Princess's Handsome Bodyguard

Princess's Handsome Bodyguard
KMB- Jelang Akad



Hari berganti. Ketika sang surya menampilkan sinarnya keesokan harinya. Pertanda hari baru sudah dimulai. Menggulung yang lama. Memupuk harapan baru. Melupakan yang buruk. Mencari kebaikan.


Sejak pagi di rumah Lyn maupun rumah Hanif sudah terlihat kesibukan yang tidak biasa. Beberapa warga sekitar turut membantu keluarga tersebut menyiapkan keperluan pernikahan Lyn. Meski dari segi konsumsi. Mark meminta Richard untuk mencari katering saja.


Acara akad baru dilakukan setelah makan siang. Dilanjutkan dengan sebuah pesta sederhana untuk menjamu warga sekitar juga sanak saudara.


"Aku deg-degan, Mbak" ucap Lyn.


"Semua calon pengantin juga begitu. Mbak dulu juga iya" jawab Rani sambil memangku Ega, putranya yang berusia 4 tahun.


Dia sudah mulai dimake up. Sebuah gaun pengantin sederhana terlihat disudut ruangan. Sempitnya waktu persiapan. Membuat Lyn memilih menggunakan gaun pernikahan ketimbang kebaya yang nantinya pasti akan ribet saat memakainya.


Mengabaikan ledekan dari Mira yang sejak kemarin tidak berhenti mengejeknya. Karena benar-benar kecantol dengan bule yang nongkrong di depan rumahnya.


"Siapa yang tahu kalau itu si chicken katsu beneran. Dan sekarang kita beneran mau nikah. Ha? Nikah?" Batin Lyn tidak percaya.


Di depan rumah Lyn. Sebuah tenda yang lumayan besar dengan dekorasi lumayan mewah sudah siap menjadi saksi bisu pernikahan dadakan Mark dan Lyn.


Hampir satu jam Lyn dimake up. Dan ketika dia selesai dimake up. Semua yang ada langsung berdecak kagum. Terpana akan kecantikan Lyn.


"Pantes saja tu bule termehek-mehek. Lihat saja, pengantin perempuannya cantiknya minta ampun. Gitu kok si Surti ngomong kalau anaknya lebih cantik. Ya cantikan Lyn kemana-mana" celetuk seorang tetangga.


"Lagian kalian lihat nggak perutnya Lyn langsing banget. Lihat kayak gitu mana mungkin Lyn hamil. Kalau beneran hamil pasti sudah kelihatan besar perutnya" timpal yang lain.


"Dasar si Surti mah iri aja. Nggak bisa lihat tetangga lebih dari dia."


Begitulah bisik-bisik yang terdengar sampai ke telinga Rani. Membuat Rani tersenyum senang.


"Enak saja ngatain Lyn hamidun duluan. Anak kamu tu yang suka jalan sama laki orang" Batin Rani.


Berbeda dengan suasana di dalam rumah yang sedikit memanas. Suasana di depan rumah Lyn. Atau tepatnya di dalam tenda pernikahan Mark dan Lyn, terlihat meriah. Apalagi ketika sebuah mobil berjenis Vellfire tiba-tiba berhenti di depan tenda itu.


Richard dan Marco langsung waspada. Namun kewaspadaan itu hilang berganti dengan senyum melihat siapa yang turun.


"Prin...Nona Veronika. Tuan Hans kalian datang?"Seru Richard bahagia.


"Tentu saja. Masak chicken katsu nikah kita nggak datang" Seloroh Ve. Yang mengenakan gaun terusan berwarna hitam.



Kredit Instagram @ zeunique


Sedang Hans yang turun sebelum Ve langsung menyapa Marco. Memintanya untuk menurunkan barang-barang yang ada di bagasinya. Pria itu nampak gagah dengan setelah kemeja hitam berbalut jas putihnya.



Kredit Instagram @ juungko0k.97


"Ini apa Tuan?" Tanya Marco.


"Orang sini bilang hantaran. Sudah turunkan saja. Kakakku itu pasti tidak menyiapkannya kan?" Tanya Hans.


"Sebenarnya Prince menyiapkan beberapa" Jawab Marco sambil menggaruk kepalanya.


Hans dan Ve saling pandang.


"Alah sudahlah turunkan saja semua. Anggap saja rezeki keluarga Lyn" Putus Ve pada akhirnya.


Dan kedatangan Hans dan Ve sontak menambah kehebohan pernikahan Lyn. Dimana semua orang langsung salfok dengan kecantikan dan ketampanan suami istri itu.


"Astaga seperti artis saja ya mereka itu" celetuk beberapa warga. Pak Hendro dan bu Tini juga terkejut dengan kedatangan Hans dan Ve.


"Saya Veronika adiknya chicken eh kak Mark" Ve memperkenalkan diri.


"Dan ini suami saya, Hans" Lanjut Ve yang langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Keluarga Lyn jelas tidak menyangka dengan kedatangan Ve dan Hans. Sebab Mark berucap mungkin tidak ada yang datang karena sang adik sedang sibuk.


"Hans, Ve kalian di sini?" Tanya Mark yang tiba-tiba muncul dari rumah Hanif.


Ve langsung menghambur ke pelukan sang kakak.


"Selamat ya. Tidak sia-sia kan rencanaku" bisik Ve.


"Selamat bro. Married juga akhirnya" Ucap Hans sambil memeluk Mark.


"Iyalah, masak kalah sama kalian" Seloroh Mark.


Dan semuanya tertawa.


"Mas, ini taruh mana ya?" Tanya Marco setengah terbata.


"Ini apa ya?" Tanya Hanif.


"Anggap saja hantaran dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan" Jawab Ve.


"La itu sudah" Jawab Hanif.Menunjuk ke sebuah meja yang penuh dengan barang-barang pemberian Mark.


"Ya anggap saja rezeki Lyn. Dapat dobel hantaran" Ucap Ve santai yang membuat semua orang melongo. Selain banyak. Barang-barang yang dijadikan hantaran adalah barang-barang mahal. Ada sepatu Jimmy Cho. Tas dari Hermes. Parfum dari Bvlgari. Sebuah gaun keluaran Versace paling baru. Yang paling menarik perhatian adalah set perhiasan berlian dari brand Cartier. Juga pakaian dalam dari Victoria Secret. Set make up dari Estee Lauder. Juga satu paket besar Belgian Chocolate.


Belum ditambah makanan lokal yang sengaja Mark dan Ve siapkan untuk kekuarga Lyn.


"Ini apa tidak berlebihan?" Tanya bu Tini saking tidak percaya dengan banyaknya hantaran yang diberikan Mark untuk keluarganya.


"Tidak Bu. Untuk kak Lyn bahkan kakakku rela memberikan dunia" Canda Ve. Yang langsung disambut gelak tawa semua orang.


"Sudahlah aku mau bertemu kak Lyn" Ucap Ve lantas mengikuti bu Tini masuk ke dalam rumah.


"Kalian darimana?" Desis Mark yang hari ini tampil sangat sederhana untuk hari pernikahannya. Pria itu hanya mengenakan jas hitam dan kemeja putih sebagai pakaian pernikahannya. Untuk seorang pangeran itu terbilang simple sekali.



Kredit Instagram @ seanaltemose


"Dari sana langsung ke sini"


"Semua lancar?"


"Absolutly yes. Jangan khawatir. Oh ya seriously mau pakai begini saja" Goda Hans.


"Ini sudah cukup heboh" Gerutu Mark.


"Yang paling simple untukmu sudah masuk kategori mewah untuk mereka." Jelas Hans. Dan Mark mengangguk setuju. Keduanya lantas berbarengan meminum air mineral yang Richard berikan.


Bersamaan dengan teriakan heboh yang terdengar dari dalam rumah Lyn.


"Sepertinya kita harus mulai terbiasa dengan kehebohan mereka deh" Seloroh Hans yang disambut senyum oleh Mark.


Didalam rumah. Ve langsung memeluk Lyn yang juga langsung heboh melihat kedatangan wanita itu.


"Astaga Ve kamu di sini? Kapan datang?"


"Wow Kakak, cantik sekali. Sebentar lagi bakal ada yang bucin nih" Ucap Ve,mengabaikan pertanyaan Lyn.


Lyn langsung tersipu malu mendengar ucapan Ve.


Detik berikutnya Ve sudah memeluk Rani. Ketika Lyn mengenalkannya. Ve senang sekali mendapat dua kakak perempuan. Plus Ve yang langsung bisa akrab dengan Ega. Anak Rani dan Hanif.


"Wah semoga cepat nyusul punya momongan" seloroh Bu Tini yang ikut nimbrung. Juga beberapa tetangga yang jelas kepo dengan besan dari keluarga Lyn.


"Doakan saja Bu. Meski Ve masih harus belajar banyak"


"Tidak masalah"


Kehebohan berhenti. Berganti dengan ketegangan ketika seorang wanita memberitahu kalau akad akan digelar sebentar lagi.


Bisa dibayangkan raut wajah gugup langsung terlihat di wajah Lyn.


"Tenang saja masih lebih gugup nanti malam" Bisik Ve di telinga Lyn.


Dan wajah Lyn langsung bersemu merah. Mengingat malam pertamanya dengan Mark nanti malam.


***