Our Love Story

Our Love Story
Gila itu Nggak Waras



"Masak baru 1 bulan masuk udah mau bolos, dasar lemah!!" Kairen menunjuk kearah depan, tepat kepada sesosok pria berdiri tegap dan sosok itu menunjuk balik kearahnya.


"Gak usah sok iye deh!!. Balik kasur sono, rebahan!!" sosok itu menyahuti sambil memberikan bisikan setan yang menggugah iman.


"Enggak, gue mau sekolah. Di sekolah banyak malaikat!!" Kairen menghardik balik dengan gaya sok-sokan kayak jagoan neon.


BRAKKK


Pintu digedor oleh Kenzia dengan kencang, sampai aktifitas Kairen terhenti.


"KAII, JANGAN KEBANYAKAN NGOBROL SAMA KACA!!. BURUAN BERANGKAT!!"


"Iya ibunda, ananda akan segera turun" sahut Kairen dengan gaya-gaya sok kayak jaman majapahitan.


"Tuhh kan, kita emang kudu sekolah. Biar Mama enggak marah" ucap Kairen pada pantulan dirinya di cermin.


Bayangan itu mengangguk setuju


"Mama kalo marah, sungutnya suka keluar"


"KAIII CEPETAN" Kenzia berteriak kesal


"JANGAN NGOBROL LAGI!!"


Kenzi sendiri heran. Punya anak hobby-nya nggak manusiawi. Suka banget ngobrol sama bayangan sendiri. Dia sampai bingung, didikan salah apa yang dia berikan pada anaknya dulu.


****************


"EHH BONG, BONG, ITU ADA PAK JOKES!!"


Vero menunjuk kearah guru yang berkaca mata yang kemana-mana selalu pakek sarung. Atasan udah oke mirip pejabat, pas turun ke bawah auto bikin mata gelinding.


"Wehhh, ada Pak Joko"


Joko namanya, tapi diplesetin sama lidah Kairen yang minim akhlak jadi jokes. Bukan tanpa alasan. Orang ini tuh bikin kesel. Apalagi matanya yang ngomong selalu sambil melotot. Bener-bener mengundang gairah Kai buat nyolok mata guru geografi itu.


"Mau ngapain kamu?!" desis Pak Joko dengan nada tak bersahabat.


Tuh kan, baru juga diomongin. Udah ngeselin.


"Ya engga ngapa-ngapain Pak, nyapa doang masak engga boleh" Kairen memamerkan cengirannya, membuat Pak Joko menatap curiga. Dia hafal nih, murud kayak gini biasanya ada udang dibalik-balik.


"Iya nih si bapak, sensi amat. Jangan marah-marah pak, umur nggak ada yang tau" Noval niatnya sok bijak, tapi justru omongannya kayak orang minta ditonjok.


Pak Joko auto melotot. Matanya hampir loncat, untung udah ditali jadi nggak ngegelinding.


"Kalian ini, pagi-pagi jangan bikin saya pusing!!. Udah sana, ke perpustakaan. Ambil buku paket terus bawa ke kelas. Bentar lagi saya ke kelas kalian"


Pak Joko yang lagi nggak mood karena semalem nggak dapet jatah dari bininya, enggan menanggapi Kai and the geng yang nggak pernah waras dari kelas 10. Dikatain nggak waras aja mereka ketawa.


"Kalian balik kelas sono, biar gue yang ngambil bukunya!!" seru Kairen pada Noval dan Vero. Dua cowok itu mengangguk setuju. Mereka males ke perpustakaan. Isinya buku-buku yang bikin mata ngantuk.


******************


Kairen membawa setumpuk buku paket geografi di tangannya. Dia berjalan memutari sekolah 2 kali, bolak-balik kantin-toilet 7 kali, terus muterin lapangan basket sampek hitungan ganjil. Rute paling efisien buat sampek ke kelas.


Ciri-ciri orang ngaret, karena on time bukan budaya kita. Budaya kita itu janji dateng jam 2, sampeknya jam 10.


"KAI!!" seseorang memanggil dari arah belakang, Bu Enting pelakunya. Wali kelas yang namanya diejek Kai jadi Bunting.


"Siap, ada yang bisa saya banting bu?" Kairen datang menghampiri, tak lupa senyum jenakanya. Benar-benar titisan Kenzi.


"Otak kamu tuh dibanting" Bu Enting menukas kesal. Sebenernya dia males minta tolong ke anak kodok, tapi yang lewat cuma dia doang.


"Nggak usah gombal, nggak mempan. Nihh, kasihin ke Pak Dodi, suruh fotocopy terus kasih ke saya"


Bu Enting memberikan selembar kertas yang diterima Kai dengan patuh.


"Siap Bu, ongkosnya sesuai aplikasi ya"


Sepergian Kai, Bu Enting cuma bisa ngelus dadanya yang rata. Dosa apaa dia sampek ketemu murid yang wujudannya kayak Kai.


*************


"Permisi Pak"


Kairen masuk ke dalam Ruang milik Pak Dodi, guru yang bertugas untuk fotocopy dan sebagainya.


"Iya, ada apa?"


"Ini Pak dari Bu Enting" Kai menyerahkan kertas tadi.


"Oh ya Pak, kata Bu Enting bapak disuruh fotokopi. Terus kalo udah disuruh ngirim ke Bu Enting"


"Fotokopi, buat apa?" tanya Pak Dodi bingung.


"Ya mana saya tahu pak, saya kan tempe"


Kai keluar ruangan tanpa beban. Meninggalkan Pak Fodi yang diam dalam kebingungan. Guru itu mengambil ponsel, kemudian memfoto kopi di mejanya. Ia mengirim foto kopi itu kepada Bu Enting.


💬Anda


~nih bu, katanya minta foto kopi


****************


"Salam Pak Jokes" Kairen memasuki ruang kelasnya dengan santai tanpa beban.


"Darimana aja kamu?!. Disuruh ngambil buku lamanya kayak orang semedi" desis Pak Joko dengan kesal. Disuruh ngambil buku aja lama, giliran ngambil sembako aja cepet.


Kai menyengir anjing tanpa dosa. Baginya, bikin orang kesel itu hiburan.


"Maap pak, tadi saya disuruh Bunting"


Mwehehee, satu kelas auto ngakak. Wella, si tukang ngompol langsung ngibrit ke kamar mandi buat buang hajad. Susah emang kalo sekelas sama titisan anak kodok.


"Ma-maksud kamu?" Pak Joko ketar-ketir, takut-takut kalo Kai salah jalan.


"Iya Pak, saya disuruh Bunting sama Pak Dodi"


"ASTAGHFIRULLAH" Pak Joko memegangi dadanya, drama apa lagi ini?!.


"Kai, ka-kamu?"


"YA AMPUN BONG, ELO BELOK?!" Vero menyela dengan kaget dari bangku belakang. Yaa gusti, temannya, cebongnya, udah pilih jalur alternatif. Pencinta sesama batang.


"HEHHH, MATAMU!!"


***********


gimana cerita hari ini?


Like, like, likeeeee, coment nya jan lupa. Undang kerabat atau sahabat yaaaa. Happy Reading semuaaa:)