Princess's Handsome Bodyguard

Princess's Handsome Bodyguard
KMB- Penjaga Tak Kasat Mata



Seminggu setelah trial hari itu. Fao benar-benar memenuhi permintaan Lyn untuk diajari menembak. Sedang untuk krav maga, Rose yang melatih Lyn.


Sesuai persetujuan dari Mark. Rose akan menjadi pengawal pribadi bagi Lyn. Sebab Serena sudah menjadi bodyguard Ve sejak dulu. Dan dia tidak ingin Serena terpecah konsentrasinya karena harus menjaga dua orang yang begitu penting bagi Mark.


Hari ini adalah hari pertama latihan menembak. Dimulai dari pengenalan beberapa jenis pistol. Lyn berusaha mengingat apa yang Fao ajarkan padanya.


"Pelan-pelan saja saat mengingatnya." Fao berkata. Dan Lyn mengangguk mengiyakan.


Pada akhirnya Lyn memilik Glock sebagai senjatanya. Meski dia juga dilatih menggunakan jenis pistol lainnya. Setelah sedikit pengarahan dari Fao. Lyn mulai praktek membidik sasarannya. Bunyi letupan peluru yang dilesakkan dari moncong Glock terdengar begitu memekakkan telinga. Meski Lyn sudah menggunakan penutup telinga.


"Bagaimana?" Tanya Rose yang baru saja datang.


"Mengagumkan. Aku baru mengajarinya tadi pagi. Dan semua tembakannya hampir tepat sasaran" Puji Fao.


"Dia juga hebat dalam krav maga. Dia murid tercepat dalam belajar yang pernah aku latih" Tambah Rose.


"Aku rasa Mark tidak salah pilih" Puji Fao lagi.


"Dia benar-benar cantik dan tangguh. Lembut juga anggun. Pantas saja K juga menginginkannya"


"Sstttt. Ini masih aku rahasiakan. Bahkan Lyn sendiri tidak tahu kalau itu K. Pemimpin klan mafia Black Chimaera"


"Aku pikir Lyn tidak peduli siapa dia"


"Dia tipe yang cuek. Orang itu baik ya dia baik"


"Yesssss!" Lyn berteriak senang. Tembakannya tepat sasaran. Fao dan Rose mengacungkan dua jempolnya kepada Lyn. Membuat wanita tersenyum.


***


Disisi lain. Wartawan tampak menyerbu ke arah Mark. Begitu melihat pria itu keluar dari sebuah gedung mahkamah kerajaan.


Mereka bertanya tentang beredarnya rumor yang mengatakan kalau Mark sudah menemuka Missing Bride-nya. Namun Mark hanya diam seribu bahasa. Mengikuti Albert dan Richard yang langsung masuk ke dalam mobil setelah petugas keamanan membuka jalan untuknya.


"Semua akan bertambah kacau mulai sekarang" Ucap Albert. Dan Mark mengangguk setuju. Perlahan Richard melajukan mobilnya. Setelah satu mobil didepannya membuka jalan. Dengan tiga mobil mengiringnya di kiri, kanan dan belakangnya.


"Pamanmu membuat masalah lagi" Info Albert.


"Masalah yang dia buat sekarang, aku masih bisa menghandlenya. Tapi yang aku takutkan adalah jika dia sampai menyerang Lyn, Ve ataupun Hans. Atau salah satu dari kalian. Aku begitu cemas jika mengingatnya" Mark berucap panik.


"Harusnya kau lebih khawatir jika K melakukan sesuatu pada istrimu" Ucap Albert.


"Aku heran apa yang dia inginkan dari istriku" Mark berucap sambil mengepalkan tangannya. Dia benar-benar geram ketika Fao memberitahunya kalau dia sudah menemukan siapa K. Dan lebih mengejutkan lagi ketika K dua kali menemui Lyn sebelum mereka menikah.


"Wajar saja kalau dia juga menginginkan Lyn. Dia terhitung wanita luar biasa...


"Jangan memujinya!" Ucap Mark tidak suka.


"Dengar dulu. Dia luar biasa bisa menghadapi kecerewetanmu yang kadang di atas batas" Lanjut Albert sambil tersenyum. Sedang Mark hanya bisa mencebik kesal.


"Apakah Medusa membuat ulah?"


"Kemarin iya. Dia datang dan Lyn sendiri yang mengusirnya. Kau mau tahu caranya mengusir Medusa? Tanya Albert.


Mark diam ingin mendengarkan cerita Albert.


"Dia datang ketika Lyn sedang didapur bersama koki. Dan kebetulan Lyn tengah memegang pisau. Dia dengan santai berkata "Kau datang ke sini ingin membantuku memasak atau mau ku masak?" Bisa kau bayangkan Medusa langsung lari tunggang langgang. Menghadapi wajah psycho istrimu. Dia benar-benar...penuh kejutan" Lagi-lagi Albert memuji Lyn.


"Besok akan aku keluarkan perintah. Dilarang memuji Ratu alias istriku"


"Astaga Mark segitu amat elu posesifnya sama istri. Aku hanya memuji bukan menggodanya" Protes Albert sambil mendengus kesal.


Mark buat masa bodoh saja dengan protes Albert.


***


Malam menjelang, esok adalah hari penobatan Mark dan Lyn menjadi raja dan ratu negara M. Nama Lyn sebagai ratu masih dirahasiakan. Kediaman Emmanuel dijaga begitu ketat mulai dari kemarin.


"Besok perketat penjagaan. The Problem belum bertindak hingga sekarang. Aku jadi khawatir jika besok dia akan berbuat onar. Awasi dia dan juga Hilda" Perintah Mark.


"Aku sudah mengatasi mereka. Sesuai dugaanmu. Dia menghasut pemberontak dari barat. Mempersenjatai mereka. Dan memerintahkan mereka berbuat onar besok. Tapi aku berhasil meringkus mereka di perbatasan" Lapor Fao yang baru saja masuk.


"Kau bilang berhasil meringkusnya. Tapi kau sendiri berada di sini. Lalu yang berperang siapa?" Tanya Albert.


"Jenderal Karl dan Sebastian" Jawab Fao enteng.


"Kau lihat Mark. Jenderal perangmu hanya makan gaji buta" Ledek Albert.


Sebab Fao memang jarang sekali turun ke medan perang untuk melawan para pembuat onar di luar sana.


"Hei pekerjaanku bukan di medan perang. Akulah otak dari penyerangan ini dan yang dulu-dulu" Protes Fao.


Albert memang tidak tahu siapa Fao yang sebenarnya. Hanya Mark yang tahu dengan jelas identitas Fao sebagai The Guardian From The West.


Fao memang tidak pernah turun ke medan perang. Tapi perannya dalam perang sangatlah penting. Dengan keahlian meretasnya. Fao bisa mengacaukan komunikasi lawan. Bahkan menutup akses komunikasi. Hingga lawan bisa dihancurkan sampai habis tak bersisa karena mereka tidak bisa meminta bantuan.


Atau Fao bisa masuk ke sistem persenjataan musuh. Membuat macet rudal balistik musuh hingga mereka tidak bisa menyerang. Karena hulu ledaknya dikacaukan sistemnya oleh Fao.


"Aku tidak peduli. Yang aku tahu kau tidak pernah ikut berperang bersama anak buahmu. Selalunya Karl yang turun untuk berperang" Lagi Albert mengejek Fao.


"Terserahlah apa katamu. Tapi ngomong-ngomong apa yang kau lakukan dengan Serena malam itu?" Tanya Fao sambil menaikkan satu alisnya.


Albert seketika membulatkan matanya. Mendengar kata Serena dan malam itu. Membuat Albert berpikir, jangan-jangan Fao tahu kalau dia bercinta dengan Serena malam itu.


"Apa maksudmu? Aku dengan Serena? Malam itu? Malam yang mana?" Tanya Albert pura-pura tidak tahu maksud Fao.


"Tidak ngapa-ngapain ya sudah" Jawab Fao ambigu.


"Aku harap kau segera bisa mengikat Serena atau kalau tidak dia akam pergi bersama anak kalian" Batin Fao menatap Albert sambil tersenyum.


***


Malam belum terlalu larut. Ketika sebuah sepeda motor meluncur keluar dari sebuah kawasan apartement mewah di kawasan ibukota negara M. Pengendaranya nampak melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


Tak berapa lama. Motor itu berhenti di sebuah kafe yang tidak terlalu jauh dari kediaman Emmanuel. Terlihat sekali jika penjagaan begitu ketat.


"Apa kau tahu kalau mereka berhasil menangkap semua pasukan yang kau kirim untuk mengacaukan pesta mereka besok?"


Terdengar teriakan penuh kemarahan dari seberang sana. Pria itu langsung mematikan panggilannya. Masih berada diatas motornya. Pria itu mulai meraih tipis yang dia ambil dari ranselnya.


Menguliknya sebentar. Berharap dia bisa melihat kembali wajah yang membuatnya rindu. Hingga nekad keluar dari mansion rahasianya. Menginap di apartemen mewahnya di pusat kota.


Namun bukan hasil memuaskan yang dia dapat. Melainkan amarahnya yang meledak seketika.


"Sialan!" Pekiknya sambil membanting laptopnya. Tidak peduli pada orang-orang yang melihat tingkahnya. Setelah itu ponselnya bergetar. Dan sebuah pesan masuk kembali mengobarkan amarahnya.


"Akan kubalas kau The Guardian from The West" Batin pria itu yang tak lain adalah K.


"Cukup untuk hari ini, Buddy. Kau sudah melihatnya terlalu sering"


Bunyi pesan itu beserta sebuah emoticon berupa kedipan mata.


Dengan begitu sudah jelas. Jika The Guardian From The West adalah penjaga tak kasat mata dari Lyn..


tapi bukan hantu lo ya 😁😁


***


Bonus pict, K yang beneran naik motornya sendiri,




All kredit Instagram @ shine17_lc


Wow keren and hot banget..yang bawah kuda jingkrak tu alias Ferarri..


Keren habis bang...😍😍😎😎😎


***