
Suasana pagi di SMA Garuda masih sama seperti biasanya. Semua siswa belajar di kelas masing-masing untuk menuntut ilmu demi kehidupan di masa yang akan datang.
Kairen mencoret-coret abstrak di lembar kosong Buku tulis Sosiologi. Pak Lukman menjelaskan materi di depan dengan panjang lebar tapi hanya beberapa inchi saja yang berhasil masuk ke dalam otak siswa 11 IPS 1 yang rata-rata otaknya udah terkontaminasi virus cebong kudasi.
"Pak!!" Kairen tiba-tiba tunjuk gigi, eh tunjuk jari maksudnya. Pak Lukman menoleh kearahnya dengan wajah bingung.
"Ada apa?"
"Saya ijin ke toilet ya Pak?, mau boker"
Kairen memegangi perutnya, akting mules supaya diizinin keluar. Kan lumayan, kali aja di depan banyak yang bening-bening.
"Yaudah sana, jangan lama-lama!!"
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas yang tidak datang dua kali, cowok itu bergegas ngacir keluar kelas dengan wajah senang. Akhirnya, dia bisa lepas dari seorang guru yang kadang cosplay jadj sosiolog. Omongannya nggak jauh-jauh dari masyarskan. Kenapa dia nggak jadi DPR aja coba?!.
"Pagi Rai" seorang siswi menyapa dengan genit.
"Pagi juga baby" Kai mengedipkan sebelah matanya menggoda. Membuat siapapun yang melihatnya memekik girang. Pemuda itu menempelkan jari kelingking dan jempolnya ke telinga, memberi isyarat seperti orang menelfon.
"Nanti pulang sekolah gue telfon ya, kita jalan nanti malem"
Please, siapapun yang bisa karate, tolong tonjok cewek yang habis digodain Kai biar dia sadar kalo ini bukan mimpi. Cewek yang diketahui kelas 12 itu menangkup pipinya sendiri, sumpah demi apa jantungnya sekarang sangat nggak aman.
"AAA MAMIIII"
***************
Kairen berjalan seorang diri di sebuah lorong menuju gudang sekolah. Lorong ini memang sepi dan jarang ada orang yang melewati karena lorong ini hanya menuju ke satu tempat, yaitu gudang.
Kai berjalan sembari memainkan ponselnya. Hingga tidak sengaja dia menginjak segumpal kertas di lantai. Kening Kai mengerut bingung. Dia kemudian berjongkok, mengambil kertas itu lalu membacanya.
Persiapkan diri lo sebaik mungkin dude!!
Kehancuran akan datang, sebentar lagi.
Tangan kekar Kaoren meremas kertas itu sampai tidak terbentuk. Amarahnya memuncak. Dia paling tidak suka mendapat ancaman, apalagi gertakan yang tidak jelas seperti ini.
"KELUAR LO, GUE TAU LO ADA DISINI!!. KALO BERANI, LAWAN GUE SEKARANG!!. JANGAN JADI PENGECUT!!" teriak Kairen dengan kencang. Lebar lorong yang tidak terlalu besar membuat suaranya menggema dan terdengar sangat nyaring.
Cowok dengan marga Alexander itu berdecih pelan saat tidak ada respon apapun yang orang itu berikan. Mata elangnya memindai keseluruh penjuru, mencari dimana letak persembunyian orang yang selama ini rutin mengirim surat kepadanya.
Sampai mata tajamnya menangkap sosok orang bertopeng yang memakai hoddie hitam tengah bersembunyi dibalik sebuah tembok. Buru-buru Kairen berlari kencang menghampiri. Melihat Kai datang mendekat, orang itu bergegas lari menghindar.
"SIAPA LO, HAH?!" Kai menarik kerah baju orang itu, memaksanya untuk berdiri.
"APA MAKSUD LO NGELAKUIN SEMUA INI!!" tatapan nyalang Kairen berikan kepada orang di depannya. Cengkraman tangannya semakin menguat, membuat tubuh orang itu terpaksa harus berjinjit untuk myamakan tingginya dan tinggi Kairen yang berbeda.
"JAWAB!!"
Perlahan tapi pasti, orang itu mengangkat kepalanya. Menatap Kairen tanpa takut seakan menantang pemuda pemilik iris mata cokelat itu. Setengah wajahnya memang tidak terlihat, tapi Kairen dapat mengetahui bahwa orang itu sedang tersenyum lewat matanya yang menyipit.
Bughh
Satu tendangan telak orang itu berikan di perut Kairen hingga pemuda itu terpundur selangkah. Saat orang itu hendak kembali berlari, Kai dengan sigap menarik bahunya hingga hoddie yang orang itu kenakan sobek. Dan disanalah Kai mengetahui, orang itu memiliki tatto tengkorak kecil di bahu kanannya.
Melihat Kairen sedikit lengah, orang itu mendorong Kai hingga membuatnya terduduk di tanah. Dia kemudian segera berlari menghindar, takut-takut kalau identitasnya terbongkar.
"WOYYY!!!"
Kai ikut berlari mengejar. Di depannya ada sebuah balok kayu. Dia mengambil balok itu kemudian melepar kepada orang tadi dan nice, lemparannya tepat mengenai punggung orang itu.
"Akhhh" orang itu memekik keras. Rasa nyeri dipunggungnya tidak dapat dia sembunyikan tapi dia tetap berusaha untuk berlari.
Kairen tertegun. Suara itu, suara yang sangat familiar di telinganya. Tapi suara siapa?!.
Orang itu berbelok arah, dan Kai masih setia membuntuti. Tapi tiba-tiba, orang itu tidak ada. Menghilang begitu saja dibalik tembok.
"SIAL!!" umpat Kairen drngan kesal.
"Cepet banget sih ilangnya?!" mata pemuda itu mengamat sekeliling. Berharap mendapat jejak meskipun cuma sedikit. Tapi hasilnya nihil. Tidak ada satupun jejak yang tertinggal, hanya sobekan dari hoddie tadi yang masih tersisa di tangannya.
"Gue pasti bisa nangkep lo!!. Dan gue bersumpah, gue bakal buat hidup lo menderita atas apa yang udah lo lakuin ke adek gue!!" gumam Kairen dalam hati sembari menatap lurus kearah sobekan kain di tangannya.
Pemuda itu kemudian berbalik arah, hendak kembali ke kelas. Mood bolosnya mendadak hilang karena bertemu dengan orang tadi. Masih dengan kekesalan yang tidak berkurang, Kairen berjalan cepat sampai tiba-tiba dia bertabrakan dengan seseorang.
"EH CHICKEN, KALO JALAN YUH PAKE MATA DONG!!. LO PIKIR INI JALAN NENEK MOYANG LO APA BEGIMANA?!!" Bara berteriak dengan emosi. Dia menunjuk Kairen yang lebih tinggi beberapa centi dengannya yang hanya dibalas wajah datar oleh pemuda itu.
"Terus kalo gue jalan pake mata, gue ngeliatnya pake apaan?!. Pake otak lo?!. Otak diservis dulu, jangan ngegas aja lo duluin!!" Kairen memasang wajah merendahkan. Membuat orang emosi adalah kesenangan tersendiri baginya. Nggak heran kalo Pak Jamet sampek kontrol jantung tiga kali dalam seminggu. Itu Kairen biang keroknya.
"Berani lo sama gue?!" Bara mendorong bahu kiri Kairen dengan wajah angkuh. Kai tertawa kecil. Dia mengibas-ngibaskan tangan dibahunya, seolah bagian itu baru terkena suatu noda.
"Ngapain gue takut sama pengecut kayak lo?!"
****************
HUAAA, INI TEH PELAKUNYA SAHA?!. KAN KASIAN, BANG KAI HARUS MARAH-MARAH TEYUS:(
JAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA GUYSS. LIKE, COMENT, VOTE YANG BANYAKKKKKK. HAPPY READING:)