Princess's Handsome Bodyguard

Princess's Handsome Bodyguard
Suara Yang Ia Rindu



Seperti namanya "Chimaera" atau "Chimera" adalah sebuah virus yang ada dalam serial Mission Imposibble 2. Film action yang dibintangi oleh Tom Cruise rilis di tahun 2000 silam.


Kemampuan virusnya sangat mengerikan. Karena mampu membunuh siapapun yang terinfeksi dalam waktu 72 jam. Jika tidak segera mendapat penawarnya. Virus ini mengakibatkan sel darah pecah hingga menyebabkan pendarahan internal dan membawa korbannya pada kematian.


Mengikut karakteristik Chimaera inilah klan mafia Black Chimaera bergerak. Musuh mereka akan hancur tak bersisa dalam waktu kurang dari tiga hari. Ditambah dengan kepemimpinan "K" yang tergolong sadis, bengis dan terkenal tanpa ampun. Membuat klan mafia ini menjadi salah satu yang ditakuti di daratan Eropa.


Menguasai perdagangan senjata, narkoba dan obat terlarang. Juga jual beli perempuan dan human traficking. Boleh dibilang semua bisnis gelap dan ilegal merekà menguasainya.


"Besok malam akan ada pengiriman kokain dalam jumlah besar dari kartel Suarez"


"Pastikan semua berjalan lancar" Satu lagi perintah tak terbantahkan dari "K"


Dia masuk ke ruangannya diikuti oleh asistennya. Tak banyak kata yang terucap. Hanya beberapa perintah yang harus dilaksanakan oleh tangan kanannya.


Hingga satu perintah terdengar dari bibir pria itu.


"Bawakan aku satu ke ruanganku"


Sang tangan kanan langsung paham. Segera undur diri. Memenuhi apa yang diinginkan oleh tuannya.


"Dia sudah ada di ruangan Tuan"


Tanpa kata. Pria itu berdiri lalu menekan satu tombol di sebelah lukisan. Dan menghilang di balik pintu rahasia itu. Muncul di ruangan yang berbeda dengan ruangan sebelumnya. Kali ini sebuah kamar dengan sebuah ranjang besar di tengahnya. Dimana seorang wanita sudah berada disana. Dengan mata tertutup.


Memakai lingerie berwarna merah. Menampilkan tubuh seksi si wanita. Membuat hasrat "K" naik seketika.


"Let's have fun, baby"


(Mari bersenang-senang)


"K" dengan cepat naik ke atas ranjang. Menerjang si wanita itu tanpa aba-aba. Dan wanita itu langsung membalas serangan "K". Sebab sebelumnya wanita itu sudah diberikan obat perang**** dosis tinggi.


"K" penyuka perawan tapi dia juga suka yang sudah lihai bermain di ranjang. Karena kebanyakan perawan kurang ahli di ranjang karena itu dia memerintahkan setiap wanita yang akan dia tiduri haruslah masih virgin dan sudah diberi afrodisiak. Hingga mereka mampu mengimbangi permainan "K" yang punya stamina prima. Hingga mampu bertahan sepanjang malam.


Dan semua wanita yang pernah bermain dengan "K" akan dilenyapkan pada keesokan harinya. Sebab dia tidak ingin mereka mengandung benihnya. Kecuali yang sudah dipilihnya. Satu lagi sisi kejam dari seorang "K".


***


"Melamun?" Tanya Lyn pada Ve yang tengah menatap pemandangan malam kota dari balkon kamar Lyn.


"Rindu" Jawab Ve singkat.


"Sudah menghubunginya?" Lyn bertanya


Ve menggeleng.


"Apa dia sudah sembuh?" Ve penasaran dengan keadaan Hans.


"Iz mengatakan kalau Hans sudah sadar waktu dibawa pulang ke Paris. Sejak itu aku tidak bertanya lagi. Iz masih tenang-tenang saja berarti tidak ada yang serius terjadi pada Hans" Jelas Lyn ikut menikmati pemandangan.


Hening sejenak. Hanya semilir angin yang berhembus menerbangkan helaian rambut keduanya.


"Sudah tahu yang kamu rasa pada Hans?" Lyn menatap wajah Ve yang terlihat sendu.


"Aku rasa, aku memang mencintainya Kak" Lirih Ve namun terdengar yakin di telinga Lyn.


"Bagus kalau begitu. Pada akhirnya pelarianmu tidak sia-sia bukan" Goda Lyn.


Ve langsung merengut.


"Tahu begitu aku kabur dari dulu"


"Lalu kakakmu akan menjadi Azlan begitu. Mengaum tidak karuan kemana-mana"


"Dia memang pemarah kalau aku buat ulah" Cengir Ve.


Keduanya sejenak tertawa.


"Sudah bilang pada kakakmu?"


Ve menggeleng.


"Aku akan mengatakannya nanti jika ada kesempatan. Kakak tahu kakakku sedang sibuk kan?"


"Bukannya dia memang selalu sibuk"


"Iya, sih. Dia perlu istri untuk mengalihkan kesibukannya"


"Ha? Bukannya punya istri bisa buat tambah sibuk....upppsss" Celetuk Lyn tanpa sadar.


Mark langsung tersedak mendengar ucapan Lyn.


"Iyalah tambah sibuk. Wong kegiatannya tambah olahraga malam juga" Gumam Mark.


"E hemmm kode nih kode" Goda Ve.


berpikiran mesum juga.


"Menurut kakak, kakakku bagaimana?" Ve bertanya.


"Bagaimana apanya?" Lyn balik bertanya.


"Ya dia itu bagaimana menurut pendapat Kak Lyn" Desak Ve.


"Kakakmu baiklah apalagi" Lyn berkata sambil menopang dagunya dengan kedua telapak tangannya.


"Tidak tertarik begitu dengan kakakku" Pancing Ve.


"Aaaa, kau pintar sekali adikku sayang"


"Secara umum, semua wanita pasti tertarik dengan kakakmu. Semua kriteria fisik yang wanita inginkan ada pada kakakmu" Lyn menjawab.


"Aku tanya kakak..bukan mereka. Bodo amat dengan mereka" Ve manyun karena merasa jawaban Lyn berputar-putar tidak jelas.


"Aku? Mungkin aku tertarik dengan kakakmu..."


Seulas senyum terukir di bibir Mark.


"Tapi aku masih terikat perjodohanku. Dan aku belum bisa mengurainya sampai sekarang"


Deg,


"Dia sudah dijodohkan?" Mark langsung lemas mendengarnya.


"Bawa saja Kakakku ke hadapan Kak Fadly. Masak iya kakakku kalah sama Kak Fadly. Pasti Kak Fadly akan menyerah"


"Tidak semudah itu Ve. Dia pasti akan memastikan kalau kami benar-benar saling mencintai. Baru dia bisa melepaskanku"


"Aiihh repot sekali" Keluh Ve.


Diujung sana, Mark langsung merasa kecewa. Mendengar kalau Lyn sudah dijodohkan. Yahh, gadis yang baik dan cantik pasti akan banyak yang menginginkan. Bukan hanya dirinya. Tapi di luar sana mungkin lebih banyak lagi saingannya.


Pria itu seolah sudah kalah sebelum berperang. Pupus sudah harapan Mark untuk menjadikan Lyn sebagai ratunya.


****


Dua hari berlalu. Dan hari ini akhirnya Adrian bisa pergi menyeberang ke sebelah. Negara dimana Ve tinggal. Adrian terlihat begitu bahagia. Setelah berpamitan pada Papa dan Mamanya, seolah meminta restu.


Pria itu perlahan masuk garasi di basement rumahnya. Dia menatap rindu pada deretan koleksi mobil kesayangannya. Lamborghini Aventador, Bugatti Veyron, Ferrari Spider F8, Porche Panamera. Namun yang menjadi favoritnya adalah Mercedes Benz GT 63S.



Kredit Google.com


Mobil berwarna hitam yang kini sudah siap melandas bersama dirinya. Dalam hitungan detik kendaraan bernilai $161.900 US dollar atau hampir 2,3 M pada tahun 2020, itu sudah melaju di jalan raya. Mengarah ke selatan. Dimana dia akan menyeberang dengan kapal ferry untuk masuk ke negara Ve.


Senyum senantiasa terkembang di bibir Adrian. Sebentar lagi dia akan segera bertemu Ve setelah hampir dua bulan tidak bersua.


"Aku benar-benar tidak sabar bertemu denganmu, putri udik tukang makan" Batin Adrian sambil melirik paper bag kecil di kursi penumpangnya. Paper bag dengan logo brand perhiasan ternama dunia..Cartier.


***


Ve dan Lyn baru saja turun dari mobil yang membawa mereka jalan-jalan hari ini. Setelah kejadian tempo hari di sirkuit. Mark memaksa keduanya untuk selalu membawa Richard dan Serena kemanapun keduanya pergi.


Meski dengan bibir manyun lima senti akhirnya Ve mau menerima usul kakaknya itu. Terlebih memang dialah yang membuat kesalahan.


Keduanya baru saja masuk ke dalam. Ve yang sudah lelah dengan heels-nya memilih nyeker setelah melepasnya. Berjalan masuk dengan santai tidak peduli para penjaga melihat tingkah uniknya itu.


Putri kerajaan M memilih nyeker setelah kelelahan memakai heels..mungkin begitu tajuk yang akan keluar di portal berita online jika ada paparazi yang melihat aksinya itu.


Dia baru masuk ke ruang tamu kediaman Emmanuel, ketika satu suara menghentikan langkahnya.


"Ternyata tingkahmu tetap sama, meski berstatus putri"


Deg,


Jantung Ve langsung bermaraton ria. Suara itu, suara yang sangat ia rindukan hampir dua bulan ini. Tidak mungkin kan jika dia ada di sini.


***


Up malam cari vitamin dulu yooookk,



Kredit Instagram @ jk_ko.3291


Habis ini tetap tepar bang Hans,,


***