Princess's Handsome Bodyguard

Princess's Handsome Bodyguard
KMB- Modus Bin Mesum



Hans keluar dari kamarnya bersamaan dengan Mark yang juga keluar dari kamarnya. Melihat wajah sumringah Mark dan tidak adanya Lyn di belakangnya. Membuat Hans langsung bisa menebak kalau kakak iparnya itu baru saja menembus gerbang nirwana milik sang istri.


"Ehem...ada yang baru pecah telur nih" Ledek Hans.


"Diam kau!" Desis Mark.


Hans tertawa ngakak.


"Enak kan?" Goda Hans lagi.


"Alah kayak dia enggak aja" Ucap Mark sambil melihat sekelilingnya. Tidak ada Ve, sang adik. Berarti Ve masih tidur.


"Kami kan memang hampir tiap malam" Jawab Hans tanpa dosa.


Mark hanya mendengus kesal mendengar jawaban Hans. Namun hanya sebentar marahnya, karena detik berikutnya dia sudah mengulas senyum tipisnyà.


Teringat bagaimana panasnya pergulatan ranjang mereka semalam. Lyn benar-benar mampu memuaskan dirinya. Membuat Mark merasa ingin lagi dan lagi. Seolah tidak pernah cukup saat menikmati tubuh sang istri.


"Dia benar-benar bisa membuatku gila, juga ketagihan"


Sengaja Mark membiarkan Lyn tidur lagi. Bisa dia lihat bagaimana lelahnya wanita itu setelah melayani dirinya.


"Aihhh para pria saja yang turun? Para istri tidak sanggup turun dari ranjang kah?" Goda Sebastian yang kadang bisa menggantikan tempat Fao soal menggoda pangeran mereka. Meski tampang seram tapi selera kocak.


"Diam kau Tian!" Ancam Mark.


"Sudah unboxing jangan marah-marah dong" Tambah Sebastian.


"Terus kamu mau kita pamer gitu. Nanti kamu kepengen lagi. Susah cari partner buat kamu" Sahut Hans.


"Kenapa susah? Tinggal pergi ke klub. Pilih satu. Bawa ke kasur, langsung terkam"


"Lalu kamu dapat yang model Hilda. Idih ogah" Potong Albert cepat.



Kredit Pinterest.com


Kenalkan Albert Francoise


Semua tertawa. Kecuali Sebastian yang langsung mendengus kesal.


Sarapan pagi selesai. Ketiga pria itu pindah ke ruang kerja Mark. Setelah dilihatnya Lyn yang masih tidur.


"Jadi rencana kita akan seperti kemarin" Mark mulai bicara.


Kedua orang itu mengangguk paham.


"Nanti siang adalah shcedule-mu menghadapi para pemburu berita. Setelah Mahkamah Kerajaan menyetujui penobatanmu juga menerima Lyn menjadi ratu"


"Aku pikir mereka akan sedikit memberimu "drama"


"Aku pikir juga begitu. Tapi Alhamdulillah tidak"


"Ya, setelah itu kita harus menerima serangan dari The Problem"


"Kau benar, karena itu aku pikir akan sedikit melatih Lyn teknik bela diri. Dia akan selalu dikelilingi pengawal bayangan tapi semua perlu waktu untuk sampai ke sana jika tiba-tiba sesuatu terjadi. Setidaknya dia bisa bertahan sampai bantuan datang"


"Aku setuju denganmu. Istrimu belum dipublikasikan saja. Pebinornya sudah muncul" Seloroh Fao yang tiba-tiba saja sudah muncul di hadapan mereka.


"Siapa?" Tanya Albert dan Sebastian bersamaan.


"Adalah" Jawab Fao penuh misteri.


"Latihlah dia dan juga Ve mulai hari ini" Perintah Mark.


"Biarkan Serena dan Rose ikut bergabung" Usul Fao.


Semua mengangguk setuju.


"Tapi, hari ini tidak bisa. Dia pasti tidak bisa berjalan jika kau menggempurnya semalam" Ejek Fao.


Wajah Mark langsung memerah. Menahan malu.


"Kau lihat dia. Pakai acara malu saja"


"Sialan kalian!"


Dan meledaklah tawa mereka di ruang kerja Mark.


***


Lyn mulai menggerakkan tubuhnya. Dia masih berada dibawah selimut tebalnya. Dinginnya AC begitu terasa di kulitnya. Hingga perlahan dia mulai membuka matanya. Dan menatap ke arah tubuhnya sendiri.


"Astaga" Bisiknya lirih.


Begitu dia melihat dirinya yang masih tanpa pakaian.


"Aduuuh perih" Sambungnya lagi. Ketika dia berusaha menggerakkan kakinya. Miliknya terasa sakit dan perih. Seketika dia teringat bagaimana buasnya sang suami semalam. Juga stamina Mark yang begitu mengagumkan. Wajahnya memerah tiap kali melihat ekspresi Mark yang begitu puas tiap kali mencapai puncaknya. Juga ucapan cinta yang tak berhenti terucap dari bibir Mark sepanjang sesi panas mereka.


"Dia benar-benar perkasa" Lirih Lyn sambil tersenyum. Masih bergelung di bawah selimutnya. Lyn mengingat bagaimana Mark begitu pandai membawa dirinya terbang ke cakrawala.


"Jadi begitu nikmatnya orang bercinta. Pantas banyak yang ketagihan" gumam Lyn pelan.


Dia masih enggan untuk bangun tapi rasa lapar yang mendera memaksanya untuk bangun. Dia menatap ke sekelilingnya.


"Ummi sudah bangun?" Tanya Mark tiba-tiba sudah masuk dan berdiri di tepi ranjang.


"Abi ngagetin aja" Jawab Lyn gugup sambil merapatkan, menaikkan selimutnya sampai ke dada.


"Kenapa harus ditutupi. Aku sudah melihat dan merasakannya" Mark berucap tanpa malu.


"Iisshhh Abi jangan buat malu dong!" Cicit Lyn.


"Masak sama suami sendiri malu?" Goda Mark lagi.


"Ya malulah....kruuuuukkkkk


Mark tertawa mendengar bunyi perut Lyn. Sedang Lyn hanya bisa nyengir, malu.


"Ya sudah sarapan dulu" Membuat Lyn langsung menyembunyikan wajahnya dalam selimutnya.


Tak lama dua troli penuh makanan sudah datang.


"Letakkan saja di sana" Perintah Mark dari balik tirai.


"Yes, Your Highness"


Begitu para pelayan itu pergi. Mark menekan tombol di sisi kiri ranjangnya. Hingga perlahan tirai itu tergulung otomatis ke kiri dan kanan.


"Tidak perlu takut. Aku tidak akan membiarkan orang lain melihat tubuhmu. Hanya aku yang boleh melihatnya" Ucap Mark sambil membawa troli makanan mendekat.


"Makanlah. Setelah itu baru membersihkan diri" Ucap Mark mulai melepas jasnya.


"Abi sudah makan? Maaf tidak mengurus Abi pagi ini" Balas Lyn cepat.


"Sudah sarapan, tadi. Kan kamu sudah mengurusku semalaman" Jawab Mark sambil mengedipkan satu matanya.


Lyn kembali tersipu malu.


"Abi jangan membahasnya. Lyn malu" Gumam sang istri lirih.


"Oke-oke aku tidak akan membahasnya...tapi mengulanginya boleh? Ini mulai membuatku kecanduan" bisik Mark sensual di telinga Lyn.


Lyn langsung membulatkan matanya.


"Kenapa suaminya jadi mesum mode on begini ya" Batin Lyn menatap horor pada Mark.


Apalagi ternyata Mark sudah melepas tiga kancing kemejanya. Membuat dada bidang yang sudah halal untuk disentuh itu terlihat begitu menggoda. Sebab tidak Lyn pungkiri. Dirinya juga menyukai dan mulai ketagihan dengan sentuhan Mark.


"Malah diam. Makanlah akan kusiapkan air mandinya" Ucap Mark berlalu ke kamar mandi.


"Abi...aku bisa melakukannya sendiri" Teriak Lyn tapi Mark tidak mendengarnya.


Akhirnya Lyn hanya bisa menarik nafasnya pelan. Memilih untuk menghabiskan sarapannya. Sebab rasa laparnya terasa begitu menggila.


Mark keluar dari kamar mandi bersamaan dengan Lyn yang selesai meneguk habis jus jeruknya.


"Lezat sangat kah? Sampai makan seperti anak kecil begitu. Berantakan" Ejek Mark.


"Lapar banget Abi. Ngomong-ngomong jus jeruknya enak"


"Benarkah? Aku bisa mencicipinya kalau begitu" Ucap Mark sambil mendorong jauh troli makanan Lyn.


"Sayang sudah habis" Cengir Lyn.


Mendengar hal itu. Mark langsung duduk di tepi ranjang. Menarik tubuh Lyn yang masih berbalut selimut. Lantas mencium bibirnya. Sedikit ******* dia berikan. Lyn ingin mendorong dada Mark menjauh. Tapi pria itu sudah menahan tangannya terlebih dahulu. Membuat Lyn tidak bisa mencegah Mark untuk menikmati bibirnya pagi menjelang siang itu.


"Benar ...jus jeruknya enak sekali" Ucap Mark setelah melepas ciumannya pada Lyn.


"Modus bin mesum" Kesal Lyn. Dan Mark hanya bisa tertawa. Melihat kekesalan Lyn. Meski ia tahu. Istrinya itu juga menikmati brunch kiss mereka.


Ya, begitulah perempuan. Susah ditebak apa maunya. Susah ditebak jalan pikirannya. Tapi maunya benar terus. Mau di ngertiin terus.


"Mandi yuk" Ajak Mark.


Lyn menatap tajam pada Mark.


"Kenapa? Mandi bersama antara suami istri itu kan dianjurkan lo. Bisa dapat pahala lagi" Ucap Mark semakin membuat Lyn memicingkan matanya.


"Abi ini kok jadi modus bin mesum ya sekarang" Seloroh Lyn.


Dan Mark langsung tertawa mendengar perkataan sang istri yang menurutnya absurb itu.


***


Up malam biasa cari vitamin dulu. Padahal diatas sudah ada mas Al yang ngganteng...aduuuhhh bang Jason Lucas kenapa juga aku baru nemu foto kamu belakangan kalau enggak kamu yang jadi visual Mark....😫😫😫😫 nyesel tingkat akut...tapi okelah yang lalu biarlah berlalu 🤧🤧🤧


Mari kita nikmati vitamin b komplek favorit author...



Kredit Instagram @ juunko0o.97


Semoga vitaminnya tetep bisa bikin melek author....🤲🤲


****