
**Happy Ending kan? Oke, tunggu.
Baca part ini sambil dengerin lagu : Belum siap kehilangan-Stefan Pasabiru**
...****************...
Ini tentang seseorang, seorang perempuan yang katanya mencintai saya sedalam lautan. Seseorang yang dulu pernah menjadi rembulan di hidup saya, rembulan dengan senyum sabitnya. Harusnya kamu sudah tau, harusnya kamu sudah mengerti kalau penantian kamu gak pernah sia-sia. Kamu berhasil masuk ke hati saya tanpa saya sadari, kamu menjadi perempuan yang menempati tahta tertinggi di hati saya.
Tapi saya terlambat. Kamu pergi disaat hati saya mantap memilih kamu. Mungkin Tuhan cemburu karena kamu lebih mencintai saya sampai akhirnya dia mengambil kamu dari hidup saya. I Miss You Kimyora
...****************...
Jika tahu penyesalan akan sesakit ini, mungkin Kai tidak akan menyia-nyiakan waktu. Bayang-bayang masa lalu selalu menghantui, meskipun waktu sudah berlalu sejak hari itu. Hari dimana setengah hatinya terasa hilang, Kai kehilangan arah.
Waktu 2 tahun tidak menghilangkan semuanya. Bayang-bayang Kimy masih membekas diingatan cowok itu. Semua tentang Kimy masih ada, tersimpan rapi di hati dan pikiran Kairen.
Cowok dengan kemeja navy itu duduk di sofa kamarnya. Sore sudah menjelang, tapi dia masih enggan untuk keluar kamar. Semenjak kepergian Kimy, dia lebih suka menikmati waktu sendiri. Menghabiskan waktunya untuk mengenang segala sesuatu tentang Kimy.
Kai mengambil ponselnya yang ada di nakas. Bahkan ponsel berlogo apel itu tidak dia ganti selama bertahun-tahun meskipun banyak ponsel keluaran baru. Karena semua kenangan tentang Kimy ada di ponsel itu. Foto-foto, chat mereka, dan video gadis itu semua ada disana. Kai berjanji tidak akan menghapusnya sampai kapanpun.
Di sebelah tangan cowok itu ada sebuah kertas pemberian dari Cindy, Ibu Kimy. Katanya dia menemukan surat itu saat membereskan barang-barang Kimy kemarin, dan diatasnya ada tulisan nama Kairen. Dia pun berinisiatif memberikan surat itu kepada Kairen.
Untuk membuka surat saja Kai harus berpikir ribuan kali. Entah kenapa perasaannya menjadi tidak karuan. Cowok itu kemudian menghela nafas panjang, membulatkan tekadnya untuk membaca surat Kimy.
\*Aku hanyalah teropong Bumi, yang diam-diam mengagumi salah satu Bintang yang begitu bersinar di redupnya langit bentala. Cukup menjadi pengagum rahasia, berbisik merapalkan namanya dan berharap dapat mengangkasa.
Sampai akhirnya, Bulan tersenyum malu-malu. Bumi ikut bersorak bahagia. Mereka turut bersuka cita merayakan kemenanganku yang sudah berhasil memeluk hatinya.
Tanpa perlu ada kata, aku tau kamu juga punya rasa. Tapi apa semesta mengizinkan kita bersama?. Aku tidak yakin.
Kairen, kamu seperti cahaya yang datang disaat langit mendung. Membawa tawa disela-sela luka yang sedang aku rasakan. Kamu, alasan aku bertahan sampai detik ini.
Aku gak tau seperti apa hari esok, apa aku masih bisa lihat senyuman kamu?. Apa aku masih bisa denger suara favorit aku di dunia ini, suara kamu. Kejamnya dunia membuat aku gak yakin masih bisa lihat kamu dalam waktu yang lama. Aku capek.
Kai, kamu manusia terindah yang pernah aku temui. Terima kasih, untuk rasa dan cinta singkat yang kamu kasih ke hidup aku yang menyeramkan ini. Maaf kalau kehadiran aku membawa beban, menghadirkan rasa lelah yang gak pernah kamu ucapkan. Aku juga capek Kai, kita berhenti sama-sama ya?.
Mungkin saat kamu baca ini, aku udah gak ada. Tapi aku akan selalu ada disisi kamu. Di tempat yang jauh, yang gak bisa kamu lihat, aku bakalan ikut bahagia lihat kamu bahagia sama pilihan kamu nantinya. Kita sampai disini ya Kai, Kimy pamit.
See u, ganteng. In another life, I'll still love you
Pintu kamarnya terbuka, Raizel masuk tanpa permisi lalu segera duduk di sampingnya.
"Paspor lo udah siap, lusa kita udah bisa berangkat ke London. Agatha tadi udah gue anter ke Bandara, dia berangkat duluan kesana" ucap Raizel.
Kai cuma mengangguk singkat. Lusa dia dan Rai memang akan melanjutkan kuliah ke London. Untuk menambah wawasan, sekaligus membantu Kai melupakan kisah disini. Tentang Kimy.
"Lo masih keinget dia?" Raizel bertanya sungkan. Nama Kimy memang sangat sensitif untuk Kai, cowok itu pasti langsung berubah murung.
"Gue gak bakal bisa lupain dia, sampe kapan pun" cowok itu berdiri, membuat Raizel menatapnya bingung.
"Mau kemana lo?"
"Ketemu Kimy"
...****************...
Sore hari di Kota J, cowok dengan marga Alexander itu menapakkan kakinya di sebuah komplek pemakaman umum. Langkahnya menuju sebuah gundukan tanah dengan nisan bernama 'Kimyora Claresy Wijaya'.
Kai berjongkok di samping makam Kimy yang rapih, tertera tanggal hari kepergian gadis itu, tepat 2 tahun yang lalu. Hari yang menjadi hari terburuk bagi Kairen.
Cowok itu meletakkan sebuket bunga mawar putih di atas makam Kimy, dia tersenyum hangat. Andai Kimy tau kalau sekarang Kai jadi jarang tersenyum dan hanya tersenyum untuknya, cewek itu pasti akan sangat senaang dan mereka terspesialkan. Akhh, Kai jadi rindu.
"Hai, Kim. Udah lama ya gue gak kesini, maaf banget ya soalnya gue lagi ada urusan. Lo gak marah kan?" senyuman itu berubah sendu, Kai tidak bisa menahan kerinduannya.
"Lo tau gak, setelah lo pergi banyak banget yang berubah. Si Rai sama Agatha udah jadian, beruntung banget tuh anak. Boy juga sekarang udah gak benci keluarga gue, dia sekarang tinggal di NY. Terus Kim, lusa gue sama Rai mau kuliah di London, lo gue tinggal gapapa kan?. Tapi gue janji kok kalo kuliah gue udah selesai, gue bakalan cepet-cepet nemuin lo" mata cowok itu mulai berkaca-kaca, Kai tertawa miris. Dia mengambil cincin kayu dari sakunya. Membuka cincin itu lalu menggenggamnya erat.
"Seharusnya gue nyatain perasaan gue lebih cepet, harusnya lo udah tau perasaan gue, dan seharusnya cincin ini udah kepasang di jari manis lo. Pasti cantik banget"
Tangan cowok itu mengelus nisan Kimy dengan tatapan teduh, hati Kai terasa tercabik-cabik. "Gue tau ungkapan gue udah telat banget, tapi gue gak pernah bosen bilang kalo gue cinta sama lo Kim. Now, and forever. Dimana pun lo ada sekarang, gue cuma pengen tau kalo gue kangen sama lo. Di suatu tempat lo berada, tunggu gue datang"
Langit mendung, seakan ikut bersedih melihat kisah cinta sepasang manusia yang tidak direstui semesta.
Mungkin memang benar, Tuhan marah karena Kimy lebih mencintai Kai daripada dirinya sehingga dia mengambil Kimy dari hidup Kai.
Tapi, waktu akan terus berjalan. Kai akan terus maju ke depan dan mencari seseorang untuk menemaninya di hari kemudian. Tapi mau bagaimana lagi, Kai cuma mau Kimy.
"Kim, in another life, I'll still miss you"
END....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Haiii reader tersayangggg
Gak terasa ya, cerita ini udah tamat. Terima kasih untuk semua cinta dan kasih kalian untuk Our Love Story, dan maaf kalau kalian kecewa dengan ending yang aku buat.
"Kenapa buat sad ending?"
Karena aku mau bikin cerita ini beda dari ending cerita aku yang sebelumnya. Aku mau bikin kalian menangess hahaa.
Aku gak bisa ngomong apa-apa selain terima kasih, untuk semua dukungan dan penantian kalian. Cerita ini gak akan bisa sampai di titik ini tanpa dukungan kalian:)
Terima kasih banyak orang-orang baik, semoga kebaikan kalian di balas oleh Tuhan:)
See u next Story, I love you all***