Princess's Handsome Bodyguard

Princess's Handsome Bodyguard
KMB- Mantu Model Begini



"Apa maksud Kakak, mas Fadly akan menjadikanku yang ketiga?" Tanya Lyn menatap tajam pada Mark. Mereka sudah ada di ruang tamu di rumah Hanif.


Awalnya Mark benar-benar tidak ingin mengganggu acara perjodohan Lyn. Tapi setelah Fao mengirimkan beberapa video pernikahan Fadly dengan dua wanita yang berbeda. Setelah dirinya menghubungi Ve kemarin sore.


Mark jelas merasa marah. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menikung Lyn kali ini. Enak saja aku satu saja belum jadi. Mau menjadikan Lyn yang ketiga.


Sejenak Mark terlihat menarik nafasnya panjang. Lantas meraih ponselnya. Lalu memberikannya pada Lyn.


"Password Kak...password" cebik Lyn kesal.


"Jarimu bisa membukanya." Jawab Mark pelan sambil meminum kopinya. Masih dengan wajah kepo dan penasarannya. Lyn mulai menyentuh ponsel Mark dengan jarinya.


Dan begitu dia berhasil membuka kunci layar ponsel Mark. Sebuah video langsung terputar otomatis. Lyn dan Rani langsung menutup mulutnya sambil menonton video itu.


"Astagfirullahal'adzim...untung kamu tidak jadi menikah dengannya Lyn." Seru Rani cukup shock.


Sedang Lyn langsung menatap Mark.


"Ini asli kan?" Satu pertanyaan itu yang meluncur dari bibir Lyn.


"Fao yang mendapatkannya. Kamu masih meragukannya?" Tanya Mark.


"Justru karena aku tahu ini Fao yang mendapatkannya. Siapa tahu Fao memanipulasinya agar aku percaya padamu." Selidik Lyn.


"Kalau begitu kau tanya sendiri padanya." Ucap Mark yang gantian sebal.


Sedang pak Hendro, Rani dan bu Tini hanya melongo mendengar perdebatan dua orang itu. Masih menģgunakan ponsel Mark. Lyn langsung menghubungi Fao.


"Heei ponselku..


"Ponselmu pasti kuotanya banyak." Cengir Lyn. Mark hanya bisa memutar matanya mendengar ucapan Lyn.


"Ya...Prince..."


"Aku bukan Prince-mu. Aku ratumu." Potong Lyn cepat.


"Wooh ada apa Lyn? Aku baru bangun."


"Bohong! Kamu baru mau tidur kan."


"Ya ketahuan. Ada apa sih gangguin orang malam-malam." Tanya Fao akhirnya.


"Bukti itu asli atau tidak. Jangan bilang kau memanipulasinya ya."


"Iishh kurang kerjaan banget sih. Itu asli yang mulia ratu. Kamu lihat berapa? Satu?Ada dua tahu videonya. Dan aku jamin asli. No editan, no manipulasi." Jawab Fao serak.


"Jadi benar dia sudah punya istri?" Tanya Lyn pada Fao.


"Iya..dua lagi."


"Ha? Yang benar?"


"Isshh jangan menggangguku kalau tidak percaya."


"Bukan begitu Fao...


"Sudah cepat menikah dengan Chicken katsu. Dan cepat pulang. Baru dua hari pergi. Kerjaan kami menumpuk. Belum lagi Hans yang sudah seperti Azlan, ngamuk aja dari kemarin." Ucap Fao panjang lebar.


Lyn sejenak menatap Mark.


Benar, Mark bukanlah orang yang senggang waktunya.


"Berapa lama waktumu?" Tanya Lyn setelah menutup panggilannya dengan Fao.


"Satu minggu. Plus minus dua hari. Hans memberiku waktu segitu." Jawab Mark menatap wajah Lyn.


"Dia harus menggantikanku ke negara A hari ini dan besok. Sedang urusan lain dihandle mereka." Lanjut Mark.


Tiga orang yang lain nampak bingung mendengar percakapan Mark dan Lyn. Hening sejenak.


"Pak bisa tidak dipercepat nikahnya. Waktu dia cuma seminggu. Kerjaannya nunggu."


"Maaf Pak bukan maksud saya untuk memaksa. Tapi saya memang bermaksud melamar sekaligus menikahi Lyn" Ujar Mark memperjelas.


Mereka jelas terkejut. Belum habis rasa terkejut mereka atas ulah Fadly yang ternyata sudah beristri dua. Sekarang, si calon mantu sultan minta dinikahkan secepatnya.


"Tapi waktu untuk mengurus ke KUA perlu dua minggu setidaknya. Apalagi ini kawin silang...ehhh nikah antar negara." Jawab pak Hendro.


"Soal itu tidak masalah. Jika bapak dan ibu setuju lusa kami bisa menikah"


"What??!!!" Lyn hampir berteriak.


"Memang bisa? Kalau Lyn setuju. Kami tidak masalah. Daripada dia nikah sama si tukang koleksi istri." Gerutu pak Hendro.


"Bagaimana Lyn, kamu?" Tanya Rani. Lyn menatap bapak, ibu juga Rani bergantian.Berakhir pada mata biru Mark. Menarik nafasnya pelan.


"Bismillah.. Oke kita menikah lusa. Tidak perlu pesta. Yang penting bisa sah negara dan agama." Ucap Lyn.


"Alhamdulillah.." Bisik pelan pria itu. Sambil menatap penuh cinta pada Lyn yang juga tersenyum menatapnya.


"Kalau begitu bapak akan mengurus surat-suratnya ke KUA biar cepat bisa diproses."


"Oh soal itu bapak tidak perlu khawatir. Berikan saja berkas Lyn padaku. Masuklah."


Lyn langsung menoleh ke arah pintu. Dimana Richard berdiri.


"Richard... kamu disini?"


"Selamat pagi, Nona. Lama tidak bertemu. Iya Nona mengawal tu..." Menunjuk Mark dengan dagunya. Mau menyebut Prince tidak berani.


"Ohh...sama siapa? Serena?" Tanya Lyn.


"Marco Nona, Serena kan punya Prin ....eh Veronika" Hampir Richard keceplosan. Jika saja Mark tidak memperingatkannya.


Tak lama pak Hendro dan bu Tini datang membawa berkas-berkas milik Lyn. Cukup terkejut melihat Richard. Bule lain yang berdiri di depan pintu rumah Hanif.


"Ini berkasnya. Itu siapa?" Tanya pak Hendro.


"Richard. Pengawal saya. Dia yang akan mengurus semuanya."


Pak Hendro langsung menatap Richard seolah tidak percaya pada bule tinggi besar itu.


"Jangan khawatir pak. Dia akan mengurusnya dengan baik. Pernikahan kami akan sah di mata hukum, negara dan agama. Juga diakui di hukum internasional." Jelas Mark menenangkan.


"Jangan permainkan anak kami, nak Abi." Bu Tini berucap pelan.


"Tidak akan Bu. Saya benar-benar mencintainya. Bahkan saya mencari cukup lama untuk bisa bertemu Lyn. Saya tidak akan menyia-nyiakannya. Saya berjanji..Insyaallah".


Dan ucapan Mark membuat bu Tini terharu.


"Sarapan dulu." Sela Rani tiba-tiba. Dan Mark hanya bisa menarik nafasnya. Kali ini kejutan apa lagi yang akan di sajikan oleh keluarga iparnya itu.


"Ini apa?" Tanya Mark.


"Nasi uduk atau nasi lemak kalau Malaysia." Jawab Lyn sambil nyengir.


"Aduh berapa banyak lemak yang kutimbun dari kemarin. Mana nggak bisa ngegym di sini." Batin Mark mulai menyantap makan paginya. Mau bagaimana lagi, jika rasa lapar sudah menyapa. Ya makanlah obatnya.


"Ya...Rich...hening sejenak....sebentar aku tanyakan."


"Lusa bisa, tapi setelah jam makan siang apa tidak masalah?" Tanya Mark.


"Tidak masalah." Jawab pak Hendro setelah menatap sang istri.


"Tidak masalah..Rich. Dan carikan sekalian yang aku mau. List menyusul" Ucap Mark lagi sambil menyandarkan tubuhnya di kursi makan. Menatap tajam pada Lyn.


"Lusa dan kamu akan menjadi milikku." Batin Mark menatap wajah cantik Lyn.


"Ada masalah?" Tanya pak Hendro.


"Mereka perlu mencocokkan data itu saja" Jawab Mark singkat.


"Oh ya Lyn, kamu mau pernikahan seperti apa? Aku bisa mewujudkannya." Tanya Mark.


"Tidak perlu. Yang penting sah negara dan agama." Jawab Lyn.


"Ini bukan untukmu sebenarnya. Tapi untuk bapak dan ibu. Sebab menikahkanmu akan menjadi hal terakhir yang mereka lakukan untukmu. Tidak inginkah kamu membuat nama mereka baik di mata semua orang. Karena bisa menikahkanmu dengan pesta yang meriah. Menunjukkan kalau mereka mampu membuat putri satu-satunya, menjadi gadis yang paling bahagia di saat terakhir sebelum kamu mengabdi pada suamimu"


Dan ucapan Mark mampu membuat bu Tini berurai air mata. Dimana coba dia bisa mendapat mantu model begini. Mencintai putrinya. Memikirkan nama baik mereka. Bahkan ketika yang lain sibuk dengan urusan receh soal pernikahan. Tapi Mark lebih memperhatikan sisi psikis dari calon mertuanya.


Sedang Lyn langsung tidak bisa berkata-kata.


"Benarkah pria ini yang benar-benar akan menjadi suaminya." Batin Lyn menatap Mark. Sang calon suami.


***


Oke setelah ngubek-ngubek Pinterest, Insta, tanya mbah Goo...akhirnya visual Lyn aku jatuhkan pada ni perempuan...Jangan tanya gambar yang lain..nggak tahu bisa nemu lagi apa nggak..



Kredit Pinterest.com


Ademnya aku lihat mbak Lyn..


Dan kembali setelah mengubek-ngubek situs pencarian..visual Mark aku jatuhkan pada Sean Altemose...mau pakai Nick Bateman sama Don Mosimo Torricelli aku pikir mereka terlalu macho banget...aku cari yang ada sisi lembut di wajahnya biar masuk ke karakter Mark yang sayang adik dan sayang istri. Disamping karakter tegas yang ia punya..



Kredit Pinterest.com


Semoga kalian suka...kalau nggak ...ya silahkan menghalu dengan visual masing-masing...oke readers selamat berhalu berjamaah....


***