
~Ada dua hal yang sulit untuk dipilih. Persabatan, atau cinta.
*Kimyora Claresy W
Malam hari terasa sejuk di pusat Kota J. Kota dengan hiruk pikuk dan asam manis kehidupan. Tempat bagi sebagian orang untuk tinggal, pergi, lalu kembali. Membangun hidup dengan mengharapkan embel-embel kebahagiaan.
Kimy menyusuri taman kota sendirian dengan skateboardnya. Hanya mengenakan celana jeans berwarna hitam, kaos putih, dan kemeja kotak-kotak yang dia ikat dipinggang.
Gadis itu menghentikan skateboardnya di depan sebuah pedagang kaki lima karena merasa haus.
"Bang, air mineralnya satu" ucapnya pada pedagang itu.
"Yang sedeng apa yang besar neng?" tanya pedagang itu.
"Yang sedeng aja"
Kimy mengeluarkan uang sepuluh ribu dari saku celananya. Air sudah di tangan, tinggal di minum biar nggak keseretan.
Sejak dua jam dia sudah keliling menggunakan skateboard, berharap dapet jodoh di tengah jalan. Tapi sepanjang mata sucinya memandang, dia cuma ketemu pemulung sama pedagang kaki lima.
Terdengar bisik-bisik orang bicara dari arah belakang, membuat Kimy menolehkan kepalanya. Mata gadis itu melotot kaget, dia ketahuan.
"Om Yuda" jeritnya dalam hati.
"Itu Non Kimy!!" seorang pria berjaket hitam menunjuk kearah Kimy hingga rekannya ikut menatap. Kimy buru-buru membuang botolnya ke sembarang arah. Dia menjalankan skateboardnya secepat mungkin, berusaha menghindar dari pria yang dia panggil Om itu.
"Cepet kejar!!" seru pria itu pada anak buahnya.
Mereka semua berpencar untuk menangkap Kimy, sedangkan pria itu mengambil ponselnya di saku. Menelfon seseorang.
"Hallo Bos. Ternyata benar dugaan kita, Non Kimy ada di Indonesia" ucapnya saat panggilan sudah terhubung.
"Saya nggak mau tau, kamu harus bisa dapetin Kimy!!. Minggu depan saya akan kesana" seseorang menyahuti dari sebrang telfon. Dapat terlihat jelas dari intonasi bicaranya kalau dia sedang marah.
"Siap Bos"
*****************
Kimy mengayuh skateboardnya dengan tergesa-gesa. Tiga orang berlari mengejarnya.
"Gue nggak boleh ketangkep. Gue nggak mau balik ke Australia"
Saat berada di sebuah belokan, tangan Kimy meraih tong plastik yang ada disana kemudian menggulingkan tong itu kearah mereka. Salah satu ada yang jatuh, dan yang lain masih setia mengejar.
"Kalo gini terus bisa-bisa gue ketangkep!!"
Gadis itu mulai bingung. Dia menengok ke belakang, dua orang masih mengejarnya.
"Nggak ada pilihan lain"
Kimy berhenti sejenak. Dia melempar skateboardnya hingga mengenai wajah salah satu dari mereka. Dia kemudian kembali betlari kencang, menghindar dari satu orang yang masih bisa mengejar.
"BERHENTI!!" pria itu berteriak kencang dari arah belakang.
"Dihh, siapa elo nyuruh-nyuruh gue!!" sahut Kimy tanpa menghentikan langkahnya.
Di depan ada botol-botol plastik. Kimy mengambil botol itu kemudian melemparkan botol itu kearah orang tadi.
Pria itu menangkis beberapa lemparan. Hingga salah satu botol mengenai matanya, dia memekik kesakitan.
"Arghhh"
"Lepasin gue!!" Kimy mencoba memberontak, tapi orang itu tidak menghiraukannya.
"Diem lo!!" suara itu membuat Kimy spontan berbalik arah. Tentu dia mengenal suara itu, bahkan sudah sangat hafal.
"KAI?!"
"ssttttt" Kairen memberi isyarat agar gadis itu mengecilkan suaranya. Saat ini mereka sedang dikejar, bukan saatnya untuk berdebat.
"Jangan berisik beggo!!. Lo mau mereka dateng?!. Udah lah, ikut gue sekarang!!" Kairen kembali menarik tangan Kimy sehingga mau tak mau gadis itu mengikutinya.
"Kita mau kemana sih?" tanyanya dengan nada berbisik.
"Rumah kedua gue"
Langkah demi langkah mereka lalui. Membelah kerumunan pohon di dekat taman kota ditemani sejuknya angin malam. Sampai akhirnya mereka sampai di depan sebuah tanah lapang yang terdapat sebuah pohon besar disana.
Kimy menatap pohon itu semakin keatas. Hingga di dahan paling ujung, sebuah rumah pohon terdapat disana. Sederhana, tapi unik. Sangat cantik jika dibuat di tengah alam seperti ini.
"Ini punya lo?" Kimy menerima uluran tangan Kairen sast pemuda itu mengajaknya naik ke Rumah Pohon lewat tangga yang sudah terpaku rapi. Mereka naik sedikit demi sedikit. Menginjak satu persatu anak tangga dengan teratur sampai akhirnya mereka tiba di Rumah Pohon tersebut.
"Ya, ini punya gue. Rumah pohon ini sengaja gue buat untuk nenangin diri. Soalnya disini tempatnya enak. Sejuk, damai, alami. Dan Lo adalah orang pertama yang gue ajak kesini" pemuda itu menjawab dengan senyuman. Kata terakhir yang dia ucapkan membuat Kimy terdiam beberapa saat. Dia orang pertama?.
"Gimana, lo suka nggak?" ucapan Kairen membawa Kimy kembali ke realita. Gadis itu mengerjap beberapa kali kemudian mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Su-suka kok. Disini enak, adem" sahutnya gelagapan.
Kairen mengangguk beberapa kali. Dia kemudian masuk ke dalam Rumah Pohonnya, lalu keluar lagi sembari membawa sebuah benda.
"Nih..."
"Alat pahat?" tanya Kimy dengan wajah bingung, tapi dia tetap menerimanya.
"Yups, ikut gue!!"
Kimy mengikuti Kairen masuk ke dalam Rumah. Kecil, tapi unik. Di tengah rumah pohon itu ada dahan pohon yang menjulang keatas.
Kairen berdiri di depan dahan itu, Kimy pun melakukan hal yang sama.
"Kita mau ngapain?" tanya gadis itu dengan bingung.
"Tulis huruf depan lo!" seru Kai sembari memulai mengukir huruf depannya disana.
Meski bingung, Kimy tetap mengikuti arahan pemuda itu. Dia mengukir huruf depannya, huruf 'K'
Beberapa menit berlalu, ukiran yang mereka buat sudah selesai. Kai menambahkan kata 'dan' di tengah antara namanya dan nama Kimy.
Gadis itu diam membisu saat Kai menambahkan suatu kata sederhana yang membuatnya merasa aneh. Kairen tersenyum puas, dia meletakkan alat pahatnya kemudian berbalik menatap Kimy.
"K & K. Kai dan Kimy" Kairen seakan memperjelas maksudnya. Tapi Kimy masih tetap diam, membiarkan pemuda itu melanjutkan ucapannya.
"Lo tau, Kai dan Kimy itu udah temenan lama. Sejak mereka masih se piyik. Dan Kai & Kimy itu nggak akan pernah berubah. Kita sahabat, dan sampek kapanpun bakal tetep jadi begitu. Dan gue ngukir nama kita disini, itu sebagai tanda. Tanda kalo kita bakal selalu hidup berdampingan sebagai partner. Yaaa, gue pengen kelak, kalo kita udah punya pasangan masing-masing, gue berharap kita bisa habisin waktu bareng pasangan kita disini. Anggep tempat ini sebagai ikatan kita, Lo dan Gue"
##########
Hai guys, maaf ya aku baru up. Aku ada beberapa tugas presentasi, jadi aku harus nyiapin itu dulu baru bisa up. Maaf ya semuaaa, makasih yang udah setia nunggu:)
Happy reading, jangan lupa tinggalkan jejak😍