
Terdengar ketukan di pintu. Rose segera membukanya. Namun detik berikutnya. Tubuh Rose langsung ambruk di lantai.
"Rose....
Teriak Rena. Membuat Lyn langsung berlari ke arah tubuh Rose. Diikuti Rena. Namun dua perempuan itu kembali melangkah mundur.
"Siapa kamu?" Tanya Rena berdiri di depan Lyn. Wanita itu berusaha menghubungi bantuan melalui ear piece-nya. Namun pria berwajah bule itu. Perlahan mendesak masuk. Lalu secepat kilat menempelkan sesuatu seperti plester berbentuk bulat di punggung tangan Rena. Dan dalam hitungan detik. Tubuh Rena juga ikut ambruk seperti Rose.
"Apa yang kau lakukan padanya?" Teriak Lyn.
"Rena...Rena....bangun!" Lyn berusaha membangunkan Rena. Takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada bumil itu. Pria itu sejenak bergeming. Lantas menarik tangan Lyn.
"Lepaskan aku!" Pekik Lyn. Pria itu tidak bersuara sama sekali. Pria melakukan hal yang sama dengan yang dia lakukan pada Rose dan Rena. Sejurus kemudian, tubuh Lyn langsung terhuyung. Pandangannya mulai kabur. Seiring dengan kesadarannya yang mulai hilang.
Ketika mata Lyn mulai terpejam. Dan tubuhnya mulai ambruk ke lantai. Seorang pria masuk. Menahan tubuh Lyn. Lantas menggendongnya. Membawanya keluar dari ruangan itu. Berjalan cepat menuju arah tangga darurat. Bersamaan dengan pintu lift yang terbuka. Dimana pengawal bayangan langsung berlari keluar.
***
"Bisa melacaknya?" Tanya Mark. Dia begitu cemas mendapat laporan jika Lyn menghilang di kamar VIP gedung pariwisata.
Fao menggeleng.
"Ooh sh***!!" Mark mengumpat untuk pertama kalinya.
"Aku tidak dapat melacak GPS cincin pernikahan Lyn dimanapun"
"Yang benar saja" Ucap Sebastian.
Hening sejenak. Keheningan buyar ketika Albert masuk.
"Bagaimana Rena dan bayinya?" Tanya Mark.
"Mereka baik-baik saja. Jangan khawatir. Itu obat bius dosisnya lumayan tinggi. Tapi ini jelas produk baru. Tanpa jarum. Hanya seperti plester saja.Tapi bisa menyerap kesadaran orang." Jawab Albert.
"Apa Rena bicara sesuatu"
"Dia hanya mengatakan. Seorang pria masuk lalu menempelkan alat itu. Dan selanjutnya dia tidak sadarkan diri"
Hening sejenak.
"Dugaanku mengarah padanya" Ucap Fao terus mengulik laptopnya.
Sementara itu, K terus menatap wajah Lyn yang tidak sadarkan diri. Wanita itu terbaring di sebuah ranjang mewah. Pria yang membawa Lyn adalah K. Cantik dan mempesona....satu kalimat untuk menggambarkan wajah wanita yang sama sekali tidak bergerak. Akibat pengaruh obat bius.
"Akhirnya hari ini datang juga. Kamu akan menjadi milikku" Bisik K lirih.
Pria itu lantas naik ke atas ranjang. Dibelainya lembut pipi Lyn. Semua yang ada di wajah Lyn nampak begitu sempurna di mata K. Hingga pandangan K berhenti di bibir ranum Lyn. Bibir yang senyumnnya selalu dinikmati oleh banyak orang di luar sana. Tapi kali ini bibir itu akan jadi miliknya.
Perlahan K mendekatkan wajahnya ke wajah Lyn. Sejurus kemudian, K telah melabuhkan bibirnya di bibir Lyn.
"Bahkan bibirnya saja bisa membuat tubuhku berga****"
Pelan K mulai melu**** bibir Lyn. Menikmati rasa manisnya untuk beberapa waktu.
"Pantas saja Mark bisa ketagihan dibuatnya. Rasanya benar-benar luar biasa"
K memejamkan matanya sembari terus memagut bibir Lyn. Hingga dering ponsel mengganggu kesenangannya.
"Siapa yang berani menggangguku?" Teriaknya marah. Sambil meraih ponsel dari atas nakas. Sementara dirinya sudah melepaskan kancing kemejanya. Memperlihatkan sedikit tubuh sempurna miliknya.
"Kembalikan dia dalam setengah jam"
Satu kalimat itu langsung terdengar di telinga K. Detik berikutnya matanya membulat sempurna.
"Sial!" Makinya.
"Balistik ini akan aku arahkan ke gudang senjatamu jika dalam setengah jam dia tidam kembali"
K jelas hanya bisa mendengus geram. Gudang senjatanya baru diloading dengan barang dagangan terbaru. Dan orderan sudah banyak yang masuk.
"Max..suruh dia masuk!" Perintah K berikutnya. Sejurus kemudian pintu terbuka. Dan masuklah Andreas.
"Lakukan sekarang!" Perintah K. Andreas jelas terkejut melihat siapa yang terbaring di ranjang.
"K..apa kau serius? Ingin memiliki anak dari dia. Dia adalah..
"Ratumu...ya aku menginginkan anak darinya. Pilihanku tepat bukan?" Ucap K sambil menyeringai.
"Tepat sih tepat. Siapa yang meragukan kualitasnya. Tapi ini masalahnya kau cari masalah dengan negaraku"
"Selama kau diam. Tidak ada yang tahu kalau dia hamil anakku. Orang akan tahu dia hamil anak suaminya. Saat dia lahir nanti aku akan langsung mengambilnya"
"Kau benar-benar gila K" maki Andreas.
"Lakukan sekarang dan tutup mulutmu. Atau adikmu akan jadi mayat besok. Tentu saja setelah aku nikmati dulu tubuhnya. Adikmu masih perawan kan?" Ancam K dengan wajah devilnya.
"Kau benar-benar...
"Lakukan sekarang atau aku akan meminta Matt membawanya ke sini sekarang juga!"
"Matt, ya dia sudah berada di sana. Sedang mengobrol adikmu yang manis itu. Atau aku suruh Matt saja yang meniduri adikmu" Lagi uncaman K benar-benar membuat Andreas mati kutu. Padahal dia sudah memindahkan apartement sang adik ke tempat yang mempunyai pengamanan tingkat tinggi.
"Waktumu lima belas menit" Ucap K. Membuat Andreas mau tidak mau, terpaksa melakukan permintaan K.
"Maafkan aku, Yang Mulia Ratu"
"Pastikan prosesnya berhasil dan dia bisa mengandung anakku"
Andreas hanya bisa menelan ludahnya kasar.
"Aku harap Anda sudah hamil Yang Mulia. Dengan begitu pembuahan ini tidak akan berhasil"
Doa Andreas mulai melakukan inseminasi buatan pada Lyn.
***
Mark berlari memasuki sebuah rumah sakit di wilayah selatan. Dimana sang istri dirawat.
"Dia ditemukan" Fao berucap. Menatap lurus pada Mark.
"Dimana dia?" Tanya Mark pada Dave yang sudah lebih dulu sampai mengkonfirmasi keberadaan Lyn.
"Silahkan, Your Highness" Ucap Dave sambil membukakan pintu.
Mark langsung menyeruak masuk. Dilihatnya dokter Lawrence sudah ada disana.
"Bagaimana keadaannya Lawrence?" Tanya Mark panik.
"Keadaannya baik. Tidak ada luka apapun. Bahkan lecetpun tidak ada" Jawab Lawrence heran.
Mark langsung mengerutkan dahinya.
"Kau yakin?" Tanya Mark.
"Dua kali aku memeriksanya Your Highness" Jawab Lawrence.
Mark mencebik kesal. Dia tahu panggilan itu hanya untuk meledeknya.
"Lalu kenapa dia belum bangun?"
"Obat bius. Dan cukup tinggi dosisnya. Dia sudah tidur lebih kurang dua jam. Mungkin sebentar lagi akan bangun"
***
"Ada apa kau ingin bertemu?" Tanya Lawrence kesal pada pria tampan yang duduk di depannya. Pria itu tersenyum, membuat hati Lawrence semakin kesal. Karena senyuman Andreas membuat wajahnya semakin terlihat tampan.
"Oh ayolah baby, itu sudah berlalu lama. Aku dijebak waktu itu"
"Dijebak? Tapi yang aku lihat kau sangat menikmati saat ja**** itu bergerak diatas tubuhmu. Kau menjijikkan Andreas" Cebik Lawrence kesal.
Andreas dan Lawrence adalah sepasang kekasih di masa lalu. Keduanya sudah bertunangan.Tinggal menunggu hari pernikahan mereka. Tapi perselingkuhan Andreas dengan temannya sendiri, membuat hati Lawrence hancur.
Bagaimana tidak hancur? Dengan mata kepalanya sendiri, Lawrence melihat bagaimana Andreas mende*** nikmat saat perempuan itu bergerak liar di atas tubuh calon suaminya.
Hari berikutnya Lawrence langsung melemparkan cincin pertunangannya ke wajah Andreas. Dan memutuskan pertunangan mereka. Membatalkan pernikahan mereka. Juga memblokir semua akses Andreas pada dirinya.
Lawrence benar-benar kecewa pada Andreas. Sebagai pelampiasan kekecewaan dan kekesalannya, Lawrence memilih menjadi maniak kerja. Kerja pagi pulang tengah malam. Dia juga menerima tawaran Mark untuk menjadi dokter istana. Pekerjaan dengan gaji besar tapi resiko juga besar. Bersedia siap siaga selama 24 jam nonstop tidak peduli keadaannya.
"Cepat katakan! Aku tidak punya banyak waktu. Kau tahu jika kau tidak membawa nama ratu ogah aku bertemu denganmu brengsek!" Maki Lawrence.
Tiga tahun berlalu, tapi seakan selama itu Lawrence belum bisa memaafkan Andreas. Mendengar ocehan Lawrence, Andreas bukannya marah. Pria itu malah tersenyum.
Tiga tahun dan pria itu masih memiliki perasaan yang sama. Cinta dan rindu yang semakin besar justru semakin ia rasakan pada Lawrence.
"Jangan diam saja...be...
"Ssstttt, bisa tidak jangan memakiku sekali saja" Mohon Andreas.
Lawrence langsung diam. Melipat kedua tangannya di depan dada.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Lawrence.
"Kali ini tolong bantu aku. Lakukan permintaanku" Ucap Andreas sendu.
Dia harus memastikan kalau benih K tidak bisa tumbuh di rahim Lyn. Kalau tidak dia akan menjadi orang yang paling bersalah seantero negeri.
***
Kasih bonus pict abang Hans ah...
Kredit Instagram.com
Lagi texting siapa sih bang.....
***