Princess's Handsome Bodyguard

Princess's Handsome Bodyguard
KMB- Akad Nikah



Mark tampak tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Lyn. Ketika wanita cantik itu mendekat ke arahnya. Datang dengan diapit oleh Ve dan Rani. Senyum cantiknya tak pernah lekang dari wajah yang sudah dirias begitu sempurna di mata Mark.


Sesaat dua mata itu kembali bersua pandang. Senyum di bibir keduanya mengembang sempurna.


"Mudahkanlah jalanku" doa Mark dalam hati.


Pelan Lyn duduk di samping Mark di kursi yang telah disediakan untuk akad nikah mereka.



Kredit Google.com


Kembali keduanya saling menatap. Hingga deheman dari Hanif membuyarkan keduanya.


"Ehemmm...tahan sebentar lagi ya Mister" Ucap pak penghulu. Hampir semua orang tergelak dengan ucapan pak penghulu. Mark langsung menggaruk kepalanya. Menatap Lyn malu.


"Oke berhubung Misternya sudah tidak sabar. Akad mari kita mulai. Setelah beberapa acara yang harus mereka lalui. Akhirnya sambil menjabat tangan pak Hendro.



Kredit Google.com


Mark melafadzkan kalimat kabulnya dalam sekali tarikan nafas. Dan yang mencengangkan, Mark meminta akadnya dilakukan dalam bahasa Arab. Plus mahar yang diberikan oleh Mark adalah seperangkat perhiasan berlian dengan berat hampir 30 karat. Membuat semua orang terkejut.


Harga jangan ditanya author gak tahu dan nggak nyari tahu 😁


Semua merasa terharu ketika keduanya sudah resmi sebagai sepasang suami istri. Ve dan Rani juga bu Tini bahkan mulai menangis ketika Mark memasangkan cincin berlian sebagai cincin kawin mereka.


"Akhirnya cincin ini benar-benar berada di jari pemiliknya"


Batin Mark menatap Lyn yang tengah mencium punggung tangannya. Sejurus kemudian pria bule itu mencium kening Lyn lama. Mark tampak enggan untuk melepas ciuman itu. Meski hanya di kening saja.


"Nanti di kamar ngelanjutinnya" Seloroh Hanif yang selalu saja jadi perusak suasana. Ve dan Hans langsung ngakak melihat muka kesal kakak mereka.


"Aku rasa chicken katsu ketemu batu sandungannya deh" Bisik Ve di telinga sang suami.


Acara selanjutnya adalah resepsi kecil-kecilan. Mereka duduk di pelaminan yang di dominasi warna coklat, putih dan sedikit bunga berwarna pink.



Kredit Google.com


Karena Mark hanya ada Hans dan Ve. Maka keduanya yang menjadi wakil keluarga Mark.


"Berasa kita yang nikahin chicken katsu" Kali ini Hans yang berbisik. Yang segera disambut tawa oleh Ve. Tanpa mereka tahu di luar sedikit terjadi keributan. Karena Fadly memaksa ingin masuk. Tapi Richard dan Marco langsung menghadang. Melihat dua bodyguard dengan wajah menyeramkan membuat nyali Fadly ciut. Lantas pergi meninggalkan rumah Lyn. Tidak jadi mengacau.


"Baru juga ketemu Richard sudah kabur. Belum juga ketemu tuan Sebastian" Seloroh Marco.


"La nggak tuan Fao kan dia jenderal perangnya" Sahut Richard heran.


"Tuan Fao terlalu imut untuk diletakkan digaris depan" Bisik Marco.


"Tuan Fao kau dengar itu?"


"Aku anggap itu pujian, Marco"


"Astaga dia mendengarku?"


"Dia tidak cuma mendengarmu. Tapi juga live streaming" Jelas Richard.


"Ha?"


Sementara di pelaminan. Mark tidak henti-hentinya menatap wajah Lyn. Istrinya terlihat cantik dengan gaun pengantin sederhana berwarna cream.



Kredit Google.com


Anggap aja bajunya Lyn kayak gitu ya guys...


"Eheemmm"


Mark langsung menatap tajam pada Hanif. Yang langsung memberikan kode "peace" dengan jarinya. Sedang yang lain kembali tertawa ngakak. Melihat wajah kesal Mark dan wajah tengil Hanif.


"Kak...aku rasa kak Hanif akan lebih membuatmu darah tinggi ketimbang urusan Hilda" Ledek Ve. Dan Mark langsung mendengus geram.


Rasa marahnya menguap ketika Lyn menyentuh pelan lengan Mark. Memberinya kode untuk tenang.


Resepsi itu hanya berlangsung dua jam. Selama itu banyak kamera ponsel yang mengambil gambar Mark. Yang memang sangat tampan.


"Tidak bahaya membiarkan mereka mengambil gambar Kakak?"


"Fao stand by diatas sana" Bisik Mark memberi kode kalau Fao yang menghandle urusan medsos.


***


"Kalian yakin akan langsung kembali?" Tanya Mark ketika melihat Hans dan Ve sudah bersiap di depan mobil mereka.


"Kita tidak mau pak tua itu curiga. Hilda saja sering wara wiri ke rumah. Bikin jengkel aja" Keluh Ve.


"Kerjai saja dia" Jawab Mark asal.


"Dia kan bukan siapa-siapa. Kalian tuan rumahnya" Tambah Mark.


"Terserah kalian"


Hans dan Ve langsung tersenyum jahil.


"Kita buat dia kapok datang ke rumah" Usul Ve yang langsung diangguki Hans.


Setelah itu mereka langsung berpamitan dengan keluarga. Dan berjanji jika ada waktu luang akan berkunjung.


Lyn hampir menangis ketika Ve sedikit menghiburnya.


"Kenapa nangis. Kan sebentar lagi kita akan berkumpul lagi" Ucap Ve.


Perlahan gadis itu mengangguk. Dan melepas kepergian Hans dan Ve untuk kembali ke negara M.


***


Malam menjelang.


"Kak mandi dulu" Lyn berucap ketika dilihatnya sang suami malah duduk di ruang tamu.


"Kamarmu?" Tanya Mark.


"Belum boleh" Seloroh Hanif yang kebetulan lewat.


"Aturan mana lagi coba. Kan kita sudah resmi menikah?" Tanya Mark.


"Aturanku lah" Jawab Hanif usil.


"Ah aturanmu tidak berlaku lagi. Lyn kan istriku sekarang" Protes Mark.


"Suka-suka akulah. Kan Lyn adikku" Jawab Hanif tidak mau kalah.


"Mas ini...


"Sudah to. Kok malah jadi anak kecil semua. Kayak Ega. Hanif sudah acara ngerjain adik iparmu. Nggak capek apa dari kemarin cuma ngusilin orang mulu" Gerutu bu Tini.


"Habisnya seru ngerjain bule ini, Bu" Jawab Hanif santai.


"Woo kalau bukan kakak ipar. Sudah tak pithes kamu" Gerutu Mark dalam hati.


"Sudah-sudah. Itu kamar Lyn nak Abi. Sudah boleh masuk kamar Lyn sekarang" Ucap bu Tini.


"Nanti kalau nggak keluar kamar lagi. Jangan diganggu ya." Jawab Mark jahil


"Wooo tak gangguing pokoknya" Ucap Hanif sambil menyeringai.


"Jangan harap!" Ucap Mark menggandeng Lyn masuk ke kamarnya.


"Ada kamar mandi nggak di sini?" Tanya Mark mulai melepas jas. Lantas mulai melerai kancing kemejanya.


"Ada di sana. Isshh kenapa pakai dilepas sih" Gerutu Lyn yang sebenarnya wajahnya memerah sekilas melihat tubuh kekar Mark.


"Mau mandi sayang. Memangnya kamu pikir mau apa? Kamu mau diunboxing sekarang?" Goda Mark.


"Isshh apaan sih?" Jawab Lyn menutupi rasa malunya.


Lyn berlalu ingin keluar dari kamarnya. Namun Mark menahannya.


"Apa lagi? Bajunya sudah tak siapin itu" Ucap Lyn menunjuk tumpukan baju milik Mark.


"Padahal aku berencana untuk tidak pakai baju habis ini" Lagi Mark menggoda Lyn.


"Kakak..." Rengek Lyn. Dan rengekan Lyn itu membuat Mark perlahan menarik tengkuk Lyn. Lantas dengan cepat melabuhkan bibirnya di bibir sang istri. Lyn jelas terkejut dengan tindakan Mark. Namum dia juga tidak bisa menolaknya. Mark adalah suaminya. Jadi dia berhak atas dirinya.


Pelan Mark mulai melu*** bibir sang istri. Sejenak dia melakukan hal itu dengan lembut. Hingga pelan, Lyn mulai belajar membalas ciuman Mark. Tak perlu waktu lama untuk keduanya saling berbalas ciuman dan sesapan. Mark dengan lihai mulai mengajari sang istri French Kiss. Saling membelit lidah untuk waktu yang cukup lama. Hingga akhirnya Mark mengurai ciumannya karena Lyn mulai kehabisan nafas.


"Aku mencintaimu Azlyn Maiza Khairunnisa" Ucap Mark sambil menatap dalam wajah Lyn.


"Aku juga mencintaimu Prince Mark Victor Emmanuel" Balas Lyn cepat. Tersenyum sambil mengusap lembut wajah sang suami.


Baru kali ini Lyn berani menyentuh wajah Mark. Pun dengan Mark.


"Ah sayang, jika tidak ingat berada di kamarmu. Akan kuterkam habis dirimu" Ucap Mark sambil merapatkan tubuhnya pada tubuh Lyn. Hingga tubuh keduanya saling menempel. Bisa Mark rasakan benda kenyal itu mendesak dadanya.


"Memangnya kenapa?" Tanya Lyn bingung.


"Kamarmu pasti tidak kedap suara. Nanti mereka bisa mendengar suara kita saat bercinta" Jawab Mark tersenyum mesum.


"Dasar mesum. Mandi sana. Bau tahu" Cebik Lyn kesal. Sedang Mark langsung berlalu ke kamar mandi. Merasa tubuhnya lengket juga gerah.


***


Nemu foto ini...duh jadi iri deh sama anak kecil itu...😢😢😫😫



Kredit Instagram.com


***