
Pagi hari semua OSIS plus Siswa SMA Garuda tengah sibuk mempersiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan seorang pengusaha yang 'katanya' mau ngasih mereka edukasi tentang bisnis. Kai yang emang aslinya orang mageran, cuma ngeliatin antek-anteknya gotong meja kesana-kemari di Aula, nggak ada niatan buat bantu sama sekali.
"BONG, LO NGGAK BANTUIN ANAK SOSIS?!" Vero yang duduk di samling Kai berseru kencang, Kai sampek hampir ngejungkal karena kaget.
"OSIS beggo!!" ralat Boy dengan gemas. Andai bukan temen, mungkin si Vero udah dia ulenin buat jadi baso.
"YA MANGAP, LIDAH GUE KEPLESET" alibi cowok itu tanpa menurunkan intonasi suaranya. Untung kuping temen-temennya udah dikasih perisai triple ganda. Anti budeg dan anti suara cempreng.
Suara orang-orang berbincang terdengar dari arah lobby. Pak Burhan, Pak Jamal, dan seorang pria berpakaian rapi berjalan beriringan sambil ngobrol sok asik.
Mata Kai melotot tidak percaya saat melihat orang itu, ini salah liat nggak sih?.
"Papa?!" pekiknya kaget.
Reyhan tersenyum jahil saat melewati Kairen yang tengah terkaget-kaget. Pria itu mengedipkan matanya kepada sang putra, nggak tau kalo anaknya serasa mati rasa di tempat.
"Omg, sugar daddy!!!"
"Om, kencan yuk"
"Wajahnya kek seumuran abang gue njirr"
"Harta, tahta, Om Reyhan punya sayaaa"
Sorakan para cewek ganjen membuat telinga Kai berdenging. Dalam hati dia bersyukur. Untung emaknya ngga ikut. Kalo ikut, bisa-bisa cewek satu sekolah dibantai semua sama emaknya.
Sambutan diberikan, sang tamu spesial diarahkan untuk duduk di tempat yang sudah disiapkan, tepat di kursi paling depan. Sedangkan semua siswa serempak duduk di kursi belakang yang sudah tertata rapi.
Pak Burhan memberikan sedikit basa basi busuk yang bikin Kai eneg. Cowok itu duduk diantara anak-anak OSIS, tepat dibelakang meja para guru-guru. Dengerin si botak lagi berdakwah, mendadak mata Kai ngantuk. Dia emang paling anti acara formal. Acara perpisahan SD aja dulu dia rubah jadi acara dangdutan.
Saat mata pemuda itu nyaris terpejam, sebuah seruan dari Pak Burhan membuat jantungnya serasa pindah jadi di pantat.
"Untuk membuka acara ini, izinkan Ketua OSIS SMA Garuda yang akan menyampaikan beberapa kata untuk mewakili rasa bangga seluruh siswa SMA Garuda karena Pak Reyhan sudah mau menyempatkan waktunya untuk datang ke SMA kami. Raizel, silahkan!"
Kairen melotot sebal, sedangkan Reyhan menahan tawanya di tempat duduk. Pemuda itu menoleh kearah Bagas, meminta penjelasan.
"Kok gue disuruh pidato sih?!. Kan gye nggak ada persiapan sama sekali anjingg!!" ucapnya dengan kesal.
"Lah, dicatetan yang lo kasih ke gue kemarin kan ada tulisannya, lo disuruh speaking. Lo nggak baca?!" tanya balik Bagas yang ikut bingung.
"Enggak" jawab Kairen dengan polos diiringi gelengan. Anak-anak OSIS tepuk jidat, ini lah jadinya kalo ketua cebong disuruh jadi ketua OSIS. Beres enggak, ribet iya.
"Buruan sono lu maju!!" Frisca, si bendahara OSIS berseru sambil berbisik. Dia menatap Kai dengan gemas, jangan sampek nama OSIS jelek cuma gara-gara Cebong Kamvrett.
Meski dengan ogah-ogahan, pemuda itu tetap naik ke atas podium. Noval, Vero, Satya, Boy, Kimy, Elsa, dan Gabriel menahan tawa saat melihat wajah tolollnya di depan sana. Kai menatap kesal kearah mereka bertujuh. Dia menggaruk pelipisnya sendiri, bingung mau ngomong apa.
Kairen berdehem sejenak, mencoba mengatur kata demi kata agar bisa menjadi kalimat terus ditata menjadi paragraf.
"Selamat pagi semuanya.
Pertama-tama marilah kita panjatnya puji syukur atas kehadirat Allah SWT sehingga pada pagi hari ini kita bisa berkumpul dalam kondisi sehat wal'afiat, iman dan islam masih melekat, serta dijauhkan dari godaan syetan yang bangsatt.
Allah juga senantiasa memberikan pertolongan kepada umatnya tanpa pandang bulu. Baik bulu keriting, ataupun yang direbonding"
Mweheheee, semua siswa ketawa ngakak. Noval auto lari gara-gara hampir ngompol. Guru-guru bukannya marah malah ketawa, Pak Jamet bahkan sampek kosel-kosel di lantai.
"Terimakasih buat Pak Burhan, yang udah paksa saya buat pidato disini. Mana nggak dikasih teks, untung saya kreatif. Makasih juga buat Pak Reyhan yang udah mau dateng, karena gara-gara kedatangan bapak saya nggak jadi praktek. Sekiranya, itu aja sih yang saya sampaikan, karena anak-anak juga nggak titip omongan apa-apa ke saya. YA KAN GUYS?!!!" Kai menatap semua siswa dengan wajah seolah bilang, 'gue cekek lo kalo sampek nggak ngomong iya'.
"IYA!!!" seluruh siswa menjawab serempak. Kairen tersenyum puas. Gini dong, enak diajak kompromi.
Cowok itu turun dari podium, tanpa basa basi busuk kayak para orang soi berwibawa pada umumnya. Dia kembali ke tempat duduk. Duduk santai sambil menyangkat sebelah kakinya. PD itu penting.
Pak Burhan mempersilakan Reyhan untuk naik podium. Pria itu mengangguk ramah. Dia bangkit dari duduknya, berjalan ke depan kemudian menghadap ke semua orang.
"Selamat pagi semua. Perkenalkan saya Reyhan Saputra Alexander. CEO KR'EL ALEXAN COMPANY dan juga Wakil CEO KNA COMPANY. Terimakasih kepada Pak Burhan karena telah mengundang saya untuk hadir disini, terimakasih juga anak-anak semua yang sudah menyiapkan acara ini. Dan untuk Raizel, terimakasih untuk pidato kamu yang menghibur. Kamu memang kreatif"
Kai tersenyum bangga. Kapan lagi coba dipuji sama bapaknya, meskipun saat ini dia nggak diakuin anak.
"25 tahun menjadi pebisnis, saya ingin memberikan sedikit gambaran kepada kalian. Apa itu bisnis, dan keuntungannya. Bicara soal bisnis, pasti nggak jauh-jauh dari kata uang, untung, rugi, promosi. Mereka itu udah kayak jodoh. Ibarat romeo and juliet, sama aladin dan yasmin. Ga bisa dipisahin, nggak bisa dituker. Bayangin kalo Romeo pasangan sama Yasmin, terus Juliet pasangan sama Aladin. Yang satu ngomong acha-acha, yang satu ngomong yes-no-I don't care. Nggak nyambung, nggak cocok kayak kalian sama mantan"
Semua bersorak, merasa terhibur dengan pebisnis zaman now kayak Reyhan. Santai tapi serius, yang penting paham.
"Korelasinya gini. Pas kita bikin produk, dibutuhkan promosi. Kalo laku produk laku keras kita untung dan dapet uang, kalo rugi kita kehilangan uang. Semua saling terhubung, dan terjadi tergantung trik pemasaran. Kita harus bisa membuat produk yang out of the box, produk dan pemasaran yang lain dari yang lain. Misalnya, kalian bikin produk tentang pakan kucing anggora, tapi di iklan kalian pake kucing garong. Pasti konsumen pada nanya, 'kok produknya gini?', nah kalian jawab aja. 'Kan sama-sama kucing'. "
****************
"GILAA, OM TADI KEREN BANGET"
Reyhan mengusap telinganya yang terkena cipratan air surga dari mulut Vero yang pengen kena azab.
"Perasaan dulu Vicky sama Renata kagak kayak Lo deh Ver. Suka banget teriak-teriak, bisa budeg nih gue lama-lama" desis Reyhan.
"Biasa tuh Pah, ciri-ciri orang yang besok mau mati" Kairen berceletuk polos, dan langsung mendapat hadiah jitakan dari Vero.
"Matamu!!"
"Lo berdua berantem mulu, gue kawinin juga lama-lama" Noval ikut menimpali sambil makan permen karet yang dia kunyah setengah jam yang lalu. Di mulut udah terasa pahit, dia membuang permen karet itu di sembarang tempat. Nggak lama orang berkepala plontos lewat, dan menginjak permen karet bekas Noval.
"WOY, SIAPA NIH, BUANG PERMEN SEMBARANGAN!!" orang itu berteriak marah, membuat nyali Noval yang nggak genap separuh langsung kisut.
"Mampus!!" gumam Boy.
"Bong, bong, buruan kabur!!" Satya berbisik lirih. Orang itu menatap curiga kearah mereka. Semua takut, kecuali Reyhan.
"OM, OM, INI OM, BAPAK SAYA YANG BUANG PERMENNYA!!" Kairen menunjuk bapaknya tanpa dosa, kemudian langsung berlari diikuti Satya, Boy, Noval, dan Vero.
"WOY, DASAR ANAK KODOK!!" Reyhan berdecak. Salah dia dulu udah biarin Kairen sering-sering main sama cebong. Jadilah gini, otaknya setengah manusia setengah kodok.
"Kamu bapaknya anak tadi?!" orang itu menatap garang kearah Reyhan. Pria itu menyengir, kemudian menggeleng.
"Dia bukan anak saya. Dia anak kodok"
Kai or Rai
Satya Rifaldo Aleskey
Kimyora Claresy Wijaya
Papa Rey><
**Kangen othor?, kangen cebong?, bang sat, or kikim?.
jangan lupa tinggalkan jejak, happy reading**:)