Our Love Story

Our Love Story
Kamu dan Bintang



'Setiap malam, aku selalu meletakkan tanganku di dada. Tepat dimana kamu selalu berdetak di tempat yang paling rahasia'


~Kimyora


Malam menjelang di hutan, seluruh siswa SMA Garuda berkumpul dalam satu tanah lapang untuk berdoa bersama sebelum melakukan acara jerit malam. Acara wajib yang selalu dilakukan saat mereka camping dalam hutan seperti ini.


Setiap kelompok harus bekerja sama untuk memecahkan sebuah misi yang berbeda setiap kelompoknya. Misi itu ditulis dalam sebuah kertas lalu diundi dengan acak.


Kimy selaku ketua kelompok, maju kearah panitia lalu memasukkan tangannya ke dalam sebuah toples berisi kertas-kertas yang sudah disobek-sobek. Dia mengambil lalu membuka dan membacanya.


"Temukan 15 bendera merah" Kimy membacakan isi kertas, sebuah misi yang harus dia dan kelompoknya, kelompok Black angel lakukan. Bendera disebar di sisi tertentu hutan, dan tugas mereka adalah mengumpulkan bendera-bendera itu sejumlah 15.


Selanjutnya, Kelompok Warrior yang diketua oleh Satya dan berisikan Kairen, Vero, Noval, Boy, dan Frans mengambil undian. Sstya memilih satu lalu membukanya.


"Kumpulkan 20 tongkat biru"


Ada sekitar 20 kelompok untuk seluruh kelas 11. Kini mereka semua berpencar bersama kelompoknya dengan berbekalkan selembar peta hutan dan senter yang terikat di kepala masing-masing.


Kimy dan kelompoknya menyusuri hutan dengan perlahan. Gabriel berjalan di depan karena dia yang mengerti tentang peta, sedangkan yang lainnya mengikuti di belakang sembari melihat sekeliling. Meneliti setiap sudut untuk mencari benda tujuan mereka, bendera merah.


"Gelap banget sihh, nih hutan mati lampu apa gimana yak?" Elsa berbicara ngaco, mengundang decakan dari teman-temannya.


"Beggo dipelihara" cibir Gabriel pelan.


"Guys, kok gue merinding ya" Chika yang paling penakut diantara mereka berceletuk ringan. Gadis dengan rambut dikepang dua itu menoleh ngeri ke kanan dan kiri sembari menggosok lengannya yang terasa dingin.


"Gausah mulai deh, Chik!!. Gue jorokin ke kali mampuss lo!!" Putri berdecak. Dia daritadi udah nahan takut setengah hidup, tapi Chika dengan entengnya bilsng merinding. Dia kan jadi takut ketemu sama Tante Kun apalagi setan angka delapan.


"Menurut peta, kita jalan ke Timur, kalo ke utara nanti malah ketemu jurang" Gabriel mengintrupsi, "Eh tapi ke timur itu kemana yak?"


"Lah, kamu gak tau?!" Rachel bertanya yang dibalas gelengan polos oleh Gabriel.


"Tadi katanya bisa baca peta, lo gimana sih?!" desis Kimy dengan gemas. Saking gemasnya dia jadi pengen mutilasi Gabriel sekarang juga.


"Gue bisa baca peta, tapi Timur-Baratnya gue bingung. Hutannya pohon semua anjirr, kita lagi madep mana sekarang aja gue nggak tau"


Benar juga kata Gabriel. Sekarang mereka menghadap mana aja gak tau. Pohon bentuknya sama semua, mereka yang kumpulan non anak pramuka jadi linglung di tengah hutan.


"Huaaa, Mamiiii. Chika gak mau selamanya tidur di hutan" pekik Chika panik.


"Udah deh, mendingan kita jalan aja pelan-pelan ikutin petanya. Bisa aja bener" usul Rachel yang diangguki semuanya. Mereka kembali berjalan mengikuti arah peta yang entah benar atau salah. Kimy berjalan paling belakang. Sebagai Ketua Kelompok, dia harus memastikan anggotanya utuh sampai tempat tujuan nanti.


Hingga mata gadis itu menangkap sebuah bendera merah yang tertancap di bawah pohon. Matanya berbinar cerah, buru-buru dia menghampiri pohon itu untuk mengambil bendera.


"Akhirnya ketemu juga. Kalo ada nih bendera, berarti arah kelompok gue gak salah" dia bergumam senang. Tangannya menarik bendera itu, agak susah. Mungkin karena tertancap terlalu dalam. Hingga pada tarikan kedua, bendera itu berhasil tercabut hingga membuat Kimy memekik girang.


"Guys, gue dapet bendera.....


Ucapan gadis itu terhenti saat tidak menemukan kehadiran kelompoknya disana.


"GUYS...!!!" Kimy berteriak kencang.


"ANJING, GUE DITINGGAL!!"


Oke, dia panik sekarang. Di tengah hutan yang luas dan gelap ini dia ditinggal sendirian. HP nya tidak ada sinyal, sekarang dia tidak tau harus kemana.


"Tenang Kim, lo harus tenang. Jangan panik!!" Kimy mengintrupsi dirinya agar tidak panik, tapi tetap aja. Jantungnya dugem sekarang, dia gak bawa peta, dia gak tau harus kemana.


"Huaaa, ini gue harus kemana!!" gadis itu berjalan linglung dengan wajah panik, "PLEASE SIAPAPUN TOLONG GUE, KALO COWOK GANTENG GUE JADIIN PACAR, KALO CEWEK GUE JADIIN BABU"


Kimy mencoba menghibur dirinya sendiri. Dia sadar, semakin dia panik, semakin otaknya tidak bisa berfikir jernih. Tiga jam lamanya dia berjalan tak tentu arah. Kini dia menyerah, kakinya terasa kebas karena berjalan tanpa henti. Rasa lelah dan letih melingkupi Kimy hingga membuatnya tidak kuat berjalan lagi.


"Kai, please. Tolongin gue"


************


"PAK KIMY HILANG!!" Gabriel memekik histeris saat baru menyadari ketidakhadiran Kimy dalam kelompok mereka. Tadi dia terlalu fokus mencari jalan keluar sampai tidak sadar kalau anggotanya tertinggal satu.


Kai dan Satya yang mendengar Kimy hilang spontan menegakkan punggungnya yang tadi terduduk lesu.


"Kenapa bisa hilang?!!. Harusnya kamu periksa semua anggota kamu dari berangkat sampai pulang!!" Pak Slamet mengeram kesal bercampur panik.


"Biar saya yang nyari Kimy!!" suara Kai menarik perhatian mereka semua. Cowok itu berdiri tegap sembari menyiapkan peralatan yang mungkin dia butuhkan.


"Gue ikut" Satya ikut berdiri.


"Kalian ini apa-apaan?!. Ini sudah malam, kalian mau ikut nyasar juga?!. Kita cari besok pagi!!" seru Pak Slamet.


"Anda yang apa-apaan!!. Kimy ilang tengah hutan Pak, semalem ini!!. Nyari nunggu besok, keburu dia sekarat di tengah hutan!!" sentak Kai dengan emosi.


"Dengan atau tanpa izin Bapak, saya bakal tetep cari Kimy" putus Kai final. Dia berjalan meninggalkan area Camping diikuti Satya di belakangnya. Pak Slamet mengusap wajahnya kasar, meman susah menghadapi murid bandel seperti Kai dkk.


Rachel yang melihat Satya dan Kai pergi pun ikut berdiri. Dia ikut menyusul mereka tanpa diketahui oleh siapapun.


*************


"KIM.....!!!"


"KIMYY!!!!"


Satya dan Kai bersorak saling bersahutan, memecah kesunyian malam dibawah sinar rembulan yang redup. Kai mengusap peluh di dahinya, ini sudah 1 jam pencarian tapi tidak ada petunjuk apalun tentang keberadaan Kimy.


"Gimana kalo kita mencar aja" Kai memberi usulan, "Lo bawa peta juga kan?"


Satya mengangguk sebagai jawaban. Kini mereka berpencar untuk mempercepat pencarian. Ini sudah pukul 01.30 dini hari, bahaya bisa datang dari mana saja kalau gadis itu tidak segera ditemukan.


"KIM, LO DIMANA?!!!"


Kai berteriak sekeras mungkin, tak peduli tenggorokannya yang terasa sakit dan kering.


"KIMY!!!"


Kimy yang semula memejamkan matanya lelah sontak terbangun saat telinganya samar-samar mendengar suara Kai memanggil namanya.


"Kai?" gadis itu bergumam dengan wajah senang.


"KAI GUE DISINI!!!"


Kairen segera berlari saat mendengar ada suara orang menyahut. Dia menemuksn Kimy. Cowok itu tersenyum lebar kemudian langsung memeluk Kiny dengan erat.


"Beggo!!" ucapnya seraya menyentil keras kening gadis itu hingga meninggalkan bekas kemerahan.


"Sakit anjing!!" umpat balik Kimy.


"Lo bikin gue panik tau gak!!. Lo tau kan gue gak mau lo kenapa-napa, kenapa jagain diri sendiri aja ga becus sihh!!" Kai menyerocos dengan wajah kesal. Andai Kimy bukan perempuan, pasti sudah dia smackdown dari tadi.


Diam-diam Kimy menyembunyikan senyumanya. Setidaknya dia tau, Kai peduli, Kai perhatian, dan mungkin Kai menyayanginya.


Tanpa aba-aba Kimy memeluk Kai dengan erat, membuat cowok itu tertegun beberapa saat.


"Maaf, maaf kalo gue nyusahin lo"


Kai berdehem pelan sembari mencoba terlihat santai dan tidak gugup. Dia melepaskan pelukan Kimy.


"Gak usah dipikirin. Sekarang kita cari jalan keluar"


"Tapi gue capek" cebik Kimy dengan wajah memelas.


Kai berdecak ringan.


"Dasar manja!!" ucapnya sebelum akhirnya dia berjongkok di depan Kimy. Gadis itu nampak masih loading, terlihat dari wajahnya yang melihat punggung Kai dengan bingung.


"Lo mau ngapain?" tanyanya.


"Mau balap karung. Ya mau gendong lo beggo!!. Katanya capek" sahut Kai dengan dongkol.


Kimy menyengir senang. Dia naik ke punggung Kai, melingkarkan tangannya di leher cowok itu dan menggunakan bahunya sebagai sandaran.


"Makasih cebong sayang"


************


"KIM!!!!"


"KIMYYY!!"


Di sisi lain, Satya masih gencar mencari Kimy tanpa henti. Dia belum menemukan pentunjuk, membuatnya berulang kali mengumpat frustasi.


"Satya!!" panggilan itu membuat Satya sontak menoleh. Cowok itu sangat kaget saat menemukan Rachel sedari tadi sudah berdiri di belakangnya.


"Rachel?!. Lo ngapain disini?!. Ini udah malem, bahaya buat lo!!"


"Kalo lo kesini mau cari Rai, dia gak ada. Kita mencar" dia benar-benar tak habis pikir dengan Rachel, bisa-bisanya dia senekat ini.


"Aku gak nyari Rai, aku nyari kamu" Rachel membantah keras.


"Maksud lo?!" tanya Satya bingung.


Rachel maju dua langkah hingga dia berdiri tepat di depan cowok bermata hitam pekat itu.


"Kimy sepenting itu ya, sampek kamu bela-belain nyari dia segitunya?"


"Maksud lo apa sih!!"


"Aku suka sama kamu Sat" Satya langsung bungkam.


"Tapi gue sukanya sama Kimy"


Sakit, jelas. Itu yang Rachel rasakan, dan sudah menebak Satya pasti akan menjawab itu. Dan dengan bodohnya dia tetap mengungkapkan perasaannya.


"Rai lebih cinta sama lo, harusnya lo pilih dia, bukan gue yang jelas-jelas gak tertarik sama lo"


"Rai cinta sama Kimy, bukan aku!!" gadis itu mencengkram ujung hoodienya kuat-kuat. Mencoba menahan rasa sakit dari kata-kata pedas yang Satya keluarkan.


"Aku tau kamu gak buta, dan kamu pasti bisa bedain perhatian yang hanya sebates temen atau lebih. Dan mereka itu punya perasaan lebih dari temen, dan aku yakin kamu tau itu"


"CUKUP, omong kosong lo chel!!. Lebih baik lo balik ke tenda, sekarang!!" bentak Satya sebelum akhirnya berbalik badan. Dia enggan menanggapi Rachel dan memilih menatap bintang-bintang di langit.


"Kamu harusnya gak menutup mata. Kalo ada yang pasti, kenapa kamu harus terpaku sama orang yang pasti bikin kamu tersakiti!!"


Satya tak menjawab, dia tetap menatap pada bintang. Dan Rachel mengikuti arah pandangnya.


"Aku iri sama bintang. Dia jauh, tapi bisa narik kamu untuk memperhatikan dia. Sedangkan aku yang deket aja gak kamu anggap"


***********


**Gimana niehhh, guysss. Kalian shipper yang mana?!.


Jan lupa like, coment yaww


Happy reading**:)