Our Love Story

Our Love Story
Dekat



Kai dan Rai duduk selonjoran di Ruang Keluarga sembari menonton serial Upin Ipin, kartun dua bocah botak asal Negri Jiran yang dari Author TK sampek SMA mereka nggak SD SD.


Kai lalu mengecek ponselnya, ada chat dari Satya yang menitip ucapan terima kasih untuk Reyhan atas hadiah yang diberikan Ayahnya itu.


"ANJINGG, GILAAA" Kai memekik kencang hingga Rai yang sedang fokus menonton TV terlonjak kaget.


"Kaget gue setan!!" desis Rai seraya menampol kepala saudara kembarnya menggunakan bantal. Dia kaget, beneran. Jantungnya maraton sekarang, siapa sih yang gak kaget kalo Kai sendiri teriaknya pake kekuatan seribu toa.


"Lo liat deh, liatttt" Kai menodongkan ponselnya pada Rai, menunjukkan chat yang dikirim Satya barusan. Mata Rai melotot, wahhhh gak adil ini mah.


"Kai, Rai, Papa keluar dulu ya. Ada meeting sebentar, kalian jangan kemana-mana!!" Reyhan tiba-tiba turun dari tangga, membuat atensi Kai dan Rai teralihkan dari layar ponsel. Pria itu berjalan sambil membenahi letak jas yang dia kenakan, masih terlihat gagah meskipun usianya sudah menginjak 38 tahun.


Kairen sontak berdiri, dia berkacak pinggang, menatap ayahnya dengan tatapan jengkel.


"Papa ngapain pergi meeting, ini kan weekend"


"Emang apa salahnya, Papa kerja keras gini juga buat kamu sama Rai" Reyhan menyahut santai.


"Iya Papa kerja keras buat aku sama Rai, oke fine. Thankyou. Tapi apa bener cuma buat aku sama Rai?" Kai berucap mendramatisir, membuat Reyhan menatapnya bingung.


"Ini anak gue kesambet apaan?!" batinnya


"Kamu kenapa sih?" tanya Reyhan bingung. Sedangkan Rai hanya menonton sambil menahan tawa. Dia tau apa yang sedang saudaranya itu perankan.


"Papa tanya kenapa?. Siapa Satya?!. Papa transfer uang tiap minggu ke dia pakek rekening yang aku aja gak tau kalo Papa punya" ucap Kai meluap-luap.


"Dan ini apa?" Dia menunjukkan roomchatnya dengan Satya. Reyhan melihatnya.


"Hape" pria itu menjawab bingung. Perasaan ini siang bolong, setan mana yang sudi-sudinya merasuki tubuh anaknya ini. Atau jangan-jangan arwah Kai tertukar sama arwahnya pemain layangan terbang?.


"Papa beliin dia PS limited edition dengan harga 100 juta. This is my dream, not him!!. My dream Pah!!" seru Kai dengan lantang sambil memasang wajah dramatis.


"HAHAHAAA" bukannya membantu, Rai malah ketawa ngakak sambil kosel-kosel di karpet. Tangannya memegang perut sendiri, capek sumpahh punya sodara kayak Kairen. Tingkahnya gak bisa ditebak. Hari ini waras, besoknya kumat. Kadang sehari menjelma jadi ustadz, terus malemnya langsung berubah jadi iblis sesatt.


"Udah gila kamu ya?!" Reyhan mencebik kesal, nggak emak nggak anak sama aja. Gak ada yang waras. Entah keluarga macam apa ini.


"Bukan aku yang gila, tapi Rai!!" Kairen menunjuk Raizel yang tengah tertawa hingga membuat tawa cowok itu terhenti.


"Enak aja, lo yang gila!!" Raizel menudingnya balik, tidak terima dia yang tipikal kalem-kalem asoy dikatain gila sama cebonh kadaluarsa.


"Lo gila, dari tadi ketawa mulu!!"


"Gue ketawa juga gara-gara tingkah gila lo setan!!"


"Bodo, pokoknya lo yang gila!!"


"Lo....!!"


"Lo!!!!"


"Lo!!"


"CUKUP, KITA SEMUA GILA!!"


*************


Hari senin adalah hari paling menyebalkan bagi pelajar. Entahlah, saat hari senin semuanya terasa begitu berat. Baik itu tugas, aktifitas, dan yang lainnya. Belum lagi upacara yang sangat menyita waktu dan tenaga.


Kimy keluar dari Kosannya dengan seragam yang sudah lengkap. Senakal-nakalnya dia, dia selalu berusaha untuk datang tepat waktu di Hari Senin. Bukan tanpa alasan, dihukum pas hari Senin itu malunya berkali-kali lipat. Belum lagi kalo sampek disuruh berdiri di tengah lapangan padahal situasi sedang upacara.


"Pagi Kikim" Kimy terlonjak kaget saat mendapati Kairen sudah nangkring di depan Kosannya sambil bersender di motor ninja hitam. Cowok itu tersenyum lebar sembari menyurai rambut cokelatnya ke belakang.


"Ngapain lo kesini?!" tanya Kimy bingung.


"Mau ngajakin berangkat bareng lah, apa lagi" sahut Kai segera. Alis Kimy menukik semakin dalam, tidak biasanya seorang Kairen Elashka mau menjemputnya secara cuma-cuma. Apalagi tidak disuruh.


"Tumben, kesambet apaan lo?" bukan Kimy namanya kalo tidak menghardik. Cewek dengan rambut kuncir kuda itu berjalan mendekat kearah Kairen sambil bersendekap dada. Menatap cowok di depannya dengan tatapan curiga.


"Yeee, udah dijemout juga bukannya makasih malah nuduh. Gue beneran ngajakin lo berangkat bareng, gak percayaan banget sih ama gue?!. Emang muka ganteng gue ini menyiratkan kebohongan?, yang ada seribu ketulusan buat lo Kom!!" Kairen menerocos panjang lebar, membuat Kimy menahan muntah setengah mati. Tulus katanya?, pacar aja 39 masih sok-sokan bilang tulus. Tapi beneran, Kai memang tulus menjemput Kimy tanpa didasari motif apapun. Semalaman dia tidak bisa tidur karena kepikiran omongan Noval tempo hari. Jujur dia bingung, dan dia ingin membuktikannya sekarang.


"Mau muntah gue beneran" ucap Kimy sambil memasang wajah orang yang beneran pengen muntah. Kairen mengulurkan tangannya, menyentil pelan kening gadis itu hingga pemiliknya meringis tertahan.


"Lo cewek paling aneh yang pernah gue temuin, asliii. Cewek lain mah pasti udah sujud syukur gue jemput kek gini, lah elo. Bukannya seneng atau apa kek, malah masang muka bangsatt"


"Nyenyenyee" Kimy mencibir dengan bibir yang dimajukan persis bebek. Kairen terkekeh, dia menyentil pelan bibir gadis itu.


"Udah ayok, keburu telatt. Ogah gue dihukum senin-senin, malu diliatin orang upacara" Kai mengambil ancang-ancang ingin menghidupkan mesin motornya.


"Beneran nih?" tanya Kimy memastikan.


"Iyaa markonahh, buruan naik!!" sahut Kai dengan gemas.


Kimy menyengir anjing. Dia lalu naik ke boncengan motor Kai dan menjadikan bahu cowok itu sebagai pegangan. 5 menit sudah dia naik, tapi cowoo dengan marga Alexander itu tidak juga menjalankan motornya.


"Kok gak jalan?" tanya Kimy.


"Pegangan dong" sahut Kai sambil tersenyum jahil dibalik helm fullface yang ia kenakan.


"Dihh, apaan. Ogahh!!" Kimy spontan menolak. Tapi Kai menarik tangannya dan melingkarkan tangan gadis itu di pinggangnya. Tarikan yang tidak terlalu kuat tapi berhasil membuat setengah badan Kimy maju beberapa senti. Kini kepala gadis itu menyender di punggung Kai. Dia tertegun, mulutnya bahkan tidak bisa terbuka meskipun hanya untuk sekedar protes.


"Entar lo jatoh, kan cantiknya jadi ilang kalo muka lo lecet"


Oke jantung Kimy bermaraton sekarang. Gadis itu menggeleng kecil, berusaha menyadarkan dirinya kalo ini salah.


"Gak,,,,gak boleh Kim!!. Inget, dia cuma sahabat lo gak lebih!!"


***********


"Tumben lo berdua berangkat bareng?" tanya Boy saat Kai dan Kimy baru tiba di kelas. Kimy tak menjawab melainkan langsung melengos duduk di kursinya. Sedangkan Kai hanya mengendikkan bahunya acuh, enggan menanggapi.


"BAU BAU PJ INI MAHHH" Vero berseru kencang. Noval spontan menyumpal mulut cowok gas itu menggunakan kertas putih.


"ANJING LO PAL!!" umpat Vero, bisa-bisanya mulutnya di sumpal kertas. Mana kertasnya penuh coretan lagi. Kan pait.


"Rasain!!. Makan tuh kertas!!" sahut Noval sembari melempar segumpal kertas kepada Vero. Cowok itu tak tinggal diam, dia ikut menyobek kertas dan melempar balik kearah Noval. Dan jadilah mereka perang lempar-lemparan kertas kayak anak TK kurang kerjaan.


Kai yang melihat dua temannya hanya geleng-geleng kepala. Satya tidak ada, mungkin ke toilet. Begitu pikirnya. Karena dia hafal kalo Satya punya kebiasaan yaitu wajib boker sebelum pelajaran. Tatapan mata cowok itu kemudian beralih pada Kimy, lalu berpindah pada Rachel. Gadis imut dengan rambut digerai sepinggang itu nampak sibuk dengan HP nya, sampai-sampai tidak peduli dengan sekitar.


"Hai cantik" Kai berdiri di samping Rachel sambil menyapa, membuat gadis itu spontan mematikan ponselnya.


"Hai" sahut Rachel dengan memasang senyum manis.


"Astaghfirullah" Kai memegang dadanya sendiri.


"Lo jangan ke dapur ya, nanti gula insecure kalo liat senyuman lo yang lebih manis" cowok itu memulai aktifitas buayanya. Gombal sana-sini, PHP sana-sini. Asal jangan benihnya yang dimana-mana.


"Apaan sih, kamu jangan mulai deh" Rachel terkekeh, tapi tak urung pipinya tetap merona. Siapa sih yang gak baper digituin.


"Cieee, baper yak?" tanya Kai dengan senyum jahilnya.


"Gak!!" kilah Rachel dengan cepat.


"Alahhh, ngaku aja lahh. Baper kan, iya kan?" goda Kairen sembari mencolek-colek pipi Rachel beberapa kali. Gadis itu menepisnya. Dia menatap Kai dengan tajam, tapi bukannya keliatan galak malah keliatan lebih imut.


"Enggak, Rai!!"


"Kalo baper gapapa kok, gue siap tanggung jawab"


Interaksi itu tak luput dari pandangan Kimy. Dia mengalihkan pandangannya. Menertawakan dirinya sendiri dalam hati. Baru saja dia senang, tapi dunia seakan menamparnya kalo itu semua hanyalah hayalan.


" *Lo harusnya sadar, lo itu cuma tokoh figuran yang ada disaat tokoh utamanya nggak ada di deket dia"


Like, comentnya dong bestieee*