Princess's Handsome Bodyguard

Princess's Handsome Bodyguard
KMB- Dasar Chicken Katsu



"Ada apa kau mencariku?" Andreas bertanya pada K yang malah diam. Tidak langsung menjawab pertanyaan Andreas. Pria itu terlihat sibuk menikmati angin laut yang menerpa tubuhnya.



Kredit Instagram @ shine17_lc


"Cepat katakan. Aku tidak punya banyak waktu." Desak Andreas.


Pelan, K berbalik.


"Aku ingin merealisasikan keinginanku waktu itu" Jawab K menatap dalam wajah Andreas.


"Kau menemukannya? Siapa?"


Andreas jelas tertarik dengan siapa wanita yang bisa menarik perhatian pemimpin mafia sekelas K. Mafia ini tidak akan melirik seorang wanita kecuali wanita itu benar-benar memiliki poin lebih dalam dirinya.


"Kau jatuh cinta padanya?" Lagi Andreas bertanya.


"Kata Max aku terobsesi padanya..ciiihhh" K berdecih kesal mengingat omongan Max.


"Lalu apa namanya jika bukan cinta. Bukan obsesi. Ok, kau semakin membuatku penasaran saja. Katakan siapa dia?" Tanya Andreas.


"Jangan terlalu cerewet An, atau kau ingin jadi sasaran tembakku? Aku sedang kesal!" K berubah moodnya.


"Wait...wait..aku ini dokter bukan sasaran tembak. Carilah penjahat di luar sana untuk kau jadikan sasaran tembak" Jawab Andreas asal.


"Aaa ide bagus!" Ucap K berubah lagi moodnya.


"Kau ini memang susah ditebak"


K hanya menyeringai mendengar ocehan Andreas.


"Jadi kapan kau menginginkan?" Tanya Andreas.


"Setelah penobatan raja kalian"


"Kau tidak ingin menanamnya sendiri?" Goda Andreas.


Hening sejenak. Bayangan wajah Lyn langsung terlintas di benak K. Bercinta dengannya? Sungguh hal yang patut dicoba. Pasti tubuh Lyn mampu membuatnya ketagihan.Meski selalu tertutup. Sekali lihat saja. K sudah bisa menilai kalau Lyn memiliki tubuh sempurna bak model. Dengan ukuran aset yang pasti sangat legit untuk dinikmati.


"Ah, sial membayangkannya saja membuat libidoku naik" Batin K memaki miliknya yang langsung terjaga hanya dengan membayangkan bercinta dengan Lyn.


"Akan aku lihat seberapa lama aku bisa membawanya keluar" Jawab K ambigu.


Yang langsung membuat Andreas memicingkan matanya. Menatap K penuh selidik.


"Siapa dia sebenarnya?"


K tersenyum.


"Hanya seseorang yang selalu berada dalam pengawasan tingkat tinggi. Siapkan saja bibitku"


"Kau benar-benar membuatku penasaran!" Teriak Andreas karena pria itu sudah berjalan menuju mobilnya. Dengan Max yang sudah menunggu.


***


"Apa Abi lelah?" Tanya Lyn ketika melihat sang suami masuk ke kamar mereka yang mewah.



Kredit Pinterest.com


Bukannya menjawab. Mark malah langsung mencium lembut bibir Lyn. Membuat wanita itu langsung memejamkan mata kala Mark mulai melu*** bibirnya. Sejenak keduanya terhanyut dalam manisnya ciuman mereka.


"Maafkan aku" Ucap Mark tiba-tiba.


"Untuk?"


"Menyeretmu dalam kehidupanku yang penuh dengan masalah dan tekanan" Jawab Mark menatap lembut wajah Lyn.


"Soal itu? Kadang aku juga berpikir kenapa aku mau menikah denganmu. Padahal hidupmu pasti isinya masalah saja. Tapi entahlah...aku menjawab iya saja saat Abi melamarku"


"Cinta padaku?"


"Cinta uangmu" Seloroh Lyn menoel hidung mancung Mark.


"Masak cinta uangku saja. Mana buktinya"


"Maksudnya?"


"Kalau kau cuma cinta uangku. Sejak hari pertama kamu jadi istriku kamu pasti sudah meminta black card padaku. Begitu sampai disini kamu pasti sudah shopping ke sana ke sini. Di sini banyak outlet juga butik ternama lo. Tapi nyatanya kamu cuma ngendon di kamar baca buku sama ngurusin bunga di belakang" Oceh Mark panjang kali lebar kali tinggi.


Lyn langsung nyengir mendengar ocehan sang suami.


"Habisnya mau beli apa? Wong semua sudah ada tinggal pakai doang. Banyak lagi. Aku mau ganti sepuluh kali sehari juga tidak bakal kurang baju. Sudah punya toko sendiri aku" Balas Lyn cepat.


Mark hanya mengembangkan senyumnya mendengar jawaban simple sang istri.


"Jika kamu sudah mulai menjalani kegiatanmu sebagai ibu negara. Kejadian tu kamu ganti baju sepuluh kali sehari" Jelas Mark.


"Masak sih?" Tanya Lyn.


"Kamu suka sekali kelihatannya?" Tanya Mark menatap penuh selidik pada sang istri.


"Bertemu banyak orang itu menyenangkan...


"Dan melelahkan. Juga menyebalkan" Gerutu Mark.


Lyn masih tertawa dalam pelukan Mark. Hingga bibir pria itu menyegel bibirnya.


"Mari melakukannya malam ini" Ucap Mark.


Hampir dua minggu mereka menikah. Dan Lyn masih perawan. Karena Mark terlalu lelah untuk mengunboxing dirinya. Biasanya Mark akan pulang hampir tengah malam. Saat Lyn sudah tertidur.


" Aku menunggunya. Tapi mandi dulu. Bau keringat" Usir Lyn. Mendorong Mark menuju kamar mandi setelah Lyn melucuti baju Mark. Menampilkan tubuh kekar sang suami.


"Jangan tidur dulu tahu" Pesan Mark sebelum masuk ke dalam kamar mandi.


Lyn hanya bisa menggigit bibir bawahnya. Bayangan sepasang manusia yang sedang bercinta langsung melintas di benaknya. Dia jadi penasaran seperti apa rasanya.


"Mesum!" Maki Lyn pada dirinya sendiri.


Setelah melakukan ritual mandinya. Juga melaksanakan kewajibannya. Mark mulai naik ke atas kasurnya. Menanggalkan piyama. Menyisakan boksernya saja. Awalnya Lyn melotot melihat kebiasaan tidur sang suami. Bukankah itu sama saja telan...jang. Namun lama-lama dia terbiasa sekaligus tergoda.


"Ummi..." Panggil Mark.


"Hmmm...


Lyn hanya berhmm ria. Masih asyik dengan bukunya.


"Isshhh apa menariknya sih melototin buku. Punya suami menggoda begini kok dianggurin" Cebik Mark kesal sambil merebut buku dari tangan Lyn.


"Eehh, ehh" Lyn memanyunkan bibirnya.


Mark terkekeh.


"Siapa tadi yang bilang dianggurin. Helloo situ sehat? Siapa yang nganggurin siapa?" Balas Lyn.


"Iya..deh iya. Aku yang nganggurin istriku yang cantik juga....seksi"


Blushhh,


Wajah Lyn langsung merona mendengar pujian dari Mark.


"Idih dia malu" Goda Mark.


"Abi...."


Lyn berteriak kesal sambil memukuli dada telanjang sang suami. Namun Mark sigap menangkap tangan Lyn. Memasukkan ke dalam mulutnya. Lantas menyesap lembut jari telunjuknya. Darah Lyn langsung berdesir ketika lidah hangat Mark menyapu jarinya.


"Bolehkah?" Tanya Mark setelah melepaskan sesapannya pada jari Lyn yang sukses membuat si empunya berantakan bahkan ketika belum diapa-apakan.


Mendengar ucapan Mark. Seulas senyum langsung terukir di sudut bibir Lyn. Melayani suami adalah kewajiban. Pelan Mark mencium kening Lyn. Sebait doa ketika akan menyetubuhi istri untuk pertama kali dia lantunkan dalam hati.


Pelan ciumannya turun ke hidung, pipi dan berakhir di bibir Lyn. Dimana dia menciumnya dengan intens. Pria itu mulai mencumbu tubuh sang istri.


Lyn menarik nafasnya panjang ketika Mark menjeda ciumannya. Sekilas Lyn bisa lihat jika mata Mark mulai dipenuhi kabut gairah.


"Abi....."


Rengek Lyn sambil mengusak lembut rambut Mark.


"Ya ampun, rasanya benar-benar membuatku lupa dunia" Batin Lyn sambil memejamkan mata menikmati setiap sentuhan yang Mark berikan.


"Abi sakit...."


"Astaga. Sempit sekali. Susah sekali ternyata" Batin Mark.


Sambil terus mencoba memaksa masuk. Sesekali mencium bibir Lyn agar istrinya itu sedikit teralihkan dari rasa sakitnya.


"Arrggghhhh"


Lyn berteriak tertahan. Ketika dirasakannya milik Mark berhasil memasukinya. Sebuah ciuman kembali mendarat di bibir Lyn.


"Jangan ditahan jika ingin mende***. Kamar ini kedap suara. Juga ranjangnya sangat kuat untuk kita bercinta setiap hari" Canda Mark berusaha membuat Lyn melupakan sejenak rasa sakitnya.


Lyn tersenyum mendengar candaan sang suami. Sekilas dia melihat tubuh Mark yang begitu sempurna dari bawah. Kekar, berotot. Dengan dada bidang dan deretan abs yang begitu menggoda untuk disentuh.


"Astaga, kalau begini caranya aku bisa ketagihan tiap hari. Lihat tubuhnya saja sudah ngiler apalagi...


"Malah melamun. Memikirkan apa?"


"Memikirkan habis ini mau ngapain?" Jawab Lyn sok polos.


"Alah sok polos kamu. Kamu pikir aku tidak tahu kamu dulu suka nonton film p**** sama Ve" Tuduh Mark. Pria itu sengaja belum bergerak. Membiarkan milik Lyn terbiasa dengan miliknya.


"Itu kan buat ngajarin dia..


"Tapi kamu ikut melihatnya juga kan?"


"Iya sih....aahhhh"


"Sekarang tidak boleh lagi. Kamu tidak boleh melihat pria lain selain aku? Paham?"


Lyn hanya mengangguk nurut. Dan berikutnya dimulailah sesi panas pertama bagi keduanya.


Ada ya malam pertama yang diselingi obrolan yang tidak nyambung dengan kegiatan mereka.


Ya, dasar chicken katsu!


****