
Warrior kalah telak, hampir separuh dari anggota yang Kai bawa sudah tergeletak lemas di tanah. Melihat kawan-kawannya dalam kondisi yang tidak bisa dianggap baik, Satya mengambil alih medan pertempuran. Mencoba nekat demi menjaga harga diri Warrior di depan musuh mereka.
Kai tetap melanjutkan perkelahian, mengabaikan bajunya yang sudah basah karena darah.
Bughhh
Orang itu dengan sengaja menendang luka Kai hingga membuatnya mengerang kesakitan. Suara rintihan Kai membuatnya tertawa senang. Dia melakukan itu sekali lagi, yang ini lebih kencang dari sebelumnya hingga Kai berusaha mati-matian menahan perih dan nyeri di lengan kirinya.
"Lo udah kalah dari gue" ucap orang itu diiringi kekehan. Kai menatap benci kearahnya, mata cowok itu memerah. Dia marah pada dirinya sendiri yang sekarang tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan teman-temannya.
Kai mengedarkan pandangannya, anggota Warrior yang bertahan semakin menipis. Di sudut lain Satya masih mencoba bangkit meskipun dia tau kalau cowok itu juga mengalami banyak cidera.
"Jangan mimpi!!!" dengan mengumpulkan sisa-sisa tenaga, dia kembali memberikan serangan. Tangan kanannya memegang sebuah parang yang kembar dengan milik Raizel. Mengayunkan benda itu kepada musuhnya. Meskipun tidak membantu banyak setidaknya itu bisa mengulur waktu sampai ada bantuan datang nanti.
Raizel melawan dengan tertatih-tatih, mengabaikan bahunya yang seakan ditusuk puluhan pisau. Lima lawan satu memang sulit, ditambah lagi fisiknya sedang tidak baik.
Bughh
Satu tendangan berhasil Rai tangkis menggunakan kakinya. Dia meringis kecil saat rasa perih itu semakin tidak terkendali.
*Bughhh
Bughhh*
Dua pukulan Rai berikan tepat di perut dua orang berbadan kurus cungkring hingga keduanya sama-sama tergeletak karena lelah.
Beberapa jam kemudian keadaan semakin tidak terkendali. Korban yang jatuh semakin bertambah. Warrior terdesak, anggotanya cuma tersisa sedikit sedangkan yang lain luka parah.
Brukkk
Punggung Kai membentur pohon karena tendangan keras yang dia dapat di perutnya. Cowok itu terbatuk beberapa kali sembari memegangi perutnya.
"Lo harusnya nyerah dari awal" ucap orang itu dengan tawa jahatnya. Dia memainkan pistol yang tadi dia genggam, seolah pistol itu adalah mainan yang sangat lucu.
"BACOT ANJINGG!!" umpat Kai dengan nada terputus-putus. "Lo bakal nyesel karena berurusan sama gue!!"
Bertepatan dengan itu, puluhan mobil hitam datang dan langsung berjalan memutari lapangan itu. Membuat beberapa orang yang sedang berkelahi sontak berhenti dan beralih memperhatikan mereka.
Kai dan Rai menatap bingung kearah mobil-mobil itu.. Hingga semua mobil itu berhenti dan membentuk sebuah barisan, barulah rombongan orang berjaket hitam keluar dari sana.
Red Rose dan Dark Dragon, datang untuk membantu putra ketua mereka yang tidak lain adalah atasan mereka juga. Sebuah mobil yang paling mencolok dibuka, dan keluarlah seorang pria dan wanita yang membuat semua orang menatap kaget kearah mereka.
"Papa, Mama" gumam Kai dan Rai bersamaan.
Reyhan dan Kenzi berjalan dengan langkah angkuh membelah barisan anggota Red Rose dan Dark Dragon yang sudah berjajar rapi seperti prajurit perang.
Jaket kebesaran dua geng besar yang sudah lama vakum itu melekat di tubuh tegap anggota yang ada. Kenzi dan Reyhan memimpin di barisan paling depan. Aura kepemimpinan pasangan itu tidak pernah hilang meskipun di makan waktu. Wajah mereka sama-sama menunjukkan wajah tidak bersahabat, apalagi melihat dua orang paling berarti di hidup mereka terluka.
"Wow, kejutan yang sangat bagus" puji orang itu sambil bertepuk tangan seraya menatap penuh kebencian kearah Kenzi dan Reyhan. Kenzi berdecak sinis. Perempuan itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaket, wajahnya tidak menunjukkan penuaan sama sekali. Bahkan orang-orang tidak akan mengira kalau dia sudah memiliki dua anak yang sama-sama dewasa.
"Jelas lah, kan Kenzi yang bikin" sahut Kenzi tak kalah angkuh. Reyhan terkekeh mendengarnya. Dia kemudian beralih menatap dua anaknya yang sedang terkaget-kaget sampai-sampai mereka lupa kalau sedang terluka.
"Cemen lu berdua, masak iya kudu emak bapaknya juga yang nyelesein?" tegur Reyhan yang membuat Kai dan Rai terjingkat kaget.
"Mereka curang Pa, masak bawa orangnya banyak banget. Kan kita jadi kewalahan" Kairen mengadu dengan manja, sehingga beberapa orang menatapnya sinis.
"Hajar dong Pa, gantung sekalian di pohon toge !!!" Raizel ikut mengompori. Orang bertopeng itu mengerutkan keningnya kaget.
"Pa?!" ucapnya .
Kenzi menyunggingkan senyum sinisnya. Dia kemudian bersendekap dada, matanya memicing melihat kearah orang itu.
"Kenapa, kaget ya?. Sebenernya anak kami itu ada dua. Yahhh, jangan-jangan kamu gak tau?. Rugi dong selama ini kamu ngikutin kami!!" ejek perempuan itu.
"DEAD COBRA" Reyhan berseru lantang. "Gak nyangka juga sih, geng sampah kayak kalian bisa berdiri lagi. Masih kurang ya nyari gara-gara sama kita dulu sampai harus ganggu anak kami!!" lanjutnya dengan wajah datar.
"Gue gak akan berhenti sebelum keluarga kalian hancur" sahut orang itu. Reyhan tertawa meremehkan, berapa banyak nyawa orang ini sampai berani menantangnya?. Dia jadi penasaran.
"Itu bakal terjadi, tapi cuma di mimpi lo!!"
Detik berikutnya perkelahian kembali berlanjut. Semua anggota Red Rose dan Dark Dragon dikerahkan, membabat habis Dead Cobra yang masih tersisa. Seakan mendapat bantuan dari Neptunus, semangat Warrior kembali membara. Tanpa memperdulikan luka-luka di sekujur tubuhnya, mereka kembali menyerang dengan amarah yang membakar jiwa.
Kairen menendang perut orang bertopeng itu dengan kaki kanannya, membuat orang itu tersungkur di lantai. Segera Kai mengambil pistol dari dalam saku, kemudian menembak kedua kaki lawannya hingga dia memekik keras. Sentuhan terakhir, dia memberikan tendangan keras di dada hingga orang itu muntah darah dan tidak bisa bangun.
"Gue menang" ucap Kai dengan wajah angkuh .
Kenzi cuma duduk mengamati di kap mobilnya, membiarkan orang-orang itu bersenang-senang dengan mainan mereka saat ini. Tatapannya kemudian beralih pada Raizel yang masoh berurusan dengan tiga lawannya tadi. Perempuan itu kemudian mengeluarkan pistol lalu menembak tiga orang tersebut tepat di kepala mereka. Dan ya, semua mati bersamaan.
"Akhhh Mamaa, kan Rai belum selesai" decak Raizel dengan kesal.
"Kamu kelamaan, gemes tau gak liatnya. Kalo gitu kan enak langsung selesai" sahut Kenzi tanpa beban.
Tak butuh waktu lama, Dead Cobra sudah tidak berdaya di bawah kekuasaan Reyhan dan Kenzi. Kenzi kemudian berjalan menghampiri orang bertopeng yang sudah tersungkur tak berdaya di depan Kai. Dia berjongkok di depannya, memandang orang itu dengan tatapan kasihan yang dibuat-buat di tambah lagi senyuman mengejek yang berhasil membuat darah orang di depannya mendidih.
"Yakin masih mau ngehancurin keluarga saya, Boy?" tanya Kenzi dengan nada rendah.
"Selama gue masih hidup, gue bersumpah bakalan bikin keluarga kalian gak tenang!!. Karna gara-gara kalian, hidup gue gue berantakan!!. Gara-gara lo Kenzia, bokap gue mati!!. Ini semua gara-gara keluarga lo!!" bentaknya.
Kenzi terkekeh sinis, merasa sangat muak dengan kebodohan orang di depannya ini. Dengan gerakan kasar dia membuka topeng itu hingga wajah babak belur Boy terlihat sempurna. Perempuan itu berdecak prihatin, "Kasian, masih muda tapi beggonya gak ketulung" sinisnya.
Boy cuma diam, tatapan cowok itu kemudian beralih pada Raizel yang sudah membuka topengnya kemudian menatap Kai. "Kembar" ucap Boy
Raizel menyeringai, dia kemudian meletakkan kedua tangannya di depan dada, "Ya gue emang kembar. Dan selama berbulan-bulan ini selalu lo pantau itu bukan gue, tapi kembaran gue, Kairen. Gue sama Kai juga udah tau lama kalo lo yang udah bikin gue kecelakaan waktu itu, lo juga yang bakar gedung, lo yang selalu ngikutin Kai kemanapun, bahkan lo juga yang hampir nyulik Kimy di sekolahan . Well, disini lo yang bodoh bukan kita" Ucap Raizel seolah memperjelas kalau Boy memang orang paling bodoh di dunia ini.
Suasana semakin mencekam, baik Red Rose ataupun Dark Dragon tidak ada yang berani buka suara. Mereka hanya diam di situ untuk berjaga-jaga. Hingga tiba-tiba suara panghilan dari seorang perempuan membuat Boy melotot kaget.
"KAK BOY" panggil Agatha dengan keras kemudian langsung berlari menghampiri Boy yang sudah terkulai lemas.
"Kak, kakak gapapa kan?" Agatha memegang kedua bahu Boy dengan khawatir. Tangis cewek itu pecah saat melihat kedua kaki Boy terluka.
"Lo ngapain kesini, disini bahaya!!. Pergi sekarang Ta!!" bentak cowok itu. Tapi Agatha malah menggeleng keras.
Semua orang menatap terkejut kearah mereka, terutama Raizel. "Kakak?, dia kakak lo?" tanya Raizel. Agatha tidak menjawab, dia sendiri juga kaget saat melihat Rai ada dua.
"Tante, Om aku mohon jangan sakitin kakak aku. Cuma dia yang aku punya di dunia ini, ako mohon Tante. Aku gak tau lagi harus sama siapa kalo Kak Boy gak ada" cewek itu memohon di kaki Kenzi, membuat perempuan itu mengalihkan pandangannya kearah lain.
Boy menarik bahu Agatha ke belakang dengan keras, dia menatap penuh amarah kearah adiknya. "LO APA-APAAN SIH, NGAPAIN LO MOHON-MOHON KE PEMBUNUH KAYAK DIA!!" bentak Boy dengan keras.
"Kamu itu gak tau apa-apa Boy. Tentang saya, masa lalu saya, dan apa yang terjadi antara saya dan orang tua kamu. Harusnya kamu sadar dong kalo kamu itu cuma boneka Tante kamu. Kamu gak sadar kalo selama ini dibeggoin habis-habisan?" Kenzi menyahut kesal karena terus dituduh.
"Ya gak sadar lah, kan dia emang beggo banget" sahut Reyhan secara frontal. Agak nyelekit dikit di hati.
"Asal kamu tau, saya gak pernah berniat untuk bunuh Ayah kamu. Waktu itu saya cuma mau menyelamatkan Rai dari Tante kamu si Rossa yang udah modar. Harusnya kamu tau dong, Orang gak akan menyerang kalau dia gak diusik. Dan itu lah saya, saya cuma mau melindungi keluarga saya. Kalau kamu di posisi saya waktu itu, saya yakin kamu juga akan melakukan hal yang sama" jelas Kenzi panjang lebar yang membuat Boy terdiam.
"Terserah kamu percaya atau gak sama saya, tapi saya punya buktinya kalo saya gak sepenuhnya salah. Kalo kamu mau, dateng ke kantor saya besok. Saya akan tunjukin semuanya"
...****************...
Butuh waktu cukup lama untuk Kimy bisa samppai di tempat Kai berada. Disana sangat sepi, dia jadi takut sewaktu-waktu diculik. Dari kejauhan dia melihat ada banyak motor Anak Warrior yang terparkir, berarti dia tidak salah tempat. Kimy terus menyusuri jalan yang gelap, hingga dia bertemu dengan tanah lapang di sebrang jalan yang terdapat banyak orang disana.
Cewek itu memicingkan matanya, mencoba menganalisa. Disana ada Tante Kenzi, Om Reyhan, Satya, Vero, Noval, Boy, Agatha, Rai, dan yang terakhir Kai. Kimy bernafas lega saat melihat kepala Kai masih utuh.
"KAI!!" Kimy memanggil keras, hingga Kai mendengar suaranya dan langsung menoleh. cowok itu nampak kaget melihat dia ada disana.
Melihat Kai hanya diam mematung, Kimy berinisiatif untuk menghampiri. Cewek itu berjalan cepat menyebrang jalan tanpa menengok kanan-kiri sampai tidak sadar kalau ada truk besar berjalan dari arah utara.
Kai melotot kaget. Cowok itu segera berlari menghampiri Kimy yang berada sekitar 30 meter dari tempatnya berdiri.
"KIM AWAS!!!" teriak Kai dengan keras.
Brakkk
Tapi terlambat, truk itu sudah lebih dulu menghantam tubuh Kimy hingga gadis itu terpental beberapa meter. Tubuhnya berguling-guling di trotoar kemudian kepalanya membentur sebuah batu. Nafas Kai tercekat di tenggorokan, jantungnya seakan berhenti berdetak. Langkah kakinya terasa sangat berat untuk menghampiri Kimy.
Semua orang sontak ikut mendekat untuk melihat. Tubuh Kai luruh, di dekapnya badan Kimy erat-erat. Cewek itu menutup matanya rapat-rapat. Darah mengalir deras dari kepala, hidung, dan mulut Kimy. Di tambah lagi beberapa memar di kaki dan tangan. Kai menangis tersedu-sedu.
"Kim, bangun Kim!!. Buka mata lo!!" Kai berseru kencang. Bertepatan dengan itu hujan turun deras, entah apa maksud semesta menurunkan rintiknya di keadaan seperti ini.
Darah Kimy bercampur dengan air dan mengalir ke selokan-selokan jalan. Petir saling bersahutan diiringi derasnya air yang jatuh. Reyhan menelfon ambulans untuk segera mengirim bantuan. Semua orang menatap prihatin kearah mereka.
"Kim katanya lo cinta sama gue, kalo gitu buka mata lo sekarang!!. Tunjukin ke gue kalo lo emang beneran cinta sama gue"
"KIM BANGUN!!!"
"KIMY!!!"
...****************...
**Part ini panjang bangetttt, like komennya juga harus banyak yaaa. Gak mau tau pokoknya harus like and komen semuaaaaa.
Mau happy ending atau sad ending?
Kai Or Rai**
Kimy
Mama Ken
Papa Rey
To Be Continued Guys