Our Love Story

Our Love Story
Party



"Gue bilang gue gak mauuuu, maksa banget sih!!"


Kimy menggerutu sejak tadi saat teman-temannya memaksa dia untuk pergi ke salon mengingat kalau nanti malam adalah acara Party SMA Garuda. Tapi apa boleh buat, pagi-pagi buta tiga gadis itu sudah sampai di kamar kos-nya dan langsung menyeretnya pergi ke Mall.


"Duhhh lo kok milihnya baju yang itu sih"


"Jangan yang itu kingkong, lo cewek bukan sih"


"Pake sepatu ini cakep deh"


"Enaknya yang biru apa peach ya?"


"Heels Kom, bukan sneaker. Ahh gue tempeleng nih anak lama-lama"


Kepala Kimy berdenyut mendengar celotehan sahabatnya yang ribet sendiri memilih baju dan yang lainnya. Kekesalan gadis itu semakin bertambah saat dirinya dipaksa untuk masuk ke dalam sebuah salon langganan Elsa.


"Ehh cyinn Sasa, lama yah gak kesini. Pa kabar bok?" si pemilik salon yang merupakan seorang waria datang menghampiri mereka dengan gaya kemayunya. Tak lupa make up tebal dengan leging ketat berwarna pink serta rambut panjangnya yang di cat pirang.


"Gue mah sibuk gak kayak elo kerjaannya cuma nangkring di perempatan" sahut Elsa sedikit ketus. Sebelum itu dia cipika-cipiki ringan dengan orang tadi.


"Aduhh itu mulut pengen eike kuncir pake rantai dech. Ai juga sibuk yaw, langganan ai itu banyakkkk. Selena Gomes aja sering kesini" sahut waria yang diketahui bernama Sherly dengan gaya kemayunya.


"Selena Gowes tuh iya!!" tukas Elsa. Gadis itu kemudian melirik kearah Gabriel dan Kimy yang berdiri di belakangnya.


"Sorry ya, si Sony emang kadang otaknya kagak dibawa kalo keluar"


"Hey, Hey, Hey, nama eike SHERLY yaa, bukan Sony" Sherly a.k.a Sony berceletuk. Menolak keras nama kebanggaannya diganti sesuka hati.


"Duhhh terserah lo deh" gadis itu mengacak rambutnya frustasi. Ini yang tidak dia senangi saat datang ke Salon Sherly. Apalagi harus meladeni sikap Sherly yang menye-menye. Kalau bukan mengingat make up dan stylis disini patut diacungi jempol, ogah dia bertemu dengan waria otak udang seperti ini.


"Oh ya, kenalin ini temen gue Gabriel, sama Kimy. Gue mau lo sama pegawai lo makeup in kita secantik mungkin. Kalo gak bagus gue gak mau bayar!!" ujar Elsa.


"Gampang, percaya aja sama jari cantik Sherly. Pasti hasilnya cucok dechh" sahut Sherly dengan manja.


Kimy hanya bisa pasrah saat waria itu menyeretnya untuk duduk di meja rias. Dia cuma bisa menghela nafas kasar sambil istighfar dalam hati. Diam-diam dia berdoa, berharap wajahnya tidak dirusak oleh waria bibir jontor itu. Jujur Kimy tidak yakin dengannya.


Berbagai jenis makeup dipoleskan di wajah polosnya. Jika dilihat dari cara kerjanya, Kimy akui Sherly ini memang berbakat, Tidak seburuk bayangannya tadi.


"Rambutnya eike curly aja yaa"


"Terserah lo deh" sudahlah, Kimy cuma bisa pasrah. Badannya mau diapakan dia tidak peduli. Percuma juga melawan kan?. Ujung-ujungnya teman setannya itu akan memaksa lagi.


"Selesaiiiii" Sherly berseru senang saat sudah selesai dengan makeup Kimy. Gadis itu nampak sangat manis dengan makeup yang tidak terlalu menor dengan rambutnya yang di curly ringan.


Ternyata cobaan untuk Kimy hari ini belum selesai. Dia harus sedikit bersabar lagi karena Elsa kembali memaksanya untuk memakai dress berwarna biru muda dengan heels berwarna abu-abu.


"Udah belom?!" ketus Kimy seraya keluar dari ruang ganti dengan setelan lengkapnya. Gabriel dan Elsa memekik histeris. Dua gadis itu menghampiri Kimy dan mengamati penampilan gadis itu dengan seksama.


"Ini Kimy bukan sih?" pekik Gabriel histeris.


"Cakep bangettttttt" tambah Elsa.


Dua cewek itu juga tampil cantik dengan balutan dress simpel. Mereka memang memiliki visual yang menawan.


"Mari kita cari jodoh di Party!!!!"


***********


Salah satu gedung di Kota J kini sudah ramai dengan berbagai jenis makhluk yang datang. Parkiran yang semula sepi kini sudah dipenuhi dengan beragam mobil mewah yang terparkir disana. Siswa dan siswi yang memang kebanyakan berasal dari keluarga yang berada pasti sibuk menggunakan acara ini untuk pamer penampilan dan kekayaan orang tua.


Mobil Gabriel berhenti di parkiran gedung. Bertepatan itu, tiga gadis keluar dari dalam mobil dan langsung menarik perhatian semua orang. Aura mereka bukan main-main. Apalagi Kimy, gadis itu memang menawan sejak kecil. Berbalut dress biru muda ditambah hiasan kecil di rambut cokelatnya membuat kharisma gadis itu semakin terpancar.


Mereka berjalan beriringan masuk ke area gedung. Alunan instrusmen ringan mengisi kesunyian di tengah ramainya orang yang datang. Lampu-lampu gantung menghiasi ballroom serta beberapa hiasan dinding yang terlihat elegan. Di bagian depan terdapat sebuah panggung yang digunakan untuk siswa-siswa yang akan tampil.


"Kakak kelas cakep-cakep banget yaa" bisik Gabriel sambil terkikik geli.


"Cowok mulu pikiran lo!!" tukas Kimy jengah.


Tak berselang lama, rombongan Kairen dkk datang diikuti Rachel di sampingnya. Hal itu membuat Kimy termangu, kenapa harus barengan?.


Pandangan Kai jatuh kepada Kimy, tatapannya terpaku beberapa saat. Gadis itu manis, malam ini.


"SELAMAT MALAM SEMUAA" Mc acara mulai memberi sambutan setelah merasa semua siswa sudah hadir. Acara akan dimulai.


"Selamat datang di acara Party Hari jadi SMA Garuda ke-30. Seperti tahun-tahun sebelumnya, mari kita dengarkan dulu sambutan dari Bapak Kepala Sekolah. Setelah itu, acara malam ini akan dimeriahkan oleh penampilan-penampilan spektakuler dari teman-teman kita!!. Dan yang terakhir, seperti biasanya pesta topeng akan menjadi puncak acara sekaligus mengakhiri acara party malam ini!!"


Pak Kepala Sekolah naik ke podium untuk memberikan sedikit sambutan yang pastinya gak jauh-jauh tentang sekolahan. Hanya sebentar, setelah itu para siswa bergantian tampil sesuai giliran.


Saat ini waktunya Tissa, si pianis SMA Garuda. Cewek manis dengan tubuh mungil itu duduk di kursi pianonya. Alunan musik mulai mengalun merdu, ditambahi oleh suara Liora membaca sebuah puisi.


Para siswa ada yang fokus menyaksikan, ada juga yang sekedar melihat sekilas lalu lanjut berkeliling sambil mencicipi berbagai macam makanan. Seperti Vero dan Noval contohnya. Bagi mereka makan itu nomer satu. Lihat saja, sekarang piring dua cowok itu sudah dipenuhi oleh berbagai jenis makanan hingga kue. Minuman saja mereka langsung mengambil 3 gelas.


"Lo udah berapa tahun gak makan Ver?" celetuk Kai sembari menatap sinis kearah cowok di sampingnya.


"Lo gwak tau ajwa, gwue gak diw kaswih makan sama emak gwue" omongan Vero agak gak jelas karena mulutnya penuh oleh makanan. Kai berdecak menanggapi.


"Jorok banget sih lo, belepotan tuh!!" sembur Elsa sembari memasang wajah jijik.


"Elapin dong Beb" goda Vero sembari mengedipkan sebelah matanya genit. Cewek itu mengidik geli, "najis banget!!"


"Kai" panggil Kimy pada Kairen hingga membuat cowok itu menoleh. Dia menaikkan sebelah alisnya bingung.


"Gue cantik gak?" tanya Kimy sambil tersenyum lebar hingga menampilkan gigi putihnya.


Kai terdiam. Matanya menelisik penampilan Kimy hari ini dari atas sampai bawah.


"Gak, lo jelek. Mirip bebek!!"


Detik itu juga Kimy mengerucutkan bibirnya kesal. Apa-apaan, dia udah mirip princess gini dikatain kayak bebek.


"Dihh, apaan. Lo pikir lo ganteng?!. Gakkkk, lo lebih mirip kodok zumba tau gak!!"


Bohong, jelas Kimy berbohong tentang itu. Kai hari ini sangat menawan dengan jas hitam yang membalut tubuh tegapnya. Cowok itu memang memiliki seribu pesona yang bisa memikat hati semua orang.


"Kan gue udah bilang berkali-kali, lo gak boleh keliatan cantik di depan semua orang. Lo cuma boleh cantik di depan gue" perkataan cowok itu membuat sudut bibir Kimy berkedut. Dia menahan senyumnya.


"Kenapa?" tanya Kimy mencoba tenang.


"Kenapa yaaaa" Kai menggantungkan kalimatnya seolah berpikir. "Gak tau, gak suka aja kalo ada orang lain yang suka sama lo" lanjutnya sembari mengendikkan bahu.


"Lo suka ya sama gue" goda Kimy sembari mencolek hidung mancung Kai pelan. Cowok itu tersenyum manis, tidak menjawab apapun.


Suara MC memanggil nama Kimy untuk tampil membuyarkan aksi saling tatap mereka. Kimy menatap Kai sekali lagi, cowok itu tersenyum lalu mengangguk menyakinkan.


Gadis itu naik ke atas panggung. Tepukan dari para penonton bergemuruh, tapi teriakan Kai mendominasi.


"YANG NYANYI CANTIK BANGETTT, PENGEN GUE BAWA PULANG"


Mendengar itu Kimy menunduk lalu tersenyum malu. Apa tadi, Kai memujinya?.


Tak ingin berlama-lama terperangkap dalam zona baper, Kimy mulai memetik gitar kesayangannya. Membentuk sebuah irama yang merdu dan berhasil menarik perhatian semua orang.


*****""""


Perjalanan membawamu


Bertemu denganku, ku bertemu kamu


Sepertimu yang kucari


Konon aku juga s'perti yang kaucari


Kukira kita asam dan garam


Dan kita bertemu di belanga


Kisah yang ternyata tak seindah itu


Kukira kita akan bersama


Begitu banyak yang sama


Latarmu dan latarku


Kukira takkan ada kendala


Kukira ini 'kan mudah


Kau-aku jadi kita


Mata Kai tak lepass dari gerak-gerik seorang gadis yang tengah bernyanyi sembari memangku gitar di atas panggung itu. Matanya kemudian melirik kearah anak OSIS yang sedang merekam aktifitas menggunakan kamera untuk dokumentasi.


"Woy, siniin kamera lo!!" seru Kai pada orang itu.


"Tapi Rai...-


"Lo berani sama gue?!" dia melotot garang, membuat nyali cowok cungkring itu menciut. Dengan sigap dia segera memberikan kameranya pada Kai.


"Nah gitu kek dari tadi"


Kai mengarahkan kameranya kearah panggung. Memotret Kimy dari berbagai sisi tanpa gadis itu ketahui. Tak lupa dia mengambil video, moment ini perlu untuk dikenang.


"Foto-foto tadi langsung kirim ke hp gue, awas kalo sampek ada yang kurang!!" ancamnya pada cowok tadi yang langsung mendapat anggukan setuju. Kai tersenyum penuh kemenangan.


Suara Kimy mengalun merdu diiringi petikan gitar yang seirama. Tepuk tangan semua orang menutup penampilan Kimy malam ini. Gadis itu tersenyum saat melihat Kai berbicara 'Lo keren' tanpa suara, tapi dia bisa menebak dari gerak bibirnya.


Kini Party memasuki acara inti, yaitu pesta dansa. Semua orang bebas memilih pasangan untuk malam ini. Mereka akan berdansa bersama di ballroom layaknya putri dan pangeran di negri dongeng.


Kepala Kimy yang semula menunduk mendongak saat ada dua tangan yang terulur kearahnya. Dia adalah Kairen dan Satya.


"Mau dansa sama gue gak?" tanya dua orang itu bersamaan.


Kimy menatap bingung kearah keduanya. Dia bingung. Di satu sisi dia tidak enak dengan Satya, di sisi lain hatinya menginginkan bersama Kai.


"Sama gue ya?" tawar Satya sambil mengumbar senyuman.


**Gimana, hati aman?


Kalo gue sih enggak😭. Baper sama Bang Kai help😭


Kairen Elashka Alexander**



Kimyora



Rachelia



Elsa



Gabriel



Satya



Noval



Vero



Boy



**YUK KENALAN SAMA ANAK-ANAK GUEEE


JAN LUPA LIKE, COMENT. MAACI**:)