
Lawrence berjalan mondar mandir di kamar apartemennya. Berulangkali dia mengumpat kesal pada Andreas. Bagaimana bisa mantan tunangannya itu melakukan hal yang benar-benar tidak masuk akal untuk Lawrence.
"Andreas gila!" Maki Lawrence untuk yang kesekian kalinya. Lalu wanita itu menghempaskan tubuhnya ke atas ranjangnya. Menatap langit-langit kamar miliknya.
"Aku ingin kau memeriksa Yang Mulia Ratu hamil atau tidak saat ini"
"Kenapa?"
"Lakukan saja. Ini sangat penting untukku"
Lawrence menghela nafasnya dalam. Dia memang menerima permintaan pemeriksaan soal kesehatan Lyn tadi pagi dari Rose. Dan instingnya mengatakan kalau Lyn tengah mengandung. Tapi belum sempat dia memeriksanya, sang ratu dikabarkan hilang meski hanya sekitar dua jam. Kabar itu menjadi informasi internal tidak boleh dibocorkan ke publik. Dia saja jika Sebastian tidak memberitahunya. Dia juga tidak tahu.
Lawrence mengambil ponselnya. Menuliskan sebuah pesan. Melirik jam tangannya. Ada kemungkinan jika pesannya pasti dibalas.
Sesuai dugaannya, satu balasan masuk. Senyum Lawrence langsung mengembang begitu membaca pesan itu.
"Kau beruntung" Guman Lawrence lirih.
***
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Fao.
Mereka kembali berkumpul diruang kerja Mark.
"Lebih baik. Pada dasarnya dia tidak apa-apa. Dan tidak tahu apa-apa. Dia benar-benar membuat Lyn tidur dalam dua jam itu" Jawab Mark.
Fao diam. Hanya menatap lurus pada Mark.
"Ada apa? Apa kau mencurigai sesuatu?" Tanya Mark lagi.
"Tidak ada. Aku hanya heran apa motifnya menculik Lyn"
"Apa yang sebenarnya diinginkannya dengan menculik Lyn. Apa yang akan dia lakukan jika aku tidak mengancamnya menggunakan gudang senjatanya" Batin Fao.
Sementara itu Lyn yang sudah tertidur. Tiba-tiba bangun lagi. Rasa tidak nyaman terasa di perut juga area intinya. Apa yang sebenarnya terjadi padanya. Sayup-sayup dia mendengar kalau dirinya hilang lebih kurang dua jam. Dan ditemukan oleh seorang warga tergeletak di rerumputan di pinggiran kota.
Dia hanya ingat seorang pria bule yang meletakkan plester di punggung tangannya. Lalu dia tidak sadarkan diri. Tapi saat dia setengah sadar. Dia bisa mendengar seorang pria berucap "biar aku yang menggendongnya". Dan suara itu seperti tidak asing di telinganya. Juga aroma maskulin yang tercium hidungnya. Dia seperti pernah mencium aroma itu, tapi dimana.
"Apa ada yang tidak nyaman. Kau terbangun?" Mark bertanya sambil membaringkan diri di samping sang istri.
"Aku merasa tidak enak badan" Jawab Lyn singkat. Begitu dia memeluk Mark. Rasa tidak nyaman di perutnya berangsur menghilang. Aneh..rasanya tadi begitu tidak enak. Tapi sekarang...Lyn semakin mengeratkan pelukannya pada Mark. Mencium aroma tubuh Mark yang benar-benar membuatnya rilek.
"Oh iya Bi...aku membuat janji dengan Lawrence. Untuk membuat pemeriksaan"
"Lakukan saja jika menurutmu bagus" Jawab Mark.
Lyn langsung mengembangkan senyumnya.
****
Seminggu berlalu,
Lawrence tampak berjalan tergesa-gesa menuju sebuah ruangn VIP. Dimana, Andreas sudah menunggunya.
"Bagaimana?" Tanya Andreas antusias. Dia sungguh tidak sabar ingin mengetahui hasil medical check-up ratunya.
"Dia positif hamil" Jawab Lawrence singkat. Senyum seketika mengembang di wajah Andreas.
"Aku selamat. Ratu hamil putra raja"
Dengan begitu bisa dipastikan jika inseminasi buatan yang dia lakukan waktu itu gagal.
"Berapa usia kandungannya?" Tanya Andreas penasaran.
"Baru tiga minggu. Dan aku terpaksa menggunakan USG dari bawah. Untuk memastikan kalau ratu benar-benar hamil!" Dengus Lawrence kesal.
"Kau kalah K. Dia terlalu berharga untuk mengandung benihmu. Bahkan alam saja menentangmu" Batin Andreas.
"Sekarang katakan! Kau berutang penjelasan padaku! Aku bahkan harus membocorkan top secret ini padamu. Brengsek!"
"Kau benar-benar brengsek Andreas. Karena semakin aku berusaha melupakanmu. Semakin dalam cintaku padamu" Batin Lawrence.
"Baik ini juga top secret" Jawab Andreas. Lantas mulai bercerita. Dan satu pukulan mendarat sempurna di wajah Andreas. Andreas sendiri sama sekali tidak melawan. Menghindar atau menahan juga tidak. Dia tahu, dia salah.
"Kau gila! Brengsek...aaarrgghhhh"
"Apa yang ada di otakmu ha? Bagaimana bisa kau melakukan ini? Inseminasi buatan? Gila!! Kalian berdua gila!" Umpat Lawrence tidak berhenti.
"Aku tahu, aku salah. Tapi dia mengancamku menggunakan Monica bagaimana aku tidak kalah?" Andreas memberi alasan.
"Dan kau percaya begitu saja. Kalau Monica ada bersama mereka?"
"Kau tidak tahu siapa dia? Dia mafia paling kejam yang pernah aku tangani...
"Juga mafia paling aneh keinginannya. Oke-oke, Ratu memang jelas memiliki keunggulan dalam segala bidang. Tapi dia sudah menikah..dan si mafia itu bagaimana bisa malah memilih jadi pebinor. Sampai berpikir melakukan inseminasi buatan untuk memiliki anak dari Ratu. Gila bin aneh!" Umpat Lawrence.
Dada Lawrence sampai naik turun menahan amarahnya.
"Siapa namanya?"
"K dari Klan Black Chimaera"
Lawrence mendengus kesal.
"Kenapa kau tidak minta perlindungan ke keamanan?"
"Sebab aku tidak tahu jika calon ibu yang dia pilih adalah ratu. Tahu begitu aku pasti sudah menolaknya mentah-mentah!" Jawab Andreas dalam satu tarikan nafas. Dia juga kesal, asal Lawrence tahu.
Hening sejenak,
"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang?" Lawrence bertanya.
"Ya begini saja. Biarkan jika sudah sampai waktunya semua orang tahu kalau ratu hamil. Kita tahu jelas kalau itu putra King Mark. Sedang K...biar dia berpikir kalau itu anaknya. Setelah bayinya lahir.. aku yang mengantarkan sendiri bayi itu pada K" Rencana K.
"Dan kau akan mengorbankan bayi lain?"
"Setidaknya dia tidak akan kekurangan segalanya jika K mengadopsinya"
Hening sejenak. Keduanya sama-sama menarik nafasnya.
"Ini akan jadi sulit. Bagaimana jika K tahu kalau itu bukan anaknya" Bisik Lawrence.
"Aku tidak tahu. Aku bingung sekali sekarang"
"Kau yakin melakukan inseminasi buatan? Bukan dia yang menanam benihnya sendiri?"
"Aku yang melakukannya. Saat aku melakukannya. Vag*** ratu masih terasa kesat juga rapat. Tidak ada tekanan pada liang sen*****. K tidak menyentuhnya. Aku memastikan itu"
Lawrence bernafas lega. Dia tahu ratunya tipe setia. Apa yang akan dia lakukan jika tahu seseorang menyentuhnya saat dirinya tidak sadar. Lawrence saja bisa memilih bunuh diri jika hal itu terjadi padanya.
***
Lyn tampak sedang mengutak atik laptop milik sang suami. Mark sendiri membebaskan Lyn menggunakan semua barang-barangnya.
Dia hamil, satu hal yang dia tahu. Bahagia jelas. Jangan ditanya. Tapi ketika dia mendengar cerita selanjutnya. Dia jadi jijik pada dirinya sendiri.
Lyn kebetulan berada di restoran yang sama dengan Lawrence. Dia melihat Lawrence masuk ke ruang VIP. Dan dia mengikutinya. Ingin bertanya soal medical check up-nya.
Dia baru saja akan meninggalkan ruangan itu ketika mendengar suara pria dari dalamnya. Lyn pikir Lawrence sedang kencan. Jadi dia tidak ingin mengganggu. Tapi langkahnya terhenti ketika dia mendengar cerita soal dirinya saat tidak sadarkan diri.
Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Lyn. Bahagia karena dia hamil. Tapi marah, benci, jijik pada dirinya sendiri. Inseminasi buatan? Yang benar saja. Lyn pikir dia sapi apa? Sebab sang ayah selalu melakukan teknik inseminasi buatan saat sapinya sedang bi****.
Satu data dia dapat dari laptop Mark. Ketika dia menulis K dan Black Chimaera di kolom Search. Satu foto langsung membuat Lyn membulatkan matanya. Begitu tahu jika pria yang dua kali menemuinya adalah K, pemimpin klan mafia Black Chimaera.
Kredit Instagram @ shine17_lc
Shock, satu kata yang bisa menggambarkan perasaan Lyn sekarang. Dia jadi merasa tidak pantas untuk Mark saat tahu ada orang yang berusaha menyentuhnya tanpa dia bisa melindungi dirinya sendiri.
"Kau berani melakukan ini padaku. Kau benar-benar keterlaluan!" Maki Lyn begitu semua dia ketahui.
Kemarahan mulai merasuki hatinya. Dia merasa ditipu, dan dimanfaatkan oleh K. Pria yang dia pikir baik. Namun ternyata benar, pikiran Lyn waktu itu. K punya niat terselubung pada dirinya.
Lyn berpikir ingin menemui K. Ingin mendengar penjelasan dari bibir pria itu sendiri. Ya....dia harus menemui K. Tapi bagaimana caranya. Kebingungan sontak menyerbu kepala Lyn.
***