Princess's Handsome Bodyguard

Princess's Handsome Bodyguard
Berawalnya Semua Kisah



Ve tertawa puas setelah mengerjai Hilda habis-habisan. Bahkan ketika dirinya naik ke kamarnya. Gadis itu masih tertawa terbahak-bahak.


"Sudah Ve, ketawanya." Ucap Adrian.


"Eh kenapa Kak Hans disini?" Tanya Ve linglung. Lupa kalau mereka sudah menikah. Seketika seringai terbit di bibir Adrian. Dia akan mengerjai istrinya.


"Mau praktekin yang bikin kamu penasaran waktu itu." Ucap Adrian mulai melepas jasnya. Melemparnya asal. Lalu mulai mengurai kancing kemejanya.


"Eh..eh...mau ngapain?" Tanya Ve.


"La katanya mau praktek berci...nta. Kalau mau bercinta harus telan..jang." Bisik Adrian di telinga Ve. Seketika tubuh Ve bergetar merasakan terpaan hangat nafas Adrian.


"Masak sih?" Tanya Ve polos.


Ve lantas mengingat-ngingat beberapa video panas yang pernah dia tonton. Untuk menambah pengetahuan kononnya. Meski pada akhirnya Ve tidak jadi menonton. Dan membuang ponselnya jauh-jauh. Karena suara yang berasal dari video panas itu sungguh membuat dirinya tidak karuan.


"Bagaimana? Mau praktek sekarang?" Tanya Adrian mulai menciumi leher jenjang Ve.


"Tapi..tapi...ini tidak boleh..kita belum...


"Kita sudah menikah tadi sore Ve...tidak ingat?" Tanya Adrian lagi. Otak Ve perlahan mengingat. Iya, mereka sudah menikah.


Ve langsung menatap Adrian yang sudah melepaskan kemejanya. Memperlihatkan tubuh kokohnya, dengan deretan abs yang menggoda mata. Hanya saja mata Ve langsung terpaku pada luka bekas jahitan sepanjang lebih kurang lima senti.


Perlahan jemari lentik Ve meraba tempat itu.


"Pasti sakit sekali." Bisik Ve.


Adrian tersenyum.


"Sekarang tidak lagi. Apalagi jika kamu bertanggung jawab...Ahhh Ve..." Adrian hampir mende***. Ketika Ve mencium dada kirinya. Dengan cepat pria itu meraih wajah sang istri. Lantas menyapa bibir yang sejak beberapa waktu lalu mulai membuatnya ketagihan.


"Kak...." Ve berucap menatap wajah sang suami.


"Kita boleh melakukannya. Apapun yang membuatmu penasaran dulu kita boleh melakukannya." Ucap Adrian sambil mengusap lembut pipi Ve dan berakhir pada bibir menggoda sang istri.


Perlahan Adrian mulai melabuhkan bibirnya ke bibir sang istri. Yang langsung menyambutnya. Ve mulai aktif membalas ciuman penuh cinta dari Adrian.


Semakin lama semakin panas pergulatan indera perasa keduanya. Siap dengan aksi bertukar saliva. Ve begitu hanyut dalam permainan Adrian. Hingga tanpa sadar keduanya sudah berada di atas ranjang Ve. Dengan tempo ciuman semakin meningkat.


Ketika Adrian mulai mencumbunya. Gadis itu mulai mengeluarkan suara indahnya. Seakan sebuah melodi indah di telinga Adrian.


Perlahan pria itu mencoba memasuki tubuh Ve. Hingga entah di percobaan ke berapa. Adrian berhasil menerobos masuk. Seiring teriakan Ve memenuhi kamar mereka.


"Terima kasih. Kamu tahu ini pertama kalinya bagiku bercinta dengan seorang wanita. Terima kasih sudah menjaganya dan memberikannya untukku. Aku mencintaimu, Veronika Catarina Emmanuel." Ucap Adrian sambil menatap lembut pada wajah Ve.


Seketika senyum terkembang di bibir Ve. Hati siapa juga yang tidak meleleh mendengar ucapan manis seperti itu. Apalagi itu terucap dari bibir Adrian, sang suami.


"Aku juga mencintai Kak Hans."


Keduanya saling melempar senyum.


"Lalu seterusnya apa? Masa begini terus." Ucapan polos Ve sukses membuyarkan suasana romantis di kamar itu.


"Selanjutnya ya aku akan membuatmu semakin semok." Jawab Adrian mulai menggerakkan pinggulnya. Memompa tubuh Ve. Mengajari sang istri bagaimana nikmatnya bercinta tanpa batas setelah menikah


***


"Melamun?" Tanya Mark pada Lyn yang tengah menatap bulan dari balkon kamarnya.


"Maaf langsung masuk. Aku ketuk pintu tidak dibukain. Aku pikir kamu belum tidur. Jadi aku masuk saja." Ucap Mark menatap intens wajah Lyn.


"Untung aku belum melepas ini."


"Berarti rezeki aku dong."


"Tidak diizinkan."


"Maksudnya?" Tanya Lyn tidak paham.


"Bolehkan jika aku mulai memikirkan diriku sendiri. Ve sudah menikah. Hans sudah pasti bisa menjaganya." Jawab Mark mengikuti arah pandang Lyn.


"Silahkan itu hak Kakak." Jawab Lyn sendu.


"Bagaimana jika aku ingin mengarungi bahtera itu bersamamu?" Tanya Mark kembali menatap wajah Lyn serius.


Seketika Lyn menatap Mark.


"Maksudnya?" Lagi kata tanya itu yang terlontar dari bibir Lyn.


"Aku rasa aku jatuh cinta padamu."


Lyn langsung menutup mulutnya tidak percaya dengan ucapan Mark.


"Kakak bercanda." Lyn berusaha menganggap Mark tengah tidak serius dengan ucapannya.


Mendengar hal itu. Entah keberanian dari mana. Detik berikutnya tangan besar Mark sudah menangkup kedua sisi wajah Lyn.


"Aku beritahu padamu. Aku tidak pernah seserius ini dalam hidupku. Maafkan aku."


Sejurus kemudian bibir Mark sudah menyentuh lembut bibir Lyn. Sesaat nafas Lyn tercekat. Bisa dia lihat dengan jelas. Hidung mancung Mark yang menyentuh hidungnya.


Berikutnya dia merasakan bibir Mark yang bergerak diatas bibirnya. Menari dengan lembut.


"Ciuman pertamaku."


Batin Lyn. Perlahan mata Lyn ikut terpejam. Menikmati setiap luma*** yang Mark lakukan pada bibirnya.


***


"Hilda sialan!" Maki Albert tiada henti. Bermaksud ikut mengerjai Hilda. Malah dia sendiri kena batunya.


Ikut berpesta dengan Medusa itu setelah after wedding party Ve dan Adrian. Albert malah tidak sengaja terminum minuman yang ia duga sudah dicampur obat perang**** oleh Hilda.


Untungnya Albert berhasil kabur dan menbayar seorang pria untuk menggantikan tempatnya bercinta dengan Hilda. Dan mengirim pesan pada Fao untuk merekamnya. Dia ingin menggunakan itu untuk menghancurkan reputasi Hilda suatu hari nanti jika wanita itu terus berulah.


Masalahnya sekarang, dia harus bisa menemukan cara untuk meredakan hasrat dalam tubuhnya yang sudah membara.


Dia memilih kembali ke kediaman Emmanuel. Dia ingat di lantai satu ada kamar tamu yang kosong. Dia bisa menggunakan bath upnya untuk merendam dirinya. Mendinginkan hasratnya.


Namun ketika dirinya akan masuk kamar itu, dia melihat Serena yang baru saja keluar dari litf. Masih dengan outfit yang sama dengan yang dia kenakan tadi sore. Membuat hasrat Albert semakin tidak terkendali. Melihat bahu mulus milik Serena.


Albert langsung menarik tubuh Serena masuk ke kamar begitu gadis itu mendekat.


"Tolong aku Rena...." Bisik Albert tepat di telinga Serena. Serena jelas tidak paham. Langsung kelabakan ketika Albert tanpa basa basi merampas bibir tebal Serena. Menciumnya dengan buas. Tindakan Albert membuat gadis itu terkejut. Seketika berusaha melawan.


Tapi Albert yang sudah dikuasai oleh hasrat dan gairah tidak semudah itu untuk dilawan. Semakin Rena melawan semakin liar Albert menyerang.


Hingga pada satu titik di mana Rena kehabisan tenaga. Membuat Albert berhasil membawa tubuh langsingnya ke atas ranjang. Mencumbunya tiada henti. Hingga penyatuan itu terjadi.


Air mata Rena tidak terbendung lagi kala Albert sukses memasuki dirinya. Rasa sakit dari penyatuan juga sakit hati bercampur menjadi satu. Meski pria itu ribuan kali meminta maaf saat melakukan penyatuan dengan dirinya. Juga saat Albert terus memompa tubuh Rena hampir sepanjang malam.


"Aku mencintaimu Rena..Maafkan aku." Bisik Albert saat tubuhnya ambruk disisi Rena. Meninggalkan isak tangis tertahan Serena.


"Aku membencimu, Tuan Albert!" Pekik Serena dalam hati.


END


***


Untuk season pertama aku akhiri sampai disini dulu. Season kedua dengan judul "King's Missing Bride" akan author mulai besok ya. Insyaallah...Terima kasih sudah support author.


****