
Kairen, Vero, dan Noval berjalan beriringan di koridor sekolah. Satya dan Boy sudah datang lebih dulu, sedangkan Kai yang tipe-tipe ngaret pasti datang 3 menit sebelum bel masuk.
Seorang cewek yang diketahui kelas 12 berdiri seorang diri di dekat mading. Kai menghentikan langkahnya di depan cewek itu. Dia berkata.
"Bapak kamu PLN ya?" tanyanya.
Cewek itu tersenyum malu, ini mah pasti nggak jauh dari gombalan.
"Iya, kenapa?"
"Kalo gitu bayarin listrik rumah gue dong!!"
Plakkk
Satu tamparan telak mendarat di pipi Kai. Cowok itu meringis, sedangkan cewek tadi melengos pergi dengan wajah kesal.
"Salah gue dimana coba, kok malah digampar?!" tanya Kai sambil memasang wajah goblokk.
"Goblokk siaa" Noval menampol kepala Kai menggunakan tangan kirinya.
"MAKLUM GAESS, DIA WAKTU PEMBAGIAN OTAK KAGAK DATENG. JADINYA SAMA OM REY DIGANTI PAKE OTAK KODOK" Vero menyela dengan nada ngegas. Biasalah, duli emaknya hobby nyiumin bau gas, jadinya anaknya hobby ngegas kek aki aki.
"Nilai rapot lo segede apa sihh?!. Ujian masih remed aja sok keras" sahut Kai kemudian melengos pergi karena bel masuk sudah berbunyi. Vero mencibir dari belakang, mulutnya maju beberapa senti sampek mirip bebek habis nyosor lebah.
"Dasar lo, kodok berperanggai anjing!!"
**************
Mata pelajaran Bahasa Indonesia emang jago bikin orang ngantuk. Apalagi untuk murid-murid theladhan kayak Kai dkk. Mata mereka udah merem melek, apalagi harus melihat teman sekelasnya maju satu-satu untuk membaca puisi yang sudah dibuat masing-masing.
"Raizel Elashki" nama Rai dipanggil, berarti ini saatnya dia untuk maju.
Kai bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke depan. Dia menghadap teman-temannya yang sibuk nahan tawa. Susah emang kalo orang udah slengean dari lahir, mau berusaha seserius apapun pasti mukanya tetep bikin ngakak.
"Pagi semua, saya Raizel kelas 11 IPS 1. Hari ini saya akan membacakan puisi yang saya buat, berjudul ibuku"
Kimy, Gabriel, dan Elsa menutup wajah mereka menggunakan buku. Nggak sanggup liat muka Kai yang malah kayak orang bloon.
Kai menarik nafas panjang, bersiap membaca puisinya.
"Ibuku....
Istri dari ayahku....
Ibu dari adikku....
Ibuku....
Adik dari om ku....
Tante dari ponakanku....
Aunty dari anak uncle ku....
Ibuku....
Anaknya Oma ku....
Mantu dari Nenekku....
Ibuku... adalah ibuku...."
Aslii semua orang bengek gara-gara puisi Kai yang mencerminkan kegoblokkannya. Bu Tuti bahkan sampai ikut ketawa sampek keluar air mata. Vero kosel-kosel di lantai sedangkan Noval megangin perutnya yang kram.
"Ngakak anjing" ucap Satya sembari terus tertawa.
"Asli sumpahhh, ada-ada aja lo cebong!!"
"Terima kasih, terima kasih" Kai malah berucap terimakasih sembari membungkukkan badannya sebagai penutup penampilannya hari ini.
"Bagus Rai, bagus sekali bakat kamu. Saking bagusnya jadi nggak usah dikembangkan" Bu Tuti berucap sembari mengembalikan buku Kai.
"Makasih Bu, saking bagusnya penampilan saya Ibu sampek kasih nilai G. G itu maksudnya Ganteng kan Bu?"
"Bukan, itu artinya goblokk Rai"
***************
Kai, Kimy, Satya, Rachel, Gabriel, Vero, Noval, Boy, dan Elsa sedang duduk di kantin untuk menikmati waktu istirahat pertama. Tiba-tiba seorang cewek datang. Cewek berambut panjang dengan poni yang dipinggirkan itu langsung merangkul bahu Kai hingga cowok itu tersentak kagett.
"Sayang...." panggil cewek itu dengan mesra.
"Ihh aku Dea, pacar kamu. Kita udah pacaran 2 minggu loh, masak kamu lupa sih"
Kai terdiam, mencoba mengingat siapa cewek yang dia tembak 2 minggu yang lalu. Seingatnya ada 4 orang, yang dia tembak, lewat chat, yang kenalan di DM, ketemuan di perpustakaan, sama yang nembak dia via telfon.
Oh sekarang dia ingat, Dea ini cewek yang nembak dia di telfon. Kai sebagai penampung perempuan sejuta umat tentu menerima dengan lapang dada. Tapi setelah jadian Dea ini ternyata alay, ribet, terus cerewet. Dia jadi males mau nerusin.
"Ohh, Dea. Ada apa cantik?" tanya Kai sembari tersenyum manis. Teman satu mejanya berdecak. Niat hati ke kantin mau makan, malah harus ngeliat Fakboy cari mangsa.
"Nanti malem kita jadi nonton kan?" tanya Dea dengan semangat.
Kai terdiam seolah berfikir.
"Nggak" jawabnya kemudian.
"Loh kenapa?" Dea memasang wajah sedih. Padahal dia udah terlanjur bilang ke teman-temannya kalo dia bakal pergi sama Raizel, Ketua OSIS SMA Garuda.
Kai menyeringai dalam hati, ini saat yang tepat untuk mengakhiri hubungannya. Dia bosen tiap hari ditanya, lagi dimana?, sama siapa?, pulang jam berapa?. Dihh, Mamanya aja nggak oernah nanyain. Dia nggak pulang pun kayaknya Kenzia malah syukuran.
"Gue mau ngomong"
"Apa?"
"Lo tau kan, sesuatu yang indah itu namanya candi" Kai menjeda.
"Terus?" sela Dea dengan bingung.
"Dengerin dulu makanya" dengus Kai kesal.
"Sesuatu yang indah itu namanya candi, kalo yang manis namanya candy, sedangkan hubungan kita cuma canda"
Dea menatap Kai lekat-lekat.
"Maksud kamu apa sih?!"
"MAKSUDNYA LO DIPUTUSIN BEGGO!!. UDAH DIJELASIN MASIH GA PAHAM AJA LO!!" sela Vero sambil menahan dongkol. Acara makan nasi gorengnya terpaksa harus tertunda karena nungguin sahabat bangsattnya itu menunaikan tugas.
"Kita udahan aja" ucap Kai dengan santai tanpa beban.
"Kok gitu sih?!. Seenaknya banget lo mainin gue, lo jahat tau nggak!!" Dea berseru kesal. Selain dibuat sakit hati, dia juga dibikin malu karena peristiwa ini terjadi di kantin yang sedang ramai.
"Udah tau gue cuman main-main, udah tau kalo gue jahat, kenapa lo madih ngebet sama gue?. Gue nggak ngejar lo, lo sendiri yang dateng terus minta gue buat jadi pacar lo. Jadi jangan salahin gue kalo endingnya gini, karena sebelum pengen deket sama gue, lo harus tau apa konsekuensinya"
Plakkkk
Wajah mahadewa Kai kembali terlukai. Hari ini dia dapat 2 tamparan. Untung cewek, kalo cowok mungkin dia akan memelintir tangan orang yang sudah berani melukai asetnya.
"Dasar cowok brengsek!!" seru Dea dengan kesal. Dia lalu berbalik badan, berjalan keluar kantin dengan membawa rasa malu yang bersarang.
"Huuu apa sih tuh cewek, sok kecakepan banget"
"Enak aja dia nampar-namar pipi Bebep gue. Awas aja kalo lecet, gue uyel-uyel muka lo buat jadiin perkedel!!"
"Gue tandain ya muka lo deodoran!!"
"The real buaya berkedok kodok" sindir Boy diiringi kekehan.
"Cewek lo banyak, kasih gue satu napa. Maruk banget lo!!" desus Vero
"Ambil sana ambil, asal Elsa sama gue" Kai menjawab dengan santai, tanpa sadar Vero sudah melotot tajam.
"Gue skidipapap nyengir lo!!"
"Widihh, ngeri bosss"
***********
Kai or Rai
Kimy
Rachel
Jan lupa like, coment nya guyssss. makasih:)