
Bunyi knalpot bersahutan mengisi kesunyian malam di Kota J. Jalanan yang lenggang malam itu kini dipenuhi puluhan motor sport anak muda yang siap menuntaskan amarah mereka. Sorakan-sorakan kecil, dan seruan kencang menyerukan nama Warrior menunjukkan bahwa mereka lah penguasa jalanan malam ini.
Anak Warrior berjalan membentuk jajaran ke belakang, masih menyisakan tempat untuk pengendara lain karena mereka sadar ini bukan jalanan milik mereka.
Kairen memimpin di depan bersama Raizel di sampingnya yang menggunakan penutup wajah untuk merahasiakan identitas mereka. Lalu di belakangnya ada Satya, Noval, dan Vero yang sama-sama membawa bendera kebesaran Warrior.
Motor-motor para manusia yang dirundung kebencian itu berhenti di depan markas yang dimaksud Vero. Disana sepi, tidak ada pemukiman penduduk, bahkan penerangan di jalanan pun sangat terbatas. Mereka masih memantau dari jauh, menunggu sampai musuh menampakkan batang hidungnya.
"Kok sepi ya?. Lo yakin gak salah alamat?" tanya Pandu memastikan.
"Ya yakin lah, orang gue ngecek sendiri kesini mereka ada. Lagi nongki-nongki disana noh" Vero menunjuk sebuah bangku panjang yang ada di depan markas. " Terus ya, waktu itu gue liat ada satu orang yang pake topeng, kayaknya itu ketua mereka deh" lanjutnya.
Raizel dan Kairen cuma diam mendengarkan. Pandangan mereka fokus menatap depan, mencari tanda-tanda kehidupan dari dalam markas yang ada di seberang jalan itu.
"Nyari kami?" sebuah seruan dari arah belakang membuat semua Anak Warrior menoleh.
Shitt, mereka dijebak!.
Semua Anak Dead Cobra ternyata sudah menanti kedatangan mereka, dan terlihat jelas bahwa mereka sudah mempersiapkan ini dari lama. Jumlah mereka ternyata dua kali lebih besar dari jumlah Anak Warrior yang ikut hari ini ditambah dengan persenjataan yang lrbih lengkap. Melihat itu Kai mengumpat keras, sekarang mereka terdesak. Melawan sama aja cari mati, lari pun tidak mungkin, musuh sudah di depan mata.
Mereka kemudian membelah barisan menjadi dua, untuk memberi jalan kepada seseorang bertopeng yang tadi berdiri di barisan paling belakang. Orang itu terus maju, kemudian tepat berhenti di depan Kai dan Raizel yang juga sedang memakai topeng.
Dari matanya Kai sudah tau bahwa orang itu sedang tersenyum penuh kemenangan. Dia menggenggam kedua telapak tangannya kesal.
"Tunggu apa lagi?" orang itu menantang dengan wajah meremehkan, Kai benci itu.
"Sialann, SERANGGG!!"
Perkelahian tetap berlangsung. Sangat tidak seimbang memang. Dilihat dari jauh pun Warrior sangat kelihatan bahwa mereka kekurangan anggota. Ini diluar dugaan mereka, mereka tidak mengira kalau Dead Cobra akan sebanyak ini.
Raizel melawan lima orang sekaligus menggunakan parangnya. Sedikit kewalahan karena mereka juga bersenjata, tapi dia mencoba tenang.
Kai melawan orang bertopeng itu. Dia cukup lincah, kemampuannya tidak bisa dianggap remeh, kai mengakui itu.
*Dorrrr
Sringgg*
Bunyi persenjataan terdengar saling bersahutan di tanah lapang itu. Menjadikan rumput yang semula berwarna hijau kini menjadi kemerahan.
"ARGHH" Kai mengerang keras saat lengannya terkena pisau orang itu. Lukanya menganga lebar dari siku sampai telapak tangan sehingga darahnya mengalir sangat deras.
"Ups, Sorry" orang itu tertawa licik, seakan sangat senang melihat Kai kesakitan.
Raizel sontak melihat kearah Kai untuk memastikan . Antara terkejut dan marah, Raizel mengetatkan gigi gerahamnya dengan mata yang terus fokus pada orang itu.
Menyadari musuhnya sedang terkecoh, seorang pria mendekat dan langsung memukul bahu Rai menggunakan botol kaca hingga botol itu pecah. Rai mengerang , darah mengalir dari bahunya dan tercetak jelas di kaos putih yang dia kenakan.
Sekarang apa yang harus dilakukan Warrior saat dua pemimpinnya terluka_?
...****************...
Dia melihat ponsel lagi, terakhir kali Kai mengiriminya pesan jam 3 sore tadi.
Kairennn
~Gw mau pergi bentar. Jgn lupa minum obat lo, makan jg, awas kalo ga nurut entar gw cium
^^^Anda^^^
^^^~Yaudh cium aja wkwk^^^
Kairennnn
~Dihh nafsu ya lo ama gw🙈
^^^~PD bgt anjirrr😏^^^
Kairennn
~Ngaku aja udh, pake gengsi segala lo
~Udh akhh, gw mau berangkat skrang anak² udh nungguin.
~Doain gw ya semoga pas balik kepala gw masih utuh
^^^~Emng lo mau kemana?. Ngapain?^^^
^^^~Woy anjirrrr!!!^^^
Dia benar-benar gelisah. Hingga sebuah pesan masuk ke ponselnya, orang itu mengirim sebuah foto dan lokasi suatu tempat.
Kening Kimy mengerti bingung. Dia melihat foto itu, matanya melotot kaget saat melihat Kai bersimbah darah.
"Kai" gumamnya.
Tanpa pikir panjang pun Kimy segera meraih jaketnya, kemudian mengambil kubci motor. Dengan tergesa-gesa Kimy pergi ke tempat itu untuk melihat kondisi Kai. Dia tidak mau cowok itu kenapa-napa.
"Kaiii, kuat ya. Kalo lo kenapa-napa nanti gue di dunia ini sama siapa?"
...****************...
**Hy hy, othor balik lagiiii. Kangen gak?. Ya kangen lah masak enggak:)
Gimana chapter ini, pendek ya?. Maaf banget yaa, sengaja dibikin pendek karena ini cuma permulaan buat chapter selanjutnya.
To be continued guysss
Detik-detik menuju ending:)
See you😘**