Our Love Story

Our Love Story
FYI



**Hy readers tersayang, orang-orang baik yang masih mau nunggu up cerita yang freak ini. Hahaa, mungkin juga ada yang sadar kalo cerita ini memang freak.


Di bab ini, mungkin cuma berisi interaksi antara saya dan kalian. Membicarakan tentang novel saya yang katanya GAK JELAS.


Seperti novel-novel saya sebelumnya, saya gak pernah memaksa orang untuk membaca atau suka sama cerita yang saya buat. Kalau gak suka, gak usah dibaca. Dan jangan meninggalkan kotoran di kolom komentar yang membuat mood saya hancur apalagi sampai down!!.


R: Tapi itu kan hak kami, membaca lalu berkomentar sesuai dengan pendapat yang kami punya


Iyaa, anda benar sekali. Tapi bisa gak, anda berkomentar dengan bahasa yang baik dan santun tanpa perlu ada unsur 'menjatuhkan'?.


Anda pikir membuat alur cerita itu gampang seperti anda yang tinggal scrool-scrool tiap bab yang cuma membutuhkan waktu membaca kurang dari 10 menit?. Lalu apa Anda pikir saya membuat 1 bab yang berisi seribu kata lebih itu bisa selesai dalam waktu 10 menit?.


Saya menulis tidak menggunakan outline, semua pure pikiran saya saat saya mulai mengetik. Dan itu membutuhkan waktu berjam-jam lamanya hanya untuk menghasilkan 1 bab yang anda bilang GAK JELAS.


Apa anda tau susahnya saya melawan mood saya sendiri untuk terus menulis?. Saat saya merasa buntu saya selalu berpikir 'masih ada reader yang menunggu up cerita saya'. Saya melanjutkan menulis meskipun terkadang terasa susah. Dan yang selalu saya pikirkan adalah, bagaimana reaksi mereka setelah membaca bab ini?.


Itu pikiran saya sebelum saya membaca komentar seseorang yang merusak penglihatan. Tidak perlu disebutkan, saya rasa kamu, atau siapapun itu yang sangat pintar mengoreksi kesalahan orang lain, pasti bisa mengoreksi dirinya sendiri.


R: Authornya mau reader yang kayak gimana sih, komentar masak gak boleh.


Boleh kok, bolehh banget. Tapi anda tau kan bagaimana komentar yang baik dan benar?. Kalau tidak suka dengan bab yang saya buat, tinggalkan. Tanpa perlu meninggalkan jejak komentar sesat di lapak saya. Itu lebih baik daripada saya harus menggerutu dan merasa tidak ikhlas saat saya tau bahwa anda masih membaca karya saya yang sebelumnya anda bilang TIDAK JELAS.


Sempat terpikir untuk tidak melanjutkan cerita ini. Saya lelah, saya ingin resign dalam menulis. Tapi rasanya sayang, apalagi dengan penantian beberapa orang tulus yang masih mau mengikuti cerita ini sampai sekarang.


Sekali lagi saya tegaskan, untuk kamu yang tidak tau artinya menghargai karya saya, tinggalkanlah. Buat cerita halu sendiri yang sesuai dengan alur yang kamu mau.


Dan untuk semuanya tanpa terkecuali, terima kasih atas semua dukungan kalian. Terima kasih karena sudah mau menunggu, dan terima kasih sudah mau membaca bab yang penting tidak penting ini.


Huhhh, 500 kata coy, artinya saya sedang kecewa!!.


Semoga setelah ini semuanya bisa lebih baik, saya, kalian, dan alur cerita ini. Terima kasih, see you next part:)