Our Love Story

Our Love Story
Hari-hari



Sejak hari itu, semua terasa berbeda. Tidak ada lagi tawa, tidak ada lagi canda, tidak ada lagi Kimy yang ceria. Sepanjang hari hanya diisi dengan bayangan semu, tentang masa depan yang terasa masih abu-abu.


Kimy hanya bisa merenung sambil menghitung hari, berapa hari lagi dia bisa bernafas?. Berapa hari lagi dia bisa menikmati indahnya dunia bersama orang yang dia sayang?.


Gadis itu tertawa miris, menertawakan hidupnya yang penuh bayangan kegelapan. Sebenci itukah dunia padanya sampai dia harus menjalani kehidupan yang sangat tidak adil. Kemirisan itu semakin terasa setelah dia mendengar kabar itu. Kimy benci hidupnya, kalaupun harus pergi pun dia rela. Bahkan saat dokter menyarankannya untuk kemoterapi pun dia menolak. Semua cukup sampai disini.


Kai menatap Kimy yang duduk murung di bangkunya. Dia merasakan perubahan itu, perubahan sikap yang entah kenapa membuat raganya seperti kehilangan sesuatu. Memory cowok itu berputar, mengingat kejadian seminggu yang lalu saat Kimy meminta ganti cincin. Dia hampir melupakan itu.


"Pal!!" panggil Kai yang membuat Noval menoleh kearahnya.


"Paan?" sahut Noval.


Kai mengeluarkan ponselnya dari saku. Dia membuka galeri laluu menujukkan foto cincin Kimy yang sempat dia potret.


"Tempat yang bisa bikin cincin beginian dimana ya?" tanyanya.



(gambar hanya pemanis yaww)


Noval mengamati foto cincin itu dengan seksama, kemudian dia mengangguk kecil.


"Bapak gue pernah sih pesen cincin kayu begitu, tapi cincin begituan emang jarang yang jual. Setau gue ya, adanya di Kota S noh. Jauhh. Tapi kalo lo mau sih kesana aja, entar gue tanyain ke bokap gue terus gue kasih tau alamatnya" ujar Noval.


Kai nampak mengangguk kecil. Gak masalah jauh, asal dia bisa mendapat cincin itu sebelum 2 bulan. Sesuai janjinya pada Kimy.


"Gapapa lah, entar kirim alamatnya ke gue ye?!" pesannya pada Noval.


Cowok itu mengacungkan jari jempolnya pertanda setuju.


"Emang buat apasih?. Tumben lo nyari barang begituan" tanya Noval penasaran.


Kai menunjuk Kimy menggunakan dagunya, Noval pun langsung mengerti.


"Cieee, udah PDKT an nih sama si Baskom!!" ledek Noval sembari memasang wajah tengilnya.


"Apaan, nggak!!. Gue nyariin cincin gara-gara cincinnya dia gue jatohin. Udah gitu doang, ngapain juga gue suka sama temen sendiri!!" kilah Kairen dengan cepat.


"Ati-ati lo, jilat ludah sendiri entar tau rasa. Pokoknya kalo lo sampek ketauan suka sama dia, gue bakal jadi orang yang ketawa paling kenceng"


"Bacot!!" tukas Kai seraya bangkit dari duduknya. Sebelum pergi, dia sempat melirik Kimy sebentar yang sedang mencoret abstrak di kertas kosong.


"Kalo sakit mending gak usah masuk" ucapnya tanpa sadar kemudian langsung melengos pergi.


Kimy menyadari ucapan itu untuknya. Dia menoleh kearah Rachel yang juga sedang menatapnya.


"Muka gue pucet banget ya?" tanyanya pada Rachel.


Gadis itu mengangguk setuju.


"Iya sih, kamu sakit ya?. Ke UKS aja yuk?" Rachel menawarkan diri untuk mengantar ke UKS, tapi Kimy menolak. Gadis itu menggeleng pelan sembari menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.


"Gak usah, gue gapapa kok" tolak Kimy.


Tatapan matanya kemudian menatap kearah pintu yang sudah tidak ada Kai disana. Kimy menghembuskan nafasnya gusar.


"Liat sikap lo yang kayak gini gue jadi bingung, sebenernya gue berarti gak sih di hidup lo?"


******************


"PENGUMUMAN-PENGUMUMAN, SEKOLAH BAKAL NGADAIN PARTY NIH GUYS. INFO LENGKAPNYA LIAT SENDIRI DI MADING YEE, KALO GAK KELIATAN MATA LO TUKER TAMBAH AJA SAMA CILOK!!" Kai berteriak keras di depan mading sambil menggunakan toa yang dia pinjam dari tukang sayur yang biasa lewat di depan sekolah. Cowok itu mengelus tenggorokannya sendiri yang terasa serak. Nyesel dia tadi gak ngajak Vero si manusia kaleng rombeng.


Para siswa langsung berbondong-bondong menghampiri mading untuk melihat jadwal party sekolah yang memang rutin dilangsungkan setiap tahunnya untuk merayakan hari jadi SMA Garuda. Melihat banyaknya siswa yang datang membuat Kai sedikit terseyok ke samping. Dia mengumpat kesal.


"Wehh Dugong, santai dong!!. Senggol-senggol mulu lo!!" umpatnya pada seorang siswa bertubuh gempal yang bernama Dandi.


"Makanya minggir dong, dasar cungkring!!" Dandi malah nyolot balik, membuat Kai memelototkan matanya kesal.


"Gak asik akh, mainnya bawa-bawa fisik lo, gembrot"


"Lo juga body shaming cungkring!!"


"EHH LO BERDUA NGAPAIN MAIN PELOTOT-PELOTOTAN MATA?!. MAU UJI KEKEBALAN MATA LO?!" Vero tiba-tiba datang dan langsung memekik keras, membuat atensi Kai dan Dandi langsung teralihkan kepadanya.


"DIEM LO KALENG ROMBENG!!" sahut mereka berdua secara bersamaan.


Vero memasang wajah cengo, ini kok malah gue yang dibentak?.


Di sisi yang lain, Kimy juga melihat mading itu bersama dengan Rachel, Gabriel, dan Elsa. Empat gadis itu membelah kerumunan untuk keluar dari kerumunan itu setelah mendapat informasi yang mereka inginkan.


"Itu party hari jadi sekolah. Tiap tahun emang selalu ada. Seru banget anjirr, beneran. Biasanya ya, bakal ada pertunjukkan band sekolah, dance, puisi, pokoknya banyak dehh. Terus yang paling asik, selalu ada pesta topeng. Nanti kita bakal milih pasangan, tapi semuanya harus pake topeng terus nanti dansa bareng dehh. Akhhh anjirrr, so sweet bangettt" Elsa bercerita dengan menggebu-gebu dan wajah berseri-seri. Di antara mereka memang dialah yang paling antusias menyambut acara ini.


"Kayaknya seru banget ya" celetuk Rachel sambil tersenyum ringan. Mereka berempat berjalan beriringan menuju area taman sekolah, tempat yang biasa digunakan oleh para siswa untuk bersantai.


"Acaranya lusa ya?" tanya Kimy memastikan.


"Iyaa. Duh semoga aja pas party nanti gue ketemu jodoh disana" jiwa-jiwa halu Gabriel mulai bergejolak. Maklum dia halu jadi istrinya taehyung tapi gak kesampean:<


"Ngapain sih susah-susah nyari, kan jodoh lo itu gue El" Noval tiba-tiba datang dan langsung merangkul bahu Gabriel posesif. Gadis itu mendelik malas, tangannya bergerak mengibaskan tangan Noval dari bahunya dengan kasar.


"Apaan, najis gue berjodoh sama lo!!" tukas Gabriel sambil melotot garang.


"Jangan benci-benci El, entar kalo jadi cinta malunya gak ketulungan!!" ledek Satya sambil terkekeh kecil.


"APAAN, GAK BAKALAN YA GUE SUKA SAMA TITISAN MONYET KAYAK DIA!!" Gabriel memekik histeris dengan suara cemprengnya yang begitu memekakkan telinga. Kimy mengusap telingannya yang berdengung, suara Gabriel memang memiliki kekuatan seribu sangkakala.


"Mulut lo gue sobek juga nih lama-lama, kesel nih gue" desis Elsa dengan wajah kesal.


"Nih anak emang sepaket deh sama si Vero" mendengar namanya dibawa-bawa Vero mengangkat pandangannya dari layar ponsel.


"Apa lo bawa-bawa nama gue?!" desisnya.


"Tuh diajak kawin sama Gabriel"


"SATYA SIALANNNN" Gabruel memekik keras, Satya tertawa terpingkal-pingkal dan langsung berlari saat melihat Gabriel mengejarnya. Dua orang itu malah main kejar-kejaran seperti anak TK.


Kimy tertawa kecil melihat tingkah dua orang itu. Pandangan gadis itu kemudian beralih menatap Noval kemudian beralihh menatap Vero, dan yang terakhir kepada Boy yang tengah asik main game. Seperti ada yang kurang, tapi apa.


"Kai lagi rapat sama anak sosis, sok teladan tuh bocah sekarang. Kalo mau ketemu dia ada Ruang Osis" seakan mengerti apa yang Kimy cari, Noval berucap tanpa perlu disuruh. Memberi tahu dimana letak Kaii tanpa gadis itu bertanya terlebih dahulu.


"Ohh yaudah" sahut Kimy singkat. Percuma juga dia menghampiri, Kai belum tentu mengharapkan dia datang.


"Kimy!!" Bu Gladys, selaku guru seni budaya datang dan memanggil Kimy. Melihat ada guru menghampirinya, Kimy berdiri dan langsung menghadap Bu Gladys.


"Ada apa ya Bu?" tanya Kimy bingung.


"Kamu lusa tampil ya diacara party sekolah. Saya denger dari Rai kalo kamu bisa nyanyi terus suara kamu bagus. Kamu mau ya?"


Kimy jelas terkejut. Ini kali pertama dia disuruh untuk tampiil di acara sekolah seperti ini.


"Bu saya gak bisa. Suara saya jelek loh, beneran. Rai bohong bu, dia mah tukang ngibul jangan dipercaya" kilahnya.


"Kimy yang bohong bu. Orang suaranya bagus kok. Ibu gak percaya?. Nih saya ada videonya" Kai entah datang darimana, langsung menyerobot dan memberikan argumen yang membuat Kimy mati kutu. Apalagi saat cowok itu menunjukkan video perform nya di cafe Satya beberapa waktu yang lalu.


"Kamu punya bakat yang bagus loh, kembangkan terus ya. Pokoknya lusa kamu harus tampil, jangan kecewain ibu ya"


Kali ini Kimy tidak bisa mengelak, bahkan setelah Bu Gladys pergi dan memberikan keputusan mutlak pun dia tidak bisa berkutik.


"Lo sih, gue gak bisa KAIII" cewek itu merengek panjang disertai beberapa hentakkan kaki untuk menunjukkan rasa kesalnya.


"Lo bisa, Kom. Lo kan hebat" ucap Kai menenangkan. Kimy terdiam.


Kai meraih bahu Kimy, dan menatap gadis itu dalam-dalam.


"Lo percaya kan sama gue?. Selama gue ada, gak perlu ada yang lo khawatirin Kim. Gue bakal terus ada buat lo. Karena Kai emang ditakdirin buat selalu jaga Kimy"


Kairen Elashka Alexander



(**pacar gue nih gaesss)


Kimyora Claresy Wijaya**



Rachelia Brigitta



LIKE, COMENT NYA JAN LUPA YAWWW. TANDAI TYPO, THENKYU