Our Love Story

Our Love Story
Camping



"Baik anak-anak, untuk mengawali perjalan kita pada pagi hari ini, marilah kita berdoa menurut agama dan keyakinan masing-masing. Berdoa mulai!!"


Seluruh siswa SMA Garuda menunduk dalam di bawah sinar mentari pagi yang masih redup. Memanjatkan doa tulus kepada sang pencipta agar menjaga keselamatan mereka selama perjalanan.


"Berdoa selesai" Pak Slamet memberi instruksi.


"BAIK, SEMUA SEGERA MASUK KE DALAM BUS MASING-MASING. UNTUK KETUA KELAS, ABSEN ANGGOTANYA, JANGAN SAMPAI ADA YANG TERTINGGAL!!"


Seluruh siswa SMA Garuda segera berhambur masuk ke dalam Bus yang sudah ditentukan. Kelas 11 IPS 1 masuk ke dalam Bus nomor 6 yang sudah disiapkan untuk kelas mereka. Kimy, Gabriel, Elsa, dan Rachel berjalan berhimpitan dengan siswa lain. Apalagi jalan di sisi Bus yang lumayan sempit.


"El, duduk sama gue sini!!" Gabriel menarik tangan Elsa untuk duduk di salah satu kursi, mereka duduk berdampingan.


"Terus gue duduk sama siapa?" tanya Kimy dengan wajah cemberut.


"Sama gue" gadis itu menoleh cepat saat ada sebuah tangan menarik lengannya. Dia mendongak, dan nampak wajah teduh Satya yang sedang menatapnya sambil tersenyum.


"Ayo!!" tanpa menunggu jawaban dari Kimy, Satya segera menarik tangan gadis itu ke salah satu bangku. Dia menempatkan Kimy di dekat jendela, dan dia duduk di sampingnya.


Kai yang kebetulan berada di belakang Rachel dan Kimy menatap kepergian mereka. Dia menatap dalam diam, kemudian beralih melihat Rachel yang juga terpaku di tempat tanpa ada pergerakan sedikit pun.


"Duduk sama gue!!" Ini bukan permintaan, tapi perintah. Kai menarik tangan gadis itu ke sebuah kursi yang berseberangan dengan Satya dan Kimy. Mereka duduk berdua, sesekali cowok dengan rambut cokelat gelap itu melirik kearah Kimy dan Satya yang sedang berbincang ria.


"Sekarang lo cosplay jadi cewek feminim nih ceritanya?" tanya Satya dengan nada bercanda.


Kimy tertawa kecil, lalu mengendikkan bahunya acuh.


"Gue cuma pengen jadi cewek normal" dalihnya.


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Bus rombongan SMA Garuda berjalan menuju tempat percampingan. Suasana pagi yang sedikit mendung dan semilih udara dingin menemani perjalanan mereka hari ini. Noval mengeluarkan gitarnya lalu meletakkan gitar itu diatas pangkuan.


"BONG, NYANYI DONG!!"


"GASSS" Kai menyahut dengan semangat. Dia memiringkan posisi duduknya menghadap Noval dan Vero yang duduk di belakang kursi Satya dan Kimy.


"Request boleh gak nih?" Sisy si bendahara kelas bertanya dari bangku paling belakang.


"Boleh, tapi khas gue grarusin sampek setahun" sahut Kai ngasal.


"Bangkee, itu mah enak di elu!!"


Kai mengangkat bahunya acuh, toh dia cuma bercanda. Uang bapaknya masih cukup untuk membatar khas sampek 1 abad kedepan.


Noval mulai memetik gitar, Kai mengatur intonasi suaranya. Semua orang memperhatikan mereka, terutama Kimy. Gadis itu menatap tanpa berkedip, meskipun Satya di sampingnya, tapi seorang Kairen selalu bisa menarik perhatiannya dimana pun itu.


"Ku tak bahagia, melihat kau bahagia dengannya.


Aku terluka


Tak bisa dapatkan kau sepenuhnya


Aku terluka, melihat kau bermesraan dengannya


Ku tak bahagia, melihat kwu bahagia


Harusnya aku yang disana


dampingimu dan bukan dia


harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia


Harusnya kau tau bahwa, cintaku lebih darinya


Harusnya yang kau pilih bukan dia....


"Curhat lewat lagu nih ceritanya!!" Boy bersorak meledek, diikuti sorakan beberapa anak cowok hingga membuat Bus sangat ricuh karena suara mereka.


"Hareudang, hareudang, hareudang....


"PANAS, PANAS, PANASSS"


"HAHAHAAA"


Kai mendengus kesal, padahal dia hanya bernyanyi, tidak ada niatan untuk curhat lewat lagi seperti yang si Koboy tuduhkan. Tapi tanpa sadar matanya selalu melirik kearah Kimy, gadis itu terlihat tertawa bersama Satya entah membicarakan apa.


"Kamu ngeliatin apa?" suara Rachel membuat cowok itu menoleh. Dia mengalihkan pandangannya pada Rachel yang sedang menatapnya bingung.


"Bukan apa-apa" sahutnya sambil tersenyum simpul.


Tanpa sadar Rachel membuka roomchatnya dengan Satya dan menekan opsi panggilan. Mata gadis itu melotot saat menyadari tingkah bodohnya, buru-buru dia menutup telfon sebelum Satya sempat mengangkat.


Dapat dia lihat, Satya menatap ponselnya dengan bingung di seberang sana. Dia kemudian beralih menatap Rachel, lalu memgirimkan chat singkat untuk gadis itu.


Satyaaaa


kenapa ?


^^^~Gapapa, maaf tadi kepencet^^^


Dan pesan hanya berakhir sampai situ,,Satya tidak menjawab lagi. Cowok itu sibuk ngobrol bersama Kimy, entah apa yang mereka bicarakan.


"Chel, chel, chellll" Kai memanggil Rachel berulang kali membuatnya terganggu. Rachel meletakkan ponselnya, kemudian menatap Kai sambil mengangkat sebelah alis bingung.


"Apa?"


"Nama lengkap lo apa?" tanya Kai balik. Kening Rachel mengerut, tapi tak urung dia tetap menjawab.


"Rachelia Brigitta, kenapa?" jawabnya sekaligus bertanya.


Kai tersenyum lebar menanggapi, "Gapapa, biar gue gak salah sebut nama jodoh gue di sepertiga malam nanti"


"CIELAHHH, PAKEK ACARA SEPERTIGA MALAM. SHOLAT SUBUH AJA LO KAGAK PERNAH!!" seru Vero dengan lantang dari arah belakang. Kai menunjukkan kepalan tangannya, merasa muak dengan Vero yang hobby umbar aib. Meskipun semua itu benar, Kai adalah sejenis islam KTP.


"Diem lo kadal!!"


***********


Rombongan Bus SMA Garuda berhenti di kawasan hutan lindung yang akan digunakan mereka camping sampai 2 hari ke depan. Kini semua terbagi berdasarkan angkatan. Kelas 10 di tanah lapang yang berada di sisi timur, kelas 11 di selatan, dan kelas 12 di barat. Mereka disuruh membentuk sebuah kelompok sesuai gender yang berisi 6 orang. Setiap kelompok wajib membangun satu tenda untuk mereka tidur selama bercamping.


Kimy, Gabriel, Elsa, Rachel, Putri, dan Chika berada dalam satu tim. 6 cewek cantik itu betgotong royong menegakkan sebuah tenda, meskipun mereka tidak tau bagaimana caranya. Maklum, sejak SD mereka gak pernah ikut pramuka.


"Ini kok jadi gini sih?!" Elsa mencebik, "Miring kek otak si Briel"


Gabriel melotot, aktifitasnya yang sedang menata alat terhenti kemudian menatap Elsa dengan tatapan sangarnya.


"Ngomong apa lo barusan?!"


""Tendanya miring kek otak lo!!" setelah mengucapkan itu, Elsa segera berlari terbirit-birit. Takut-takut kalau Gabriel akan melemparnya menggunakan termos besar yang sedang dia bawa.


"Elsanjing, sini lo!!. Gue siram pake air panas biar otak lo terbebas dari kegoblokan!!"


Dan berakhirlah mereka nain kejar-kejaran di area camping. Kimy yang melihat itu berdecak, mereka memang tidak pernah berubah.


"Gimana sih, bukannya bantuin malah kejar-kejaran!!" cebiknya kesal.


"Mau gue bantuin?" suara berat seseorang membuat gadis itu kaget. Dia menoleh, dan terlihatlah Satya dan Kai yang sedang berdiri di sampingnya sambil saling tatap satu sama lain.


"Cieee, Kimy direbutin cogan!!. Jangan maruk Kim, bagi satu napa buat gue" ledek Putri yang ditimpali tawa oleh Chika.


Kimy memutar bola matanya malas, enggan menanggapi. Dia menatap dua orang di depannya bergantian.


"Ngapain kalian disini?!. Sana balik, gue gak butuh bantuan lo!!"


"Dihh, siapa juga yang mau bantuin lo?!. Orang gue kesini mau bantuin Rachel kok. Geer!!" kilah Kai segera. Dia berjalan kearah Rachel yang nampak kesusahan menegakkan tenda yang miring. Dia membantunya, meninggalkan Satya dan Kimy yang masih diam di tempat.


Kimy meremas ujung hoodienys diam-diam. Hatinya menjerit tidak suka, tapi dia juga harus sadar posisinya apa.


"Nyatanya, lo emang akan selalu lebih mentingin dia"


Tanpa disadari siapapun, seseorang bersandar dibalik pohon dengan senyum tipisnya. Otak kecil cowok itu sudah dipenuhi puluhan siasat yang siap dia jalankan selama disini.


"Tunggu kejutan dari gue, dude"


**Hy guys, apa kabar?


Lama banget ya aku gak up. Maaf sekali manteman, ada beberapa hal yg membuat aku gak bisa up kek dulu. Apalagi beberapa minggu ini aku sibuk, kelompok sana sini, presentasi sana sini, otakku bener-bener gak ada ruang buat santai.


Jadi maaf banget yaaa, karena kalian harus nunggu lama.


Aku ngucapin makasih bangettt buat kalian yang masih mau mendukung cerira ini ditengah kesibukan masing-masing. Cerita ini gak akan bisa sukses tanpa bantuan kalian.


Thankyou so much, see you next time and happy reading**:)