Princess's Handsome Bodyguard

Princess's Handsome Bodyguard
Aku Pakarnya!



"Aaarghhh"


Ve meringis ketika Adrian menarik paksa tangannya. Lantas menghempaskannya ke dalam kamar miliknya di apartement pria itu. Ve terhuyung hampir jatuh tersungkur.


"Sekarang katakan padaku! Apa yang ada dikepalamu sampai kau nekad masuk ke sana!" Tanya Adrian dengan emosi yang meluap-luap.


Emosi Adrian langsung meroket. Begitu Fao memberitahu kalau Ve berada di sebuah klub malam. Area CS. Adrian langsung mendobrak masuk kamar Ve. Memastikan kalau gadis itu benar tidak ada di kamarnya.


Adrian langsung melesat menuju ke tempat yang Fao sebutkan, begitu tahu kalau Ve tidak ada di kamarnya. Emosinya mencapai puncaknya ketika melihat Ve berada dalam kurungan lengan kekar seorang pria. Meski posisi mereka masih aman.


Adrian berusaha menetralisir emosinya. Sadar jika dia bisa saja membuat keributan saat emosinya sedang tidak terkontrol. Jika sampai terjadi keributan maka itu akan merugikan semua pihak.


Ketika pria yang ada dihadapan Ve semakin merangsek maju. Adrian pikir ini waktunya membawa Ve pulang. Bagi orang yang sering pergi ke klub malam. Mereka akan peka, bisa menilai mana orang yang biasa berada di tempat itu. Yang beberapa kali berada disitu. Bahkan yang pertama kali datang ke situ. Dan Ve jelas bisa jadi sasaran empuk para pria hidung belang di sana. Percayalah, ada banyak hal mengerikan bisa terjadi di klub malam.


Dan disinilah keduanya, setelah Adrian berhasil menyeret Ve pulang.


"Jawab aku Veronika!" Adrian berteriak.


Ve sampai berjengit mendengar Adrian berteriak padanya untuk pertama kalinya. Terlihat sekali jika Adrian berusaha keras untuk tidak berbuat kasar pada Ve. Dada pria itu terlihat naik turun dengan nafas memburu.


"Aku bertanya Veronika!" Ulang Adrian.


Ve hanya diam tertunduk. Dia tahu, dia sudah berbuat kesalahan. Menyelinap keluar dan pergi ke klub malam.


"Aku hanya penasaran" Jawab Ve lirih. Nyaris tak terdengar.


"Apa kau bilang?!"


"Aku hanya penasaran" Ulang Ve mulai berani buka suara.


"Apa yang membuatmu penasaran soal tempat seperti itu. Bukannya isinya sudah jelas. Alkohol, wanita seksi. One night stand. Kau bisa menemukannya disana!"


Ve langsung menatap wajah Adrian begitu pria itu mengucap ONS.


"Kenapa? Kau sudah melihatnya bukan? Itulah klub malam! Masih penasaran juga?"


Ve menatap tajam Adrian. Perkataan Adrian menegaskan seolah dia ada disana ketika Ve berada di klub malam.


"Apa kau ingin jadi bagian dari kehidupan malam itu? Tidak bukan?" Pancing Adrian.


Ve menggeleng cepat.


"Aku hanya penasaran" Ulang Ve lagi.


"Aku tanya bagian mana yang membuatmu penasaran? Jangan berputar-putar!" Bentak Adrian.


"Semua! Aku penasaran dengan semua yang ada di sana!" Balas Ve tidak kalah kerasnya.


Adrian menyeringai.


"Ve hanya ingin menjadi gadis normal seperti yang lainnya. Meski sekali, Ve ingin merasakan hal yang dialami gadis normal di luar sana. Ciuman, klub malam. Vodka. Whisky, tequila. Kencan....


"Jangan bilang juga jika kau ingin melalukan free ****!" Bentak Adrian.


"Tentu saja tidak!" Bantah Ve langsung.


"Padahal aku penasaran sekali" Batin Ve mulai gila.


"Aku bisa memberikan itu semua" Ucap Adrian.


"Ha?"


Ve melongo. Sedang Adrian merasa kesal sendiri. 22 tahun dan gadis itu masih penasaran dengan itu semua. Mark benar-benar otoriter pada Ve. Meski dia tahu itu untuk kebaikan Ve sendiri. Tapi bukankah itu bisa jadi bumerang untuk Mark. Dan lihatlah sekarang. Ve melarikan diri dari istana. Hanya untuk menjawab rasa penasarannya akan dunia di luar tembok istana.


"Apa maksud Kak Hans?" Tanya Ve.


Adrian merangsek maju. Ve reflek mundur. Tapi Adrian dengan cepat meraih pinggang Ve.


"Kau ingin berciuman? Aku bisa memberikannya untukmu. Bahkan jika kau ingin bercin...ta. Aku ahlinya" Bisik Adrian dengan wajah menyeringai penuh makna.


Ucapan Adrian seketika membuat Ve membulatkan matanya.


"Bukan...bukan begitu maksud Ve...Ve hanya mmpphhhtt...


Ucapan Ve langsung tenggelam ketika Adrian mendaratkan bibirnya di bibir Ve. Bibir yang sejak kemarin begitu menggodanya. Sesaat Ve jelas terkejut dengan tindakan Adrian.


Apalagi ketika pria itu, langsung melu*** bibirnya tanpa jeda. Membuat tubuh Ve panas dingin seketika. Adrian pelan meraih tengkuk Ve. Menekannya lembut. Hingga ciuman mereka terasa semakin dalam.


Tubuh Ve semakin tidak karuan ketika Adrian mengajarinya membelit lidah. Mulai melakukan French kiss yang merupakan pengalaman pertama bagi Ve. Pria itu ternyata begitu lihai dalam hal berciuman. Ya iyalah. Adrian kan tukang mukbang nikmat.


Ciuman itu semakin lama semakin panas dan menuntut. Apalagi ketika Ve mulai terbawa suasana. Dan perlahan bisa membalas ciuman Adrian. Semakin menggilalah Adrian.


Dia yang adik kecilnya lama tidak dimanjakan. Langsung merespon ketika gairah Adrian mulai naik. Mereka saling tatap saat Adrian melepas pagutannya. Memberi jeda untuk menarik nafas.


Tubuh Ve meremang seketika. Sesuatu dalam dirinya menginginkan lebih dari sekedar ciuman. Amarah Adrian menguap sudah berganti dengan gairah yang mulai membara. Awalnya Adrian hanya ingin membawa Ve pada pengalaman berciuman. Agar gadis itu tidak lagi penasaran dengan rasa ciuman.


Tapi Adrian yang lama tidak menyentuh wanita. Tubuhnya langsung bereaksi ketika Ve mulai membalas ciumannya. Bibir keduanya kembali beradu. Ve yang semakin penasaran dengan apa yang diinginkan tubuhnya. Serta Adrian yang jelas tahu apa yang dirinya dan Ve inginkan. Seolah mendapat pasangan yang klik. Keduanya terus bertukar saliva.


Pelan Adrian membuka jaket milik Ve. Dan gadis itu ternyata hanya memakai tank top didalamnya.


"Kau benar-benar memancing serigala di luar sana Ve" Batin Adrian yang kini mulai menelusuri leher jenjang Ve.


"Oh my, rasanya...." Batin Ve menggigit bibir bawahnya.


Merasakan sensasi yang belum pernah dia rasa sebelumnya. Belum pernah ada seorang pria yang menyentuh Ve. Adrianlah pria pertama yang menyentuh Ve.


Adrian semakin liar ketika dia berhasil melepas tank top milik Ve. Memperlihatkan kembali pemandangan yang beberapa waktu lalu sempat dilihatnya. Pria itu dengan cepat melepas penutup dada Ve yang berwarna hitam pekat. Melemparnya ke sembarang arah.


Lantas tanpa basa basi. Langsung melahap pucuk dada Ve. Ve langsung menjerit seraya menjambak rambut hitam Adrian. Adrian tahu ini pertama kali bagi Ve.


"Kak Hans..." Rengek Ve.


Sesaat Adrian menghentikan aksinya. Menatap dalam wajah Ve. Ingin tahu apa yang diinginkan oleh gadis yang sudah half naked itu.


"Katakan apa yang kau inginkan. Aku bisa mengabulkannya" Tanya Adrian lembut.


"Aku..aku...." Ve ragu untuk menjawab. Gadis itu kembali menggigit bibir bawahnya.


"Kau menginginkan lebih tapi kau takut?" Tebak Adrian.


Ve langsung mengangguk. Adrian tersenyum.


"Maka menikahlah denganku. Akan kutunjukkan nikmat yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya" Pancing Adrian.


"Kak Hans malah membuatku semakin penasaran" Gerutu Ve.


"Kau pikir aku tidak penasaran sama dengan dirimu?" Adrian balik bertanya. Merem*** pelan satu aset kenyal milik Ve. Membuat gadis itu melenguh.


"Kak Hans kan sudah biasa melakukannya. Buat apa penasaran" Cebik Ve kesal.


"Aku hanya sekedar making out dengan mereka. Tahu making out?" Tanya Adrian.


"Tahu" Ve menjawab cepat.


"Milikku belum pernah memasuki milik siapapun. Kecuali....kau. Jika kau menginginkannya kali ini" Ucap Adrian pelan menurunkan tangannya ke bawah.


"Kak Hans..." Ve menahan tangan Adrian yang mulai meraba pahanya. Meski masih memakai celana jeans. Tapi tetap saja rasanya membuat dada jedag jedug.


"Lihat kau belum bersedia, Ve. Jadi jangan berpikir untuk mencari jawaban atas rasa penasaranmu jika kau sendiri belum siap dan ragu" Balas Adrian.


"Tapi..."


"Menikahlah dulu. Dan aku jamin kau akan merasa siap setelahnya" Saran Adrian.


Pelan Adrian bangkit dari atas tubuh Ve.


"Pakai lagi VS-mu. Aku baru tahu underwearmu mahalnya minta ampun. Padahal ujung-ujungnya akan ku robek jika hanya menyusahkan" Ucap Adrian santai.


"Kak Hans..." Protes Ve.


"Apa? Memang seperti itu. Aku lebih suka kau naked. Tidak repot pakai acara buka-bukaan" Lagi ucapan Adrian membuat Ve melongo.


"Kak Hans benar-benar mesum!" Maki Ve.


"Alah memangnya kamu tidak. Masuk klub malam. Apa yang kau lihat disana. Orang berciuman. Bercinta di pojokan. Betul tidak?" Balas Adrian lagi.


Kali ini melangkah menuju kamar mandi. Dia harus menidurkan adik kecilnya.


Kembali Ve melongo mendengar hal itu.


"Bagaimana Kak Hans tahu?" Teriak Ve.


"Klub malam dan isinya. Tanyalah padaku. Aku pakarnya" Jawab Adrian mengunci pintu kamar mandi. Memulai ritualnya.


***


Nyari vitamin dulu 🤗🤗🤗



Kredit Instagram.com


Pakarnya klub malam, abang Hans 😍😍


****