Princess's Handsome Bodyguard

Princess's Handsome Bodyguard
KMB- Bapak Out Of The Box



Braaakkk!


Suara meja yang digebrak cukup keras, membuat Max memejamkan matanya. Diiringi suara umpatan dari K.


"Oh sh***!"


Makinya. Dia sudah bersiap untuk pergi ke Yogyakarta. Indonesia. Menemui Lyn. Dua hari lalu dia berhasil mengetahui di mana gadis itu tinggal. Fao sengaja membuka sedikit informasi tentang Lyn. Setelah hampir dua bulan dia menutup rapat semua informasi soal gadis itu.


Sesuai perintah Mark. Fao sengaja menghapus semua informasi tentang Lyn begitu gadis itu masuk ke bandara Cote D Azur hari itu. Setelah Fao melapor ada seorang pria yang dua kali sengaja menemui Lyn.


Laporan dari Max membuat mood K berantakan seketika. Pria itu sudah berganti baju. Memakai setelan formal. Agar Lyn berpikir kalau dia adalah seorang pengusaha.



Kredit Instagram.com


"Siapkan anak buahmu. Akan kuhancurkan sendiri mereka" Perintah K. Membuka kembali vest-nya. Membuang dasinya. Kembali ke tampilan badboynya. Meraih dua pistol di laci mejanya.


Lantas berjalan keluar dari ruang kerjanya. Menuju helikopter yang sudah siap terbang.


"Ayo tunjukkan siapa itu Black Chimaera!" Ucap K melalui ear piece-nya. Yang disambut jawaban "siap" dari ujung sana.


"Kau berani berulah lagi kali ini. Jadi jangan salahkan aku jika aku bertindak" Batin K.


Berantakan sudah rencana K untuk bisa bertemu Lyn. Pria itu masih terus mengumpat. Merasa kesal luar biasa. Namun dia juga tidak bisa diam saja. Mendengar laporan dari Max.


Sebab kelompok ini sudah sering berulah. Dan selama ini, K hanya mendiamkannya. Tapi kali ini Max melaporkan kalau tindakan kelompok ini sudah keterlaluan. Jadi mereka harus bertindak. Jika tidak suatu saat nanti, kelompok ini akan sangat merepotkan K dan Black Chimaera-nya.


Pelan helikopter yang membawa K, terbang meninggalkan mansion rahasia milik pria itu. Menuju ke tempat yang menjadi markas kelompok pembuat onar itu berada.


"Let's party, Baby"


***


"Kenapa wajahmu?" Tanya Eduardo pada Hilda yang main nyelonong masuk ke ruang kerjanya. Bahkan tanpa mengetuk. Hingga Eduardo yang tengah bermain dengan sekretarisnya, harus menghentikan permainannya. Membuat sang sekretaris langsung merasa kesal. Miliknya sudah siap untuk dijajah. Tapi pengganggu malah datang.


Hilda buat wajah tak tahu saja. Melihat sekretaris Eduardo turun dari pangkuan sang tuan dengan wajah kesal. Serta kemeja yang dia biarkan terbuka. Membuat isinya terlihat jelas.


Hilda berdecak kesal. Baru sebesar itu saja sudah sok pamer. Merasa miliknya lebih besar dari wanita itu. Eduardo memberi tanda untuk keluar dulu pada sekretarisnya. Membuat wanita itu bertambah geram.


Dia keluar dari ruang kerja sambil mengumpat tiada henti. Di depan dia bertemu dengan seorang bodyguard Eduardo. Yang langsung membulatkan matanya melihat penampilan sekretaris tuannya. Air liur hampir menetes dari mulut sang bodyguard itu.


Wanita itu seolah paham. Dia sendiri masih berhasrat. Mengingat miliknya masih menuntut untuk dipuaskan. Tanpa kata, wanita itu menarik dasi pria itu. Membawanya ke sebuah ruang yang dia tahu pasti kosong.


Tanpa aba-aba mendudukkan pria itu di sofa. Naik ke pangkuannya. Membuat pria itu langsung gelagapan. Disuguhi pemandangan yang begitu menggoda. Membuat yang dibawah sana langsung terjaga.


"Layani aku!" Perintah wanita itu sensual. Dan si pria itu tanpa kata langsung mencumbu tubuh wanita itu, yang sejak tadi menggodanya.Tanpa menunggu lama, wanita itu mulai menyatukan diri. Membuat suasana dalam ruangan itu memanas seketika.


"Apa Paman tahu kemana Mark pergi?" Tanya Hilda.


"Bukannya dia ada schedule ke Asia Tenggara. Seminggu ini. Dia tidak memberitahumu?" Jawab Eduardo.


Pria tua itu memindai penampilan Hilda yang memang seksi hari itu. Dress merah ketat membalut tubuh sintalnya. Aset atas bawah yang akan membuat pria manapun akan menelan ludahnya tiap kali melihat tampilan Hida. Ditambah lagi belahan dada yang rendah. Membuat isinya mengintip malu-malu.


"Paman kan tahu ponakan Paman itu seperti apa. Melirik pun tidak. Dia itu sebenarnya doyan wanita tidak sih. Apa jangan-jangan dia tidak normal. Tiap hari berkumpul dengan trio resek yang selalu mengerjaiku. Padahal aku sangat penasaran sekali dengan senjata miliknya itu. Pasti nikmat sekali saat masuk ke milikku" Oceh Hilda panjang lebar. Sambil menggigit bibir bawahnya. Membayangkan dirinya sedang bercinta dengan Mark.


"Sial! Baru membayangkan saja. Sudah berkedut saja milikku" Maki Hilda dalam hati.


"Jadi kau bermaksud menggodanya hari ini?" Tanya Eduardo.


"Aku bahkan pernah hampir naked di depannya. Tapi dia menatap saja tidak. Asia Tenggara ke mana sih dia sebenarnya?" keluh Hilda.


Hilda mendengus kesal.


"Kenapa kau tidak coba menggoda trio resek itu?" Pancing Eduardo.


"Mereka sama saja. Seperti tidak doyan perempuan. Kecuali Fao aku pernah lihat dia berciuman dengan putri jenderal Karl"


"Santai saja. Ini adalah kunjungan terakhir keponakanku tersayang sebelum penobatannya bulan depan. Dan saat itu kau akan naik jadi ratunya" Ucap Eduardo dengan senyum penuh kemenangan.


Diikuti oleh Hilda yang juga ikut tersenyum. Merasa kemenangan sudah ada di tangannya. Sebab dia sudah menyingkirkan semua wanita yang berusaha mendekati Mark. Hingga ia pastikan hanya dirinya saja yang akan berdiri di samping pria itu.


"Jadi mau mencicil pestanya?" Tanya Eduardo sambil menaikkan satu alisnya.


"Apa kau punya wine yang enak?" Tanya Hilda balik.


"Buat apa mencari wine jika ada hal yang bisa membuatmu mabuk melebihi wine. Kemarilah sayang. Sudah lama kita tidak bermain bukan?" Goda Eduardo.


"Kau ini memang menyusahkan pak tua" Gerutu Hilda tapi tak ayal, perempuan itu berjalan mendekat ke arah kursi kerja Eduardo.


"Pak tuapun, aku masih bisa membuatmu mendesah sepanjang malam." Ucap Eduardo sambil menatap penuh hasrat pada Hilda.


Hilda tanpa malu langsung naik ke pangkuan pria tua itu.


"Ooh baby, kau selalu bisa membuatku berga****." Lagi Eduardo berucap sambil menurunkan baju Hilda bagian bahu. Membuat dada besar wanita itu langsung terekspose. Pria itu tanpa ragu langsung menjamah tubuh Hilda.


"Ready, baby?" Tanya Eduardo. Dan tak lama penyatuan itu pun terjadi.


"Bodoh sekali keponakanku itu. Menyia-nyiakan barang yang bisa membuatmu ketagihan. Move baby" Ucap Eduardo. Yang membuat Hilda langsung tersenyum. Lantas mulai bergerak liar di atas tubuh Eduardo.


"Uuh, kau memang pak tua...


"Sebut aku pak tua lagi, baby"


Ucap Eduardo semakin cepat memompa tubuh Hilda.


"Kau pak tua paling hot dan paling hebat yang pernah bercinta denganku"


Ucap Hilda. Tidak kuat menahan nikmat yang Eduardo berikan padanya. Sedangkan Eduardo langsung tertawa puas mendengar pujian Hilda.


Dan sesi panas mereka berlangsung hampir sepanjang malam. Tidak peduli pada waktu yang terus bergulir. Dua orang beda usia itu, terus saja bergerak. Menikmati setiap rasa nikmat yang terus mengalir di sekujur tubuh keduanya.


***


"Ya ampun bapak. Apa yang bapak lakukan padanya?" Lyn menjerit melihat dua orang di hadapannya.


Sedang dua orang itu saling pandang mendengar teriakan Lyn.


"Astaga bisa-bisa aku didemo rakyat seantero negara M. Bagaimana bisa bapak menyuruh raja mereka melakukan ini" Batin Lyn sambil memegang pelipisnya yang tiba-tiba terasa pusing. Saking frustrasinya.


"Bapakku ini memang out of the box. Lain dari pada lain" Ucap Lyn kali ini.


**


Maafkan author yang tiba-tiba saja otaknya jadi mesum siang-siang begini 😁😁🙏🙏🙏


Lolos review ...ya semoga...😁 buat selingan aja ya readers 🤣🤣


***