereka ternyata membawa dua tambahan lagi. Tapi terserahlah. Toh aku hanya perlu dirimu"


"Ve dan Rose pasti punya seribu jalan untuk kabur"


Lyn ingat Rose adalah kekasih Fao. Gadis itu pasti belajar banyak dari Fao. Lagipula keduanya ahli dalam berbagai macam beladiri. Sejenak Lyn menarik nafasnya. Sekarang giliran dirinya memikirkan cara untuk melarikan diri.


"Siapa kau?" Tanya Lyn berusaha mengulur waktu.


"Akhirnya kau bertanya siapa aku"


"Jangan basa basi!"


"Ohoo aku suka caramu. To the point...namaku Carlos. Setidaknya kau harus tahu siapa partner ranjangmu bukan"


Lyn langsung mengerutkan dahinya.


"Kenapa semua pria isi otakmya mesum semua. Selain **** tidak ada lagi" Gerutu Lyn dalam hati.


"Tentu saja dirimu..my Queen"


Ucap Carlos sambil mendekat ke arah Lyn. Mencoba menyentuh wajah Lyn. Namun Lyn dengan sigap menghindar.


"Kau benar-benar membuatku penasaran. Mungkin itu yang K rasakan padamu"


"K? Jadi laki-laki ini mengenal K? Dasar menyebalkan. Urusan dia, kenapa aku jadi terlibat"


"Kalau kau berurusan dengan K, kenapa kau melibatkan aku?"


"Karena dengan menculikmu dia pasti akan mau menemuiku" Jawab Carlos tersenyum licik.


"Kau memanfaatkanku!" Teriak Lyn.


"Tidak. Aku tidak memanfaatkanmu. Karena aku juga menginginkanmu" Ucap Carlos sambil terus mendekat ke arah Lyn. Lyn makin memundurkan tubuhnya. Hingga dia tidak punya pilihan lagi ketika tubuhnya membentur tembok kamar itu.


"Kau tidak bisa ke mana-mana lagi sayang" Bisik Carlos di telinga Lyn. Satu tangan Lyn mencoba mendorong tubuh Carlos tapi pria itu sigap menangkap pergerakan Lyn.


"Lepaskan aku!" Ucap Lyn penuh penekanan.


Carlos tersenyum smirk mendengar perkataan Lyn yang penuh penekanan itu.


"Kita lihat sejauh mana dirimu bisa bertahan"


Detik berikutnya Carlos berusaha mencium bibir Lyn. Tapi dengan cepat Lyn menendang tulang kering Carlos.


"Oh shi****!!" Pria itu mengumpat kesal. Lyn sudah mencapai pintu. Ketika tubuhnya ditarik kembali oleh Carlos.


"Aarrghh" Lyn sedikit meringis ketika rasa sakit dia rasakan di bahunya.


"Kau berani rupanya?" Ucap Carlos mulai geram. Saking geramnya Carlos langsung menarik hijab Lyn. Membuat kain itu robek seketika. Hingga rambut panjang Lyn langsung terekspose.


"Kau ternyata benar-benar cantik tanpa kain penutup itu" Carlos melempar jauh hijab Lyn. Sedang Lyn langsung ketakutan. Dia tidak boleh menunjukkan bagian rambutnya selain kepada mahramnya.


"Jangan mendekat!" Teriak Lyn. Namun Carlos justru semakin tergoda melihat keseluruhan wajah Lyn.


Carlos terus menghimpit tubuh Lyn ke tembok. Pria itu hampir berhasil mencium bibir Lyn dengan mencengkeram dagu wanita itu. Ketika suara ketukan pintu. Membuyarkan segalanya.


"Sial! Mengganggu saja!" Maki Carlos.


"Sorry bos. Tapi dia sudah datang"


Rasa kesal Carlos langsung menghilang.


"Show time!"


Berikutnya Carlos menarik tangan Lyn kasar. Membawanya keluar dari kamar itu. Yang ternyata berada di lantai dua. Lyn sedikit terseret mengimbangi langkah lebar Carlos. Hingga pria itu berhenti di ujung tangga. Menatap ke lantai dasar. Dimana seorang pria tampak menunggu. Dan pria itu langsung terkesiap melihat Lyn. Rambut panjang hitamnya semakin menambah kecantikan wanita hamil itu.


"Kau apakan dia ha?!" Teriak K.



Kredit Google.com


K begitu marah pada Carlos. Sedang Carlos tersenyum penuh kemenangan melihat kedatangan K.


"Kau berani melepas hijabnya?" Bentak K.


"Waahh ternyata kau lebih cepat dari suaminya"


"Brengsek!" Maki K.


Carlos tertawa. Menarik Lyn agar berada di depannya. Lantas pria sedikit mengendus wangi rambut Lyn.


"Pantas saja kalian sibuk berebut wanita ini. Dia memang benar-benar memabukkan" Sementara Lyn terus berusaha berontak. Mencari jarak aman.


"Jauhkan tanganmu darinya!" Teriak K.


Pria itu langsung berlalu menuju tangga. Namun satu tembakan di depannya menghentikan langkahnya. Sejenak K menatap Lyn. Satu kode dari mata Lyn seolah berkata "jangan bertindak gegabah".


K kembali terdiam.


"Ha..ha...ha...sekarang kau jadi pengecut K. Mana K yang aku kenal tanpa ampun langsung menghabisi lawannya" Ejek Carlos. Semakin menekan leher Lyn. Setengah mencekiknya. Untuk mengintimidasi K.


"Jauhkan tanganmu darinya!" Kembali K berteriak. Jika saja tidak ada Lyn dalam sanderaan Carlos. Sudah K pastikan kalau Carlos akan habis di tangannya.


"Kenapa apa kau begitu menginginkannya. Ah sayang sekali aku sebenarnya ingin kalian berdua bertarung untuk membuktikan siapa yang pantas memiliki wanita ini. Tapi berhubung suamimu belum datang. Kita buat permainan lain"


Tanpa Carlos sadari. Ve dan Rose berhasil meloloskan diri dari kurungan anak buah Carlos. Sedikit menggunakan keahlian bela diri masing-masing. Mereka mampu keluar dari kamar kurungan, dengan bibir Ve terus mengumpat kesal.


"Begitu mau memuaskan aku. Satu pukulan langsung tepar. Hebatan Hans kemana-mana!"


"Princess, jangan buat orang kepengen dong!" Gerutu Rose.


"Makanya buruan nikah sama tu si jenderal perang. Jangan mukbang mulu. Enak juga langsung dicelupin!" Jawab Ve tanpa filter.


"Aduuuhhhh...


Ucapan Rose terpotong ketika mereka mulai masuk ke arah tangga. Dimana mereka lihat Carlos yang tengah menyandera Lyn. Dengan seorang pria yang tampak dikepung oleh anak buah Carlos.


"Siapa dia?" Bisik Ve sambil menyiapkan dua pistolnya sekaligus. Dua lagi dia sembunyikan di pinggangnya. Sama halnya dengan Rose. Namun perempuan itu langsung terdiam melihat siapa pria yang berada di lantai satu.


"K" Satu gumaman lirih dari bibir Rose. Namun Ve masih bisa mendengarnya.


"Dia yang namanya K. Si pebinor itu?" Tanya Ve. Dan Rose langsung mengangguk.


***


Bonus pict babang Hans ya,



Kredit Instagram @ jungkooko97


Nih yang kata reels sekali senyum bikin aku gila...sekali lirik bikin dunia langsung berubah yang tadinya sedih jadi indah...


ya salammmm,


Meski benar adanya...buat author lo..😁


****