
Hari ini di kediaman Kai terasa sepi. Kenzi dan Reyhan pergi ke kantor, sedangkan Rai yang sudah bisa jalan memilih berkeliling bersama Agatha. Tinggalah dia sendirian di rumah ditemani Ici, marmut kesayangannya.
"Kasian ya Ci jadi Papi, ditinggal mulu kayak cucian basah" Kai menunduk lesu di samping kandang marmut berwarna putih bersih itu.
"Makan yang banyak, Ci. Biar lo sehat dan terjauh dari 3L. Lemah, letih, lesu" dia menyodorkan sayur-sayuran kepada marmut itu, menyuapinya sembari terkekeh kecil.
"Lucu banget mirip si Kikim" ucapnya tanpa sadar. Entah apa yang merasukinya, Kai menfambil ponsel. Mengarahkan kamera tepat di depan marmut itu. Setelah mendapat foto estetik si Ici, dia mengirimkan foto tersebut kepada Kimy. Kebetulan cewek itu sedang online.
^^^^^^~cakep ya, Kiim?. mirip elo😂^^^^^^
Baskom
~Anjinng, go to hell aja lo ngab!!
^^^^^^~gue mati beneran entar lo nangess^^^^^^
Baskom
~Dihh, gak sudi gue nangisin titisan babii kek lo💩
^^^~Gak kalem banget sih lo jd cwek. jangan² lo bukan cwe tulen lagi😱^^^
Baskom
~Sabarrr, harus ttep sabarr Kim!!. Orng kek gini biasanya bsok mati!!
Kairen terkekeh membaca pesan yang dikirim Kimy barusan. Bisa dipastikan kalo gadis itu sedang uring-uringan. Dan memang itu benar adanya. Sekarang Kimy lagi ngomel-ngomel gak jelas di depan layar ponsel sambil menunjuk-nunjukknya seakan itu Kai yang nyata.
"DASAR KUTU KUPRET. GUE SUMPAHIN LO KENTUT KELUAR BATU BIAR TAU RASA!!" Kimy mendumel kesal. Bisa-bisanya jiwa perempuanya diragukan. Tomboy-tomboy gini dia cewek tulen. Punya gunung yang bisa menghasilkan susu murni darii sumber dan bisa diajak berkembang biak.
...Tinggg...
Ponselnya kembali berdering, dan Kimy tau siapa pelakunya. Chat dari Kai kembali masuk, dia segera membukanya.
Cebong Anj💩
~Dah malem, tidor sono lo!!. Ntar migren baru tau rasa
Kai membaca pesannya sekali lagi. Dia sendiri heran, kenapa dia mengirim pesan seperti itu.
"Ngapain gue ngirim chat beginian sih" gumamnya bingung. Jarinya hendak menghapus pesan itu, tapi terlambat. Kimy lebih dulu membacanya, sesaat kemudian gadis itu mengetik.
Baskom
~Sok perhatian lo anjing💩. Kesambet demit dimane lu?
Seperti biasa, jawaban Kimy pasti di luar ekspetasi. Kalo cewek lain di chat seperti itu, mereka pasti langsung kegirangan bahkan sampai mengadakan hajatan.
"Gue kurang ganteng apa gimana sih?, bisa-bisanya dia nggak tertarik sama gue" untuk pertama kalinya, seorang Kairen Alexander meragukan ketampanannya sendiri.
Dia bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju kaca yang ada di sudut ruangan. Mengamati wajahnya sendiri dengan seksama. Perfect, alis tebal, bibir sexy berwarna pink alami, kulit putih, kumis tipis dengan hidung mancung yang nampak maskulin. Tatapan tajam tapi memikat itulah daya tarik tersendiri dari Kai, dan hal itu yang membuat dirinya banyak digilai oleh kaum perempuan.
"Ganteng kok, banget malah. Udah mirip opa-opa koreyahh, bities lewatt sama gue mah" ucapnya memuji diri sendiri. Seenggaknya, meskipun nggak ada yang muji, pujilah diri sendiri. Begitulah prinsip Kai.
**************
"PAGI ABI, UMI, KAMPRETT" Kai menuruni tangga sambil berseru kencang, membuat semua orang yang tengah menikmati sarapan menoleh kearahnya.
"Nggak usah teriak-teriak, ini rumah bukan hutan!!" Reyhan bersuara sembari meletakkan cangkir kopinya di meja.
"Yahh si Abi, itu namanya semangat pagi Bi. Harusnya mah abi seneng atuh" sahut Kai dengan santai. Dia menarik kursi di samping Rai dan mendudukkan dirinya disana. Tangannya mengambil sehelai roti dan selai cokelat dengan gaya ala-ala sirkus.
"Tuh selai tumpah, gue ketok pala lo pake palu!!" Kenzi mengancam sembari menodong garpu kearah anak pertamanya yang gak bisa diam dari dulu. Adaaa aja tingkahnya yang bikin Kenzi pengen balikin dia ke dalam rahim. Biang onar, tapi tingkahnya tetep bikin kangen.
"Umi, pagi-pagi gak boleh marah-marah. Umi mau keriputnya nambah terus Abi nyari mamah muda"
Plakkk
Sehelai roti menancap di wajah Kai dengan sempurna, Reyhan pelakunya. Dia udah seminggu gak dapet jatah gara-gara Kenzi cemburu sama karyawati barunya, jangan sampek waktu puasanya bertambah gara-gara ulah manusia kodok yang satu ini.
"Papa sunat di monas mau?"
Kai bergidik, satu kali sunat pas kelas 5 SD aja dia udah kapok. Apalagi kalo disuruh sunat lagi. Tidakkkk, demi pacarnya yang udah 39, dia nggak kuatt aslii.
"Sunat aja Pa, biar gak bisa bercocok tanam di masa depan" timpal Rai yang kangsung dibalas pelototan tajam oleh Kai.
"Diem lu bocil!!" sungut Kai dengan kesal.
"Lu juga bocil, monyet!!"
"Lu adek gue, lu yang bocil"
"Beda 15 menit aja sok lo, dasar kodok zumba"
"Terussss, berantem aja terusss. Lanjutin sana di tengah jalan, biar jadi komplotannya Selena" semua diam saat Kenzi bersuara. Wanita paruh baya itu menatap kedua putranya yang masih saling mencibir dengan tatapan tajam.
Fyi, Selena itu orang gila yang sering keliling komplek perumahan Reyhan dan Kenzi. Perempuan berumur 41 tahun itu gila karena gagal jadi idol kpop, jadilah dia sering joget-joget di tengah jalan sambil niruin gerakan dance grub Blackpink. Gak jarang juga dia sering ngejar cowok-cowok ganteng dan menghayal kalo itu Chen EXO.
************
"Gue chat semalem kok gak lo bales?" tanya Bara saat durinya sudah tiba di depan Kimy.
Kimy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dia ingat semalam Bara memang mengirimnya pesan, tapi karena Kai mengajaknya chatingan sampai malam Dia jadi lupa ingin membalas chat Bara.
"Hehee, iya sorry ya. Gue semalem sibuk ngerjain tugas jadi gak sempet bales chat lo" Kimy ber-alibi anjing. Mana pernah dia ngerjain tugas. Seorang Kimyora ngerjain tugas?, mungkin guru-guru langsung hajatan se-RT.
"Ohh, gue kirain kenapa. Oh ya, sodara gue kemaren dateng dari Jogja, terus dia bawa Bakpia banyak banget. Nihh, buat lo. Spesial" Bara menyodorkan paper bag pada Kimy dan diterima oleh gadis itu dengan senang hati.
"Aaa thankyou" ucap Kimy dengan senang. Bara ikut tersenyum simpul, tangannya terulur hendak mengelus rambut Kimy namun tertahan seseorang.
"Kim, rambut lo ada kecoanya!!" Kai tiba-tiba datang dan langsung mengacak rambut Kimy hingga membuat tangan Bara yang terlanjur terulur menggantung di udara.
"Ihhh, lo apa-apaan sih!!. Rambut gue berantakan monyett!!"Kimy mencebik kesal. Dia menghemoas tangan Kai dengan kasar. Kuncir rambutnya lepas, rambutnya kini berantakan mirip gelandangan kolong jembatan.
"Di rambut lo tadi ada kecoa. Udah dibantuin juga bukannya terimakasih!!"
"Kecoa muke lu?!. Mana ada kecoa di rambut. Lo jadi kecoanya, dasar parasit hidup!!"
Bara mengepalkan kedua tangannya saat melihat interaksi antara Kai dan Kimy. Hal itu membuat Kai tersenyum puas, memang itu yang dia inginkan. Membuat Bara marah dan akhirnya menjauhi Kimy dengan perlahan.
"Lah si Bara-Bere kok disini?" ucap Kai dengan nada meledek sembari melirik sinis kearah Bara.
"Mau gue disini atau dimana kek, itu bukan urusan lo!!" seru Bara dengan nada tak suka.
Kai terkekeh kecil, ditepuknya bahu Bara beberapa kali dengan tatapan sinis.
"Santai aja kali, gue cuma nanya kenapa lo yang sewot?"
Sosok Kai memang pintar memancing emosi. Apalagi kalo wajah tengil dan senyum angkuhnya sudah muncul, dia pasti selalu berhasil membuat emosi orang di depannya meluap-luap. Buktinya Bara. Hampir saja cowok itu meninju wajah Kai andai teman-temannya tidak datang, dia mengurungkan niatnya.
"Gue cariin kemana-mana lo malah nangkring disini" Boy merangkul bahu Kai, diikuti Satya, Vero, dan Noval yang baru datang.
"TAU TUH, KITA MASIH DI PARKIRAN MAIN TINGGALIN AJA" Vero menimpal dengan nada gak santai. Orang suka ngegas kadang emang susah buat ngerem.
"Lah kalian ngapain kesini, nggak ke kelas langsung aja" Kai malah bertanya balik dengan wajah tanpa dosanya.
"Ya kita nungguin lo lah beggo!!. Lo ngapain disini?, mau jadi orang ketiga?!" desis Noval menyahut.
"Gue cuma-
Ucapan Kai terhenti saat dia sendiri juga tidak tau kenapa dia melakukan ini.
"Gue ngapain ya disini?" dia malah bertanya pada empat temannya hingga membuat mereka gemas dan ingin melemparnya ke segitiga bermuda.
"Lah si anjingg, balik aja sono lo ke rumah. Tidur!!" Satya memberikan bisikan setan yang menggugah iman, membuat jiwa-jiwa somplak seorang Kai bangkit dari alam tidur.
"Ide bagus"
"Kuy boloss"
"Gasss"
Kelima cowok itu akhirnya kompak ingin bolos atas usulan Satya. Sebelum putar balik ke gudang belakang, Kai mendekatkan dirinya ke Kimy.
"Jangan deket-deket dia"
Empat kata yang penuh makna dan tidak bisa dijabarkan oleh Kimyora. Memang singkat, tapi berhasil membuat hati Kimy bergetar. Gadis itu mengalihkan pandangannya dari mata Kai yang menatapnya intens. Bara mendesis tak suka.
Ucapan lirih Kai tak luput dari pendengaran Satya dan Noval. Satya menatapnya tak suka, sedangkan Noval menatap dengan senyum penuh arti.
**********
Gudang sekolah menjadi tempat pikihan Kai dkk untuk bolos. Selain jauh dari area kelas, tempat ini juga jarang dikunjungi guru jadi aman. Noval yang melihat Kai duduk sendirian mendekat. Dia duduk samping Kai seraya meletakkan sekaleng soda di meja.
"Lo suka sama Kimy?" tanya Noval to the point. Kai sontak mendongak, menatap orang di depannya dengan alis terangkat sebelah.
"Ngaco lo, ya gak mungkin lah!!. Lo kan tau sendiri gue sama dia cuma temen" sahut Kai sambil terkekeh.
Mulutnya berkata tidak, tapi sorot matanya mengatakan hal lain. Dan Noval tau itu. 12 tahun bersama sudah membuatnya hafal betul bagaimana karakter Kai luar dalqm, saat dia marah, senang, sedih, tanpa duceritakan pun dia sudah tau.
"Tenen apa demen?" Noval masih berusaha menggoda.
"Temen markonah!!"
"Kai, kita udah temenan lama. Bukan setahun dua tahun, tali 12 tahun Kai. 12 tahun kita temenan. Mulai dari orok sampe bangkotan, gue udah hapal sama sikap lo. Cara lo natap sama perlakuin Kimy, itu gak kayak cara lo ke cewek lain. Se playboy-playboynya lo, gue tau lo paling anti terlalu intens deket sama lawan jenis. Tapi sama Kimy, lo care, lo sans aja meski dia ngata-ngatain lo. Lo bisa boong ke semua orang, tapi nggak sama gue" Noval menjeda.
"Percaya sama gue, nggak ada hubungan yang bener-bener temenan antara cewek sama cowok. Pasti melibatkan perasaan. Entah dia yang suka sama lo, atau lo yang suka sama dia. Mungkin gak sekarang, tapi gue berharap lo gak telat menyadari semuanya"
************
**Happy new year for orang-orang baik:). Terimakasih untuk cinta dan kasih kalian buat OLS. Makasih buat semua yang terjadi di 2021 guys, semoga kita semua bisa menjadi lebih baik di tahun dan hari-hari berikutnya.
Makasih buat semuanyaaa, jan lupa tinggalkan jejak and happy reading😍**