
Matahari dan bulan bergantian melintasi bumi, membawa seluruh kehidupan di dalamnya untuk melewati hari-hari yang berlalu. Menjalani setiap lika-liku kehidupan, jatuh bangun dan asam manisnya sebuah perjuangan.
Di SMA yang memiliki segudang prestasi dan cerita. SMA Garuda, sekolah yang penjara menyenangkan bagi semua pelajar. Kecuali Kai, karena baginya semenyenangkan apapun yang namanya penjara tetap gak ada yang enak. Kecuali penjara cinta Abi Reyhan dan Umi Kenzia. Ahh, menyebut nama itu dia jadi kangen.
Orang tuanya sedang honeymoon jilid dua ke Hawai dan dia bersama Raizel ditinggal di Rumah. Dasar emak bapak gak ada akhlak. Sekarang dia cuma berdoa supaya bapaknya tidak mencetak gol yang menyebabkan dia harus punya adik lagi. Punya adik seperti Rai saja dia sudah gemas pengen memutilasi cowok itu.
Berbicara tentang Rai, dimana dia?. Tentu dia sedang galau-galau ria di dalam kamar karena cinta ditolak. Sekarang Kai berpikir keras, apa kurangnya Rai itu?. Muka mereka 11 12, sama-sama cetakan surga. Tapi kenapa masih ditolak, oh mungkin Rai kurang romantis. Oke, Kai akan mengajarinya ngegombal nanti.
Kai masuk ke dalam kelasnya sembari meneteng kotak bekal berisi makanan sehat. Sekarang dia punya rutinitas baru setiap paginya. Yaitu menyediakan makanan sehat untuk Kimy di sekolah, tidak lupa untuk mengingatkan gadis itu agar minum obat di jam istirahat. Semenjak Kimy sudah diperbolehkan pulang semunggu yang lalu, kini dia memegang tanggung jawab besar untuk menjaga dan memantau kesehatan gadis itu mengingat kalau Kimy menolah tinggal lagi bersama orang tuanya.
"Pagi Baskom, Princess Rachel" sapa Kai pada Kimy dan Rachel bergantian yang membuat mereka kompak menatap kearahnya. Kimy merengut sinis, berbeda dengan Rachel yang tersenyum manis kepada Kai.
"Giliran nyapa Rachel aja manis bangettt, giliran sama gue lo kek bapak tiri manggilnya" dengus Kimy.
"Itu kan panggilan sayang dari gue" cowok itu mencoba membela dirinya dengan tampang tanpa dosa.
"Kan masih banyak nama yang lain cebong!!. Diantara 1000 nama kenapa harus baskom yang lo pake sih?!" mungkin sudah saatnya Kimy berguru pada Kenzia supaya tau jurus jitu untuk menghadapi Kai. Jujur dia gak kuat, Kai ini kelakuannya 11 12 sama setan.
"Ya terserah gue dong, kan itu panggilan dari gue. Emang lo maunya dipanggil apasih? sayang?" bibir Kimy terkatup rapat saat mendengar tawaran yang cowok itu tawarkan untuknya. Dari hati yang paling dalam sebenarnya dia mau, tapi gak gini caranya. Harus dengan suasana romantis dan dilakukan dengan suka rela. Bukan dengan hati terpaksa seperti ini.
"Najis. Udah sana ke meja lo, ngapain masih di depan muka gue. Sepet tau ngeliatnya!!" Kimy menekuk mukanya kesal. Dia mengalihkan pandangan, enggan menatap Kai.
"Dih gitu doang ngambek. Lagian disini gue mau ketemu Rachel cantik bukan lo. Masih untung gue bawain makanan, masih aja galak. Jadi nenek-nenek lo entar!!" sahut Kai. Dia beralih menatap Rachel di sebelah Kimy yang sejak tadi diam menyimak, "Chel, entar pulang bareng gue ya" ucapnya sembari tersenyum genit.
"Gak usah lah, nanti nyusahin kamu. Aku nanti naik taksi aja" sahut Rachel sembari tersenyum. Akh, Kai kesemsem melihatnya. Cewek itu memang selalu menebar senyumnya dimana pun dan kapan pun. Gummy smile yang sangat menggemaskan dan membuat Kai tidak tahan untuk tidak mencubitnya.
"Jangann, bidadari gak boleh naik taksi. Bidadari tuh seharusnya kemana-mana dianterin pangeran kayak gue" goda Kai.
"Dih, pangeran kodok tuh iya" sela Kimy dengan nada ketus. Moodnya di pagi hari mendadak anjlok karena melihat dua orang ini.
"Sirik ae lu Baskom!!" hardiknya.
"Cemburu tuh dia" Noval yang tiba-tiba menyahut dari belakang membuat kelas tiba-tiba gaduh.
"WADUHHH, SI CEBONG SAMA KIMY TERNYATA PRENJON YA?"
"JIAKHHH PRENJON"
"PACARAN MAH BASI, SEKARANG LAGI TREND PRENJON YGY"
Sorakan dari teman sekelas membuat Kimy menutup telinganya. Tanpa sadar pipi cewek itu merona merah, berbeda dengan Kai yang nampak santai seolah bukan dia objek ejekan hari ini.
"Ternyata bener ya kalo jalan kaki lebih enak daripada jalanin aja dulu" Dimas si ketua kelas memprovokasi.
"WADOH WADOH WADOH" suasana semakin ricuh saat sorakan Vero terdengar.
"Kim, Kim, lo waktu kecil suka sama frozen sekarang kok sukanya frenzon" timpal Gabriel yang membuat Elsa tertawa puas di sampingnya.
"Gini nih kalo kaum jomblo sejati pada sirik, maennya nyindir keroyokan" akhirnya Kai membuka suara. Kimy menelungkupkan wajahnya, siapapun tolong, dia ingin pergi dari muka bumi ini sekarang juga.
Tiba-tiba ponsel Kai berdering. Cowok itu merogoh saku celananya, kemudian melihat roomchat dari nomer seseorang yang belum sempat dia simpan.
+6281xxxxxxx
Dia cuma membacanya dalam hati. Setelah selesai Kai kembali meletakkan ponselnya ke dalam saku.
"Hel nanti gue gak jadi ngaterin lo pulang"
**********
Basecamp anak Warrior sangat ramai sore itu. Sandy yang saat itu kalah main catur terpaksa harus melakukan tantangan dari teman-temannya yaitu live di IG sambil memakai daster. Memang benar-benar jelmaan babiii.
"Tega lo semua sama gue. Mau ditaro dimana muka ganteng gue besok anjim!!. Mana yang ikut live tadi kebanyakan anak kelas 10 lagi, ancur dah citra gentle gue" Sandy berdecak sambil misuh-misuh menyumpah serapahi teman-temannya. Mengundang tawa anak Warrior yang sore itu sedang berkumpul di Basecamp. Kai hanya terkekeh geli melihat mereka, sedikit kasihan melihat muka memelas Sandy karena harus cosplay jadi waria lampu merah.
"Tapi lo cocok sumpah pake begituan, tinggal ganti nama doang ya guys ya?" Vero menimpali, tumben dia gak pake ngegas.
"Widih, tumben tumbenan nih tenggorokan lo gak ngajak war. Udah putus talinya?" tanya Kai dengan tampang tidak berdosa. Cowok itu mengambil sekaleng soda, kemudian meminumnya sedikit demi sedikit.
"Udah mulai keropos dikit-dikit" timpal Noval yang mengundang tawa mereka semua.
Suara deru motor dari arah depan membuat semua anggota yang ada disana kompak menoleh. Knalpot motor mati, selang beberapa menit suara pintu dibuka terdengar. Lalu masuklah seorang laki-laki dengan kaos polos dan jaket hitam yang membalut tubuh tegapnya. Dia Bram, orang yang menjadi informan gratis untuk Kai.
"Wihh, anggota baru nihh" Noval menyambutnya sembari menjulurkan tangan, mengajak bertos ria ala lelaki dan Bram menerimanya.
Setelah saling bersalaman mereka duduk di sebuah sofa melingkar yang memang Rai&Kai sediakan untuk seluruh anggota.
"Jadi apa info yang lo dapet?" Kai langsung bertanya to the poin. Dia tidak suka bertele-tele, apalagi kalau harus membahas sesuatu yang menurutnya tidak terlalu penting.
"Dia sama gengnya mau nyerang kesini"
Semua orang sontak terkaget-kaget. Bahkan Vero yang lagi nyender-nyender asoy di bahu Satya pun langsung menegakkan punggungnya. Air muka Kai langsung berubah serius dengan rahang yang mengeras emosi.
"Kapan?" tanyanya.
"Semingguan lagi, dia bahkan udah nyiapin senjata sama orang-orang kepercayaannya. Gak banyak yang bisa gue cari tau karna dia punya tim khusus buat nyusun rencana-rencana tertentu dan pasti gak banyak yang tau rencana itu kecuali mereka" jelas Bram.
Kai terdiam. Sekitar seminggu lagi itu berarti bertepatan dengan ulang tahun Kimy. Dia cuma berharap semoga dia bisa mengatasi semuanya dengan baik tanpa harus berita ini menyebar kemana-mana.
Cowok itu menyeringai lebar, alisnya terangkat sebelah dengan tatapan menajam menghadap depan.
"Gue harap informasi lo akurat" dia menjeda, "Kalo emang dia berniat nyerang gue bakal layanin. Siapa yang bakal tumbang, dia atau gue"
Kairen Elashka Alexander
Kimyora Claresy Wijaya
Rachelia Brigitta
Hy semuaaaa, lama nih gak ketemu othor cantik. Maaf banget nih ya, beberapa hari ini aplikasi aku rada error jadi baru bisa up hari ini. Maaf banget yaaa udah nunggu lamaaa