Princess's Handsome Bodyguard

Princess's Handsome Bodyguard
KMB-Rencana Dimulai



2 bulan setelah pernikahan Ve dan Adrian, setelah kepulangan Lyn ke Indonesia. Sebulan sebelum usia Mark mencapai 28 tahun...


"Oh ayolah Kak. Mumpung Kakak terbang ke sana. Sekalian dianterin." Ve memohon pada sang kakak.


"Nggak Ve. Kakak tidak bisa mampir. Kamu tahu kan schedule Kakak padat?" Tolak Mark.


"Kan tugasnya bisa dishare ke yang lain. Ada Albert, Sebastian juga Fao. Mereka mau kok jadi pengganti buat Kakak."


Yang disebut namanya langsung mendelik. Mereka telah bersekongkol kali ini. Tapi tidak terang-terangan begini. Mark pasti curiga. Dan benar saja. Pria tampan langsung memicingkan matanya.


"Ada yang aku tidak tahu?" Tanya Mark.


"Soal apa?" Fao balik bertanya.


"Kalian merencanakan sesuatu?" Tanya Mark lagi.


"Chicken katsu ini benar-benar tidak bisa ditipu." Gerutu Albert dalam hati.


"Tidak ada yang kami rencanakan. Kami jelas sedang merencanakan menjebak Medusa. Tidak ingat." Jawab Fao asal.


Ucapan Fao langsung membuat Albert tercekat. Gara-gara ingin menjebak Hilda, sampai sekarang Serena tidak mau memaafkan dirinya. Memang salahnya sih menjadikan Serena sebagai obyek pelampiasan hasratnya karena pengaruh obat perang****. Hingga Serena harus menyerahkan keperawanannya pada Albert malam itu.


Albert menarik nafasnya pelan. Dua bulan ini dia seperti terpidana yang terkena hukuman. Hidupnya dihantui rasa bersalah yang tidak berkesudahan. Berbagai cara ia lakukan untuk mendapatkan maaf dari Serena. Tapi sampai detik ini. Wanita itu menatap dirinyapun tidak. Seoalah dirinya adalah noda yang benar-benar yang tidak dapat dibersihkan. Hingga satu-satunya cara untuk menghilangkannya adalah membuangnya jauh-jauh.


"Betul tidak Al?" Suara Sebastian membuyarkan lamunan Albert.


"Ahhh iya, iya kenapa?" Albert balik bertanya gelagapan.


"Wah kau melamun Al. Tidak biasanya kau melamun. Ada masalah?" Tanya Fao.


"Aku hanya pusing memikirkan penobatanmu." Jawab Albert asal.


Semua menarik nafas bersamaan. Benar, penobatan Mark adalah hal paling genting saat ini. Sebab Mark belum bisa membawa Lyn ke istana. Sedang calon satu-satunya hanya Hilda.


"Bagaimana Kak Lyn mau dengan chicken katsu. La wong habis nyium terus kabur tidak tanggung jawab." Gerutu Ve beberapa waktu sebelumnya.


"Maksudmu chicken katsu sudah mencium Lyn tapi tidak mau berkomitmen gitu?" Tanya Sebastian.


"Chicken katsu benar-benar pengecut. Bisa-bisanya nyium anak orang tapi tidak tanggung jawab." Tambah Fao.


"Aku bahkan sudah meniduri anak gadis orang. Tapi bukan aku yang tidak mau bertanggung jawab. Tapi dia yang tidak mau." Batin Albert pilu.


"Lalu rencanamu apa Nyonya Lee?" Tanya Fao.


Seulas senyum terbit di bibir Ve.


"Kau yakin dengan rencanamu?" Tanya Albert sedikit ragu.


"Kalian mau punya ratu Medusa?"


"Ogah!" Jawab ketiganya kompak.


"Kalau begitu bantu aku untuk memaksa chicken katsu itu. Semua akan beres jika kita mengikuti rencanaku." Ucap Ve yakin.


"Aku akan mengambil tugasmu selama kau pergi." Ucap Albert tiba-tiba.


"Yang benar. Tapi yang ini mengharuskan yang berhubungan dengan keluarga inti yang pergi." Mark menunjukkan undangan dari negara A.


"Aku yang pergi kalau begitu." Satu suara tiba-tiba menyahut. Dan itu suara Hans.


"Kau bersedia pergi menggantikanku?" Tanya Mark memastikan. Menatap Hans yang masih sibuk dengan laptopnya. Tapi masih menyimak perdebatan mereka.


"Katakan saja waktunya. Biar nanti di masukkan schedule oleh Iz." Jawab Hans kali ini menatap kakak iparnya.


"Oke aku akan membantumu kali ini kakak ipar." Batin Hans.


Menatap Ve yang berada di belakang Mark mengucapkan "I love you" tanpa suara. Membuat Hans mengembangkan senyumnya. Sedang yang lain langsung membuat gerakan ingin muntah bersamaan.


"Kalian benar-benar menjijikkan." Umpat Sebastian.


"Mereka benar-benar membuktikan ucapan mereka. Akan membuat kita baper dengan keuwuan mereka." Tambah Fao sambil berbisik.


Sedang yang diumpat langsung menjulurkan lidahnya.


"Yessss!!!!" Ve berteriak senang.


"Memangnya apa sih yang ingin kau berikan pada temanmu itu. Lagipula rumahnya di mana?" Tanya Mark.


"Ada deh. Itu barang berharga jadi Ve tidak mau mengirimnya lewat ekspedisi. Takut hilang. Rumahnya di Yogyakarta."


***


"Upahnya sayang." Ucap Hans sensual di telinga Ve.


Bukannya jual mahal. Ve malah langsung menyerang Hans dengan liar. Dan sesi panas keduanya langsung dimulai.


Dua bulan menikah membuat keduanya saling bucin. Masuk kategori akut malah. Ve sendiri semakin berpengalaman dalam hal bercinta. Semakin lama semakin membuat Hans kewalahan dan tergila-gila pada sang istri.


Hans secara resmi memegang dua warga negara. Prancis dan Negara M. Menghandle seluruh bisnisnya dari negara M. Meski seringkali dia harus terbang ke sana ke mari. Agar semua bisa dibawah kendalinya. Yang di Prancis masih dihandle sang Papa tapi yang di luar Prancis sudah di serahkan pada Hans. Dengan dibantu Iz dan Frans sebagai asistennya.


Untuk masalah rumit Hans sendiri yang menghandlenya. Sedang urusan yang lebih sederhana terkadang Iz dan Frans yang turun. Tapi tak jarang juga Ve ikut andil jika dirinya mampu dan tidak sibuk dengan urusan kerajaan.


"Lebih cepat sayang." Rengek Ve ketika Hans memacu dirinya dari belakang. Posisi favorit Ve selain women on top.


Hans menyeringai penuh arti. Mulai mempercepat hentakannya. Hingga tak lama keduanya secara bersamaan mencapai puncak.


"Kau memang menakjubkan, sayang" Puji Hans perlahan mendudukkan dirinya di sofa. Masih dengan keadaan naked. Tanpa malu. Dia duduk sambil mendongakkan kepalanya. Menikmati sisa-sisa percintaan mereka yang masih jelas terasa.


Ketika Hans mulai memejamkan matanya. Dia dikejutkan dengan aksi Ve yang malah melakukan bl** *** pada miliknya. Alhasil dia tidak jadi memejamkan mata. Pun dengan miliknya yang kembali terbangun.


"Sayang...." Suara sensual Hans membuat Ve menyeringai.


Lantas tanpa aba-aba naik ke pangkuan sang suami. Membuat penyatuan kembali. Dan langsung bergerak liar.


"Oh my Ve...kau benar-benar membuatku tergila-gila" gumam Hans ditengah desa*** keduanya.


Kembali malam itu dihabiskan dengan suara desah*** yang memenuhi kamar mewah Ve.


***


Mark menghembuskan nafasnya kasar. Dia keluar dari New Yogyakarta International Airport, ketika hari menjelang sore. Dia sengaja tidak membawa bodyguard banyak. Hanya Richard dan Marco yang mengawalnya selama di sini. Toh dia pikir dia tidak akan lama.


"Kalian kembali saja ke hotel dulu. Aku akan pergi ke sana sendiri." Ucap Mark. Berdiri di samping mobil Alphard yang akan dia gunakan menuju rumah teman Ve.


"Anda yakin, Tuan?" Tanya Richard memastikan. Jelas dia khawatir dengan keputusan Mark.


"Jangan khawatir. Tidak ada yang mengenaliku di sini. Fao mengontrol jejak digitalku. Tidak ada yang tahu ke sini." Jawab Mark memasang maskernya. Lantas memeriksa ponselnya. Meraih paper bag yang diulurkan oleh Richard.


"Jangan khawatirkan aku. Aku bisa jaga diri." Jawab Mark dari balik kemudinya.


Lantas melajukannya menuju tempat yang ditunjukkan di layar GPS.


"Dia meluncur ke lokasi. Rencana dimulai." Lapor Richard melalui ear piecenya.


***


Yang kangen sama mbak Ve..



Kredit Instagram @ zeunique..


Yang makin bucin dan liar...he he ....


Ma abang Hans,



Kredit Instagram @ ksndr_22


Yang makin tergila-gila sama sang istri...


***