Our Love Story

Our Love Story
Nomor HP



"Lo udah berhasil dapetin info tentang orang yang nabrak gue waktu itu?"


Kairen yang sedang asik main PS di Ruang Keluarga pun menoleh kearah Raizel saat kembarannya itu bertanya demikian. Cowok itu membuang nafas kasar kemudian menggeleng. Masalah ini ternyata lebih rumit dari yang dia bayangkan.


"Belom. Setiap mau gue tangkep, dia selalu berhasil kabur. Dia juga nggak pernah ninggalin jejak sedikit pun. Gue jadi agak kesulitan buat dapetin identitasnya" ucap Kairen dengan gusar.


Raizel meletakkan ponselnya setelah membalas beberapa pesan dari Agatha yang mengingatkannya kalau besok adalah waktu untuk check up. Dia menengok kearah Kairen. Senyum cowok itu mengembang. Dia tau, meskipun Kai itu orangnya slengean, tapi dia adalah sosok kakak yang sangat peduli dengan keluarga.


"Thanks ya Bong, lo udah mau susah-susah nyari orang itu"


"Lo kan adek gue Prett, gue nggak bakal biarin orang yang udah bikin lo kayak gini hidup tenang. Gue bakal cari dia, kemanapun itu" Kairen memasang wajah serius. Dendam dihatinya masih tertanam sebelum dia berhasil menangkap dan memberi pelajaran kepada orang yang sudah mencelakai adiknya.


"Oh iya. Itu, partner terapi lo. Siapa sih namanya, Agatha ya?. Cakep juga. Boleh lah buat gue" Jiwa playboy cap kutil badak dalam diri cowok setengah cebong itu bergejolak. Membuat Raizel menatapnya sinis. Gebetan udah 32 masih kurang aja.


"Gue tempeleng pala lo pake linggisnya mang usus kalo lo berani ngegebet dia juga!!" desis Raizel dengan tatapan memicing. Hampir semua cewek diembat sama si cebong, nggak heran kalo temen-temennya pada jomblo semua.


"Ciee, lo naksir ya sama dia?!" Kai menaik turunkan alisnya menggoda, membuat Taizel membuang pandangan karena gugup.


"Eng-enggak lah. Ngapain gue naksir sama dia" kilah Raizel


"Yaudah, berarti gapapa dong kalo gue embat. Kan elu nggak naksir" Kairen menjawab santai, nggak tau kalo hidung adeknya udah kembang-kempis nahan berak.


Jangan ditahan Rai. Lepaskan, lepaskan cephatttt!!!"


"Kan gebetan lo udah banyak. Masak masih kurang sih!!"


"Lo nggak inget kata guru agama SD kita?. Cowok itu gapapa kalo punya cewek lebih dari satu. Inget prett, cowok itu imam, cewek makmum. Semakin banyak makmum, semakin baik juga buat imam" Ustad Kairen mulai berdakwah. Mengeluarkan ajaran-ajaran sesat yang dapat menggugah iman anak bangsa(d)


"Ehh, PEA. Di sabda Rasul itu, boleh punya cewek maksimal itu empat. Bukan 32!!" tukas Raizel nahan gedeg. Matanya memindai sekitar mencari golok. Kali-kali gairahnya muncul untuk mengakhiri hidup abangnya di dunia.


"Itukan sabda rasul, kalo ini mah sabda Kairen"


Mental Raizel serasa terjungkal. Dia yang otaknya rada normal DIKIT, merasa kalo otak abangnya ini butuh diobservasi. Apa mungkin otaknya ketinggalan di rahim ya?.


***************


Kairen mengendarai motor ninja-nya dengan kecepatan sedang. Hari Rabu adalah hari termalasnya, karena ini jadwal pelajaran Geografi. Pak Jokes artisnya. Sekali ngomong, melototnya 24 jam nggak kedip.


Seakan Tuhan memberikan karunia di pagi hari. Saat si dark angel dalam diri Kai memintanya untuk bolos, tiba-tiba ada Bidadari Empang yang berdiri di samping sebuah mobil. Yup, Rachel. Bidadari Empang idamannya Kai. Entah apa yang dilakukan cewek itu. Dia berdiri di pinggir jalan seperti kebingungan.


Kai menghentikan motor ninja-nya tepat di depan Rachel. Tanpa turun dari motor, dia melepas helm fullface yang dia kenakan hingga rambutnya sedikit acak-acakan. Cowok itu menyurai rambutnya ke belakang dengan gaya cool, dijamin membuat mata orang yang kekurangan asupan cogan melotot takjub.


"Ngapain disini?, nggak sekolah?" tanyanya berbasa-basi. Sok nanyain nggak sekolah padahal dia sendiri ada niatan buat bolos.


"Mobil aku mogok. Lagi nungguin taksi tapi nggak ada yang lewat" jawab Rachel seadanya.


Kai tersenyum lebar. Seolah mendapat ilham dari Tuhan, cowok itu menemukan akal bulus di tengah kesulitan orang.


"Bareng gue aja gimana?. Dijamin aman, sampek sekolah tanpa lecet. Ongkisnya sesuai aplikasi aja" tawar Kairen sok asik.


Rachel nampak menimang. Dia menatap wajah Kairen, sedikit tidak meyakinkan. Tapi dia tidak punya pilihan lain, sebentar lagi jam masuk.


"Yaudah deh" putusnya kemudian.


Kairen tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya, Bidadari Empang mau diajak boncengan.


"Nih" cowok itu menyerahkan jaket yang dia kenakan, membuat Rachel menatapnya bingung.


"Untuk?" tanya gadis itu.


"Lo kan pakek rok, nih pake jaket gue buat nutupin paha lo. Kan nggak etis kalo paha lo diliatin sana-sini" sahut Kairen


Rachel menerima jaket itu, kemudian melingkarkannya di pinggang. Dalam hati muncul rasa kagum kepada Kai karena cowok itu sangat peka dan mengerti keadaan. Sangat jauh berbeda dengan sudut pandangnya terhadap Kai saat pertama kali bertemu.


Kondisi Rachel yang tidak memakai helm membuat rambut panjang gadis itu berterbangan ditiup angin. Dan gilanya itu membuatnya semakin terlihat menawan. Diam-diam Kairen melirik Rachel dari kaca spion. Dia terkekeh geli, apalagi saat melihat gadis itu sibuk membenahi rambutnya yang beterbangan.


"Kalo nyetir tuh liat depan, jangan liat spion!!. Entar kalo nabrak biaya perawatan aku mahal!!"


Kairen tersentak. Cewek itu tau dia meliriknya. Apa jangan-jangan, Rachel itu indihome?!.


"Iya Nona" sahut Kai dengan suara agak keras.


15 menit berlalu, motor Kairen terparkir di parkiran SMA Garuda dengan selamat tanpa cacat, iman dan tubuh masih melekat, selamat dari godaan setan yang bangsatt.


"Thanks ya udah nebengin gue. Nih, jaket lo!!" ucap Rachel seraya menyerahkan jaket Kai diiringi senyuman manis.


Cowok itu menerimanya dengan senang hati.


"Makasih doang nih, nggak ada reward nya?"


Senyum Rachel menyurut, berganti dengan wajah bingung penuh curiga.


"Reward apa?, kamu nggak ikhlas?" tudingnya dengan cepat.


"Ikhlas sih ikhlas, tapi masak lo nggak ngasih apa-apa sih ke gue?!"


Rachel mendengus kesal. Itu namanya lo nggak ikhlas bambang!!


"Emang kamu minta apa?" tanya Rachel dengan nada malas. Jujur, dia enggan meladeni cowok modelan kayak Kai. Ujung-ujungnya pasti cuma ghosting. Bikin othor kadang nggak habis thinking. Apa semua cowok itu rata-rata sinting ya?.


"Nggak aneh-aneh kok, cuma nomer hp lo aja" sahut Kairen, tak lupa cengiran andalannya. Cowok itu menyurai rambutnya ke belakang. Menunggu jawavan dari Rachel sambil bersendekap dada.


Gadis itu berdecak. Orang modelannya kayak Kai emang tukang modus. Tapi kalo dipikir-pikir, gapapa kali ya, toh cuma nomer doang kan.


"Mana hp kamu?!" Rachel menodongkan tangannya. Kairen tersenyum gembira. Dia merogoh saku celananya. Mengambil hp kemudian menyerahkannya kepada gadis itu.


Rachel mengetikkan nomer ponselnya. Sstelah dirasa selesai, dia mengembalikan ponsel itu kepada Kai dengan wajah jutek.


"Itu nomer aku. Sekali lagi, MAKASIH"


Cewek itu melengos pergi. Andai dia nggak kepepet, ogah dia berangkat bareng manusia cebong.


Kairen tersenyum puas. Dia menatap layar ponselnya. Melihat nomor Rachel dan mengganti username gadis itu menjadi 'jodoh di tangan Kai'


"Nomor Bidadari Empang udah di tangan. Please, kali ini tangan tuhan jangan ikutan dulu. Biar tangan Kai aja yang bertindak"


Rai or Kai



Rachelia Brigitta



(**the real Bidadari Empang😭)


Jan lupa tinggalkan like and coment ya guys.....


dukungan kalian itu penting!!


Thanks bagi yang udah nunggu


see you next time and, happy reading😍**