Princess's Handsome Bodyguard

Princess's Handsome Bodyguard
KMB- Rencana Carlos



K menatap pada Lyn yang tertidur disampingnya.Di kursi penumpang. Mereka sudah berada di depan gerbang belakang kediaman Emmanuel. Ikutkan hati, K ingin membawa Lyn ke mansionnya. Tapi mengingat wanita disampingnya itu tengah mengandung. K tidak berani berbuat macam-macam. Apalagi Lyn terlihat begitu illfeel padanya.


Tidak berapa lama, Mark terlihat keluar dari gerbang itu. Wajahnya terlihat begitu marah. Bagaimana tidak marah. Dua kali istrinya bersama K dan dua-duanya Lyn kembali dalam keadaan tidak sadarkan diri.



Kredit Google.com


Abang Mark duh tatapan elu bikin author gak kuat...nggak kuat pengen senyumin kamu...awwww


Begitu K membuka pintu mobilnya. Mark langsung menghimpit tubuh K ke badan mobil.


"Hans, bawa dia masuk" Perintah Mark.


Hans yang berada paling belakang langsung bergerak. Membuka pintu lalu menggendong kakak iparnya. Sesaat K menatap Lyn yang tampak begitu nyaman dalam gendongan Hans. Perlahan menghilang disebuah pintu besar dimana Rose, Rena dan Ve sudah menunggu.


"Apa yang kau lakukan pada istriku?" Desis Mark.


"Aku tidak melakukan apa-apa. Aku justru menolongnya saat akan jatuh ke danau" Jawab K enteng.


"Kau bohong!"


"Tidak percaya? Tanyakan sendiri padanya nanti. Jika dia sudah sadar"


"Kau.....


Ucapan Mark terputus ketika Albert menepuk pelan bahu Mark. Mengganggukkan kepalanya. Memberi kode untuk tidak memperpanjang masalah ini. Setidaknya untuk saat ini.


Mark langsung melepaskan cengkeramannya pada leher K dengan kasar.


"Ingatkan padanya untuk tidak stress, juga berpikir yang aneh-aneh" Ucap K sambil menyeringai lantas berlalu dari hadapan mereka semua. Masuk ke mobil Bugatti Veyron hitam yang sudah menunggunya.



Kredit Pinterest.com


"Wooh dia mau pamer itu" Seloroh Sebastian.


Mark berdecih kesal. Keempatnya langsung masuk kembali ke kediaman Emmanuel.


"Bagaimana dia?" Tanya Mark pada Rose yang berjaga di depan pintu.


"Sepertinya sudah bangun, Your Highness" Jawab Rose sambil membungkuk.


Mark langsung melangkah masuk. Dimana dilihatnya Lyn yang tengah minum sambil bersandar di headboard ranjangnya.


"Apa kamu baik-baik saja, Ummi?" Tanya Mark cemas.


Lyn hanya menggeleng pelan. Pelan Hans, Ve dan Rena keluar dari kamar Lyn dan Mark.


Begitu mereka tinggal berdua. Airmata Lyn langsung mengalir.


"Tidak apa-apa. Kamu aman sekarang" Ucap Mark sambil mengusap pelan rambut Lyn. Dan sikap Mark justru membuat Lyn semakin merasa bersalah.


Perlahan Lyn turun dari ranjang. Duduk bersimpuh di bawah kaki sang suami.


"Ummi bangun, ini ada apa?" Mark jelas bingung dengan sikap Lyn. Sedang Lyn masih terus terisak.


"Biarkan seperti ini dulu, Abi...


"Tapi Ummi tidak pantas berada di bawah. Ummi pendampingku. Bukan pembantuku" Mark berusaha membawa tubuh Lyn berdiri. Tapi Lyn bergeming.


"Abi...dengarkan Ummi sebentar. Dengarkan apa yang akan Ummi katakan" Lyn menarik nafasnya pelan.


Dia sudah bertekad untuk menceritakan semuanya pada Mark. Dia ingin jujur dengan suaminya. Tidak ingin menutupi apa-apa lagi. Meski Lyn tahu kebenaran ini begitu menyakitkan dirinya juga suaminya. Dan mungkin akan berakibat buruk pada pernikahan mereka. Tapi Lyn tidak peduli. Dia ingin membagi semuanya dengan Mark. Terserah dengan akibatnya nanti.


Melihat wajah serius Lyn. Mark akhirnya menarik nafasnya pelan. Lantas membiarkan sang istri melakukan apapun yang dia mau.


"Abi...Ummi hamil"


Satu kalimat dari Lyn berhasil membuat Mark melongo. Terkejut hingga tidak mampu bereaksi pada ucapan Lyn.


"Apa itu benar?"


Lyn mengangguk.


"Alhamdulillah ya Allah...kau berikan kepercayaan kepada hamba untuk menerima amanatmu" Mark berucap syukur. Berulangkali mencium puncak kepala Lyn.


Jedeeeeerrr


Baru dilambungkan ke angkasa. Mark langsung dihempaskan kedasar bumi. Tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


"Maksud Ummi? Ummi selingkuh? Ummi hamil anak pria lain begitu?" Tanya Mark setengah mengguncang bahu Lyn.


"Ummi tidak pernah selingkuh. Ummi hanya pernah bercinta dengan Abi saja" Jawab Lyn sambil tersedu.


"Lalu bagaimana Ummi ragu anak siapa yang ada dirahim Ummi?" Tanya Mark dengan nada tinggi. Emosinya mulai naik. Sedang Lyn semakin tersedu.


"Abi ingat ketika Ummi hilang selama dua jam waktu itu. Ummi diberi obat bius. Ummi tidak tahu apa yang terjadi. Tapi belakangan Ummi tahu kalau waktu Ummi tidak sadar, dia melakukan inseminasi buatan pada Ummi"


"Whatt!! Inseminasi buatan? Pembuahan buatan?"


Lyn mengangguk. Mark menggeram marah.


"Dia? Apa kau tahu siapa dia?" Tanya Mark meski dia sudah menduga siapa orangnya. Mark hanya ingin mendengar langsung dari bibir Lyn.


Lyn diam.


"Apa dia yang mengantarmu tadi? Apa dia K?" Todong Mark.


Lyn mengangguk.


"Oh sh***!!" Mark langsung memukul udara di kosong dihadapannya.


"Maafkan Ummi, Abi. Ummi tidak bisa menjaga diri. Ummi kotor. Tidak pantas bersanding dengan Abi" Ucap Lyn sesenggukan.


Sedang Mark hanya bisa memejamkan matanya. Menahan seluruh amarahnya agar tidak dia lampiaskan pada istrinya. Dia perlu menenangkan diri. Dia perlu berpikir.


Mark berlalu cepat dari hadapan Lyn. Membanting pintu kamar cukup keras. Tidak peduli pada panggilan menghiba Lyn. Hati Lyn semakin teriris pilu. Dia tahu, dia sudah menyakiti hati suaminya. Dia sadar. Dia berhak menerima kemarahan sang suami. Bahkan mungkin kata cerai bisa saja dilontarkan Mark padanya.


"Maafkan Ummi Abi...maafkan Ummi" Ucap Lyn ditengah isak tangisnya. Dadanya terasa sesak. Bukan dia tidak sayang pada anak yang tengah dikandungnya. Tapi perihal siapa ayahnya yang masih tanda tanya. Membuat Lyn sedikit ragu untuk menunjukkan rasa sayangnya pada sang jabang bayi.


"Maafkan Ummi nak...maafkan Ummi" bisik Lyn lirih sambil mengusap pelan perutnya.


***


Carlos tersenyum penuh kemenangan. Ketika menerima kiriman foto dari anak buahnya.


"Akhirnya aku menemukan kelemahanmu K..ah salah kelemahan kalian berdua"


Carlos menyeringai.


"Awasi dia terus. Bawa dia padaku begitu ada kesempatan"


"Lalu kita bisa mengadu domba mereka berdua. Melihat mereka saling berperang karena seorang wanita" Batin Carlos.


Sejenak Carlos melihat foto di ponselnya.


"Dia cantik..memang cantik. Pantas saja kalian bisa saling baku hantam karena perempuan ini. Aku jadi penasaran seperti apa rasanya tubuh perempuan itu" Kembali Carlos membatin.


Carlos sempat tertangkap oleh K beberapa waktu lalu. Berhari-hari dikurung juga disiksa. Hingga timbul dendam yang semakin besar dihatinya. Bersumpah akan menghancurkan K bagaimanapun caranya. Kalau dia bisa lolos dari penjara bawah tanah milik K yang begitu mengerikan.


Hingga akhirnya setelah bertahan cukup lama. Dan berusaha, Carlos berhasil kabur dari neraka itu. Meski Carlos menderita luka yang cukup parah di tubuhnya. Tapi pria itu berhasil bertahan dan sembuh. Meski harus kehilangan satu jarinya karena hancur saat diinjak K. Jarinya terpaksa harus diamputasi karena sudah membusuk waktu itu.


"Kau akan lihat K. Bagaimana aku akan menikmati tubuh wanitamu. Lalu aku memotong satu jarinya. Agar kau juga bisa mendengar tangis kesakitannya"


Carlos menatap keluar jendela dari gedung markasnya.


"Sebentar lagi dendamku akan terbalas"


***


Bonus pict abang Hans ah..lama gak lihat jadi rindu...😁



Kredit Instagram @ juungko0k.97


Yang ini gak senyum aja udah bikin hati meleleh eaaaaa...


***