Our Love Story

Our Love Story
Tahu dan Tempe



Lemparan ke sembilan Kimy arahkan kearah ring, tapi tidak satupun tepat sasaran. Gadis dengan rambut kuncir kuda itu mengumpat kesal karenanya.


"Ahh cemen Lo!!. Dari tadi meleset mulu!!" ledek Kairen sembari mendrible bola basket di tangannya.


"Bacot!!. Lo daripada disini cuma ngerecokin gue, mending lo ke Kantin terus beliin gue minum!!" sahut Kimy dengan kesal.


"Dih, siapa ente?!. Nyuruh orang ganteng kayak gue itu mahal. Harus dibayar pake hati!!" Kairen melempar bolanya ke pinggiran lapangan sampai bola itu menggelinding tidak tentu arah.


"Iya, nanti gue bayar pake hati. Hati ayam!!" tukas Kimy. Gadis itu berjalan ke pinggir lapangan, meninggalkan Kairen yang masih sibuk bermain basket menggunakan bola yang satunya lagi.


"SAYANG!!" Suara seruan dari arah samping membuyarkan fokus Kai pada permainannya. Dia menoleh ke samping untuk melihat siapa yang datang.


Terlihat Cassandra datang bersama dua temannya, Dilla dan Felly. Sandra tersenyum senang dan dibalas senyuman terpaksa oleh Kairen.


"Yaelah, nih boneka mampang dateng lagi" gerutunya dalam hati.


Sandra dan dua temannya berjalan kearah Kai. Gadis itu kemudian segera merangkul lengan Kairen dengan posesive.


"Kamu semalem kemana sih?, aku telfon kok nggak diangkat?" tanyanya dengan manja.


"Itu, anu, bukannya gue nggak ngangkat, tapi, ee semalem gue ada tugas kelompok. Iya. Ada tugas kelompok di rumah Satya kemaren" kilah Kai sembari berusaha melepaskan pegangan Sandra di lengannya.


"Itu, anu, bukannya gue nggak ngangkat, tapi, ee semalem gue ada tugas kelompok. Iya. Ada tugas kelompok di rumah Satya kemaren" kilah Kai sembari berusaha melepaskan pegangan Sandra di lengannya.


"Tapi kamu kok nggak ngabarin aku sih?!" cebik Sandra sambil memanyunkan bibirnya. Kai bergidik geli. Imut kagak, kek cepot iya.


Pemuda itu menghela nafas panjang. Ngadepin cewek modelan kayak gini emang butuh trik khusus. Dia melepas pegangan tangan Sandra dengan halus kemudian beralih memegang pipi gadis itu.


"Gue sibuk. Maaf ya. Jangan manyun dong, nanti Lo dikira ikan piranha gimana?" ucap Kairen dengan halus diiringi senyuman malaikatnya. Senyuman yang selalu berhasil membuat semua orang klepek-klepek, termasuk Sandra.


Gadis itu menahan senyuman di wajahnya. Hatinya dipenuhi bunga tujuh rupa. Baginya, tidak ada yang lebih membahagiakan selain mendapatkan seorang Raizel.


"Tapi kamu janji ya, nggak bakal kayak gitu lagi?!"


Kairen menyentuh hidung Sandra pelan.


"Iyaa"


Kimy menguap lebar. Dia menatap malas kearah drama yang dibuat oleh sahabat gendengnya itu. Jago banget kalo akting.


"WOY, KALO MAIN TELENOVELA JANGAN DISINI!!"


"Apaan sih Lo?!. Ganggu aja!!" desis Sandra dengan kesal.


"Yee boneka mampang nyaut aja Lo!!. Balik sono ke kelas, bedak Lo tuh benerin. Tebel banget kayak bedaknya kunti" gadis itu teekekeh pelan melihat wajahh Sandra dkk yang memang full make up. Tebelnya nggak usah diragukan lagi. Bisa sepuluh lapis lebih mungkin.


"Dih, siapa Elo nyuruh-nyuruh gue?!. Lo aja sana yang pergi. Pergi yang jauhhhh sampek ke ujung kutub!!" Sandra mengibas-ngibaskan tangannya mengusir.


"Emang lo siapa?!. Nggak penting juga kan?!. Udah sana lo pergi!!" Kimy bersendekap dada menantang. Mengejek Sandra yang menatapnya tak suka.


"Gue pacarnya Rai asal Lo tau!!" ucap Sandra dengan penuh percaya diri. Baginya bisa menjadi pasangan seorang Raizel adalah sebuah keberuntungan. Cowok famous yang punya segalanya.


"Dia pacar Lo Rai?" tanya Kimy sembari menaikkan sebelah alisnya kearah Kairen yang memasang wajah datar.


Kairen mendengus malas. Punya temen nggak pengertian banget sihh.


"Bukanlah. Ya kali gue mau pacaran sama dia"


Gubrakkk


Sandra nyaris pingsan. Bulu mata anti banjirnya jatuh satu gara-gara denger omongan Kai yang nusuk ke ginjal, nyerinya berasa sampek lambung. Apa mungkin dia sakit usus buntu?.


"Sayang, kok kamu gitu sih?. Kita kan emang pacaran" Sandra menatap Kairen tidak percaya. Sedangkan pemuda itu hanya menaikkan sebelah alisnya tanpa dosa.


Kimy ketawa ngakak. Dia megangin perutnya yang kaku karena ulah kecebong stress di depannya. Apalagi liat muka Sandra yang udah mirip babii kejepit. Kasian banget kayak anak terlantar.


"Astaga San, Sandra. Makanya, jadi cewek tuh jangan kepedean. Lagian Lo sama Rai itu beda jauh. Jauhhh banget kayak batu kerikil sama batu akik. Nggak cocok!!" cerocos Kimy dengan nada mengejek.


"Ehh Lo pikir lo cocok sama Rai?!. Lo lebih nggak pantes lagi. Cakepan gue kemana-mana!!" Sandra mendorong bahu Kimy kasar. Gadis itu malu, marah, dan pastinya sakit hati. Mau ditaruh dimana mukanya nanti, dia udah koar-koar ngasig tau anak 1 sekolah kalau dia pacaran sama sang ketua osis, Raizel Elashki. Tapi nyatanya, dianggep aja enggak.


"Dih, lagian siapa juga yang mau sama Rai?!. Sorry gue nggak minat" Kimy mendorong balik bahu Sandra sampai gadis itu terjatuh. Setelah itu dia segera pergi meninggalkan mereka semua entah kemana.


"Sayang, bantuin aku dong!!. Sakit tau" rengek Sandra dengan manja. Dia mengulurkan tangannya, meminta bantuan.


"Apaan sih, lebay deh Lo!!" Kairen melengos pergi begitu saja meninggalkan Sandra yang masih terduduk di lantai. Tidak ada niatan untuk membantu sama sekali.


"IHHH, KESEL, KESEL, KESEL!!!. Liat aja, gue bakalan dapetin lo Rai. Gue pasti dapetin Lo!!!"


*********************


"BONG, ITU ES GUE!!!" Vero berseru kencang saat es tehnya tiba-tiba diminum Kairen yang baru datang di Kantin.


"Entar gue ganti, ribet banget deh Lo!!" sahut Kairen sembari mendudukkan dirinya di samping Kimy.


"Kim..." panggilnya


"Hmm"


"Gue tadi liat Sandra"


"Terus?" tanya Kimy tanpa mengalihkan perhatian dari sepiring nasi rames di depannya.


"Dia tadi buang helm lo ke tong sampah"


Kimy terbatuk beberapa kali. Dia segera mengambil sebotol air mineral lalu meminumnya sampai tersisa setengah.


"Lo kenapa nggak ngasih tahu gue?!" ucap Kimy dengan kesal.


"Kan ini udah gue kasih tahu!!" Kairen menjawab tak kalah ngegas. Fiks, mereka ketularan Vero.


Suara mereka yang agak keras membuat aktivitas makan orang semeja mereka terhenti.


"Lo telat ngasih tahunya cebong!!!" Kimy jadi geregetan sendiri. Untung ganteng.


"Yang penting kan udah gue kasih tahu. Lo bukannya makasih malah ngomel-ngomel!!" kesal Kairen sembari menghabiskan gorengan Boy di meja.


"Ngapain gue bilang makasih kalo lo telat ngasih tahunya!!"


"LO BERDUA DARI TADI NGOMONGIN TAHU MULU, NIH GUE KASIH TEMPE!!"


Vero meletakkan tempe goreng di depan Kairen dan Kimy yang membuat dua orang itu melongo tak percaya. Gini nih, gini jadinya kalo dulu pas SD sekolahnya cuma sampek gerbang doang.


"ENGGAK GITU KONSEPNYA GOBLOKK!!!"


Kairen or Raizel



(yaampunnn, senyumnya kek ngajak berumah tanggaa😭)


***Like woyyy, comentnya juga. vote sama gift juga boleh:)


happy reading***:))