
"Malem ini dia balapan, di Jalan XX" Seseorang bertopi hitam itu berbicara kepada orang yang sedang duduk di depannya sembari menghisap putung rokok yang baru dia nyalakan.
Seseorang itu tersenyum miring. Tangannya terulur mengambil segelas wine di meja bundar, kemudian menyesapnya sedikit demi sedikit.
"Ini kesempatan bagus supaya kita bisa ngasih pelajaran ke dia, kita hancurin dia sedikit demi sedikit!! " ucapnya dengan mata penuh kilatan amarah.
Orang bertopi itu hanya diam, keadaan yang membawanya harus ikut campur pada masalah ini. Masalah yang sebenarnya bukan masalahnya, tapi mau tidak mau dia harus ikut turun tangan demi menyelamatkan sebuah nyawa.
Seseorang itu menepuk bahu orang bertopi sembari tersenyum misterius. Senyuman yang tidak bisa ditebak oleh siapapun, bahkan oleh dirinya sendiri.
"Gue butuh bantuan lo Ra"
*****************
Kondisi Jalan XX malam itu sangat ramai dipenuhi oleh segerombolan anak muda yang menanti untuk menyaksikan duel antara dua penguasa jalanan yang selama ini mereka kenal, Kairen dan Bara.
Setelah sekian lama vakum dari dunia balap, Raizel/Kairen yang tiba-tiba memutuskan untuk kembali terjun ke dalam ranah balap liar itu tentunya disambut antusias oleh para pendukung setia mereka. Banyaknya orang yang datang daripada hari-hari biasanya menunjukkan bahwa pemuda itulah bintang jalanan hari ini. Meskipun tidak bisa dipungkiri kalau Bara juga termasuk lawan yang kuat, tapi Kai yakin dia pasti bisa memenangkan balapan kali ini.
Kai, Rachel, Vero, Satya, Noval, dan Boy berkumpul di sisi kiri jalan untuk menunggu waktu balapan dimulai. Motor sport hitam menjadi pilihan Kai malam ini, dan motor itu sudah disiapkan di dalam tenda.
"Semangat ya, pokoknya lo harus menang!!" ucap Rachel menyemangati. Gadis berambut cokelat itu tersenyum lebar kearah Kai sembari menegang lengannya.
Kai menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, mencari keveradaan seseorang diantara kerumunan orang-orang yang hadir.
"Eh Bang Sat, liat si Kikim nggak?"
Satya yang semula bermain handphone sontak berhenti dan mendongak menatap Kai dengan wajah penuh tanya.
"Tumben lo nyariin dia. Biasanya juga nggak peduli. Lagian kan udah ada gebetan lo, ngapain masih nyariin Kimy?!"
Jawaban Satya yang terdengar sangat sinis membuat Kai terdiam. Salah memang dia bertanya pada orang cemburuan seperti kakak sepupunya itu.
"Ngapain juga sih gue nyariin dia" gumam Kai dalam hati.
"PARAH BANGET SIH SI BASKOM, PADAHAL SI CEBONG KAN BALAPAN GINI BUAT DIA!!" Vero mengeluarkan jurus seribu toa-nya hingga membuat beberapa orang menoleh kearah mereka.
Noval menendang pantat temannya yang hobby malu-maluin itu. Mungkin dulu pas lahir yang dipotong bukan tali pusar, tapi urat malunya sampek-sampek keluarlah anak yang spesiesnya kayak Vero, nggak punya malu.
"Sakit ANJENK!!" sentak Vero sembari mengelus bokongnya pakek duit, eaa.
Duit seribuan maksudnya.
"Lah elo malu-maluin, MONYET!!. Pulang sono lu, ngadu ke Emak kalo pantat lo didepak Opal!!" Noval nggak kalah ngegas. Rasa dongkolnya udah semriwingan di kepala, meminta untuk disalurkan. Dan Vero lah korbannya kali ini.
Vero menggulung lengan kemejanya sampai sebatas siku dengan wajah songong kayak Emak-emak nagih hutang di pasar pagi. Cowok itu berkacak pinggang, menirukan gaya emaknya kalo lagi marah-marah gara-gara dia sering nyolong ikan asin pas malem hari.
"WAHHH, NANTANGIN GUE LO?!. OKE, SIAPA BERANI?!" Ucapnya sok suhu, tapi malah keliatan cupu.
"YA AYO, LO PIKIR GUE BERANI?!" Noval nggak kalah edan. Nasib udah temenan sama circle somplak dari masih se piyik sampek udah bangkotan. Isi otak pun sama, sama-sama cuma waras 5%.
Satya mengusap wajahnya kasar saat melihat pertengkaran si kembar tapi tak mirip, Noval dan Vero. Dalam hati dia heran, kok bisa dia betah temenan sama manusia setengah babii kayak mereka.
"Sat, gue ke toilet bentar ya" ucap Rachel pamit. Satya mengangguk kecil kemudian menjawab.
"Iya"
Rachel kemudian berjalan kearah tempat tujuannya, toilet umum yang berada di ujung, tepat di samping sebuah telepon umum.
Bara berjalan dari rombongannya kearah Kai. Baju balap sudah melekat di tubuh pemuda itu hingga tubuh tinggi tegapnya tercetak sempurna. Dengan memasang wajah angkuh seperti biasa, Bara berdiri dihadapan Kai sembari bersendekap dada.
"Gimana, udah siap dapetin kekalahan belom?!" tanyanya dengan nada mengejek.
Kai tersenyum sinis. Pemuda itu mengangkat alisnya menantang sambil maju selangkah lebih dekat sehingga jaraknya dengan Bara hanya tersisa beberapa senti.
"Kata kalah itu nggak pernah ada di kamus seorang Kairen. Kalaupun ada yang harus kalah disini, itu adalah Lo, bukan gue!!"
"Kita liat aja nanti"
.
.
.
Sedangkan di dalam tenda, seseorang bertopi dan bermasker hitam menyelinap masuk tanpa disadari oleh satu orang pun. Orang itu berjalan mengendap-endap sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, takut-takut kalo ada orang yang masuk.
"Ini belum seberapa"
*************
Suara knalpot terdengar sangat bergemuruh dari motor Kai dan Bara yang sudah bersandingan di arena balap. Helm fullface terpasang sempurna di kepala dua cowok itu. Mereka saling melempar lirikan tajam sembari terus menaik-turunkan gas motor masing-masing. Suasana malam di Jalan XX menjadi sangat ramai karena sorak semurai para penonton yang sudah menunggu daritadi untuk melihat idola balap mereka bertanding hari ini.
Di antara banyaknya orang yang heboh, seorng gadis bertopi mencoba menerobos kerumunan untuk melihat seseorang yang sudah mengganggu pikirannya sejak tadi siang. Ya, Kimy datang ditemani oleh Gabriel dan Elsa untuk melihat Kai yang balapan dengan menggunakan dirinya sebagai taruhan.
Bohong kalau dia tidak khawatir, bohong kalau dia tidak penasaran. Sampai akhirnya dia memilih membuang semua rasa marah yang dia rasakan dan datang kesini untuk melihat Kai balapan.
"Duhhh, ini rame banget sih kek orang nonton konser EXO" cebik Elsa dengan kesal. Apalagi penonton didominasi oleh kaum pria, bisa dipastikan bahwa mereka akan sangat arogan dan juga rusuh.
"EXO mulu pikiran lo, tapi emang mereka ganteng-ganteng sih. Apalagi Mas Sehun,,, aaaa mirip banget sama Om Rey" jiwa jomblo kurang belaian milik Gabriel meronta-ronta saat membicarakan cowok-cowok guantenggg kayak si doi. Maklum, Gabriel itu jomblo dari lahir.
"Yeee, dasar lo markonah!!"
Kimy masih mencoba menerobos untuk bisa mencapai tempat terdepan.
"KIM, LO KE DEPAN SENDIRI AJA!!. GUE SAMA ELSA JAGA DISINI, SUSAH KALO KITA SAMA-SAMA KE DEPAN!!" Gabriel berseru agak kencang agar Kimy dapat mendengarnya di tengah suara puluhan orang yang sedang bersorak.
Kimy menoleh kemudian menganggul mengerti. Dengan tekad bulat dan keyakinan tinggi, dia terus mencoba menerobos ke depan.
"Permisiiii, permisiiii"
Kimy menyela di antara banyaknya laki-laki. Hingga akhirnya dia berhasil sampai di barisan terdepan. Gadis itu menatap lurus ke depan kearah Kai yang tengah menunggang di atas motornya. Rachel, Satya, Boy, Vero, dan Noval juga be4ada di belakang pemuda itu. Dia tersenyum lega, akhirnya usahanya tidak sia-sia.
"KAIIII!!!!" Teriak Kimy dengan kencang. Dia berharap Kai dapat mendengar suaranya yang tidak seberapa di banding teriakan penonton yang lain.
Kairen yang masih memanasi motornya, samar-samar mendengar suara seseorang yang sudah sangat familiar. Pemuda itu mengedarkan pandangannya, mencari sosok orang yang dia kenali disini. Hingga mata tajam Kai menangkap sosok Kimy yang berdiri di baris terdepan sedang tersenyum sambil melambaikan tangan kearahnya. Tanpa sadar, Kai ikut tersenyum. Entah mengapa hatinya terasa lebih lega melihat kehadiran gadis itu disini.
"SEMANGAT, GUE DISINI BUAT LO!!" Kimy bersorak lagi hingga membuat Kai terkekeh geli. Pemuda itu mengacungkan ibu jarinya pertanda setuju.
"Lo emang cuma boleh selalu ada buat gue, bukan orang lain"
************
Seorang pemuda berdiri di antara Bara dan Kai sembari membawa sebuah pistol. Dia mengangkat pistolnya tinggi-tinggi lalu menarik pelatuknya.
Dorrrrrr
Peluru melesat di udara bersamaan dengan motor Kai dan Bara yang melaju kencang di arena balap. Sorakan para penonton mengiringi mereka, tak terkecuali Kimy. Gadis itu menatap punggung Kai yang mulai menjauh dengan wajah penuh harap.
"Apapun hasilnya nanti, gue nggak peduli. Yang penting lo sampek sini dengan selamat, nggak ada cedera apapun"
*************
Bara memimpin di depan, sedangkan Kai melaju beberapa meter di belakangnya. Lampu-lampu jalan menerangi pertandingan mereka malam ini di tengah gelapnya langit malam.
Kai memfokuskan pandangannya. Tangan kanannya memutar gas semakin ke bawah hingga motor nelaju kebih cepat. Dia menjajari Bara saat ini. Pemuda itu tak mau kalah, dia menambah laju kecepatannya, begitu juga dengan Kai.
Sampai di menit ke 10, Kai berhasil memimpin di depan. 5 meter lagi tikungan tajam, tapi rem motornya sama sekali tidak berfungsi hingga membuat dirinya kalang kabut. Motornya sedikit oleng, dan semua itu tak luput dari pandangan seseorang yang mengawasi dari balik semak-semak. Orang itu menyeringai puas, semua ini sesuai dengan rencananya.
Brakkkkk
.
.
.
Kimyora
**Hai guysssss, lama nggak nyapa. Apa kabar nihhh?, baik semu kan?. Gimana, masih setia nungguin 'OUR LOVE STORY' nggak?!.
Maaf ya all, aku lama engga up. Aku lagi sibuk menuhin tunnggakan tugas, belum lagi tanggal 1-10 aku ada PAS. Jadi pikiranku masih terfokus kesana dulu. Harap pengertiannya ya guys kalo up nya lama:).
Makasih yang udah setia nunggu dan ngasih dukungannn. Makasih banyakkkkkk buat kalian orang-orang baik yang masih selalu menanti kelanjutan cerita aku yang ngga seberapa ini. Semoga kalian bahagia selalu, dan sehat selalu. Aminnn
Jan lupa tinggalkan like, coment..... happy reading😍**